
Keesokan harinya Jiang Xingyu bangun lebih awal, seperti biasanya ia akan keluar dan berlari di Halamannya. Pada saat ini Awan merah muda muncul di Cakrawala, menandakan Matahari akan segera terbit.
Tak lama setelah ia keluar, Bibi Rong juga keluar.
Namun karena tidak terbiasa, Bibi Rong tidak lari mengikutinya, sebaliknya berlatih dengan metodenya sendiri.
Sampai satu jam kemudian yaitu sekitar pukul 06:00, saat semua orang bangun, keduanya menyelesaikan aktivitasnya masing-masing, lalu bersiap-siap menyaksikan pertujukan yang akan segera dimulai.
-Halaman Pelayan Wanita-
Semua Pelayan secara bertahap bangun, membersihkan diri dan berpakaian seperti biasanya.
Pada saat yang sama teriakan tiba-tiba meledak, seolah-olah waktu telah berputar lebih cepat, semua orang begitu ketakutan hingga mereka menghentikan aktivitasnya masing-masing dan berdiri seperti Patung.
Tal lama kemudian ketika mereka bereaksi, kegembiraan menonton pertunjukan membuat mereka tanpa sadar berlari keluar ingin melihat apa yang terjadi.
Tentunya hanya Pelayan Wanita yang bisa menyaksikan pertunjukan, karena teriakan tersebut berasal dari Halaman Pelayan Wanita dan Pria tidak diizinkan untuk memasukinya.
Hanya dalam beberapa detik para Pelayan segera tiba didepan sumber suara, atau lebih tepatnya didepan Kamar Miaojie dan Miaozhu.
Walaupun keduanya merupakan Pelayan baru yang baru tiba beberapa hari yang lalu, Pelayan yang lain mengetahui bahwa keduanya adalah Pelayan Paviliun Weiyang.
Melihat Pintu yang tertutup sangat rapat, mereka tidak bisa mengetahui apa yang terjadi, mereka hanya mendengar teriakan ngeri dari dalam. "Ah! Apa yang terjadi pada wajahku?..."
"Wajah?"
"Apa yang terjadi pada wajahnya?"
Mereka menebak mungkin telah terjadi sesuatu yang buruk pada wajah salah satu Pelayan didalam.
"Miaojie, menyingkir sekarang. Jangan menghadang pintu lagi. Jika kau terus seperti ini kondisimu akan semakin memburuk. Menyingkirlah, aku akan pergi memanggil Dokter untukmu." Suara Miaozhu terdengar begitu khawatir.
Ketika semua orang mendengar ini, mereka semakin penasaran.
Mereka yakin telah terjadi sesuatu yang buruk pada Pelayan yang disebut Miaojie, bahkan sampai memerlukan seorang Dokter.
"Tidak! Aku tidak akan membuka pintunya..." Miaojie tentu tahu ada banyak orang diluar. Ia tidak ingin mereka melihat wajahnya, bukan karena takut ia akan menakuti mereka, tapi karena takut mereka akan menertawakannya.
"Tapi wajahmu semakin memburuk jika kau terus seperti ini." Ucap Miaozhu semakin cemas.
Sebelumnya ketika ia melihat ruam diwajah Miaojie, ia ketakutan hingga tanpa sadar ingin melarikan diri. Namun bagaimanapun juga ia dan Miaojie telah saling kenal sejak kecil, perasaan persaudaraan selama bertahun-tahun membuatnya merasa tidak nyaman jika meninggalkannya dalam keadaan seperti ini.
Ia tidak tahu mengapa Miaojie mengalami ruam. Setelah melihat ekspresinya semakin menyakitkan, ia hanya ingin segera memanggil Dokter untuknya.
Mendengar percakapan didalam semua orang tidak lagi merasa penasaran. Mereka memang suka menonton pertunjukan dan ikut bersenang-senang, tapi mereka tidak ingin hal buruk terjadi.
__ADS_1
"Cepat laporkan pada Nona Sulung," kata seorang Pelayan.
Bagaimanapun keduanya adalah Pelayan Nona Sulung, jadi harus segera memberitahunya.
Disaat salah satu Pelayan pergi melapor ke Paviliun Weiyang, tiga Pelayan lainnya yakni Pelayan Selir Mo, Pelayan Selir Jing, dan Pelayan Selir Shu, juga melapor ke Majikannya masing-masing.
Disisi lainnya tak lama setelah Jiang Xingyu selesai berganti pakaian, seorang Pelayan Wanita datang untuk melaporkan bahwa Pelayan barunya Miaojie mengalami kecelakaan.
Seperti yang diharapkan, ia tidak terkejut. Namun karena dirinya adalah Pemimpin permainan, tentunya ia harus mengatur ekspresinya dan bertindak agar permainan berjalan dengan sempurna.
Bersamaan saat Jiang Xingyu mendengar beritanya, Selir Mo juga mendengarnya dan secara tiba-tiba hatinya merasa tidak nyaman.
Miaojie selalu dalam kesehatan yang baik, mengapa tiba-tiba mengalami ruam? apakah dia makan sesuatu yang salah? atau apakah ini perbuatan Jiang Xingyu?
Tidak membuang-buang waktu untuk memikirkannya? ia buru-buru menuju ke Halaman Para Pelayan, ingin mencaritahu apa yang terjadi secepat mungkin.
Jiang Linyao yang telah memperhatikan pergerakan Mansion, terkejut ketika melihat seorang Pelayan mengunjungi Ibunya. Ia tidak tahu apa yang Pelayan itu katakan pada Ibunya, tapi melihat langkah mereka yang terburu-buru, ia yakin sesuatu pasti telah terjadi.
