
Malam hari...
Yuwen Junxiu keluar dari kamarnya dan bertemu dengan Feng Yuqie yang baru saja memasuki halaman.
"Sudah larut, kau mau kemana?" tanya Feng Yuqie penasaran.
"Jalan-jalan." Jawab Yuwen Junxiu sekilas.
"Benarkah?" Feng Yuqie ragu.
Yuwen Junxiu tidak menjawab dan langsung berjalan melewatinya.
"Aku akan pergi denganmu..." Sebelum Feng Yuqie selesai berbicara, sosok Yuwen Junxiu sudah menghilang.
"Tidak ingin aku mengikutinya? dia pasti melakukan sesuatu yang buruk." Ia bergumam pada dirinya sendiri.
Dan dalam waktu yang singkat, Yuwen Junxiu tiba di pintu belakang Kediaman Jiang.
Tentu saja sudah ada Nalan Wangyu yang bersembunyi dalam kegelapan. Begitu melihat Raja Chonglou, ia merasa keponakannya lebih aman dengan Raja Chonglou yang menemani. Jadi ia memutuskan untuk kembali ke Rumah Kayu terlebih dahulu.
Oleh karena itu ketika Jiang Xingyu keluar, ia tidak melihat Pamannya. Sebaliknya melihat Raja Chonglou yang tengah bersandar pada pohon, dengan posisi kedua tangan terlipat di dadanya.
Wajah yang melebihi kata tampan, sepasang mata yang sedikit menyipit dan bibir seksi yang bahkan memiliki senyuman tipis, dari segi ini saja sudah membuatnya hampir kehilangan akal sehat.
Yang lebih aneh adalah pria ini memberinya perasaan dejavu, seolah-olah telah saling mengenal di kehidupan sebelumnya. Atau mungkin di kehidupan-kehidupan yang lalu.
Melihat penampilan linglung wanitanya, ada rasa menggoda di hati Yuwen Junxiu.
Ia mencondongkan tubuhnya mendekat, lalu bertanya dengan ambigu. "Menatapku seperti ini, mungkinkah kau menyukaiku?"
Butuh beberapa saat bagi Jiang Xingyu untuk bereaksi. "Pria yang sangat tampan, wanita manapun pasti akan menyukainya."
"Oh. Jika begitu, apa kau juga suka?" tanya Yuwen Junxiu.
"Tentu saja! Aku menyukai semua pria yang memiliki wajah tampan dan tubuh yang gagah." Jawab Jiang Xingyu berterus terang.
Dengan jawaban ini, wajah Yuwen Junxiu tenggelam dan aura dinginnya lepas lagi.
Merasakan perubahan aura pria ini, Jiang Xingyu merasa bingung tapi tidak terlalu memikirkannya. Karena baginya pria ini sulit ditebak.
Terabaikan membuat Yuwen Junxiu semakin kesal, bahkan memiliki keinginan untuk menghukum wanitanya. Segera! Ia meraih bahu wanitanya dan langsung membawanya terbang.
Mengejutkan Jiang Xingyu yang sikapnya tidak pernah waspada. "Hei, apa yang kau lakukan?" teriaknya tidak puas.
Namun jawaban yang didapatkannya adalah keheningan.
Walaupun ia sudah mempelajari keterampilan peringan tubuh, namun dengan kecepatan seperti ini, ia masih merasa sangat pusing dan jantungnya berdetak kencang seolah-olah dirinya sedang menaiki permainan roller coaster.
Tidak mau dikendalikan, ia memberontak berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri. Ia sangat takut kecepatan ini akan membuatnya terkena serangan jantung.
__ADS_1
Yuwen Junxiu mengerutkan keningnya, terlihat tidak peduli.
Tidak bisa menggunakan tangan? lalu gunakan kaki!
Jiang Xingyu mengangkat kakinya dan menendang bagian betis, tapi tetap saja pria ini tidak bergerak.
"Sial!" Umpatnya dalam kemarahan. Disaat yang sama ia memikirkan suatu tempat. Ia tidak percaya pria iblis masih tidak akan bergerak jika ia menyerang di sana.
Dengan segera ia mengangkat kakinya lagi.
Namun sebelum kakinya berhasil menyerang, Yuwen Junxiu meraihnya dengan satu tangan sambil berkata. "Jika kau bergerak lagi, aku akan menjatuhkan-mu."
"Lepaskan aku!" Jiang Xingyu tidak peduli dengan ancamannya.
Namun begitu ucapannya selesai, pria itu benar-benar menjatuhkannya. Tentu saja, dengan kemampuannya ia tidak akan terjatuh.
Tapi terkadang sesuatu tidak selalu terjadi sesuai dengan keinginannya.
Pada saat ini tiba-tiba bayangan hitam menyerbu kearahnya, sebelum ia sempat bereaksi, kakinya ditangkap lalu diseret hingga dirinya terjatuh ke dalam air.
Kejadian ini terjadi begitu cepat sehingga Yuwen Junxiu tidak bisa menangkapnya. Ia sangat terkejut dan tanpa berpikir langsung menyelam ke dalam kolam.
Kolam tersebut tidak begitu besar, tapi airnya sangat dalam yang bahkan dasarnya tidak terlihat seberapa dalam Yuwen Junxiu menyelam.
