
Dimalam hari, Jiang Xingyu keluar seperti biasanya.
Saat tidak ada siapapun yang menunggunya diluar pintu belakang, ia tidak terlalu memikirkannya dan langsung pergi ke Rumah Kayu.
Setibanya di sana ia mendengar suara pertarungan. Jika hanya suara saja, sudah biasa karena Ning Zhi dan yang lainnya sering berlatih beladiri. Sebaliknya, selain suara pertarungan, ada fluktuasi energi Yin yang cukup kuat.
Ia buru-buru mempercepat langkahnya. Segera! Ia melihat situasi di lapangan beladiri. Pamannya bertarung dengan dua roh jahat yang ia sangat akrab dengan salah satunya. Bukankah dia roh jahat wanita tua yang bertarung dengannya terakhir kali? jika bukan karena adanya ruang dimensi, ia akan mati di tangan wanita tua ini!
Sedangkan satunya adalah roh jahat yang terlihat seperti seorang pemuda.
Di kejauhan, Ning Zhi dan Ning Zhi dalam keadaan terluka dan kini keduanya terkapar di tanah. Qing Bei, Qing Jiao, Shen Qing dan Isterinya tidak ada di lapangan beladiri, mungkin karena mereka tidak bisa membantu, mereka tidak keluar agar tidak menyebabkan masalah yang tidak di inginkan.
Ning Zhi dan Ning Xia bukan hanya terluka secara fisik, tubuh mereka juga terpengaruh oleh energi Yin. Kulit mereka sangat pucat dan tubuh mereka terlihat kaku bahkan terus bergetar.
Jika fluktuasi pertarungan roh jahat terus berlanjut, pembuluh darah mereka akan hancur. Oleh karena itu ia bergegas terbang ke arena pertarungan.
Pada saat yang sama Belati Naga muncul di tangannya, tapi roh jahatnya tidak di lepaskan karena takut semakin mempengaruhi kondisi Ning Zhi dan Ning Xia.
Melihat keponakannya, Nalan Wangyu khawatir. Keponakannya memiliki tubuh Yin murni lima elemen yang mana akan menarik keserakahan para roh jahat.
Namun selain khawatir, ia berharap keponakannya bisa menaklukkan kedua roh jahat ini.
Sedangkan ketika melihat siapa yang datang, roh jahat wanita tua segera waspada. Ia tidak akan lupa bahwa sebelumnya dirinya terluka oleh jimat gadis ini. Selain itu gadis ini bisa menghilang di dalam air dalam sekejap mata, yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang biasa.
"Luo Er, mundur!" Teriaknya pada pemuda disampingnya.
Namun pemuda yang serakah begitu melihat tubuh murni lima elemen, tidak mendengarkan ucapan wanita tua.
Benar saja! Pemuda tersebut tidak memiliki pertahanan apapun terhadap serangan Jiang Xingyu. Dia hanya melangkah kesamping untuk menghindari serangan, tidak melawan balik seakan sangat meremehkannya.
Membuat Jiang Xingyu menyipitkan matanya, reaksi roh jahat pemuda sesuai dengan yang diharapkannya.
Ia segera mengangkat tangan kirinya dan jimat pembunuh hantu yang telah dipersiapkannya sejak lama, menghantam pemuda tersebut dalam kecepatan yang mengerikan.
Sudah terlambat saat pemuda bereaksi. Diikuti suara ledakan, jimat pembunuh hantu menghantam dadanya disertai bau korosif yang amat menyengat.
"Kamu..."
Sambil memegangi dadanya, roh jahat pemuda buru-buru mundur menjauh. Menatap gadis cantik dengan tatapan tidak percaya.
__ADS_1
"Luo Er..."
Roh jahat wanita tua yang bertarung dengan Nalan Wangyu, perhatiannya teralihkan.
Nalan Wangyu memanfaatkan kesempatan ini dan dengan segera energi hitam yang keluar dari tangannya, menghantam wanita tua hingga membuat tubuhnya terbang beberapa meter.
"Ibu..." Roh jahat pemuda bergegas menghampiri wanita tua lalu memeluknya.
Gambaran cinta Ibu dan anak tidak membuat Jiang Xingyu merasa simpati. Bersimpati pada musuh hanya akan mengantarkan diri sendiri pada kematian!
Kemudian ia mengeluarkan dua jimat pembunuh hantu lalu mengendalikannya di udara.
Melihat gerakan keponakannya, Nalan Wangyu juga bersiap untuk menyerang.
Tentu saja kedua roh jahat segera bersiap melawan serangan.
Kali ini wanita tua melawan Jiang Xingyu dan pemuda berurusan dengan Nalan Wangyu. Tapi karena vitalitas keduanya sudah terluka, setelah selusin putaran pertarungan, keduanya dikalahkan.
