-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
102 - Akan Makan Bersama


__ADS_3

Pangeran Yin tidak mengerti, tapi ketika melihat Jiang Xingyu belum menarik tangannya, bahkan juga mengedipkan sepasang mata polos padanya, hal ini membuatnya tidak mau menolak.


Dihadapan semua orang Ia mengulurkan tangannya dan dengan lembut menjabat tangan Jiang Xingyu.


Tindakannya mengejutkan semua orang. Mereka bertanya-tanya apakah Pangeran Yin telah terpesona oleh kecantikan seorang Wanita yang hingga kini belum mereka ketahui Identitasnya.


Setelah berjabat tangan, Pangeran Yin segera menarik kembali tangannya. Namun itu masih membuat Jiang Xingyu sangat puas.


"Ikutlah dengan Puteri Yanning makan bersama kami di Restoran Chilan." Ucap Pangeran Yin bersikap ramah.


"Baiklah." Dengan senang hati Jiang Xingyu menyetujuinya.


Kemudian Pangeran Yin pergi bersama para Pengawalnya.


Begitu Pamannya pergi, Puteri Yanning penuh kegembiraan segera bertanya. "Xingyu, cepat katakan! Apakah kau menyukai Pamanku?"


"Kau terlalu banyak berpikir." Implikasinya adalah ia tidak menyukainya.


"Jika kau tidak menyukai Pamanku, mengapa kau memandanginya hingga linglung? bahkan saling berjabat tangan." Berbicara tentang sentuhan kulit, wajah Puteri Yanning tiba-tiba memerah.


"Karena Pamanmu sangat tampan hingga membuat orang normal kehilangan akal saat melihatnya! Namun bukan berarti menyukai." Ungkap Jiang Xingyu tanpa daya.


"Berjabat tangan sebagai bentuk perkenalan sangatlah normal. Jangan salah mengartikan." Lanjutnya dengan santai.


"Kau..." Puteri Yanning tercengang. Ia berpikir ada makna tersirat yang tidak bisa dijelaskan.


....


Kisah kembalinya Pangeran Yin segera menyebar, ada yang bahagia dan ada yang tidak.


Yang bahagia adalah mereka yang memiliki hubungan baik dengan Pangeran Yin serta selalu mendukungnya. Sedangkan yang tidak bahagia adalah mereka yang menganggap Pangeran Yin sebagai duri dalam daging.


Saat Pangeran Yin memasuki Istana, beritanya tiba di Kediaman Pangeran Yuhao.


Pangeran Yuhao tidak memiliki pendapat khusus. Meskipun Pangeran Yin juga merupakan duri dimatanya dan rintangan terbesar yang ingin Ia hancurkan, tapi Ia tidak memiliki kekuatan sebesar itu.


Yang harus diakui bahwa Ia tidak sebaik Pangeran Yin dalam hal kekuatan ataupun pengaruh.

__ADS_1


Sekarang yang membuatnya sangat marah adalah ketika mendengar berita bahwa Jiang Xingyu pergi menyambut Pangeran Yin.


Walaupun Puteri Yanning yang mengajaknya, Ia masih sangat marah. Terlebih lagi saat mendengar berita saling berjabat tangan.


Ia memang tidak menyukai Jiang Xingyu dan bahkan sangat membencinya, tapi dia masih berstatus sebagai Tunangannya! Kini secara terang-terangan berhubungan dan bersentuhan dengan Pria lain. Bahkan berencana pergi makan bersama! Bukankah tindakannya sama seperti menampar wajahnya?


"Gadis tidak tahu malu!" Umpatnya sangat kesal.


Sedangkan di Ruang Belajar Kekaisaran, Kaisar sedang memegang Tugu Peringatan dengan pandangan linglung.


Baru setelah Kasim datang melaporkan kedatangan Pangeran Yin, Ia meletakkan Tugu Peringatan kembali ke tempatnya.


Segera! Pangeran Yin melangkah memasuki Ruang Belajar Kekaisaran, dengan langkah yang santai seolah berjalan di Kediamannya sendiri. Saat melihat Kaisar, Ia tidak menundukkan kepalanya, tapi tangannya terlipat sebagai tanda salam dan dengan acuh tak acuh berkata. "Salam Saudara Kaisar."


Kaisar sangat tidak senang dan marah dengan sikap biasa Pangeran Yin. Namun Ia tidak bisa memperlihatkan kemarahannya.


Lagipula siapa yang membuat hubungannya dengan Pangeran Yin dikenal 'baik'


"Yin'er tidak memberi kabar sebelum kembali ke Ibukota, hal ini membuat Saudara sangat sedih." Kaisar berpura-pura tidak senang.


"Saudara Kaisar terlalu sopan. Saya hanya tidak ingin menyusahkan Saudara Kaisar, jadi saya sengaja tidak memberi kabar." Ucap Pangeran Yin seolah-olah memang demikian.


