-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
095 - Berdebat dan Saling Menuduh


__ADS_3

Diagnosa Dokter sama seperti Bibi Lan, pertama mendiagnosa denyut nadi Selir Mo, lalu melihat wajahnya dan membuka salah satu matanya.


Kemudian bertanya lagi. "Dimana darah yang dimuntahkan?"


Bibi Lan menyerahkan pakaian yang dipegangnya pada Dokter, lalu mundur ke belakang Majikannya.


Setelah mencium pakaian yang ada muntahan darahnya, Dokter mengerutkan keningnya lalu bertanya lagi. "Apa yang dimakan Pasien sebelum keracunan?"


"Selirku meminum Ramuan Gingseng, sisanya masih ada diatas meja." Jawab Bibi He sambil menunjuk kearah meja disamping tempat tidur.


Usai mendengarnya Dokter segera berjalan menghampiri, mencium baunya lalu mengeluarkan jarum perak dari Kotak Obat dan memasukkannya kedalam mangkuk. Beberapa detik kemudian mencabutnya lagi bersamaan ujung jarum perak yang berubah berwarna hitam legam.


Mata semua orang membelalak kaget.


Tapi hanya Jiang Xingyu, Bibi Lan dan Selir Jing yang tidak bereaksi. Tentu saja Jiang Linxin dan Bibi He hanya berpura-pura kaget.


Wajah Tuan Besar semakin gelap disertai tanda-tanda amarah. Namun tidak tahu apakah karena Selir Mo benar-benar keracunan atau karena kecurigaannya pada Selir Jing.


Tepat sebelum akan berbicara, Bibi He tiba-tiba berlutut sambil menangis. "Tuan, Selirku baru terluka beberapa hari yang lalu dan sekarang sudah diracuni. Bukankah ini sengaja ingin menyingkirkan Selirku? Tuan, tolong beri keadilan untuk Selirku."


"Iya Ayah. Siapa yang begitu kejam sampai-sampai meracuni Ibu Selir disaat terluka?!" Suara Jiang Qianxi juga menggema, tak luput disertai tatapan menyedihkan.


Sedangkan disisi lain Bibi Lan diam-diam mencondongkan tubuhnya mendekat pada Majikannya lalu berbisik. "Nona, Selir Mo bukan diracuni, sebaliknya dia dibius dan darah yang dimuntahkan adalah darah Ayam. Sedangkan dalam mangkuk itu Nubi belum melihatnya, jadi untuk saat ini Nubi tidak bisa memastikan apakah itu beracun atau tidak."


Jiang Xingyu menatap Bibi Lan dengan mata terkejut.


Ia tidak terkejut dengan fakta kalau Selir Mo tidak diracuni, tetapi terkejut karena mengapa Bibi Lan mengatakan ini padanya? Bukankah dia merupakan mata-mata Selir Mo?


Sebenarnya apa maksud Bibi Lan?


Bibi Lan tidak bereaksi dan hanya mundur kebelakang dengan tenang. Hanya sorot matanya yang mengungkapkan rasa tekad.

__ADS_1


"Mengapa kalian berdua merepotkan tentang siapa yang meracuni Selir Mo? bukankah seharusnya kalian bertanya pada Dokter apakah racunnya berbahaya atau tidak? atau apakah keselamatan Selir Mo jauh lebih rendah dibandingkan menemukan siapa yang meracuninya?" Selir Jing mencibir yang juga mengingatkan Tuan Besar kalau masalah ini tidak sesederhana seperti yang terlihat.


Benar saja! Sekarang mata keraguan Tuan Besar memandang kedua insan yang sedang menangis.


Jiang Linxin segera menjelaskan walaupun hatinya dipenuhi ketakutan. "Ayah, Lin'er justru sangat khawatir pada kondisi Ibu Selir sehingga ingin segera menemukan Pelakunya."


Tuan Besar mengabaikan penjelasan Puterinya, sebaliknya mengalihkan pandangannya pada Dokter dan bertanya. "Dokter, racun jenis apa yang sampai membuat kondisi Selir Mo seperti ini?"


"Racun Strychnos, gejala pertama Pasien akan merasakan sakit kepala, pernafasan lebih cepat, pupil mata meredup dan tubuh terasa membengkak secara perlahan, tapi yang sebenarnya kondisi tubuh tetap normal. Kemudian muncul gejala kejang, otot pernafasan menjadi kaku hingga akhirnya jatuh koma. Untungnya hanya ada sedikit racun dalam Ramuan Gingseng ini dan Pasien sudah memuntahkannya. Sekarang kondisi Pasien memang tidak sadarkan diri, namun bukan koma dan tidak fatal. Tetapi jika tidak diobati tepat waktu, saya khawatir akan ada gejala sisa seperti seringnya sakit kepala dan tubuh tiba-tiba terasa lemas." Kata Dokter.


"Kalau begitu tolong Dokter segera mengobatinya." Ucap Tuan Besar cemas.


"Saya akan memberikan Pasien Pil Qi terlebih dahulu untuk menghentikan penyebaran racun. Kemudian meresepkan obat untuk menghilangkan racunnya serta menstabilkan kondisinya. Ingatkan Pasien untuk meminumnya tepat waktu." Setelah itu Dokter mengeluarkan botol porselen dari Kotak Obat, menuangkan sebutir Pil lalu menginstruksikan Bibi He untuk melarutkannya dengan air lalu meminumkannya pada Pasien.


