
Keesokan harinya Jiang Xingyu bangun pagi dan berlari-lari kecil di Halamannya.
Ini adalah pertama kalinya Bibi Rong melihat Nonanya berlari, mempenasaran dan bertanya. "Nona, apa yang kau lakukan? mengapa kau berlarian dihalaman?"
"Lari. Olahraga." Jawab Jiang Xingyu tanpa berniat untuk berhenti.
"Oh..." Bibi Rong menganggukkan kepalanya.
Ketika melihat Nonanya berhenti berlari, beralih memegang ranting dan berlatih Beladiri, Ia merasa sangat senang dan tak luput sambil memberi beberapa nasihat dari waktu ke waktu.
"Nona, mengapa tidak membeli Pedang saja? bukankah lebih baik memakai Pedang untuk berlatih?" sarannya
"Tentu. Setelah sarapan nanti, kita akan keluar untuk berbelanja. Tidak hanya pergi membeli Pedang, tapi juga membeli pakaian untuk diri kita sendiri. Kita tidak perlu memakai pakaian lusuh lagi." Kata Jiang Xingyu seraya masih terus berlatih.
"Nona tidak perlu memikirkan Bibi. Lagipula pakaian Bibi masih layak dipakai. Lebih baik Nona membeli pakaian yang cantik untuk diri Nona sendiri." Bibi Rong buru-buru menolak.
"Penolakan Bibi tidak berguna. Sebelumnya Bibi selalu menemaniku apapun yang terjadi. Dalam hidup ini aku mungkin tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Bibi, tapi setidaknya tolong jangan menolak niat baikku." Kata Jiang Xingyu dengan wajah penuh makna.
Bibi Rong masih ingin menolak. Tapi ketika melihat ekspresi tulus di wajah cantik Nonanya, Ia menyerah. "Baiklah. Karena Nona sudah berkata begitu, Bibi tidak punya alasan untuk menolaknya lagi."
Segera! Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, selesai menyantap sarapan sederhana, Jiang Xingyu mengajak Bibi Rong keluar.
Berpikir karena nantinya akan membeli banyak barang dan merepotkan jika membawanya sendiri, Ia menggunakan Gerbong yang berada Kediaman. Pengemudinya bernama Liu Bo dan semua orang memanggilnya Paman Liu.
Teringat bahwa sebelumnya Pangeran Yuhao mengirim seseorang untuk mengikutinya, Ia langsung melepaskan kesadarannya untuk mengamati apakah ada seseorang yang mengikutinya atau tidak.
Tidak membutuhkan waktu lama, Gerbong akhirnya sampai ditempat tujuan.
Pertama-tama Ia membeli beberapa Pedang, setelahnya berjalan ke Toko Pakaian.
-Toko Pakaian Jinxiu-
__ADS_1
Untuk pakaian kuno, Jiang Xingyu masih belum terbiasa memakainya, oleh karena itu Ia memilih model pakaian berjenis Hanfu panjang dengan desain ringan dan sederhana, yang tidak akan membuatnya kerepotan ketika memakainya.
"Yang ini, yang ini, yang ini..."
Ia menunjuk beberapa Hanfu yang dipajang didinding lalu berkata. "Pelayan, tolong ambilkan pakaian yang kutunjuk tadi dan berikan pada Bibi untuk dicoba."
"Ya," Pelayan menjawab dengan senyum ceria.
"Nona, pakaian Bibi sudah banyak. Tolong jangan buang-buang uang lagi." Bibi Rong berusaha membujuk Nonanya.
"Apanya yang cukup? apanya yang membuang-buang uang? Bibi, kau hanya memilih beberapa pakaian saja. Begitu cuaca panas, secara alami akan sering berganti pakaian, jadi pakaianmu yang masih beberapa ini masih belum cukup." Kata Jiang Xingyu tidak setuju.
Dengan pelanggan yang begitu dominan, tentu saja yang paling bahagia adalah Pemilik Toko.
"Apa yang dikatakan Nona benar. Cuaca panas akan membuat kita lebih sering berganti pakaian, memang lebih baik membeli banyak pakaian." Ucapan Pemilik Toko terdengar ramah.