Pangeran Yin mengangkat alisnya. "Saya akan tinggal selama beberapa waktu tertentu." Suaranya tetap acuh tak acuh.


Setelah bertukar beberapa kata, Pangeran Yin pamit pergi.


Tidak kemana-mana, Ia hanya ingin kembali ke Kediamannya. Jika bisa, Ia benar-benar tidak ingin melihat Kaisar Murong Huangli.


Kediaman Pangeran Yin sangat sepi dan tidak ada kelompok besar Pelayan seperti Kediaman Pangeran lainnya. Selain beberapa Pengawal yang dibawanya kali ini, di Kediamannya hanya ada sepuluh Pelayan Pria.


Pangeran Yin tidak tinggal di Kediamannya ataupun di Ibukota, sehingga membuat banyak orang berpikir bahwa dia merupakan pribadi yang misterius.


Tentu saja hanya Pangeran Yin dan para orang-orang kepercayaannya yang mengetahui alasannya.


Ya! Alasannya tidak berada di Ibukota karena ia sedang mencari Yu An.


Karena lima tahun yang lalu, tepatnya pada hari keenam di bulan Juni, Ia sudah lama mencurigai apa yang terjadi Changtian dan hingga kini Ia belum memahaminya dengan jelas, serta tidak adanya bukti.

__ADS_1


Yu An, yang merupakan Komandan Pasukan Pengawal Istana lima tahun yang lalu, adalah orang kepercayaan Kaisar. Selama menemukan Yu An. Ia bisa mengetahui seluk beluk apa yang terjadi waktu itu.


Yang Ia ketahui kalau Yu An telah meninggal lima tahun yang lalu. Tapi itu hanyalah sebuah berita simpang siur, selama ada secercah harapan, Ia tidak akan menyerah.


....


Di Ruangan VIP ekslusif Restoran Chilan, saat Pangeran Yin belum tiba, Puteri Yanning justru tiba lebih dulu. Tentu saja juga dengan Jiang Xingyu.


Puteri Yanning memesan beberapa piring Dimsum dan sepoci teh, duduk di meja diseberang Jiang Xingyu sambil menikmati makanannya dengan riang.


"Xingyu, apa kau benar-benar tidak akan mempertimbangkan Pamanku? dia benar-benar sangat baik." Saat mengobrol, Puteri Yanning tidak dapat menahan untuk mengulangi pemikirannya.


Setelah mendengar kalimat pertanyaan yang sama, Jiang Xingyu meletakkan cangkir teh ditangannya seraya berkata. "Kau harus memikirkan urusanmu sendiri. Kau sudah akan berusia 16 tahun dan sudah waktunya untuk menikah."


"A-aku tidak terburu-buru menikah." Puteri Yanning menundukkan kepalanya malu-malu. Tapi dimatanya ada harapan manis yang tidak bisa disembunyikan.


Melihat perubahan sikapnya membuat Jiang Xingyu tertarik, tiba-tiba Ia tidak bisa menahan gosip. "Katakan padaku, siapa yang begitu menarik hingga telah menangkap perasaan manis Tuan Puteri kita?"


"Ah!" Puteri Yanning tidak menyangka Jiang Xingyu akan langsung bertanya, Ia terkejut tapi Ia tidak mengakui. "Apa yang kau bicarakan? aku tidak mengerti!"


Jiang Xingyu memutar matanya dengan tidak senonoh. Namun karena Puteri Yanning lebih suka tidak mengatakannya, Ia tidak bertanya lebih lanjut.


Setelah setengah jam berlalu, seseorang datang memasuki Ruang VIP dan itu adalah seorang Pria tampan yang memiliki wajah halus seperti batu giok.


Usianya sekitar 19 tahun, mengenakan Jubah Brokat berkualitas seakan menunjukkan identitasnya yang luar biasa.


Jiang Xingyu tidak mengenal Pria ini. Namun orang yang masuk ke Ruangan VIP Pangeran Yin, seharusnya bukan orang sembarangan.


Melihat siapa yang datang, Puteri Yanning langsung menyapa dengan hangat. "Hei Saudara Chen, kau juga disini, cepat duduk minum teh dan makan makanan ringan dulu, Paman Yin belum datang."


Benar! Pria tampan yang datang adalah Chen Ziyue.


Ketika Chen Ziyue melihat Puteri Yanning, kejutan melintas dimatanya dan hatinya sangat bersemangat. Namun dipermukaan Ia masih berpura-pura tenang. "Puteri Yanning, kau juga disini?"


Sejujurnya Ia sudah tau kalau Puteri Yanning akan datang, karena itulah Ia datang lebih dulu agar bisa berduaan dengannya lebih lama. Walaupun ada Nyamuk Jiang Xingyu, setidaknya lebih baik daripada orang-orang yang akan datang.


.

__ADS_1


.


_____Happy Reading____


__ADS_2