
Puteri Yanning ingin melihat apa yang terjadi, tapi suara perintah Jiang Xingyu tanpa sadar membuatnya patuh. "Kau tetap disini apapun yang terjadi."
Tanpa menunggu tanggapan, Jiang Xingyu berjalan ke arah hutan, dimana suara minta tolong terus terdengar.
Begitu memasuki hutan, ia melihat seorang wanita tua berusia sekitar lima puluh tahun. Berpakaian kain linen polos dan duduk di tanah sambil memegang kaki kanannya.
Melihat seorang gadis cantik, wanita berseru sedih. "Nona, tolong selamatkan aku. Kakiku terluka dan aku tidak bisa berdiri."
"Baiklah. Tapi bagaimana aku menyelamatkanmu? Aku sendiri sangat lemah dan temanku sedang menunggu diluar hutan." Ucap Jiang Xingyu seolah tak berdaya.
"Tidak apa-apa. Selama aku menghisap energi Yang mu, aku pasti akan baik-baik saja." Niat wanita itu adalah untuk menarik seseorang mendekat, jadi sekarang tidak perlu berbicara omong kosong lagi.
Dia segera berdiri dan menghampiri gadis yang mundur ketakutan. "Kau, kau, apa yang ingin kau lakukan?"
"Hahaha! Tentu saja aku ingin menghisap energi Yang mu?" ucap wanita tua disertai tawa menakutkan.
Jiang Xingyu tidak berpura-pura lagi. Ia langsung menyerang menggunakan jimat pembunuh hantu yang diberikan oleh Gurunya.
'BANG'
Serangan secara akurat mengenai bahu wanita tua, yang kemudian tercium aroma bau busuk terbakar.
"Kau--" Wanita tua sangat ketakutan dan tanpa sadar mundur menjauh. Dia tidak menyangka gadis ini memiliki benda yang dimiliki oleh Pemburu Hantu.
Berpikir demikian, dia bertanya. "Siapa kau?"
Jiang Xingyu tersenyum dingin. "Aku adalah musuh makhluk jahat sepertimu."
"Apa kau Pemburu Hantu?" wanita tua tidak percaya. Karena selama ini dia belum pernah bertemu Pemburu Hantu.
"Selamat, tebakan-mu benar." Jawab Jiang Xingyu.
"Apa kau kuat?" wanita tua bertanya lagi.
Mendengar ini, Jiang Xingyu sedikit terkejut. "Jika aku kuat, kau akan lari? jika aku tidak kuat, kau masih akan menghisap energi Yang ku?"
Wanita tua tampak malu tapi masih menjawab. "Ya."
Jiang Xingyu tercengang dengan jawaban ini. Apa IQ roh jahat begitu rendah?
"Aku menyakiti bahu-mu. Menurutmu, apa aku kuat atau tidak?" tanyanya dengan suara tenang.
Setelah memikirkan, wanita tua menganggukkan kepalanya. "Ya. Kau bisa melukai bahuku dalam satu gerakan. Sepertinya kemampuanmu cukup kuat. Oleh karena itu aku tidak akan menghisap energi Yang mu."
__ADS_1
Kemudian dia berbalik pergi tanpa merasa bersalah telah menyinggung seseorang.
Jiang Xingyu menyunggingkan sudut bibirnya, cukup senang dengan hasil ini. Lalu ia berjalan keluar dari hutan.
Puteri Yanning berlari menghampirinya. "Xingyu, apa kau baik-baik saja?"
"Ya. Aku baik-baik saja." Jiang Xingyu menganggukkan kepalanya.
Puteri Yanning menghela nafas lega. Lalu bertanya lagi sambil memandang arah hutan. "Apa yang terjadi?"
"Bukan masalah besar. Hanya pergelangan kaki seorang wanita tua terkilir. Aku sudah membantunya, dia akan baik-baik saja." Ucap Jiang Xingyu yang tentu tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Puteri Yanning percaya. "Baguslah. Aku kira terjadi sesuatu yang besar."
"Ada sungai di sana, pergilah cuci wajahmu dulu. Jika seseorang yang mengenalmu melihat wajahmu seperti ini, Ibukota pasti akan meledak dengan berbagai rumor." Jiang Xingyu mengingatkan.
Benar saja! Puteri Yanning tampak malu lalu bergegas berlari kearah sungai.
Berjongkok di tepi sungai dan melihat wajahnya yang terpantul di atas permukaan air, hatinya sedih lagi. Memikirkan saat-saat bahagia bersama Tang Wenyuan serta pengkhianatan-nya yang tidak ia ketahui, air matanya mengalir deras.
"Selama kau mengungkapkan identitas-mu, orang tua Tang Wenyuan tidak akan menentang hubungan kalian lagi." Ucap Jiang Xingyu.