Tidak menemukan wanitanya, Yuwen Junxiu sangat cemas dan takut sesuatu yang buruk terjadi. Ia benar-benar takut wanitanya akan meninggalkannya. Bahkan tanpa ia sadari, ternyata dirinya begitu mencintai seorang gadis bernama Jiang Xingyu!
Benar saja, roh jahat tidak bisa dipercaya!
Dalam kemarahan ia mengeluarkan Belati Naga dan melepaskan aura jahatnya. Kemudian menyerang roh jahat yang masih menyeretnya.
Melihat belati menyerang kearahnya, roh jahat menghindar sesaat lalu menyeret mangsanya lagi.
"Hantu sialan!" Kali ini Jiang Xingyu benar-benar marah.
Sialnya karena ada banyak hambatan di dalam air, ia tidak bisa menyerang menggunakan beladiri. Sedangkan tubuh roh bisa bergerak bebas di dalam air tidak peduli seberapa banyak hambatan yang ada.
Yang paling penting adalah walaupun ia pandai berenang, ia tidak akan bisa bertahan jika berada di pedalaman air terlalu lama. Jika tidak keluar tepat waktu, cepat atau lambat ia akan tenggelam.
Sekarang pikirannya sangat kacau. Apakah langit benar-benar akan membiarkannya mati disini? tidak! Ia tidak mau!
Meskipun sekarang energinya hampir terkuras habis, ia tidak putus asa dan berusaha meraih secercah harapan yang mungkin akan ada.
Apakah ia benar-benar akan mati?
Di dalam air, Yuwen Junxiu tidak bisa melihat apapun dalam jarak satu meter. Tapi untungnya ia bisa merasakan aura jahat Belati Naga. Jadi sekarang pencariannya hanya bermodalkan aura tersebut.
Saat mendekati area dimana aura jahat paling kuat, ia samar-samar melihat dua sosok yang saling terjerat. Di detik berikutnya sosok satunya tiba-tiba menghilang.
Dan saat ia mendekati sosok satunya lagi, tidak perlu menebak, sosok inilah yang menyeret wanitanya ke dalam air.
__ADS_1
Sekarang ia tidak punya waktu untuk melihat siapakah sosok tersebut. Prioritas utamanya adalah mencari wanitanya.
Tidak kunjung menemukan wanitanya, hatinya gelisah lagi.
Sedangkan roh jahat wanita tua bergidik ngeri ketika melihat kedatangan seorang pria menakutkan. Jadi tidak peduli mengapa mangsanya tiba-tiba menghilang, ia segera berbalik melarikan diri.
Faktanya! Tepat sebelum roh jahat mendaratkan serangan fatalnya, tubuh Jiang Xingyu ditarik secara paksa oleh suatu kekuatan besar.
Selain itu nafasnya tiba-tiba terasa lebih lancar. Tapi ketika melihat pemandangan didepannya, ia sangat terkejut.
Apa yang terjadi?
Ia jelas berada di dalam air, tapi sekarang berubah dikelilingi oleh hamparan awan putih yang membuatnya tidak berani bergerak. Ia takut akan terjatuh jika bergerak sembarangan.
Sebelum mencari tahu apa awan putih tersebut, sebuah kepala tiba-tiba muncul didepannya yang kemudian menghilang dalam sekejap mata.
Ia segera waspada dan siap menyerang jika pemilik kepala tersebut berniat jahat padanya.
"Jangan menyerang. Aku Jiang Xingyu." Suara perempuan terdengar dibelakangnya.
Mendengar ini, tubuh Jiang Xingyu menegang. Secara bersamaan sebuah kepala muncul di depannya lagi.
Begitu melihat wajah pihak lain, pikirannya langsung kacau.
Tidak salah! Dia benar-benar Jiang Xingyu, pemilik tubuh ini.
Dia mengenakan hanfu berwarna putih yang senada dengan hamparan awan putih disini. Jika bukan karena rambutnya teruai dan kaki serta tangannya terlihat, ia benar-benar akan mengiranya sebagai hantu kepala.
"Dimana ini? kenapa aku bisa ada disini?" tanyanya.
"Disini adalah ruang cincin. Yaitu ruang didalam cincin yang kau kenakan. Aku adalah roh cincin. Tepatnya mantan pemilik tubuhmu. Saat hidupmu berada di ambang kematian, ruang cincin menyelamatkanmu dengan cara menarik tubuhmu kesini." Ucap Jiang Xingyu.
Mendengar ini, Jiang Xingyu terpana selama beberapa saat. Pikirannya kembali pada momen ketika ia membaca novel genre fantasi di kehidupan sebelumnya.
Cincin ruang dimensi?
"Lalu apa yang bisa dilakukan oleh ruang cincin ini?" tanyanya lagi.
"Kau bisa menyimpan barang."
"Apapun?"
"Ya. Tapi ruang disini terbatas. Kau hanya bisa memasukkan barang-barang dalam jumlah tertentu. Adapun manusia, tidak ada yang bisa masuk selain dirimu. Selain itu kau tidak boleh memberitahu siapapun mengenai keberadaan ruang cincin. Jika sampai terekspos, para manusia serakah pasti akan memburu-mu." Jiang Xingyu memperingatkan.
.
.
_____Happy Reading_____
__ADS_1