-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
118 - Musuh Bebuyutan Bertemu Lagi


__ADS_3

Jiang Xingyu melanjutkan langkah kakinya menuju Restoran Chilan.


Namun mengapa masalah selalu menghantuinya?


Saat Ia sedang menunggu pesanan menu daging, Ia bertemu dengan Pangeran Yuhao serta kelompoknya yang baru turun dari lantai dua.


Mengikuti dibelakang Pangeran Yuhao adalah Lin Jiayin, Shu Yinfeng dan Yan Zihang, serta ada satu Pria lagi.


Ia memang tidak mengenalnya, namun Ia tahu Pria ini merupakan Saudara tertua Lin Jiayin, yakni Lin Jiayun.


Dia mengenakan pakaian berwarna biru tua, sosok yang gagah, kulit berwarna kuning langsat, fitur wajah tegas dan sepasang mata dingin yang tak terkendali.


Pria seperti ini jauh lebih menarik dibandingkan Pangeran Yuhao.


Melihat wajah cantik seorang Wanita serta kebebasan santai yang terpancar dari sikapnya, membuat jantung Lin Jiayun yang tidak pernah berdetak karena seorang Wanita, kini entah mengapa menjadi gelisah. Ia pun memandangnya dengan penuh obsesi.


Sedangkan Jiang Xingyu juga menatapnya, namun hanya tatapan acuh tak acuh. Layaknya menatap orang asing.


Pada saat yang sama di Ruangan VIP tertentu, Pangeran Yin, Yuwen Junxiu dan Feng Yuqie baru saja selesai makan. Kini mereka menikmati waktu bersantai sambil minum teh.


Karena tidak ada sesuatu yang penting untuk dibicarakan, jendela dibuka agar sirkulasi udara lebih leluasa masuk.


Ruangan VIP Pangeran Yin terletak paling pojok, ada jendela di kedua sisi Ruangan. Satu sisi mengarah ke jalan dan satu sisi lainnya mengarah ke Aula Restoran.


Feng Yuqie suka bersandar di jendela untuk mengamati hal-hal yang menarik.


Oleh karena itu Ia melihat pertemuan dua musuh bebuyutan.


"Hei, kemarilah! Ada pertunjukan bagus untuk ditonton." Ucapnya penuh semangat.


Pangeran Yin dan Yuwen Junxiu sedang bersandar di kursinya masing-masing. Mereka tetap menikmati secangkir teh seolah-olah sedang mengabaikannya.


"Hei, kalian..." Feng Yuqie sedikit frustasi. Saat hendak mengatakan siapa pemeran utamanya, sebuah suara terdengar dari bawah.


Suara tersebut milik Lin Jiayin yang berkata sambil mengejek. "Oh! Seorang Wanita yang munafik mengetahui Saudara Yuhao ada disini, jadi sengaja datang seolah tidak sengaja bertemu. Jiang Xingyu, wajahmu benar-benar tebal! Tidak peduli apa yang kau lakukan, Saudara Yuhao tidak akan pernah menyukaimu."


Jiang Xingyu?


Mendengar nama yang tidak asing, dua Pria tampan yang sedang bersantai sama-sama terkejut. Pangeran Yin berdiri dan bergegas menuju jendela, sedangkan Yuwen Junxiu hanya mengernyitkan dahinya. Seperti penasaran, tapi tidak ingin melihatnya.


Di bawah, setelah mendengar apa yang dikatakan Saudarinya, Lin Jiayun tertegun sejenak. "Apa? Dia Jiang Xingyu?"


Mengetahui Wanita yang membuat hatinya bergerak adalah musuh Saudarinya, Ia tidak menunjukkan rasa jijik atau permusuhan seperti yang lain.


Namun Wanita ini sudah berstatus sebagai Tunangan Pangeran Yuhao. Memikirkan hal ini membuat hatinya sedikit kecewa.


"Cih! Di Restoran ini tidak ada batasan tentang siapa yang boleh datang dan tidak. Lagipula tidak peduli apakah Pangeran Yuhao akan menyukaiku atau tidak, fakta yang tidak bisa diubah adalah aku Tunangannya. Sedangkan kau bukan siapa-siapa!" Jiang Xingyu mencibir, tak lupa menyertakan pandangan provokasi.

__ADS_1


"Kau..."


Benar saja! Lin Jiayin seketika terbakar amarah. Wajahnya yang cantik menunjukkan kebencian yang kuat.


"Jiayin, kau sudah melewati batas." Suara Lin Jiayun terdengar sedikit marah.


"Kakak..." Lin Jiayin berseru tidak puas, Ia berharap Saudaranya akan membelanya. Hanya setelah mengucapkan satu kata, tatapan tegas Saudaranya membuat nyalinya menciut.


Mengabaikan Saudarinya, Lin Jiayun menatap Jiang Xingyu dan berkata. "Nona Jiang, tolong maafkan sikap Saudariku yang tidak pantas."


"Kakak, kau..." Lin Jiayin tidak terima! Ia tidak berbuat salah, mengapa Saudaranya meminta maaf?


"Diam!" Lin Jiayun membentaknya.


"Tidak masalah! Namun jika sikap Saudarimu sudah melewati batas kesabaranku, Dia harus membayar konsekuensinya!" Ucap Jiang Xingyu penuh arti.


Pada saat yang sama Pelayan datang membawa pesanannya. "Nona, pesanan Anda sudah siap."


