
Di lantai dua disebuah Kedai Teh, dua Pemuda berdiri dipinggir jendela dan menyaksikan semua yang terjadi dibawah.
"Tsk tsk! Kepribadian Bocah ini terlalu lembut. Hanya dalam satu kalimat vulgar, dia tidak bisa berkutik." Ucap seorang Pemuda tampan yang tatapannya terpaku pada kejadian dibawah.
Sedangkan disebelahnya berdiri Pemuda tampan lainnya dan tampak mengenakan jubah berwarna ungu gelap.
Dua Pemuda tersebut adalah Feng Yuqie dan Yuwen Junxiu.
Ketika Yuwen Junxiu melihat Wanita itu lagi, tatapannya berubah tajam dan tubuhnya mengeluarkan udara dingin.
Namun ia tidak berencana bertindak. Sekarang ketika melihatnya sedang diganggu oleh sekelompok Pria pemabuk, ia menontonnya dengan antusias.
Yang terjadi dibawah...
"Berisik!" Jiang Xingyu kehilangan kesabarannya. Ia tidak punya waktu untuk meladeni sekelompok pengganggu ini, terlebih lagi ia harus segera pergi mencari Bibi Rong.
Seketika ia mendorong Pemuda yang menghadangnya kesamping.
Disingkirkan kesamping, Ning Rui ingin memarahi. Namun sebelum bersuara ia tertegun melihat gerakan Wanita itu.
Yang lain belum bereaksi, tapi Ning Rui dan dua Pemuda dilantai dua Kedai Teh melihatnya dengan jelas.
Mereka melihat seorang Wanita cantik melangkah kehadapan sekelompok pemabuk, mengangkat kaki kanannya dan menendang mereka dengan kejam. Yang lebih luar biasa tendangannya dilakukan dalam satu kali gerakan.
Setelahnya lolongan seperti Anjing sekarat terdengar dari mulut mereka.
Ketika semua orang bereaksi, mereka melihat sekelompok pemabuk terkapar ditanah. Disaat yang sama menutupi area pribadinya masing-masing dengan kedua tangannya. Wajah mereka sangat pucat dan berkeringat.
Tiba-tiba semua orang ketakutan, terutama mereka yang merupakan seorang Pria. Wajah mereka memucat dan secara refleks mundur kebelakang. Mereka memandang Wanita cantik dengan mata ngeri.
Mereka tidak menyangka ada Wanita cantik yang dengan kejamnya menendang area pribadi seorang Pria.
"Sangat kejam! Dia menendang tempat dimana puncak kesenangan kaum Pria berada." Feng Yuqie berkata seolah-olah tidak peduli apakah tindakan Wanita itu pantas atau tidak.
"Tidak tahu malu!" Yuwen Junxiu hanya melontarkan tiga kata dan memandang Wanita itu dengan jijik.
"Menurutku Wanita ini sangat menarik. Seorang Wanita yang berbeda dari Wanita lainnya." Ucap Feng Yuqie sangat antusias.
"Kau..." Ning Rui tidak tahu harus berkata apa. Hanya tatapan matanya yang mewakilkan semua emosinya.
__ADS_1
"Wanita ini tidak hanya tidak tahu malu. Tapi juga sangat kejam." Batinnya.
Tentu saja ia tidak berpikir ada yang salah dengan bersikap kejam. Menurutnya orang yang berbuat jahat pantas diberi pelajaran. Pelajaran yang setimpal dengan perbuatan jahatnya.
Tetapi tetap saja tidak pantas bagi seorang Wanita untuk melakukan gerakan seperti itu.
Menanggapi reaksi Ning Rui, Jiang Xingyu berbalik dan berkata. "Aku apa? Bocah kecil, jangan katakan aku tidak bisa menggunakan kemampuan untuk membalas? ataukah aku harus tersenyum ketika sekelompok pemabuk ini menggangguku? benar-benar naif sekali!"
"Aku..." Ning Rui tiba-tiba merasa malu. Ia masih ingin mengatakan sesuatu, tapi didahului oleh salah satu Pria pemabuk.
"Kau, apa kau tidak tahu siapa kami? beraninya kau..." Seorang Pria menggertakkan gigi sambil menahan rasa sakit. Kalimatnya terhenti karena tak sanggup melanjutkan.
Sebenarnya Jiang Xingyu tidak menggerakkan kakinya dengan kejam. Tendangannya tidak akan menghancurkan kejantanan sekelompok Pemabuk, paling-paling hanya akan menyebabkan rasa sakit yang tidak manusiawi selama satu atau dua bulan.
"Aku tidak peduli siapa kalian! Sebelumnya aku memberi kalian kesempatan untuk pergi. Tapi kalian tidak mengambilnya dan terus menerus menggangguku. Jika aku tidak membalas, kemarahan dihatiku tidak akan mereda." Ucapnya yang pada saat bersamaan wajahnya menunjukkan pesona kecantikan yang mematikan.
"Tidak tahu malu!" Batin semua orang.
"Wahh! Aku sangat mengagumi keberanian Wanita ini." Ucap Feng Yuqie semakin tertarik.
