-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
035 - Pakaian Robek


__ADS_3

Tuan Besar dan Selir Mo terkejut melihat jejak telapak tangan dikedua pipi Bibi He.


"Bibi, apa yang terjadi pada wajahmu? siapa yang melakukannya?" tanya Selir Mo khawatir.


"Ini..." Bibi He ragu-ragu.


Tuan Besar tidak sabar dan bertanya. "Katakan. Apa yang terjadi?"


Bibi He menggertakkan giginya, hatinya tersenyum kejam, berlutut dan berkata dengan sedih. "Tuan, Nubi tidak tahu dimana letak kesalahan Nubi. Awalnya Nona tidak puas dengan pakaian yang disiapkan Selir, Nubi memberitahu Nona kalau Selir tidak bisa menyiapkan pakaian khusus dalam waktu yang singkat. Nubi juga menjelaskan bahwa Anda sudah menyetujuinya. Karena Nona tidak mengatakan apapun, Nubi berpikir Nona menyetujuinya. Namun ketika Nubi menginstruksikan Pelayan untuk membawa pakaiannya masuk dan membantu Nona bersiap, Nona tiba-tiba menghadang. Nubi bertanya ada apa, tapi tanpa sebab Nona menampar Nubi dua kali."


Kalimat Bibi He membuat wajah Tuan Besar suram.


Kemudian Selir Mo berkata seakan menyalahkan dirinya sendiri. "Ini semua salah Selir. Sebelumnya Nona sangat bodoh sehingga Selir tidak menyiapkan lebih banyak pakaian baru. Sedangkan untuk menghemat pengeluaran Kediaman, selama ini Lin'er dan Yao'er jarang membeli pakaian baru. Nona yakinlah, walaupun pakaian ini milik Yao'er, tapi sebelumnya Yao'er tidak pernah memakainya. Bisa dikatakan pakaian ini masih baru."


Ia menghela nafas lalu melanjutkan. "Apalagi Nona akan memasuki Istana dan waktunya mendadak, Selir tidak memiliki waktu untuk menyiapkan pakaian khusus. Nona, jika karena sebuah pakaian sampai melewatkan waktu yang ditentukan, tindakan ini sama seperti melakukan suatu kejahatan terhadap Yang Mulia. Kediaman kita tidak akan sanggup menanggung hukumannya."


Ucapannya seketika memancing amarah Tuan Besar. "Yu'er, kau..." Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Jiang Xingyu menyela.


"Ayah, terlalu dini untuk memarahiku. Seharusnya kau bertanya padaku terlebih dahulu. Jangan hanya mendengarkan satu sisi saja." Ucapnya mencibir.


Ketika Bibi He mendengarnya, seluruh tubuhnya tanpa sadar terasa kaku bersamaan dengan firasat buruk yang merayap dihatinya.


"Kalau begitu katakan apa yang sebenarnya terjadi." Tuan Besar bertanya setelah menyadari sikapnya memang terburu-buru.


"Ayah. Aku tahu pergi ke Istana adalah sesuatu yang mendesak. Awalnya aku tidak mempermasalahkan apakah pakaian yang disiapkan Selir Mo baru atau tidak. Hanya saja yang membuatku tidak puas adalah bagaimana Nona terhormat sepertiku mengenakan pakaian yang hampir robek seperti ini?" Jiang Xingyu membalik pakaian di atas nampan untuk memperlihatkan retakan jahitan pada bagian ketiak.

__ADS_1


"Katakan, bagaimana aku memakai pakaian robek ke Istana? apakah menurut Ayah aku pantas memakainya menghadap Yang Mulia?" Tanyanya dengan suara mengejek.


Semua orang tercengang melihat retakan jahitan pada pakaian itu. Terutama Selir Mo dan Bibi He.


Ekspresi Tuan Besar semakin gelap. Sebelum berbicara, suara Puterinya terdengar lagi. "Bukankah semua yang kukenakan mewakili reputasi Kediaman? lalu mengapa pakaian yang disiapkan untukku seperti ini?"


