-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
022 - Tidak Mengenalinya


__ADS_3

Awalnya Jiang Zhang Wei dan Mo Lin Shuang merupakan kekasih masa kecil yang seharusnya menikah setelah dewasa.


Tapi karena suatu keadaan, hubungan keduanya harus berakhir.


Sedangkan untuk memperkuat posisi pewaris keluarga, Jiang Zhang Wei diharuskan menikah dengan Nona terhormat yang berasal dari Mansion Jendral Nalan, Nalan Wangzi.


Setahun kemudian usia pernikahan mereka, ketika Nalan Wangzi hamil, Ibunda Jiang Zhang Wei berasumsi bahwa menantunya tidak bisa melayani puteranya dengan baik. Dan meminta puteranya menikahi seorang Selir.


Jiang Zhang Wei tentu senang dan segera menikahi mantan kekasih yang paling dicintainya.


Walaupun menikah lagi, Jiang Zhang Wei tidak berani mengabaikan istri sahnya yang sedang hamil. Tapi Selir Mo yang baru dinikahi, mana mungkin bersedia membagi kasih sayang suaminya?


Selir Mo membenci Nalan Wangzi karena telah mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya.


Tapi karena latar belakang dan dukungan Nalan Wangzi terlalu kuat, Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Untungnya Dia memiliki kasih sayang suaminya.


Lima tahun yang lalu ketika Jendral Nalan Wangli dan Wakil Jendral Nalan Wangyu gugur dalam Medan Perang, Nalan Wangzi jatuh sakit dan meninggal tak lama kemudian.


Selir Mo mengira akan naik ke posisi Nyonya dengan mudah. Tanpa diduga Kaisar memberi titah bahwa sebelum Jiang Xingyu menikah, Jiang Zhang Wei tidak diperbolehkan mengangkat Nyonya baru.


Selir Mo masih menahannya. Hanya setelah kontrak pernikahan Jiang Xingyu dan Pangeran Yuhao dipercepat, Dia tidak bisa menahannya lagi dan terpaksa melancarkan siasatnya.


Jiang Xingyu yang awalnya seorang Nona Sulung terhormat dan berbakat, secara tak terduga berubah menjadi Nona Sulung sampah, bodoh, lemah dan sering ditindas banyak orang.


Suatu ketika Jiang Linyao pernah memukuli Jiang Xingyu hingga sekarat, Jiang Zhang Wei sangat marah. Dia memperingatkan! Jika Jiang Xingyu sampai meninggal, seluruh Jiang Mansion akan dilanda kekacauan.

__ADS_1


Sejak saat itu tidak peduli bagaimana Jiang Linyao menindas dan memukuli Jiang Xingyu, Dia tidak berani menyakitinya hingga sekarat apalagi membunuhnya.


Gerbang utama


Saat Jiang Linyao melihat wajah cantik seorang Nona berpakaian merah, Ia sangat kagum sekaligus iri.


"Kau siapa?" tanyanya dengan suara kasar.


Di lemparkan pertanyaan tidak bersahabat, senyum sarkastik muncul disudut bibir Jiang Xingyu. "Tidak bertemu selama beberapa hari, kau sudah tidak mengenaliku?"


Jiang Linyao menatapnya dengan mata menyelidik, namun Ia yakin tidak mengenalinya.


Tidak kunjung mengenali pihak lain seberapa keras mencoba mengingat, Ia bertanya dengan marah. "Katakan! Sebenarnya kau siapa?"


Suaranya terlalu keras hingga menarik perhatian pejalan kaki yang berlalu lalang diluar. Mereka penasaran dan berkumpul seperti sedang menonton pertunjukan.


Ucapannya bagaikan boom yang meledak dibenak Jiang Linyao. Kedua matanya melebar saat Ia melihat Nona cantik dengan tatapan tidak percaya.


Ia tidak mau mempercayai tebakannya dan dalam kepanikan berkata. "Omong kosong apa yang kau katakan?! Siapa yang saudarimu?! Jika kau berkata omong kosong lagi, aku akan menyeretmu ke Pengadilan."


Kemudian Ia segera memberi perintah pada dua penjaga. "Bodoh! Mengapa kalian diam saja? cepat seret wanita penipu ini ke Pengadilan!"


Mendengar perintah, kedua penjaga segera menghampiri Nona cantik dan berniat membawanya pergi.


Namun sebelum tangan keduanya mendekat, Jiang Xingyu berpura-pura ketakutan. "Tidak! Yao'er, aku benar-benar saudarimu. Aku telah berhasil mendaki dari bawah Tebing."

__ADS_1


Suaranya tidak keras, tapi ditelinga Jiang Linyao terdengar seperti sambaran petir disiang hari yang cerah.


"Mungkinkah?" Seketika kedua matanya membelalak ngeri.


Ia melupakan bahwa si bodoh itu memang memiliki wajah cantik, yang membuatnya iri dan semakin membencinya. Sekarang ketika mengingat wajahnya lagi dan membandingkannya dengan wajah Nona ini...


"Yao'er, kenapa kau diam saja?" tanya Jiang Xingyu sambil tersenyum ramah.


Lamunan Jiang Linyao bubar. Reaksi pertamanya bukan Jiang Xingyu masih hidup, tapi sudah meninggal dan mendatanginya untuk menagih balas dendam. Ia pun menjerit. "Ah! Pergi! Jangan mendekat! Jangan mendekatiku!"


Disaat yang sama Ia berlari kedalam, meninggalkan banyak orang yang terpaku kebingungan.


"Nona..." Xiao Chi segera mengejar Nonanya.


Jiang Xingyu tersenyum dingin dan mengangkat kakinya memasuki Kediaman.


Dua penjaga terpaku kebingungan. Tidak berani menghentikan Nona cantik lagi. Hanya setelah melihatnya memasuki Kediaman, mereka segera pergi melapor.


Semua orang yang sedang menonton tidak tahu apa yang terjadi. Ketika tidak ada sesuatu yang menarik, mereka segera kembali ke aktivitas masing-masing.


Sedangkan dalam kepanikannya, Jiang Linyao berlari menuju Halaman Timur.


.


.

__ADS_1


______Happy Reading______


__ADS_2