"..." Pria pemabuk tidak menyangka akan mendapatkan respon yang berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkannya.
"Siapa yang kau panggil Hei Wanita? Bocah kecil, kau seharusnya memanggilku dengan sebutan Kakak Perempuan." Kata Jiang Xingyu disertai tatapan tidak ramah.
Ketika mendengar kata 'Bocah Kecil' lagi, amarah Ning Rui akhirnya meledak. "Jangan panggil aku Bocah kecil! Aku bukan Bocah kecil!"
"Baiklah! Kau bukan Bocah kecil. Tapi fakta kalau kau 2 atau 3 tahun lebih muda dariku tidak dapat diubah. Jadi kau harus memanggilku dengan sebutan yang pantas." Ucap Jiang Xingyu yang merasa sangat senang mengolok-ngolok Pemuda itu.
Namun dalam hatinya sebenarnya ia sangat bersyukur karena Pemuda ini bersedia membantunya tanpa memikirkan konsekuensinya.
"Huh! Aku tidak ingin berbicara denganmu lagi!" Ning tidak senang dan mengabaikannya.
"Jika mereka ingin balas dendam, tentu saja aku akan meladeninya dengan senang hati. Namun harus melihat apakah mereka memiliki kemampuan atau tidak." Jiang Xingyu tersenyum main-main.
Dengan kalimat tantangan ini, semua orang bertanya-tanya apakah latar belakang Wanita cantik ini jauh lebih terhormat dari latar belakang sekelompok pemabuk.
"Bahkan tidak takut pada latar belakang Putera para Pejabat. Benar-benar membuatku semakin penasaran siapakah Wanita ini dan seperti apa latar belakangnya." Kata Feng Yuqie dengan segudang rasa penasarannya.
"Berisik! Jika kau ingin tahu, pergilah selidiki dan jangan hanya mengoceh disini." Yuwen Junxiu tidak sabar mendengar Sahabatnya terus menerus mengoceh.
__ADS_1
"Kau benar sekali! Aku pasti akan menyelidikinya." Feng Yuqie menanggapi dengan antusias.
Sesaat setelah berkata demikian, Sang Pemeran Utama Wanita memaparkan identitasnya.
Sekelompok pemabuk sangat marah lalu salah satunya berkata. "Sombong sekali! jika kau memang berani, beritahu namamu pada kami."
"Kau yakin ingin mengetahui namaku?" pertanyaan Jiang Xingyu terdengar arogan.
"Tentu saja yakin! Apa? sekarang kau takut?" Pria lainnya berbalik bertanya.
"Takut? sayangnya kalimat takut tidak pernah ada dalam kamus kehidupanku. Karena kalian sangat ingin tahu, aku tidak keberatan memberitahu kalian namaku sekaligus identitasku." Kata Jiang Xingyu sambil melipat tangannya didadanya lalu dengan serius berkata. "Jiang Mansion, Nona Sulung, Jiang Xingyu."
"Apa? Jiang Xingyu? Jiang Xingyu yang mana?"
"Tunggu! Bukankah hanya ada satu Jiang Xingyu diseluruh Ibukota? dan itu..."
Semua orang terpana. Sesaat ketika memikirkan dua berita yang sedang viral dimana-mana, sekali lagi mereka memandangi wajah Wanita cantik itu.
Mereka tidak menyangka ternyata dua berita tersebut memang benar. Sekarang mereka lebih tidak menyangka ternyata Jiang Xingyu bukan hanya berubah tidak bodoh, tapi juga berubah sangat cantik.
Bahkan kecantikannya mengalahkan Nona Lin yang menyandang kecantikan pertama Ibukota selama bertahun-tahun.
"Apa?! Dia Jiang Xingyu?" Feng Yuqie tak kalah terkejut dan tangan kanannya yang memegang cangkir teh sampai bergetar.
Sebelumnya ia pernah melihat Jiang Xingyu beberapa kali. Kesannya didalam pikirannya masih sangat jelas.
Gadis bodoh yang selalu berwajah abu-abu, setiap hari berpenampilan seperti seorang Pengemis, selalu mengikuti kemanapun Pangeran Yuhao pergi, tetapi selalu ditinggalkan walaupun statusnya adalah tunangannya.
Ketika ia mendengar dua berita viral, ia sama sekali tidak peduli. Namun siapa sangka ternyata Jiang Xingyu bukan hanya berubah tidak bodoh, tapi juga menjelma menjadi kecantikan yang begitu memukau.
Sedangkan ketika Yuwen Junxiu mendengar dua kata 'Jiang Xingyu', ia merasa nama ini tidak asing baginya. Tetapi ia tidak bisa mengingat pernah mendengarnya dimana.
"Tanpa diduga seorang Gadis yang sebelumnya berpenampilan seperti Pengemis, secara tak terduga berubah menjadi kecantikan yang sangat memukau. Sekarang aku ingin tahu apakah Pangeran Yuhao akan menyesalinya atau tidak." Tatapan Feng Yuqie semakin terpaku pada wajah Wanita cantik bernama Jiang Xingyu.
.
.
______Happy Reading_____
__ADS_1