"Tapi..." Bibi Rong tidak menyerah. Tidak apa-apa jika harganya murah, tapi jelas pakaian ini lumayan mahal. Dirinya hanyalah seorang Pelayan, untuk apa memakai pakaian mahal?
Kebaikan Nonanya membuat Bibi Rong tidak berdaya.
Beberapa saat kemudian setelah selesai memilih model pakaian yang cocok, mencobanya dan membayarnya, mereka berdua keluar dari Toko pakaian Jinxiu.
Berjalan keluar dari Toko Pakaian, Jiang Xingyu melihat banyak mainan lucu di Toko sebelah, membuatnya tiba-tiba teringat pada wajah imut Jiang Qianxi. Ia mampir sebentar dan membeli mainan yang menurutnya sangat cocok dengan temperamen Gadis kecil itu.
Kemudian, karena merasa lelah dan haus, Ia mengajak Bibi Rong dan Paman Liu untuk beristirahat sebentar di Kedai Teh terdekat.
-Kedai Teh-
Paman Liu tidak berani duduk sebangku dengan Nona Sulung dilantai dua, dan memilih duduk sendiri dilantai satu yang paling umum, lalu memesan sepoci teh dan beberapa makanan ringan.
Dilantai dua, Jiang Xingyu memilih duduk diposisi bersudut yang memiliki dua jendela dikedua sisinya, bisa dikatakan pemandangannya merupakan yang paling luas.
__ADS_1
Mereka duduk bersama layaknya seperti bukan Majikan dan Pelayan.
Saat Ia hendak memanggil Pelayan, kecelakaan tiba-tiba terjadi.
"Hei minggir! Aku yang pertama kali melihat kursi sudut ini!" Suara Wanita yang terdengar mendominasi.
Wanita itu berusia sekitar lima belas tahun. Memiliki wajah cantik dan mengenakan pakaian brokat yang bagus. Dari segi penampilannya, Dia mungkin berasal dari Keluarga kaya.
Awalnya wajah cantik Jiang Xingyu menarik perhatian orang-orang disekitarnya. Namun kebanyakan dari mereka adalah orang biasa yang tidak memiliki keberanian untuk menatapnya terlalu lama. Sekarang setelah Wanita itu membuat keributan, mereka dengan sigap menatapnya seolah-olah sedang menyaksikan drama.
"Pelayan, kami ingin memesan sepoci Teh Longjing dan beberapa hidangan ringan terbaik yang kalian miliki." Jiang Xingyu mengabaikan Wanita itu dan berkata pada Gadis Pelayan disampingnya.
Melihat pihak lain mengabaikannya, Wanita itu marah dan berkata. "Apa maksudmu mengabaikanku? apa kau tidak mendengar kata-kataku? akulah yang pertama kali melihat kursi sudut ini? mengapa kau tidak segera pergi?"
"Pelayan, mengapa kau masih bengong?" Jiang Xingyu masih mengabaikan dan wajah tidak sabarnya menatap Gadis Pelayan.
"Ini..." Gadis Pelayan menanggapi dengan tatapan berarti.
Jiang Xingyu jelas mengerti arti tatapan Gadis Pelayan. Tapi bagaimana mungkin Ia akan menurutinya begitu saja?
Tiba-tiba sorot matanya berubah dingin, bahkan suaranya terdengar lebih keras. "Apa kau takut kami tidak mampu membayarnya?"
Gadis Pelayan menggigit bibirnya dan terpaksa berkata. "Nona, Anda salah paham. Xiao Er tidak takut Anda tidak mampu membayarnya. Atau, bagaimana jika Anda mengubah tempat duduk Anda?"
"Mengapa aku harus mengubah tempat dudukku?" Suara Jiang Xingyu terdengar semakin dingin.
Tanpa menunggu Gadis Pelayan menjawab, Wanita itu berkata dengan sikap sombongnya. "Mengapa? karena aku adalah Puteri dari Kediaman Sekretariat Resmi. Keponakan Selir Shu yang Agung dan Sepupu dekat Pangeran Yuhao."
.
.
__ADS_1
_____Happy Reading____