Tanpa menebak-nebak ia memutuskan bahwa ada yang salah dengan Jiang Xingyu, meyakini tebakannya sendiri ia segera mengikuti untuk menonton pertunjukan.
Hati Jiang Linyao sangat senang, senyum diwajahnya bahkan lebih sulit disembunyikan.
Namun ketika ia keluar dari Halaman Timur dan melihat Ibunya menuju Halaman Pelayan Wanita dan bukannya ke Paviliun Weiyang, ia tidak mengerti.
"Mengapa Ibu pergi ke Halaman Pelayan Wanita? bukankah seharusnya pergi ke Paviliun Weiyang?" Jiang Linyao bertanya dengan bingung.
Pada saat ini Jiang Linyao melihat Selir Jing dan Selir Shu keluar dari Halaman Selatan dan juga berjalan menuju Halaman Pelayan Wanita, langkahnya tergesa-gesa seolah-olah telah terjadi sesuatu disana.
"Ayo pergi ke Paviliun Weiyang dulu." Ia tidak mempercayai tebakannya sendiri. Ia tidak percaya bahwa tidak ada sesuatu yang buruk terjadi disana.
Ketika ia tiba didepan Paviliun Weiyang, melihat Gerbangnya tertutup rapat dan tidak terdengar suara apapun, jelas tidak ada orang didalam.
Ia mengerutkan kening dan tiba-tiba merasakan firasat buruk.
"Nona, haruskah kita pergi kesana juga?" tanya Ming Er.
"Tentu saja! Ayo pergi!" Ucap Jiang Linyao dengan wajah muram.
Di Halaman Pelayan Wanita, diantara semua Majikan, Jiang Xingyu yang lebih dulu diberitahu.
Halaman penuh dengan banyak orang, tapi didalam Kamar tangisan Miaojie semakin menjadi.
"Apa yang terjadi?" Jiang Xingyu langsung bertanya begitu tiba, nadanya sangat tegas hingga membuat semua orang berdecak kagum, dan satu persatu membuka jalan untuknya.
"Nona, Nubi tidak tahu persis apa yang terjadi. Ketika Nubi mendengar percakapan Miaojie dan Miaozhu, tampaknya sesuatu yang buruk terjadi pada wajah Miaojie." Jawab Bibi Lan, suaranya terdengar biasa saja seolah-olah tidak peduli dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Ya! Ia dan dua Gadis Pelayan itu hanya saling mengenal selama beberapa hari.
Walaupun Selir Mo mengirimnya ke Paviliun Weiyang dengan tujuan yang sama seperti keduanya, tapi bukan berarti ia dan keduanya memiliki hati yang sama.
Faktanya ketika ia tahu wajah Miaojie mengalami kecelakaan, ia yakin rencana jahat Miaojie telah diketahui oleh Nona Sulung. Tentunya Nona Sulung tidak akan membiarkannya begitu saja.
Adapun bagaimana atau darimana Nona Sulung mendapatkan Bubuk Trichosanthes dan meracuni Miaojie, ia tidak ingin mengetahuinya. Namun yang ia tahu adalah Nona Sulung bukanlah seseorang yang harus disinggung, karena akibat dari menyinggungnya sangatlah mengerikan.
"Sudahkah kau memanggil Dokter?" tanya Jiang Xingyu.
"Jika ingin memanggil Dokter, harus meminta izin dulu pada Nona. Karena itulah Nubi menunggu hingga Nona datang." Jawab Bibi Lan.
"Baiklah! Sekarang cepat panggil Dokter." Ucap Jiang Xingyu, suaranya terdengar peduli seolah-olah ia merupakan Majikan yang baik.
Tentu saja hanya Bibi Rong yang tahu bahwa ia memang orang yang baik.
Baik bagi orang yang baik padanya.
Setelah mendengar perkataan Nonanya, Bibi Rong segera menginstruksikan seorang Pelayan untuk memanggil Dokter.
Pada saat ini Selir Mo datang, tak jauh dibelakangnya tampak Selir Jing dan Selir Shu juga datang.
"Apa yang terjadi?" Selir Mo bertanya tanpa sadar. Ia tahu Miaojie terkena ruam diwajahnya, tapi ia tidak tahu penyebab spesifiknya.
"Miaojie mengalami ruam diwajahnya. Ayo pergi melihatnya." Kata Jiang Xingyu lalu berjalan masuk kedalam Kamar, diikuti oleh Bibi Rong dan Bibi Lan.
Selir Mo, Selir Jing, Selir Shu, serta Pelayan mereka juga mengikuti.
Jiang Xingyu tidak langsung membuka pintu, tapi berteriak diluar. "Miaozhu, cepat buka pintunya!"
"Ya." Nona Sulung telah memberi perintah, tentu Miaozhu tidak berani menolaknya.
Hanya saja ketika ia berjalan dua langkah kearah pintu, Miaojie segera menghentikannya dan suaranya terdengar ketakutan."Tidak! Jangan buka pintunya..."
Ia tidak ingin orang lain melihat wajahnya seperti ini.
"Jangan buka? lalu hancurkan saja!" Suara Jiang Xingyu sangat dingin kemudian melirik Bibi Rong.
Bibi Rong segera menyadarinya, berjalan ke depan pintu, mengangkat kakinya dan menendangnya. Pintu seketika terbuka dengan cara yang cukup Aesthetic.
Semua orang terkejut melihat adegan ini, sorot mata mereka menampakkan kekaguman.
Pada dasarnya Bibi Rong adalah Master Beladiri, jadi ia menendang pintu tanpa memerlukan banyak usaha.
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading______