
Jiang Xingyu merasa sangat tidak beruntung hari ini. Pertama disalah pahami sebagai mata-mata, lalu bertarung dengan dua roh jahat. Sebelumnya ia hampir jatuh ke tanah dan sekarang kakinya menginjak tubuh ular.
Oh tidak! Ular adalah binatang yang paling ia takuti di dunia ini!
Disisi lain, ekspresi Yuwen Junxiu lebih gelap dari awan hitam. Bukan karena Jiang Xingyu menungganginya, tapi karena dia menabrak suatu tempat yang seharusnya tidak tersentuh. Yang lebih sialnya tempat itu bereaksi dan bahkan menyebabkan api mengamuk ditubuhnya.
Merasakan aura dingin yang begitu mencekam, Jiang Xingyu akhirnya menyadari bahwa dirinya kini menunggangi seorang Raja yang dikenal kejam. Segera ia melompat dan mundur menjauh.
"Uh, i-itu, aku tidak bersungguh-sungguh." Ucapnya disertai ekspresi bersalah.
Wajah Yuwen Junxiu sangat tenang, tapi api yang mengamuk ditubuhnya belum padam sehingga auranya masih sangat dingin. Ia memandang Jiang Xingyu dalam diam lalu berjalan melewatinya.
Diabaikan! Jiang Xingyu justru merasa lega.
Setelah berjalan beberapa saat, Yuwen Junxiu tiba-tiba berhenti. Membuat Jiang Xingyu yang berjalan di belakangnya, menabrak dinding daging untuk yang kedua kalinya. Dia sangat marah dan tanpa sadar berteriak. "Hei! Kenapa kau berhenti mendadak?"
Yuwen Junxiu berbalik dan bertanya disertai ekspresi kebingungan. "Wanita, sepertinya kau memiliki keluhan yang begitu dalam padaku?"
"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal ini?" Jiang Xingyu berbalik bertanya sambil mengelus pangkal hidungnya.
"Karena kau terlihat sangat memusuhiku." ucap Yuwen Junxiu.
Jiang Xingyu mengedipkan sepasang mata polos. "Benarkah?"
Melihat ekspresinya, Yuwen Junxiu memiliki pikirkan jahat dibenaknya. "Ada ular di belakangmu."
"Ah!" Seketika Jiang Xingyu sangat ketakutan sehingga tanpa sadar mengulangi tindakan yang sama seperti sebelumnya.
Hanya saja kali ini Yuwen Junxiu sengaja ingin memberinya pelajaran. Jadi saat Jiang Xingyu bergegas kearahnya, ia tiba-tiba mundur menjauh.
Membuat Jiang Xingyu langsung jatuh ketanah dengan posisi tengkurap.
"Sial!" Jiang Xingyu mengutuk dalam hatinya, tanpa diduga pria ini menghindarinya.
Ia tidak segera bangun, sebaliknya mengangkat kepalanya dan menatap kearah pria yang terlihat bangga. "Kau, kau, kau sengaja melakukannya?"
Ini bukan pertanyaan, tapi penegasan!
"Ya." Yuwen Junxiu mengangguk.
"Kau..." Dihadapkan dengan pengakuan yang begitu jujur, Jiang Xingyu tidak bisa berkata-kata.
Yuwen Junxiu mengabaikannya lalu berbalik dan pergi.
__ADS_1
Sedangkan Jiang Xingyu menghela nafas berat. Jika tidak membalas, hatinya tidak akan damai.
Ia beranjak berdiri dan sambil membersihkan debu di pakaiannya, sebuah ide pembalasan muncul di benaknya. Rerumputan rimbun adalah tempat terbaik untuk bersembunyi, dengan ini ia tidak perlu khawatir akan mengekspos rahasianya.
Melihat Raja Chonglou terus berjalan, ia menyunggingkan senyum jahat lalu melompat ke rerumputan rimbun di sekitarnya. Agar idenya lebih sempurna "Ah!" ia berteriak seolah-olah dalam bahaya. Kemudian menggunakan pikirannya untuk memasuki ruang dimensi.
Disaat yang sama ketika mendengar suara teriakan, Yuwen Junxiu berbalik dan tidak lagi melihat sosok Jiang Xingyu. Karena sebelumnya tidak pernah merasakan sesuatu yang salah, ia mengira gadis itu hanya sedang bermain-main. Jadi ia terus berjalan maju.
Namun setelah berjalan beberapa langkah, saat tidak merasakan nafas gadis itu lagi, firasat buruk tiba-tiba muncul di hatinya.
Ia buru-buru berbalik sambil terus berteriak memanggil-manggil. Tak lupa melihat ke area yang memungkinkan digunakan sebagai tempat bersembunyi, tapi tak kunjung menemukannya.
"Mungkinkah dia diculik? tidak mungkin! Aku tidak merasakan gerakan yang mencurigakan." Gumamnya.
Dan pelaku yang membuat Raja Chonglou khawatir, kini sedang duduk bersantai di ruang dimensi.
"Kekanak-kanakan." Ucap roh cincin.
"Biarkan saja! Siapa suruh dia sengaja membuatku jatuh ke tanah." Jiang Xingyu masih sangat marah ketika memikirkannya lagi.
Tentu saja ia tidak tinggal di ruang dimensi terlalu lama. Setelah tidak merasakan aura Raja Chonglou, ia menggerakkan pikirannya lalu keluar.
Segera setelah Jiang Xingyu muncul, Yuwen Junxiu merasakan gerakannya lagi. Benar saja! Begitu berbalik ia melihat gadis itu berjalan keluar dari rerumputan rimbun.
Sebelum bereaksi, Jiang Xingyu merasa pusing dan tubuhnya terasa melayang.
"Hei, lepaskan..." Menyadari tubuhnya telah digendong, ia berjuang untuk turun.
Namun sebelum selesai berbicara, dengan suara 'Pop' pria yang menggendongnya memukulnya, lagi, lagi dan lagi.
Tanpa menunggu reaksi, Yuwen Junxiu membawanya terbang cepat menuju Kediaman keluarga Jiang.
Mengetahui bahwa tidak berguna memberontak, Jiang Xingyu menahan amarahnya dalam diam. Jangan sampai pria ini memukulnya lagi.
Tapi ketika pikirannya melayang pada saat pantatnya dipukul oleh seorang pria, membuatnya tidak bisa menerima.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai di Kediaman keluarga Jiang, kemudian Yuwen Junxiu mendarat di pintu belakang lalu menurunkan gadis nakal yang digendongnya dengan hati-hati.
Seketika tatapan Jiang Xingyu berubah ganas. Seperti seekor kucing yang ingin menangkap ikan di kolam, tapi takut pada air.
Ingin memukul, tapi tidak memiliki kemampuan! Begitulah yang dirasakannya.
Dalam kemarahan ia menghentakkan kakinya lalu bergegas masuk.
__ADS_1
Sangat jarang melihat wanitanya begitu imut, tentu saja Yuwen Junxiu menganggapnya sangat menarik.
Sedangkan setelah kembali ke Paviliun Weiyang, Jiang Xingyu membersihkan diri, berlatih menggambar simbol jimat sebentar, lalu pergi tidur.
Dan Yuwen Junxiu yang telah kembali ke Kediaman rahasia dan memasuki kamarnya, mengambil Belati Naga lalu memeriksa secara detail. Rasa keakraban yang aneh terus menerus mengganggu pikirannya dan membuatnya ingin mengetahui lebih jauh.
Namun pada akhirnya, tidak tahu kenapa, ia justru tertidur dengan posisi Belati Naga berada di atas dadanya.
Tepat setelahnya, cahaya berwarna biru samar keluar dari gagang Belati Naga dan langsung menembus dahi Yuwen Junxiu, kemudian menghilang dalam sekejap mata.
Sedangkan Yuwen Junxiu yang tertusuk cahaya biru di dahinya, hanya mengerutkan kening sesaat lalu tidur lagi.
Pada saat ini waktu seakan berlalu sangat lambat...
Yuwen Junxiu tiba-tiba mendengar ledakan suara tawa yang sangat bahagia. Disaat yang sama ujung hidungnya terasa sedikit gatal yang membuatnya ingin bersin.
Kemudian ia membuka matanya. Seketika! Pandangannya membeku saat melihat sosok gadis cantik di depannya.
"Jiang Xingyu? kenapa dia ada disini? bagaimana dia bisa menyelinap ke kamarku? kenapa aku tidak merasakan gerakan apapun?" gumamnya disertai ekspresi bingung.
Hanya saja sebelum sempat berbicara, gadis di depannya tiba-tiba menghilang. Ia terkejut dan secara refleks berdiri sambil mencari-cari ke sekelilingnya.
Namun justru keterkejutannya semakin menjadi.
Di sekelilingnya ada hamparan berwarna putih dan biru yang sangat luas, terlihat seperti awan yang begitu indah.
Yang lebih mengejutkannya adalah tempat ia berdiri ternyata benar-benar awan. Disaat yang sama ia merasa sangat familiar dengan tempat ini, seolah-olah sebelumnya ia pernah berdiri di atas awan.
Tiba-tiba energi hitam melesat dari kejauhan dan menghantam awan tempat dirinya berdiri. Kekuatan yang sangat kuat langsung membuat awan lenyap yang seketika ia terjatuh dari langit sebelum bisa bereaksi.
Dalam cahaya yang menyilaukan, pemandangan berubah lagi. Lebih anehnya lagi sekarang ia berada di kamarnya dalam posisi duduk di atas ranjang.
"Apakah aku bermimpi?"
"Tidak! Semua yang kulihat sangat nyata! Bagaimana mungkin hanya sebuah mimpi?"
Jika memang mimpi. Maka mimpi ini terlalu aneh. Dalam mimpinya ia berdiri di atas awan, tidak peduli seberapa tinggi kekuatannya, ia tidak akan pernah bisa terbang ke langit apalagi berdiri di atas awan.
.
.
______Happy Reading______
__ADS_1