
Semua orang tiba di Halaman Feng Yuqie.
Jiang Xingyu merasa kepalanya sangat pusing. Ia memeluk Pria itu dan enggan untuk melepaskannya, karena Ia merasa akan muntah setiap kali bergerak.
Pangeran Yin dan Feng Yuqie memandang Yuwen Junxiu dengan ambigu, membuat Yuwen Junxiu tidak nyaman lalu mencoba mendorong Gadis yang memeluknya.
"Hmm..." Jiang Xingyu mendesah tidak nyaman, dan tangannya memeluk lebih erat.
"Yu'er..." Nalan Wangyu memanggil guna menyadarkan keponakannya.
"Lepaskan!" Kata Yuwen Junxiu dengan dingin.
"Tidak nyaman..." Sebelum Jiang Xingyu mengatakan alasannya, Ia meludahkan muntahan yang tertahan di tenggorokannya.
Membuat wajah Yuwen Junxiu gelap seperti awan hitam. Sedangkan Gadis yang merupakan pelakunya, tidak mengetahuinya dan kini sedang berjongkok muntah di tanah.
"Hei, Dia tidak sengaja melakukannya. Cepat ganti bajumu." Ucap Pangeran Yin sambil tersenyum, takut sahabatnya akan menyakiti Nona Jiang.
Yuwen Junxiu menahan amarahnya, mendengus dingin lalu beranjak pergi.
Jiang Xingyu muntah dalam waktu yang lama, hingga membuat tubuhnya terasa lemas.
Begitu berdiri, Ia melihat Pria es batu berjalan kearahnya dengan ekspresi dingin, seolah-olah seseorang berhutang padanya.
Melihat tatapannya yang tampaknya Kanibal, entah mengapa hatinya merasa sedikit bersalah. Namun Ia tidak tahu kapan menyinggungnya.
Tiba-tiba sesuatu yang lembut dilemparkan padanya, diikuti suara dingin. "Cuci bersih!"
"Kenapa aku harus mencucinya?" Jiang Xingyu kebingungan.
Wajah Yuwen Junxiu merosot. Wanita ini bahkan tidak ingat?!
Melihat api perang akan menyala, Feng Yuqie segera berkata. "Nona Jiang, kau tadi muntah di pakaiannya."
Barulah kini Jiang Xingyu mengingatnya. "Jangan khawatir, aku pasti akan mencucinya sampai bersih!"
"Jika tidak ada hal ini, aku pergi dulu." Ucapnya, berpura-pura lupa tujuan mereka membawanya kesini.
Benar saja!
"Tunggu!" Pangeran Yin segera menghentikannya.
"Ada apa?" tanyanya tetap berpura-pura amnesia.
"Nona Jiang, aku ingin bertanya, siapa Pria yang tadi bersamamu?" tanya Pangeran Yin.
Jiang Xingyu mengangkat alisnya. "Pangeran menanyakan ini, apa ada masalah?"
Setelah menarik nafas dalam-dalam, Pangeran Yin tidak menyembunyikan tujuannya. "Jika aku tidak salah, Pria itu adalah Pamanmu, Nalan Wangyu. Meskipun aku tidak tahu mengapa seseorang yang sudah meninggal tiba-tiba muncul kembali, aku hanya ingin memberitahunya tentang kebenaran lima tahun yang lalu."
Wajah Jiang Xingyu tenggelam. Meskipun Ia tidak tahu apa yang disebut kebenaran itu. Ia yakin pasti berkaitan dengan Kaisar.
Mungkinkah Pangeran Yin ingin mengatakan bahwa Kaisar tidak bersungguh-sungguh saat itu? jika demikian, Ia tidak akan percaya.
__ADS_1
Melihat reaksi serta merasakan kewaspadaannya, Pangeran Yin mencoba meyakinkan. "Nona Jiang, aku tidak bisa berbicara banyak denganmu mengenai masalah ini. Tapi aku bisa menjamin bahwa kebenarannya tidak akan menghalangi rencana Pamanmu."
Setelah terdiam sesaat, Jiang Xingyu tiba-tiba berkata. "Pamanku sudah meninggal."
Sikapnya yang sangat serius membuat mereka tercengang.
"Lalu Pria itu?..." Feng Yuqie yang tidak sabar, segera bertanya.
"Pria itu memang Pamanku. Dia bukan Manusia, tapi Hantu." suara Jiang Xingyu terdengar misterius.
"Apa?!" Feng Yuqie tersentak kaget.
Bahkan Pangeran Yin dan Yuwen Junxiu merasa sangat tidak nyaman. Karena bagi mereka, Hantu selalu menjadi legenda!
"Tidak ada Hantu di Dunia ini!" Feng Yuqie tidak mempercayainya.
"Percaya atau tidak, terserah kalian." Kata Jiang Xingyu bersungguh-sungguh.
"Wanita, jika kau tidak ingin kami melihat Nalan Wangyu, maka katakan saja. Mengapa repot-repot membodohi kami?" Yuwen Junxiu mendengus tidak senang.
"Aku mengatakan yang sebenarnya!" Jiang Xingyu menekankan ucapannya.
Namun mereka tetap tidak mempercayainya.
Feng Yuqie mendekati Pangeran Yin, bertanya dengan suara rendah. "Apakah Dia gila?"
"Mungkin." Pangeran Yin ragu-ragu.
Seketika wajah Jiang Xingyu tenggelam. "Kalian yang gila! Aku tidak berbohong!"