Kemudian mengeluarkan kuas, batu tinta dan juga kertas. Segera setelah selesai menulis resepnya, Dokter menyerahkannya pada Bibi He sambil mengingatkannya untuk menyiapkan obat sesuai resep yang tertera sampai kondisi Pasien benar-benar pulih.


"Terima kasih, Dokter." Kata Tuan Besar disertai ******* lega.


Karena sekarang orang luar telah pergi, maka sudah waktunya bagi Tuan Besar untuk menyelidikinya.


"Kalian mengatakan kalau ini perbuatan Selir Jing? apa kalian punya bukti?" tanyanya bersungguh-sungguh pada Bibi He dan Puteri keduanya.


"Tuan, Gingseng diperoleh melalui Selir Jing dan sebelumnya Selir Jing selalu berselisih dengan Selirku. Siapa lagi yang meracuni Selirku selain dia?" kata Bibi He.


"Oh! Kau mencurigaiku? lalu mengapa kau tidak mencurigai Pelayan-Pelayan Selirmu yang lain?" balas Selir Jing.


"Selir Mo sangat baik pada kami Pelayannya. Bagaimana mungkin kami melakukan sesuatu yang akan menyakitinya? saya pikir kau takut Selirku akan sembuh kemudian mengambil kembali hak Rumah Tangga. Jadi kau menggunakan cara meracuni untuk menyingkirkan Selirku." Bibi He langsung menuntaskan serangan Selir Jing.


"Mungkin juga kau menjebakku untuk balas dendam karena sebelumnya hak Rumah Tangga diserahkan padaku!" Selir Jing tidak kehabisan kata-kata.


"Hentikan! Aku hanya ingin bukti yang nyata! Bukan saling menuduh seperti ini!" Tuan Besar menyela.

__ADS_1


"Tuan, Dokter mengatakan kalau Ramuan Gingseng hanya mengandung sedikit racun, kalau begitu pasti masih ada yang tersisa. Mengapa tidak pergi ke Paviliun Yuxiang untuk mencarinya? jika benar ada, pasti benar Selir Jing Pelakunya." Ucap Bibi He disertai senyum samar disudut bibirnya.


"Tidak!" Ekspresi Selir Jing berubah dan tanpa sadar menolak.


"Mengapa tidak? Selir Jing, apakah hati nuranimu bersalah?" Bibi He mencibir.


Tuan Besar memandang Selir Jing lagi dan kali ini kecurigaannya semakin meningkat.


Selir Jing tidak bersalah dan hanya khawatir karena dengan Bibi He berkata demikian, ia yakin ada sesuatu yang tidak terduga di Paviliunnya. Jika benar-benar ada, siapakah yang melakukannya? atau mungkinkah ada mata-mata Selir Mo di Paviliunnya?


Tebakan ini membuatnya berkeringat dingin, menatap Bibi He dan dengan marah berkata. "Itu kau! Jika memang ada racun di Paviliunku, pasti kau yang melakukannya untuk menjebakku!"


Jiang Xingyu mengerutkan alisnya. Awalnya ia meminta Bibi Rong pergi ke Paviliun Yuxiang untuk mengawasi dan mencari sesuatu yang tidak biasa. Diluar dugaan ternyata benar-benar ada!


Tapi ia tidak tahu apakah Bibi Rong bisa menemukannya atau tidak, jadi untuk sekarang ia tidak berani memberi keyakinan pada Selir Jing dan hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Selir Jing, tolong jaga ucapanmu. Ada orang luar atau tidak di Paviliunmu, apakah kau sendiri tidak mengetahuinya?" balas Bibi He tidak mau kalah.


"Oh! Jika bukan kau yang melakukannya, bagaimana kau bisa yakin kalau ada sisa racun di Paviliunku?" Selir Jing mencibir penuh arti dan kini ekspresinya kembali tenang.


"Omong kosong! Aku tidak melakukannya!" Bibi He bubu-buru membantah.


Selir Jing mengabaikannya, mengalihkan pandangannya pada Tuan Besar dan berkata. "Tuan, sebenarnya tidak perlu mencarinya di Paviliun Yuxiang. Karena dari awal hingga akhir Gingseng itu tidak pernah melewati tangan Selir ataupun orang-orang disekitar Selir. Jikapun Selir memang berniat meracuni Selir Mo, tentunya Selir tidak akan meninggalkan jejak di Paviliun Yuxiang. Tidak akan ada Penjahat yang meninggalkan bukti di Rumahnya sendiri.".


"Kau bilang Gingseng itu tidak pernah melewati tanganmu? siapa yang bisa membuktikannya?" Bibi He menyela.


"Kau..." Selir Jing benar-benar sangat marah, tapi sebelum akan berbicara, suara Bibi He terdengar lagi. "Dua Penjaga yang menjaga Gudang merupakan Bawahan Tuan. Mereka pasti tidak akan berbohong dan tidak akan memihak. Lebih baik memanggil mereka untuk membuktikan apakah Gingseng itu melewati tangan Selir Jing atau tidak."


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2