
Jiang Xingyu dan Nalan Wangyu menebak dengan benar. Pangeran Yin dan Yuwen Junxiu telah menunggu di Kedai Teh. Karena bagi mereka jalan itu merupakan satu-satunya menuju Jiang Mansion. Sayangnya mereka tidak tahu bahwa ada jalan lain.
Saat ini keduanya tengah bermain catur, tak lama kemudian Feng Yuqie datang.
Setelah mendengar apa yang terjadi, Dia sangat terkejut hingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencernanya. Dia tidak akan percaya sebelum melihat Nalan Wangyu secara langsung.
Tiba-tiba! Raut wajah Yuwen Junxiu berubah. Merasakan gelombang aura jahat, Ia berdiri dan tanpa mengucapkan sepatah katapun, sosoknya melintas pergi melalui jendela.
"Ini, ada apa dengannya?" Pangeran Yin bingung.
Di sisi lain, Jiang Xingyu dan Pangeran Yuhao telah bertarung selama setengah jam. Kini kondisi keduanya terlihat sedikit kuyu.
Pangeran Yuhao telah terpengaruh oleh aura jahat Belati Naga, anggota tubuhnya terasa kaku disertai nafasnya sedikit sesak. Namun Ia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi?
Saat Jiang Xingyu mundur beberapa langkah, Pangeran Yuhao menggunakan serangan fatal.
Jiang Xingyu menyipitkan matanya dan bersiap untuk melawan. Nalan Wangyu juga bersiap untuk menyelamatkan keponakannya.
Saat keduanya siap melawan, kecelakaan terjadi. Mereka melihat bayangan melintas sangat cepat, dan sebelum bisa bereaksi, mereka melihat Pangeran Yuhao terpental ke udara dan menghantam tanah.
Kemudian sesosok mendarat dengan sikap mengesankan.
Tentu! Tidak butuh waktu lama bagi Jiang Xingyu untuk mengenalinya.
Seorang Pria mengenakan pakaian ungu, auranya dingin dan menakutkan. Bukankah Dia Pria itu? Untuk sesaat, Ia merasa Pria ini sangat keren. Tindakannya yang seperti Pahlawan menyelamatkan kecantikan, membuatnya kagum untuk sesaat.
Nalan Wangyu juga melihat Dia adalah Pria yang berada di samping Pangeran Yin. Dengan Pria ini disini, akankah Pangeran Yin juga datang?
Yuwen Junxiu berbalik. Fitur wajah tiga dimensinya terlihat acuh, dan alisnya yang tebal terangkat sedikit memberontak. Di bawah bulu mata yang panjang dan sedikit melengkung, sepasang mata dingin tanpa sadar membentuk gelombang penindasan, membuat mereka yang menatapnya merasa tertekan.
Jiang Xingyu mengabaikan momentum Pria itu, karena saat ini Ia sudah terobsesi dengan penampilannya. Langkah Pria itu yang mendekatinya dengan anggun, bagaikan Dewa yang begitu mulia.
Ia bahkan membayangkan Pria itu bertanya padanya dengan lembut. "Apa kau baik-baik saja?"
Tapi sayangnya, didalam hatinya Yuwen Junxiu justru memiliki keinginan untuk membunuhnya.
Ya! Itu karena Dia adalah takdirnya! Takdir yang dikatakan Pria tua itu.
Merasakan aura jahat yang sangat kuat, pandangannya tertuju pada Belati di tangan Jiang Xingyu, dan aura jahat berasal dari Belati ini.
Yang mengejutkannya adalah Belati ini memberinya perasaan yang nyaman dan akrab, seolah-olah miliknya.
Selain itu, Ia bahkan tidak memiliki niat untuk benar-benar membunuhnya. Ketika melihat ekspresi kagum dan obsesi di matanya, hatinya tanpa sadar berdetak kencang.
__ADS_1
"Hei, bola matamu hampir keluar." Ucapnya dalam suasana hati yang baik.
Jiang Xingyu segera bereaksi. Tidak merasa malu, Ia justru berkata dengan tenang. "Siapa yang membuatmu terlalu tampan! Tapi sangat dingin!"
Mendengar ini, Yuwen Junxiu mengerutkan keningnya. Tapi entahlah, didalam hatinya Ia berpikir. "Apakah sikapku terlalu dingin?"
Disaat yang sama Pangeran Yin dan Feng Yuqie juga datang. Melihat dua insan yang saling berhadapan, mereka sedikit bingung.
Hanya saja ketika mendekati Nona Jiang, tubuh mereka terasa sangat dingin. Karena tidak tahu apa yang terjadi, mereka menganggap angin malam terlalu kencang.
Sedangkan saat melihat kedatangan mereka, Jiang Xingyu menyadari belum menarik aura jahat Belati Naga. Khawatir mereka akan menyadari sesuatu yang tidak biasa, Ia buru-buru menariknya.
Tentu saja Ia tidak menyembunyikan Belatinya. Karena Pria es batu sudah melihatnya, dan akan aneh jika tiba-tiba menghilang.
"Ada apa?" tanya Pangeran Yin.
"Aku bertemu dengan Pangeran Yuhao. Dia ingin membunuhku. Kemudian Pahlawan datang menyelamatkan kecantikan." Suara Jiang Xingyu terdengar santai.
Mendengar kalimat terakhir, Yuwen Junxiu mengaitkan sudut bibirnya.