Namun kedipan matanya mengisyaratkan pada Pamannya bahwa Ia hanya bercanda.
Membuat Nalan Wangyu tidak bisa berkata-kata. Keponakannya terlalu nakal!
Disaat yang sama mereka menganggapnya benar-benar gila.
"Lupakan saja. Nona Jiang, aku akan mengantarmu pulang. Tidak baik bagi seorang Gadis untuk berkeliaran di tengah malam." Ucapan Pangeran Yin terdengar tidak berdaya.
"Aku mengatakan yang sebenarnya! Kalian..." Sebelum Jiang Xingyu menyelesaikan ucapannya, bahunya diangkat dan seluruh tubuhnya tiba-tiba terbang ke udara, membuat rasa pusingnya kembali lagi.
Lagi dan lagi! Pria es batu ini membawanya terbang tanpa mengucapkan sepatah katapun, tidak bisakah Ia bersiap dulu?
Segera! Mereka berdua tiba di pintu belakang Jiang Mansion.
"Hoek..."
Melihatnya akan muntah lagi, Yuwen Junxiu buru-buru mendorongnya menjauh.
Jiang Xingyu tanpa sadar menutupi mulutnya menggunakan kain lengan bajunya, berjongkok di tanah dan muntah lagi.
Yuwen Junxiu mendengus dingin, lalu pergi tanpa berpamitan.
Melihat Pria itu sudah pergi, saat tidak merasakan auranya lagi, Nalan Wangyu berubah ke wujud Manusia lalu mendatangi keponakannya. "Yu'er, apa kau baik-baik saja?" tanyanya dengan cemas.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja." Jawab Jiang Xingyu sambil mengelap mulutnya.
Setelah mengingat hal sebelumnya, Ia bertanya. "Paman, apakah menurutmu ucapan Pangeran Yin bisa dipercaya?"
"Setahu Paman, Pangeran Yin memiliki karakter yang baik. Tapi jika sesuatu berkaitan dengan Kaisar, Paman tidak tahu lagi. Namun, Paman ingin tahu kebenaran seperti apa yang akan Dia katakan." Kata Nalan Wangyu.
"Kalau begitu, ayo kembali dan tanyakan padanya." Nyatanya Jiang Xingyu juga ingin mengetahuinya.
"Sudah larut malam. Kau masuk dan istirahatlah. Hal-hal lain, kita akan membicarakannya besok." Ucap Nalan Wangyu lalu menyentuh kepala keponakannya dengan lembut.
"Baiklah. Paman, aku pergi dulu." Jiang Xingyu tersenyum, kemudian masuk dengan cara melompati dinding.
Nalan Wangyu menggelengkan kepala melihat tingkah keponakannya. Setelah itu Ia pergi menghilang ke udara tipis.
Yang mereka tidak ketahui adalah, sesaat kemudian, sesosok muncul di atap bangunan di kejauhan. Dan sosok itu adalah Yuwen Junxiu yang seharusnya sudah lama pergi.
Ketika melihat Nalan Wangyu muncul dari udara tipis dan menghilang ke udara tipis, Yuwen Junxiu sangat terkejut. Tindakannya jelas bukan yang bisa dilakukan oleh Manusia.
Jadi, yang Dia katakan benar? Nalan Wangyu bukanlah Manusia, tapi Hantu?
Awalnya Ia tidak pergi sepenuhnya karena ingin melihat Wanitanya masuk ke dalam. Tapi siapa sangka Ia justru akan melihat pemandangan luar biasa.
Setelah Yuwen Junxiu kembali, Pangeran Yin dan Feng Yuqie sedang duduk di Halaman, mereka masih memikirkan dan mendiskusikan perihal Hantu.
"Yin, menurutmu, Nona Jiang mengatakan omong kosong karena Dia tidak ingin kita melihat Pamannya, atau, mungkin Dia mengatakan yang sebenarnya?" pikiran Feng Yuqie gelisah.
"Tidak ada Hantu di Dunia ini! Nona Jiang hanya waspada terhadap kita." Pangeran Yin berkata dengan tegas.
"Tidak!" Tiba-tiba suara Yuwen Junxiu terdengar dari luar.
Membuat Pangeran Yin dan Feng Yuqie menatapnya dengan curiga.
"Aku melihat Nalan Wangyu. Tapi..." Yuwen Junxiu memasang ekspresi serius.
"Tapi apa?" suara pertanyaan terdengar begitu gugup.
"Dia bukan Manusia. Melainkan Hantu seperti yang di katakan Jiang Xingyu." Kata Yuwen Junxiu yang masih tidak percaya sepenuhnya.
"Apa?!" Feng Yuqie dan Pangeran Yin berdiri dari kursinya masing-masing, mata mereka menunjukkan keterkejutan luar biasa.
Kemudian Yuwen Junxiu mengatakan semua yang baru dilihat dan didengarnya.
Setelah hening sesaat, Pangeran Yin berkata. "Karena Nona Jiang berkata akan kembali, kita hanya perlu menunggunya."
"Tapi, Nalan Wangyu sudah menjadi Hantu." Ucap Feng Yuqie dengan perasaan gemetar.
"Apa yang kau takuti? Dia tidak akan memakanmu!" Pangeran Yin menatapnya dengan jijik.
"Bercanda, aku tidak takut!" Kata Feng Yuqie sambil tersenyum.
.
.
__ADS_1
____Happy Reading____