"Ya, terima kasih." Ucapnya sambil menerima pesanan.


Saat hendak pergi untuk membayar, suara Pelayan terdengar lagi. "Nona Jiang, Pangeran Yin berkata mulai sekarang jika Nona datang ke Restoran Chilan, seluruh biaya akan dicatat di Akunnya."


"Apa?" seketika membuat Jiang Xingyu terkejut.


Tentu saja semua orang yang mendengarnya juga terkejut.


"Benarkah? kalau begitu aku tidak akan sungkan. Juga, mulai sekarang aku akan sering datang." Jiang Xingyu tanpa malu langsung menerimanya.


Pada saat ini di Ruangan VIP, Feng Yuqie memandang Pangeran Yin sambil mengeluh. "Apanya yang akan dicatat di akunmu? bukankah akhirnya tetap di akunku?"


Meskipun Ruangan VIP dikatakan milik Pangeran Yin, namun nyatanya semua tagihan dibayar olehnya.


Dan sekarang Pangeran Yin tanpa malu menggunakan uangnya untuk menunjukkan keramahannya di depan semua orang.


"Bagaimanapun Keluarga Feng mu sangat kaya. Tentunya tidak akan peduli dengan beberapa ribu Koin Perak kan?" Pangeran Yin sama sekali tidak merasa malu, sebaliknya menunjukkan senyum polos.


"Kau..." Feng Yuqie tidak berdaya. Namun juga tidak mempermasalahkannya, karena inilah cara mereka bergaul.


Di Aula...


"Jiang Xingyu, bagaimana kau bisa menerima Pria lain untuk membayar makananmu?" Pangeran Yuhao marah karena merasa telah menerima Topi Hijau.


"Lalu mengapa aku tidak bisa menerimanya?" Jiang Xingyu berbalik bertanya.


"Kau adalah Tunangan Ben Wang! Menerima uang Pria lain, apa kau tidak merasa bersalah?" kata Pangeran Yuhao.


"Tentu saja aku akan merasa bersalah jika kau benar-benar menganggapku sebagai Tunanganmu. Tapi nyatanya... Hah sudahlah! Lagipula kau tidak akan bermurah hati seperti Pangeran Yin." Jiang Xingyu menghela nafas tak berdaya.

__ADS_1


"Kau..." Pangeran Yuhao kehilangan kata-kata.


Sebaliknya setelah mendengarnya, Pangeran Yin tidak bisa menahan senyumnya. "Dengan temperamen Jiang Xingyu, jika Murong Yuhao bertanggung jawab untuk membayar makanannya, keuangannya pasti akan hancur."


"Kau berkata seakan sangat mengenalnya." Suara Yuwen Junxiu tiba-tiba terdengar.


Walaupun acuh tak acuh, tapi terdengar seperti ada makna yang tersembunyi.


Tentu saja Pangeran Yin mengetahuinya, namun Ia tidak mengungkapkannya dan sebaliknya berkata. "Bahkan anak kecil pun akan mengetahui kalau keduanya adalah musuh bebuyutan."


"Dan setiap kali mereka bertemu, Pangeran Yuhao selalu sial!" Feng Yuqie menimpali.


"..." Yuwen Junxiu tidak berbicara lagi.


Selanjutnya di Aula...


"Jika kau tidak mampu, maka jangan membuat masalah tentang siapa yang membayar makananku. Kau memang Tunanganku, namun kau tidak berhak untuk mencampuri apapun yang kulakukan! Sebaliknya gunakan kemampuanmu untuk membiarkan Kaisar membatalkan kontrak pernikahan kita!" Jiang Xingyu mencibir, ucapannya tidak diragukan lagi merupakan penghinaan dan provokasi bagi Pangeran Yuhao.


Kemudian Ia mengabaikan mereka semua dan berbalik pergi tanpa mengucapkan salam.


Setelah itu...


Dengan suara 'BANG!" Pangeran Yuhao meninju meja disebelahnya, mengungkapkan seberapa besar kemarahannya saat ini.


"Kepribadian Nona Jiang benar-benar tidak bisa ditebak." Feng Yuqie menghela nafas.


"Wanita yang tidak tahu seberapa tinggi langit!" Suara cibiran terdengar dari bibir Yuwen Junxiu.


Seketika membuat Pangeran Yin menunjukkan senyum jahat yang kemudian berkata. "Mengapa kau memiliki pendapat yang begitu buruk pada Jiang Xingyu?"


"Wanita itu tidak tahu malu dan tidak senonoh." Yuwen Junxiu mendengus dingin.


"Lalu mengapa kau tidak membunuhnya? bukankah orang yang menentangmu tidak pernah berakhir dengan baik?" tanya Pangeran Yin.


Yuwen Junxiu mengerutkan keningnya, bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengapa Ia tidak membunuh Gadis itu? Gadis yang menentangnya dan selalu bersikap buruk padanya?


Melihat ekspresi suram di wajah Sahabatnya, Pangeran Yin buru-buru berkata. "Hei, kau tidak bisa membunuh Jiang Xingyu. Dia adalah satu-satunya keturunan Jenderal Nalan."


Yuwen Junxiu hanya meliriknya sekilas.


Pangeran Yin sangat menghormati Jenderal Nalan, tentu saja Ia mengetahuinya. Lagipula Ia tidak pernah berkata akan membunuh Gadis itu?!


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2