
Meskipun roh jahat terluka, kemampuannya tidak berkurang. Dengan lambaian lengan bajunya, energi hitam melesat menghantam lawan.
Yuwen Junxiu tidak melihat hantu, tapi ia melihat sangat jelas energi hitam menuju Jiang Xingyu. Tanpa berpikir panjang, ia bergegas menyelamatkannya.
Sedangkan saat Jiang Xingyu akan menghindari energi hitam, tangannya ditarik dan tubuhnya berbalik menabrak pelukan. Insiden ini terjadi begitu tiba-tiba sehingga dirinya tidak siap. Tapi untungnya, pelukan ini terasa akrab dan rasa aman yang tidak bisa dijelaskan. Ia mendongak menatap siapa yang memeluknya, walaupun sudah menebak hatinya masih terkejut.
Alasannya karena ia memanggil kembali Belati Naga, bahkan jika Raja Chonglou menyadari ada sesuatu yang salah, dia tidak akan mengejarnya begitu cepat kan?
Disaat yang sama kedatangan Yuwen Junxiu membuat roh jahat merasa tertindas. Dia tidak berani berlama-lama disini dan memutuskan untuk melarikan diri.
Jiang Xingyu tidak menyadari bahwa lawannya telah pergi. Karena pelukan ini membuatnya merasa tidak nyaman, ia segera mendorong menjauh lalu bertanya. "Kau, kenapa kau disini?"
Yuwen Junxiu yang didorong menjauh sangat tidak puas. Namun sekarang ia lebih penasaran mengenai Belati Naga. "Jika aku tidak datang, aku tidak akan tahu bagaimana kau mengambil Belati dari tanganku. Nona Jiang, kau benar-benar membuatku sangat ingin tahu seberapa banyak rahasia yang masih belum kuketahui."
"Ahem--" Jiang Xingyu berdeham. "Setiap orang punya rahasianya masing-masing. Jika kau ingin mengetahuinya, itu tergantung pada kemampuanmu." Ucapnya secara provokatif.
Yuwen Junxiu mengerutkan kening lalu mencibir. "Karena aku telah menemukan satu rahasiamu hari ini, aku pasti akan menemukan rahasiamu yang lain."
"Huh! Kalau begitu aku akan menunggumu menemukan rahasiaku!" Jiang Xingyu mendengus kesal lalu pergi.
Melihat ini, Yuwen Junxiu menanggapi dengan senyuman samar.
Masih mendengar suara langkah kaki di belakangnya, Jiang Xingyu berhenti, berbalik dan berkata dalam kemarahan. "Kenapa kau mengikutiku?"
"Jika aku tidak mengikutimu, bagaimana aku akan menemukan rahasiamu?" Yuwen Junxiu sengaja menambahkan bahan bakar ke dalam api.
"Kau--" Jiang Xingyu mengerucutkan bibirnya, keduanya pipinya merah karena amarah yang tidak bisa di lampiaskan. Hanya bisa menatap Raja arogan dengan tatapan tajam.
Tentu saja bagi Yuwen Junxiu ekspresi Jiang Xingyu sangat imut seperti kucing yang akan menangkap seekor ikan. Membuatnya tanpa sadar berjalan mendekatinya, mengulurkan tangan dan dengan lembut mencubit pipinya. "Wajah marahmu sangat jelek!" Ucapnya lalu mundur lagi.
"Kau yang jelek! Seluruh keluargamu jelek!" Amarah Jiang Xingyu meledak, lalu berbalik dan pergi dengan langkah cepat. Sebenarnya ia tidak marah pada Raja Chonglou, ia hanya sangat kesal pada dirinya sendiri yang selalu kehilangan ketenangan saat menghadapinya.
Yuwen Junxiu tetap mengikuti. Baru setelah Jiang Xingyu memasuki Kediaman keluarga Jiang, ia juga kembali ke Kediaman rahasia.
-Kediaman Pangeran Yuhao-
Pangeran Yuhao duduk di tepi tempat tidur, sedangkan Lin Jiayun bersandar di kursi di sebelahnya. Walaupun mereka berpakaian, namun nyatanya mereka tidak berpakaian dengan benar. Tentu saja tidak perlu menebak apa yang telah terjadi antara keduanya.
__ADS_1
"Jika kita menggunakan orang kita sendiri untuk membunuh Jiang Xingyu, kemungkinan besar tidak akan berhasil. Oleh karena itu kita harus menggunakan orang lain." Kata Lin Jiayun.
"Orang lain? siapa?" tanya Pangeran Yuhao kebingungan.
"Organisasi Elang Hitam."
Tiga kata ini membuat Pangeran Yuhao terkejut.
Organisasi Elang Hitam merupakan organisasi pembunuh bayaran terbesar di Kekaisaran Ling Timur. Misi yang diterima tidak pernah gagal. Selain itu biaya untuk menyewa mereka sangatlah mahal.
"Tapi..." Pangeran Yuhao ragu-ragu.
Seakan mengetahui pikirannya, Lin Jiayun menjelaskan. "Kau tidak perlu khawatir, Organisasi Elang Hitam tidak akan mengungkapkan identitas pelanggan mereka."
"Baiklah. Kalau begitu aku akan menyerahkan hal ini padamu. Lebih cepat lebih baik, selama Jiang Xingyu masih hidup, hidupku tidak akan damai." Pangeran Yuhao setuju, ekspresinya sangat suram saat memikirkan gadis yang berstatus sebagai tunangannya.
"Aku akan menanganinya secepat mungkin." Jawab Lin Jiayun.
Hari berikutnya...
Tindakan Lin Jiayun sangat cepat. Hari berikutnya ia memerintahkan bawahan kepercayaannya untuk pergi ke Organisasi Elang Hitam. Hanya saja sebelum misi dilaksanakan, harus diselidiki terlebih dahulu. Karena Organisasi Elang Hitam tidak membunuh sembarang orang.
Mengenai hal ini, Lin Jiayun tidak khawatir. Karena Jiang Xingyu bukan anggota Organisasi Elang Hitam serta bukan anggota keluarga Kekaisaran. Terlebih lagi pasti bukan seseorang yang tidak ingin dibunuh oleh Organisasi Elang Hitam. Oleh karena itu Lin Jiayun yakin bahwa kali ini Jiang Xingyu pasti akan mati.
-Kediaman Keluarga Jiang-
Pada siang hari sebuah berita keluar dari Paviliun Yuxiang, mengatakan bahwa Selir Jing sedang hamil.
Ketika mendengar berita ini, Selir Mo tidak bisa menerimanya.
"Nujing, menurutmu apakah janin dalam kandungan Selir Jing adalah milik Tuan atau bukan? dia belum hamil selama bertahun-tahun, kenapa baru sekarang?" tanya Selir Mo pada pelayannya.
"Selir..." Pelayan Nujing tidak tahu harus menjawab apa.
"Ya! Pasti bukan milik Tuan. Aku akan memberitahu Tuan." Kemudian Selir Mo beranjak dari tempat tidurnya, bersiap untuk pergi.
Melihat ini, Nujing buru-buru menghentikannya. "Selir, tolong tenang dulu."
__ADS_1
"Lepaskan! Cepat lepaskan aku!" Pikiran Selir Mo kacau, tubuhnya lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk melepaskan diri dari kekangan pelayannya.
Mendengar keributan, pelayan bernama Nuying bergegas masuk. "Ada apa?"
"Nuying, Selir ingin menemui Tuan Besar untuk memberitahu bahwa janin dalam kandungan Selir Jing bukan milik Tuan. Tanpa adanya bukti, bukankah Selir mencari masalah untuk dirinya sendiri?" Pelayan Nujing berkata tanpa daya.
Mendengar ini, Nuying mencoba membujuk Selir Mo. "Selir, kau harus tenang dulu. Kau tidak bisa bertindak gegabah."
"Tidak! Aku akan memberitahu..." Selir Mo bersikukuh.
Namun sebelum ucapannya selesai, suara dingin Jiang Linxin menyela. "Cukup! Apa kau pikir situasi kita tidak cukup buruk?"
Selir Mo dikejutkan oleh ucapan ini dan saat melihat ekspresi dingin puterinya, hatinya sangat sakit hingga tak bisa berkata-kata.
Jiang Linxin yang sedang tidak ingin peduli pada perasaan Ibunya, berkata disertai suara yang semakin dingin. "Sampai sekarang apa kau masih tidak menyadari situasi kita? tanpa adanya bukti kau ingin memberitahu Ayah, apa kau pikir Ayah masih mencintaimu dan akan percaya dengan semua yang kau katakan? apa kau tidak memikirkan akibat dari tindakan cerobohmu? Jika Ayah tahu kau berencana memfitnah Selir Jing, Ayah pasti akan menendangmu keluar dari Kediaman ini!"
Setiap kalimat sangat tajam, membuat batin Selir Mo sangat sakit seperti disayat oleh ribuan pisau. "Tapi Selir Jing belum hamil selama bertahun-tahun, kenapa baru sekarang?" ucapnya.
"Kau--" Jiang Linxin menghela nafas dalam-dalam, berusaha menahan amarahnya.
"Darimana kau tahu bahwa janin dalam kandungan Selir Jing bukan milik Ayah? apa kau punya bukti? atau kau hanya mengandalkan tebakanmu sendiri? sekarang aku mengerti kenapa kau selalu kalah dari Selir Jing." Jiang Linxin benar-benar tidak tahan dengan temperamen Ibunya yang selalu merasa benar sendiri.
"Aku--" Selir Mo tertegun.
"Sudahlah! Aku akan memikirkan cara. Tapi kau harus tetap tenang, tidak boleh bertindak gegabah!" Ucap Jiang Linxin.
Yang seketika membuat Selir Mo bersemangat. "Xin'er, cepat pikirkan cara. Hanya setelah menyingkirkan mereka, hidup kita akan kembali seperti dulu."
Jiang Linxin mengangguk lalu berkata. "Sekarang yang harus kau lakukan adalah beristirahat disini. Jangan mengacaukan rencanaku!"
"Baiklah." Ucap Selir Mo.
Mengenai kehamilan Selir Jing, yang paling bahagia adalah Tuan Besar, terlepas dari apakah janin dalam kandungan Selir Jing adalah laki-laki atau perempuan. Tentunya Tuan Besar sangat mengharapkan anak laki-laki.
Kabar kehamilan Selir Jing juga merupakan kabar baik bagi Jiang Xingyu. Karena kabar ini merupakan bencana besar bagi Selir Mo. Ia sangat bahagia membayangkan bagaimana ekspresi Selir Mo setelah mendengar berita ini.
.
__ADS_1
.
-----Happy Reading-----