Mendengar ini, Puteri Yanning tertegun sejenak lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak. Karena dia tidak memberitahuku sebelum menjalin hubungan dengan wanita lain, itu artinya perasaannya padaku tidak begitu dalam. Jika dia mencintaiku dan bersamaku hanya karena identitas-ku, maka dia lebih tidak layak untuk kucintai."
Jiang Xingyu mengangguk dalam diam.
Puteri Yanning kembali ke Istana dan Jiang Xingyu kembali ke Jiang Mansion.
Di Paviliun Weiyang, Bibi Rong dan Bibi Lan sedang bersantai di bawah pohon besar. Keduanya cocok dalam berbagai obrolan.
Melihat Jiang Xingyu kembali, keduanya segera bangkit dan menyapa dengan hormat.
Jiang Xingyu tersenyum sebagai tanggapan lalu masuk ke kamarnya, melanjutkan berlatih menggambar simbol jimat pembunuh hantu.
Meskipun banyak hal yang terjadi sepanjang hari ini, ia tidak merasa lelah sedikitpun. Justru sangat mengkhawatirkan masalah Tuan Shen dan Yu Xin. Apakah keduanya sudah saling bertemu atau belum.
Oleh karena itu, di malam hari yang sunyi, ia pergi menuju Rumah Kayu.
Yang mengejutkannya adalah bukan hanya pamannya yang menunggunya di luar pintu belakang, ada juga seseorang yang tidak ia duga.
Raja Chonglou?
"Kenapa kau kesini?" tanyanya dengan santai.
__ADS_1
Mendengar ini, ekspresi Yuwen Junxiu berubah meremehkan. "Karena kita memiliki hubungan kerja sama, aku khawatir kelemahan-mu akan menjadi beban untuk kami. Aku tahu kau akan berlatih beladiri di malam hari, jadi aku dengan enggan datang untuk mengajarimu."
Jiang Xingyu tidak kesal, sebaliknya mengejek. "Jarang sekali seorang Raja dari Kerajaan Chonglou, akan merendah untuk mengajar nona kecil sepertiku secara langsung."
Nalan Wangyu yang berada dalam kegelapan, tercengang saat mendengar ucapan keponakannya.
Apa? pria ini adalah Raja Chonglou? yang dikenal kejam, tegas dan licik?
Bukan hanya itu saja, Raja Chonglou merupakan salah satu eksistensi di benua ini yang dinilai tidak boleh di provokasi.
Tapi meskipun begitu, ia sangat mengagumi metode Raja Chonglou dalam mengembangkan Kerajaannya maupun menangani musuhnya. Sekarang, tanpa sadar sikapnya menjadi hormat saat melihatnya.
Namun, memikirkan sikap Raja Chonglou terhadap keponakannya...
Rumor mengatakan Raja Chonglou tidak menyukai wanita. Begitu ada wanita yang mendekatinya, dia akan menghindari bahkan langsung menendang wanita tersebut tanpa ampun.
"Bukankah kau ingin mengajariku? ayo pergi!" Ucap Jiang Xingyu yang tidak berbasa-basi lagi. Kemudian terbang menuju Rumah Kayu.
Tentu saja Yuwen Junxiu bergegas mengikuti, dibelakang disusul oleh Nalan Wangyu.
Kemampuan terbang Jiang Xingyu tergolong lambat dan tidak stabil. Yuwen Junxiu mendatanginya dalam sekejap, lalu mencibir. "Kau tidak hanya lambat, tubuhmu masih tidak stabil. Dengan kemampuan terbang seperti ini, apa kau tidak takut dianggap sebagai pembunuh? dan akhirnya mati sia-sia?"
"Bukankah sekarang langkahku cukup benar?" Ucap Jiang Xingyu sambil mengerutkan alisnya.
"Bagaimana jika ada yang salah?" suara Yuwen Junxiu tiba-tiba berubah menakutkan.
Aura dingin terpancar dari tubuhnya hingga membuat Jiang Xingyu ketakutan dan hampir membuat kesalahan dalam melangkah.
Yuwen Junxiu menyadari bahwa reaksinya berlebihan. Jadi ia mengurangi auranya dan tidak mengatakan apapun lagi.
Segera! Keduanya tiba di Rumah Kayu.
"Yu'er, Tuan Shen dan Istrinya sudah bertemu satu sama lain." Nalan Wangyu mengingat belum memberitahu keponakannya mengenai hal ini.
Mendengar ini, Jiang Xingyu tidak terkejut. Karena sebelumnya ia sudah berpesan pada Ning Zhi untuk mengajak Yu Xin jalan-jalan, bertujuan agar dia dan Tuan Shen menemukan kesempatan untuk saling bertemu.
"Aku akan masuk ke dalam untuk memeriksa sesuatu. Apa kau mau masuk juga?" ia bertanya pada pria di sampingnya.
"Apa kau ingin meninggalkanku sendirian?" Yuwen Junxiu mengerutkan kening. Mengisyaratkan tidak ingin ditinggal sendirian.
Jiang Xingyu memutar matanya. Bukankah ia sedang menanyakannya?
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading_____