-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
046 - Apa Maksudmu?


__ADS_3

Tuan Besar duduk di kursi utama. Sedangkan dua kursi utama lainnya ditempati oleh Selir Mo dan Jiang Linyao.


Menurut aturan Keluarga, meski Nyonya sudah tiada, seharusnya posisi itu tetap kosong. Seorang Selir tidak memenuhi syarat untuk menempatinya.


Semua orang lantas terkejut dengan kedatangan Jiang Xingyu. Mereka bertanya-tanya mengapa dia datang ke Aula Samping. Apakah sekedar ingin makan malam bersama ataukah?


Tentu saja Selir Jing tidak termasuk. Ia justru tersenyum samar dan mengantisipasi.


Selir Mo dan Puteri keduanya duduk dalam posisi yang tidak seharusnya mereka duduki. Sekarang dengan kemunculan Jiang Xingyu, maka konsekuensinya...


"Kakak Xingyu..." Panggilan samar keluar dari mulut Jiang Qianxi.


Jiang Xingyu menatapnya dengan senyum lembut.


Melihat Wanita secantik Dewi Surgawi tersenyum lembut, mereka merasa seakan-akan Dunia akan runtuh. Entah Pria ataupun Wanita, jantung mereka sama-sama berdebar.


Seperti tidak memiliki rasa bersalah, Selir Mo berkata. "Karena Nona sudah disini, duduklah bergabung bersama kami. Sebentar lagi makan malam akan dimulai."


"Oh! Aku tidak tahu dimana Selir Mo membiarkanku duduk." Ucap Jiang Xingyu dengan senyum polosnya.


Ekspresi Selir Mo menjadi kaku, lalu berkata pada Pelayan. "Ambil kursi lain untuk Nona Sulung."


Jiang Xingyu tidak menghentikan, hanya menunggu Pelayan mengambil kursi dan ingin melihat dimana Selir Mo akan mengaturnya untuk duduk.


"Letakkan kursinya disebelah Nona Kedua," perintah Selir Mo setelah melihat Pelayan masuk membawa kursi.


Ironi disudut bibir Jiang Xingyu semakin tajam. "Selir Mo, apa kau yakin ingin aku duduk diposisi itu?"


Sesaat, Selir Mo merasakan firasat buruk.

__ADS_1


Tanpa memberi Selir Mo kesempatan bereaksi, Jiang Xingyu mengalihkan pandangannya dan bertanya seolah-olah tidak mengetahui apapun. "Bukankah Saudari Kedua sedang dihukum? jika tidak salah hukumannya baru berjalan beberapa hari kan? mengapa sudah keluar? ataukah semalam aku tertidur dan sebulan telah berlalu?"


"Ayah sudah membatalkan hukumanku, apa kau punya pendapat?" kata Jiang Linyao penuh provokasi.


"Tentu aku tidak memiliki pendapat apapun. Hanya saja aku tidak menyangka ternyata keputusan Ayah begitu berubah-ubah." Jiang Xingyu mengejek.


Ekspresi Tuan Besar tenggelam. Namun hal ini memang salahnya, jadi Ia tidak bisa marah dan sebaliknya berkata. "Festival Peony sudah dekat. Festival tahun ini sangat spesial karena Permaisuri mengizinkan Gadis-Gadis yang belum menikah, untuk berpartisipasi terlepas dari Puteri sah atau Puteri Selir. Oleh karena itu Lin'er dan Yao'er harus berpartisipasi. Manfaatkanlah waktu sebulan ini untuk melatih bakat masing-masing. Terutama Yao'er..."


Bagi Selir Mo dan kedua Puterinya, berita ini merupakan kejutan besar.


Festival Peony merupakan acara kencan buta yang disamarkan. Sebelumnya acara resmi seperti ini tidak memenuhi syarat bagi keturunan Selir untuk berpartisipasi. Namun kali ini Permaisuri mengizinkannya.


Kesempatan terbang ke cabang tinggi dan menjadi Burung Phoenix, bagaimana mungkin mereka tidak bahagia?