Sedangkan Pangeran Yin dan Feng Yuqie memandang Pangeran Yuhao, bukan karena peduli, tapi karena mereka mencium bau darah.
"Apa Dia sudah mati? aku akan melihatnya." Ucap Feng Yuqie sambil berjalan mendekatinya.
"Tidak. Aku baik-baik saja." Jawab Jiang Xingyu.
Melihat perhatian Pangeran Yin, entah mengapa Yuwen Junxiu merasa kesal. "Jika aku tidak datang tepat waktu, Dia mungkin sudah dibunuh oleh Murong Yuhao."
"Bagaimana kau tahu aku akan dibunuh jika kau tidak datang? terlalu percaya diri!" Jiang Xingyu mencibir.
"Aku memang percaya diri." Balas Yuwen Junxiu dengan bangga.
"Tunggu..." Pangeran Yin tiba-tiba menyadari hal penting, dan dengan penasaran bertanya. "Hei, bagaimana kau tahu Nona Jiang mengalami kecelakaan?"
Kedai Teh tidak dekat dari arah ini. Mereka juga tidak mendengar suara pertarungan. Bagaimana Yuwen Junxiu mengetahuinya? bahkan tiba disaat kritis?
Jiang Xingyu menatap Pria itu dengan rasa ingin tahu, menunggu jawaban.
Yuwen Junxiu mengernyitkan alisnya karena Ia tidak bisa memberitahu yang sebenarnya. Disaat tidak tahu harus berkata apa, Feng Yuqie kembali dan menyela percakapan. "Murong Yuhao belum mati. Dia hanya pingsan. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Kemudian sesuatu tiba-tiba muncul di pikirannya. "Nona Jiang, karena Murong Yuhao ingin membunuhmu, lebih baik memanfaatkan kesempatan ini untuk membunuhnya. Jika melepaskannya, Dia pasti akan balas dendam padamu."
"Membunuhnya begitu saja akan terlalu murah untuknya. Aku masih ingin melihatnya hidup menderita. Jadi Dia tidak boleh mati sekarang." Sorot mata Jiang Xingyu menunjukkan kebencian yang sangat dalam.
__ADS_1
Yuwen Junxiu tersenyum bangga didalam hatinya. Wanitanya tentu saja tidak boleh berbelas kasihan pada Pria lain!
Ya! Karena Jiang Xingyu adalah takdirnya. Karena Ia tidak ingin membunuhnya, secara alami Dia ditakdirkan untuk menjadi Wanitanya. Meskipun hatinya masih enggan menerimanya.
"Tapi..." Jiang Xingyu berkata lagi, saat melihat Pangeran Yuhao pingsan di tanah, matanya menyipit menunjukkan niat jahat, lalu berjalan mendekatinya.
"Apa yang akan Nona Jiang lakukan?" Feng Yuqie bertanya dengan santai.
Sedangkan Yuwen Junxiu berkata dengan sangat pengertian. "Meskipun sekarang Dia tidak akan membunuh Murong Yuhao, Dia tidak akan membiarkannya pergi tanpa cedera."
Membuat Pangeran Yin dan Feng Yuqie meliriknya dengan ambigu.
Yuwen Junxiu tidak tahu mengapa mereka meliriknya demikian. Ia mengabaikan mereka, lalu berjalan kearah Wanitanya untuk melihat apa yang akan Dia lakukan.
Saat Jiang Xingyu mendekati tubuh Pangeran Yuhao, matanya jatuh pada tubuh bagian bawahnya. Kini sorot matanya penuh dengan kejahatan.
Ketika Yuwen Junxiu melihatnya, ekspresinya seketika berubah suram dan hatinya sangat marah. Ia menarik Wanitanya kebelakang lalu berdiri didepannya dengan mendominasi.
Jiang Xingyu terkejut dengan tindakan Pria itu, sepasang matanya berkedip untuk mengungkapkan keraguannya. Tapi dimata Yuwen Junxiu, penampilan Wanitanya yang seperti ini membuatnya berhenti marah.
Tentu saja Ia masih merasa tidak senang. "Apa yang akan kau lakukan dengan menatap bagian tertentu seorang Pria?"
"Aku hanya ingin membuatnya tidak manusiawi selama beberapa bulan." Ucap Jiang Xingyu dengan santai.
Tapi bagi mereka yang mendengarnya, tubuh mereka terasa kaku seolah milik mereka juga terancam.
Setelah mengetahui tujuan Wanitanya, ekspresi Yuwen Junxiu perlahan melembut.
Dan saat mengingat Wanitanya hampir menyentuh bagian tertentu milik seorang Pria, walaupun menyentuh menggunakan kakinya, Ia masih tidak senang.
Oleh karena itu Ia berkata. "Aku akan melakukannya." Lalu Ia mengangkat kaki kanannya dan menginjak tubuh bagian bawah Pangeran Yuhao.
"Ah!" Dengan jeritan kesakitan, Pangeran Yuhao terbangun karena rasa sakit. Bahkan sebelum mengetahui apa yang terjadi, Ia pingsan lagi.
Suara teriakannya sangat menonjol dimalam yang sunyi, dan daerah ini bukanlah tempat terpencil, sehingga akan menarik perhatian orang lain.
Oleh karena itu mereka segera pergi.
Tentu saja! Yuwen Junxiu memeluk pinggang Wanitanya dan membawanya terbang.
.
.
__ADS_1
_____Happy Reading_____