Dengan suara 'Gedebuk' Selir Mo berlutut. "Tuan, Selir tidak tahu ada robekan pada pakaian ini. Jika Selir tahu, bahkan jika diberikan seratus keberanian, Selir tidak akan berani menyiapkan pakaian seperti ini untuk Nona."


Sebelumnya Ia sudah memeriksanya dan tidak ada masalah apapun. Mengapa sekarang ada retakan jahitan yang begitu besar?


Setelah dipikir-pikir lagi, Ia menebak pasti perbuatan Puteri keduanya.


Untuk pertama kalinya Ia merasa Puterinya sangat bodoh. Hanya untuk melampiaskan amarahnya, Dia hampir menyebabkan masalah besar.


"Tuan percayalah, Nyonya tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan merusak reputasi Kediaman." Bibi He juga berlutut.


Apapun yang dilakukan Selir Mo, Ia percaya Dia tidak akan merusak reputasi Kediaman. Lagipula selama ini Selir Mo tidak pernah melakukan sesuatu yang mempermalukan Kediaman.


Oleh karena itu Ia tidak berniat melanjutkan masalah ini.


Tetapi bagaimana mungkin Jiang Xingyu membiarkannya begitu saja?


"Penjelasan tidak masuk akal. Aku tahu pakaian ini robek hanya sekali lihat. Selir Mo, kau yang menyiapkannya, bagaimana mungkin kau tidak mengetahuinya?" Jiang Xingyu mencibir.


Wajah Selir Mo dan Bibi He berubah pucat pasi.

__ADS_1


Melihat tatapan curiga Tuan Besar, Selir Mo bergetar ketakutan. "Tuan, Anda harus percaya. Selir benar-benar tidak mengetahuinya."


"Oh! Kalau begitu jelaskan padaku. Mengapa kau tidak mengetahuinya padahal kau sendiri yang menyiapkannya?!" Suara Tuan Besar terdengar seperti menahan amarah.


"Aku..." Selir Mo tidak tahu bagaimana harus menjelaskan.


Bibi He semakin khawatir. Ia memutar matanya seakan memikirkan sesuatu.


Sebelum amarah Tuan Besar meledak, Ia buru-buru berkata. "Tuan, tolong redakan amarah Anda. Selir dan Nubi sungguh tidak mengetahuinya. Semalam setelah Nubi membawa pakaian ini dari Paviliun Nona Ketiga, Selir memeriksanya dan tidak ada masalah apapun. Selain itu semalam Nubi menyerahkan pakaian ini pada Pelayan Ying Er."


Pelayan yang sedang memegang nampan pakaian bernama Ying Er, tidak bodoh dan tahu Bibi He mencurigainya. Ia segera berlutut dan berkata. "Tuan, Nubi tidak tahu apa-apa."


Ying Er yang malang tidak mengetahui bahwa Ia bukan dicurigai, tapi diseret untuk menjadi kambing hitam.


"Ying Er, tidak kusangka kau berani melakukan sesuatu pada pakaian Nona Sulung. Saat berada ditanganku pakaian ini masih baik-baik saja. Mengapa ketika sampai di tanganmu malah seperti ini? Ying Er, aku begitu mempercayaimu, tapi kau..." Ucapan Bibi He terdengar kecewa


"Bibi, sungguh bukan aku." Ying Er semakin ketakutan.


"Jika bukan kau, lalu bagaimana mungkin pakaian ini robek setelah berada di tanganmu? Ying Er, selama ini Kediaman tidak pernah memperlakukan Keluargamu dengan buruk. Mengapa kau melakukan ini?" kalimat Bibi He langsung menampar Ying Er di atas tuduhan.


Sekarang Ying Er mengerti. Menggunakan Keluarganya untuk mengancamnya, Bibi He jelas menginginkannya menjadi kambing hitam. Jika tidak, mungkin Keluarganya akan berada dalam masalah besar.


Ia tidak mengatakan apapun lagi. Ekspresinya sangat kusut dengan kesedihan yang tertahan dimatanya.


.

__ADS_1


.


______Happy Reading____


__ADS_2