"Ayah, apakah kami benar-benar bisa berpartisipasi?" Jiang Linyao tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.


Tuan Besar menganggukkan kepalanya. "Benar! Biarkan Ibumu mencari seorang Guru untuk mengajarimu. Jangan sampai kau mengganggu latihan Saudarimu."


"Ya!" Sahut Jiang Linxin seolah-olah tidak tertarik. Namun nyatanya Ia lebih bahagia dari Saudarinya.


"Luar biasa. Bagus sekali." Selir Mo juga mengungkapkan kebahagiannya.


Berbanding terbalik dengan kebahagian Selir Mo dan kedua Puterinya, Selir Jing justru tidak senang. Namun apa yang membuatnya tidak senang, tidak ada yang mengetahuinya.


"Aku ikut senang. Namun sekarang bukan waktunya membahas Festival Peony, tapi waktunya menangani masalah mendesak." Suara cibiran Jiang Xingyu menyela.


"Cih! Apa kau cemburu? iri? penuh kebencian?" Jiang Linyao mengangkat dagunya seperti Burung Merak yang bangga.


"Oh! Mengapa aku harus iri dan cemburu?" Jiang Xingyu tersenyum main-main.

__ADS_1


"Tentu saja kau cemburu karena Aku dan Saudariku bisa berpartisipasi dalam Festival Peony. Sedangkan kau tidak bisa!" Ucap Jiang Linyao masih dengan sikap bangganya.


"Hahaha!" Jiang Xingyu tidak bisa menahan tawanya.


"Karena Saudari Kedua tahu bahwa aku tidak bisa berpartisipasi, lalu untuk apa aku iri dan cemburu? kau menunggu kesempatan untuk masuk ke Istana dan mengandalkan wajahmu mencari Calon Suami, sedangkan aku tidak. Katakan! Mengapa aku harus cemburu?" ucapnya dengan seringai provokasi disudut bibirnya.


"Apa maksudmu?!" Jiang Linyao tiba-tiba berdiri dari kursinya.


"Bukankah kau tau apa maksudku?" Jiang Xingyu mengangkat bahunya.


"Kau..." Jiang Linyao meraung marah dan didetik berikutnya sikapnya berubah bangga lagi. "Jadi apa? apakah menurutmu Pangeran Yuhao akan menikahimu? jangan lupa, Pangeran Yuhao hanya akan menikahi Lin Jiayin. Juga, kau..."


Sebelum kata-katanya selesai, Tuan Besar menegurnya dalam raut wajah suram. "Diam!"


Jiang Linyao sangat terkejut dan secara refleks menutup mulutnya. Tetapi Ia berpikir tidak ada yang salah dengan ucapannya.


Kemudian Jiang Xingyu berkata dengan cara yang salah. "Lucu sekali! Kontrak pernikahanku dan Pangeran Yuhao diresmikan oleh Dekrit Kekaisaran. Kau mengetahuinya dan masih berani berkata seperti itu? apakah kau ingin menjebak dan merusak reputasi Pangeran Yuhao? ataukah kau tidak menaruh Dekrit Kekaisaran di matamu? jika ucapanmu sampai terdengar oleh Kaisar dan didiskreditkan sebagai kejahatan, konsekuensinya bukan hanya kau yang menanggungnya, tapi seluruh Kediaman."


Semua orang bergidik ngeri begitu mendengarnya.


"Aku tidak bermaksud begitu! " Jiang Linyao menggelengkan kepalanya seperti orang bodoh. Kemudian melihat Ayahnya dan mencoba yang terbaik untuk menjelaskannya. "Ayah..."


"Cukup! Lebih baik tutup mulutmu! Lihatlah sikapmu, sama sekali tidak terlihat seperti seorang Nona!" Bentak Tuan Besar tidak sabar.


Jiang Linyao seketika terdiam, hanya sorot matanya yang terlihat mematikan.


Sedangkan Jiang Xingyu menanggapinya dengan senyum provokasi.


.

__ADS_1


.


______Happy Reading______


__ADS_2