-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
051 - Menyelamatkan Lagi


__ADS_3

"Kami dari Rumah Bordil Bulan Bersalju sedang mendisiplinkan Budak yang tidak patuh. Harap Nona tidak ikut campur." Ucapan Pemimpin terdengar cukup sopan.


"Kalian tidak memiliki hak untuk mendisiplinkan Pelayanku! Hanya aku yang bisa mendisiplinkannya." Suara Jiang Xingyu terdengar sedikit sombong.


"Apa maksud Nona?" tanya Pemimpin yang mencoba tetap tenang. Namun pikirannya sudah menebak banyak hal. "Tidak mungkin! Orang itu jelas mengatakan bahwa kedua Wanita ini berasal dari luar Ibukota. Tidak memiliki hubungan apapun dengan orang-orang di Ibukota." Batinnya.


"Apa maksudku? Huh!" Jiang Xingyu mencibir dan ekspresinya tiba-tiba berubah. "Ning Zhi, Ning Xia, aku tidak pernah memperlakukan kalian dengan buruk, mengapa kalian tetap kabur? bahkan sampai terlibat dengan orang-orang dari Rumah Bordil?! Apa kalian sengaja ingin membuatku berada dalam masalah?"


Semua orang berkedip kebingungan karena tidak mengerti apa yang terjadi. Tentu saja Ning Zhi dan Ning Xia tidak termasuk.


Awalnya mereka sangat terkejut, tapi di detik berikutnya mereka menyadari bahwa sang Dewi penyelamat sedang menyelamatkan mereka lagi.


"Bukan seperti itu, Nona. Kami tidak bermaksud mengabaikan perintah Nona, apalagi kabur atau membuat masalah. Hanya saja kami kehilangan barang saat kembali dari Kuil Yun beberapa waktu yang lalu. Karena tidak ingin merepotkan Nona, kami memanfaatkan waktu saat Nona tidak berada di Kediaman dan menyelinap keluar ingin mencari barang itu. Kami tahu melanggar perintah Nona adalah suatu kesalahan, tapi kami tidak memiliki pilihan lain." Ning Zhi menjawab sambil menampakkan ekspresi sedih.


Jiang Xingyu menunjukkan senyum samar. "Jika hanya mencari barang, mengapa kalian sampai terluka begitu parah? bahkan terlibat dan dianggap Budak oleh Rumah Bordil?"


"Ini..." Ning Zhi ragu-ragu.


"Katakan saja, tidak perlu takut." Kata Jiang Xingyu membawa nada penekanan.


Ning Zhi menghela nafas dan mulai menjelaskan. "Saat mencari barang kami yang hilang disepanjang rute menuju Kuil Yun, kami kelelahan lalu beristirahat sejenak disebuah Kuil rusak. Hanya saja kami tidak menyangka ternyata Kuil itu sudah dikepung oleh para Bandit. Kami sangat ketakutan, berteriak meminta tolong dan ingin melarikan diri, tapi kami dikepung. Mereka menjarah kami, karena kami tidak memiliki barang-barang berharga, mereka marah dan menendang kami,"


"Saat kami merasa putus asa, tiba-tiba kami teringat keterampilan Beladiri yang Nona ajarkan. Dengan berani kami bangkit dan mencoba melawan, tapi kami hanyalah Wanita kecil yang memiliki kekuatan lemah. Hanya dalam beberapa serangan kami sudah terluka. Kami tidak sadarkan diri karena kelelahan dan kehilangan banyak darah. Saat mengira hidup kami sudah berakhir, tidak disangka kami akan terbangun ditempat yang asing dan ternyata tempat itu adalah Rumah Bordil. Mereka memaksa kami menjadi pelacur. Nona, kami tidak mau. Tolong selamatkan kami..."


Ekspresi Ning Zhi terlihat polos hingga membuat semua orang tidak menemukan jejak kebohongan dalam penjelasan panjang lebarnya.


"Apa?! Beraninya Rumah Bordil memaksa orangku menjadi Pelacur?!" Kata Jiang Xingyu penuh kemarahan, berjongkok kemudian berkata pada keduanya. "Kalian tenang saja. Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada kalian. Jika Rumah Bordil berani melakukan sesuatu pada kalian, aku tidak akan segan lagi. Aku tidak keberatan menjadi Pahlawan dan meratakan tempat hina itu!"


Diakhir kalimatnya Ia berdiri dan memandang sekelompok Pria sangar dengan sorot mata sedingin balok es. "Katakan! Apa kalian yang mengirim para Bandit itu? sengaja menyamar sebagai Bandit tapi tujuan sebenarnya untuk menculik para Wanita?"

__ADS_1


Sekelompok Pria sangar tercengang.


"Nona salah paham. Kami tidak pernah mengirim orang-orang untuk menculik para Wanita. Juga, kedua Wanita ini dijual kepada kami oleh seseorang." Ucap Pemimpin yang hampir kehilangan ketenangannya.


"Dijual? Huh! Jangan sampai aku mengetahui siapa yang begitu berani menjual orang-orangku. Jika tidak, aku pasti akan memotongnya menjadi ribuan keping!" Suara Jiang Xingyu masih sangat dingin.


Semua orang bergidik ngeri. Menilai dari ekspresi dan nada bicaranya, mereka sangat yakin bahwa Nona ini sedang tidak bercanda.


"Kami tidak bisa membocorkan identitas pelanggan. Intinya kami membeli kedua Wanita ini seharga 1000 Koin Perak dan sekarang keduanya adalah Budak Rumah Bordil kami. Jika Nona ingin mengambil keduanya kembali, Nona harus membelinya. Kami tidak akan menaikkan harganya, biarlah tetap 1000 Koin Perak." Kata Pemimpin.


Jiang Xingyu tertawa. "Memintaku membeli Pelayanku sendiri? apa kalian yakin?"


"Tentu saja yakin! Jika Nona tidak membayarnya, artinya kami yang rugi? lagipula hal ini merupakan aturan Rumah Bordil kami." Suara Pemimpin meninggi.


"Aturan?" sorot mata Jiang Xingyu sangat tajam dan suaranya semakin dingin. "Rumah Bordil Bulan Bersalju adalah tempat yang tidak bermoral. Memperlakukan Manusia sebagai Budak rendahan, bahkan diperjual belikan. Sekarang beraninya kalian membicarakan aturan denganku?"


"Baiklah! Karena Nona sudah berkata demikian, tidak ada gunanya kita bernegoisasi." Kesabaran Pemimpin sudah habis dan segera Ia berkata pada Bawahannya. "Seret kedua Wanita itu dan bawa kembali ke Rumah Bordil. Serang jika ada yang berani menghalangi."


"Ya!" Lima Pria sangar serempak menjalankan perintah.


Pada saat yang sama Jiang Xingyu memandang Bibi Rong dan memberi isyarat dengan kedipan matanya.


Bibi Rong mengerti dan bergegas bertindak.


Awalnya semua orang mengira Jiang Xingyu dan Bibi Rong hanyalah Wanita lemah tanpa kekuatan dasar, tapi ketika melihat tindakan Bibi Rong, mereka bergidik ngeri.


Serang menyerang terjadi setelahnya. Hanya dalam beberapa pukulan, lima Pria sangar segera dirobohkan oleh Bibi Rong.


Tentu saja Bibi Rong bisa mengalahkannya dengan mudah karena sekelompok pengecut ini hanya terlihat kuat, tapi sebenarnya tidak memiliki kekuatan internal.

__ADS_1


"Kau..." Pemimpin dan kedua bawahannya berdiri mematung.


"Bagaimana? apakah masih ingin melanjutkan?" Jiang Xingyu menunjukkan senyum berbunga-bunga.


"Huh! Ayo pergi!" Ucap Pemimpin yang cukup sadar diri.


Mampu mengalahkan Bawahannya dengan sangat buruk, kemungkinan besar pihak lain adalah seorang Master Beladiri. Jika terus berselisih, yang akan diterimanya bukanlah keuntungan, tapi kerugian secara fisik dan mental. Apalagi Nona cantik ini sangat pandai dalam bersilat lidah.


Setelah itu Pemimpin ikut membantu memapah Bawahannya yang terkapar, kemudian berbalik pergi tanpa menoleh kebelakang lagi.


Jiang Xingyu mencibir. "Cih! Tuan seperti apa yang akan memiliki Bawahan seperti apa! Sama-sama bajingan rendahan."


Kemudian saat semua orang kembali pada kegiatannya masing-masing, Ia dan Bibi Rong membantu Ning Zhi dan Ning Xia berdiri, memapahnya lalu membawanya ke Rumah Medis terdekat.


Sesampainya di Rumah Medis, saat luka keduanya selesai ditangani, Ia pergi setelah meninggalkan dua set pakaian bersih dan sekitar dua ratus Koin Perak.


Ning Zhi dan Ning Xia awalnya bersikeras menolak dengan berbagai alasan. Namun kata-kata Jiang Xingyu berikutnya membuat keduanya tidak berani menolak lagi.


"Apakah kalian yakin bisa keluar dari Rumah Medis tanpa masalah? apakah kalian tidak menyadari seperti apa kondisi kalian? kalian baru saja melarikan diri dari sarang Serigala, apakah sudah ingin masuk kesarang Harimau? jika kalian memang ingin balas budi padaku, aku tidak menginginkan hal lain selain kalian harus hidup dengan baik. Ingatlah! Tidak semua orang akan menolong kalian!"


Keduanya tidak menolak lagi. Juga mereka tidak tahu harus berkata apa selain kata terima kasih yang paling tulus.


Jiang Xingyu tersenyum melihat keduanya tidak lagi menolak. Setelah itu Ia pergi tak luput meninggalkan kata 'Hati-hati'.


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2