Di pihak pemuda, meskipun dia berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan, setidaknya kondisinya tidak seburuk seperti wanita tua.
Meskipun Jiang Xingyu tidak melepaskan aura jahat Belati Naga, tapi fisik Belati Naga sendiri mengandung aura jahat. Sama seperti senjata beracun, selama Belati Naga melukai tubuh wanita tua, tetap akan berakibat sangat fatal.
Melihat kondisi wanita tua, perhatian pemuda teralihkan dan menyebabkan dirinya terkena serangan Nalan Wangyu berulang kali, yang juga sangat melukai vitalitasnya.
"Tidak! Ibu..." Ketika senjata Belati akan menikam Ibunya lagi, pemuda tidak memperdulikan kondisinya sendiri dan bergegas melayang kearah wanita tua.
Namun bagaimana mungkin Nalan Wangyu melepaskannya begitu saja! Tepat sebelum dia bergerak, energi hitam Nalan Wangyu menghantam punggung pemuda itu hingga membuatnya terbang jauh.
"Luo Er..." Roh jahat wanita tua berteriak ketakutan.
"Tunggu..." Tepat saat Belati Jiang Xingyu akan menikam wanita tua, tiba-tiba terdengar suara di benaknya dan Jiang Xingyu tanpa sadar menghentikan gerakannya.
Ini adalah suara roh cincin. "Ada apa?" tanya Jiang Xingyu berkomunikasi menggunakan pikiran.
"Tuan, jangan hancurkan mereka. Jika bisa, sebaiknya kau taklukkan mereka untuk kau gunakan dimasa depan." Ucap roh cincin.
Jiang Xingyu mengerutkan kening disertai ekspresi suram. Tidak mungkin ia melepaskan dua orang yang ingin membunuhnya!
Mengetahui pikiran Tuannya, roh cincin berkata lagi. "Aku tahu Tuan tidak mau. Tapi tidak ada salahnya mengampuni mereka untuk suatu kepentingan. Selain itu aku merasa sikap mereka tidak buruk. Mereka hanya serakah akan sesuatu yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan kultivasi mereka. Jika Tuan berhasil menaklukkan mereka, itu akan menjadi keuntungan Tuan."
__ADS_1
Mendengar ini, Jiang Xingyu memikirkannya lagi. Tentu saja ia bukan orang yang murah hati, tapi ia masih bisa berkompromi jika sebab dan akibat menguntungkannya.
Roh jahat wanita tua tidak tahu mengapa serangan gadis cantik tiba-tiba berhenti, meskipun demikian ia masih tidak mampu untuk melawan.
Nalan Wangyu kebingungan, tapi tidak bertanya karena ia tahu keponakannya pasti punya alasan.
Jiang Xingyu menatap wanita tua dengan dingin. Meskipun ia bisa mengampuni dan menerima mereka berdua, bukan berarti ia akan memperlakukan mereka dengan ramah. Lebih baik mereka bersikap patuh sampai amarahnya mereda. Jika tidak, ia tidak akan segan untuk menghancurkan keduanya terlepas dari sebab dan akibat.
"Paman, tolong bantu aku untuk mengawasi mereka berdua. Aku akan membawa Ning Zhi dan Ning Xia masuk dulu." Ucapnya.
"Baiklah." Nalan Wangyu mengangguk.
Kemudian Jiang Xingyu mendekati Ning Zhi dan Ning Xia. Membantu mereka berdiri dan memegang lengan mereka agar tidak jatuh. Walaupun terluka, mereka masih bisa berjalan sehingga ia hanya perlu menuntun mereka untuk masuk kedalam.
Ning Zhi dan Ning Xia tidak mengetahui identitas dua orang tersebut (roh jahat). Saat mereka merasakan keanehan yang tidak bisa dijelaskan, mereka tidak bertanya dan tetap diam sepanjang waktu.
Setibanya di dalam Rumah, Jiang Xingyu meminta Qing Bei dan Qing Jiao untuk membersihkan serta mengobati luka Ning Zhi dan Ning Xia.
"Nona, apa yang terjadi diluar?" Shen Qing bertanya dengan cemas.
Semenjak bertemu dengan Isterinya, penampilan Shen Qing berubah drastis. Selain jubahnya selalu rapi, kumisnya juga dicukur bersih. Memperlihatkan fitur wajah tampan yang tidak kalah dengan Pangeran Yuhao.
Tidak heran Shu Bingyi sangat menyukainya!
"Bukan masalah besar. Aku sudah menundukkan mereka, tapi aku harus keluar untuk menanyakan beberapa hal. Kalian semua tetap di dalam Rumah." Ucap Jiang Xingyu.
"Ya." Semua orang menanggapi secara bersamaan.
Setelah Jiang Xingyu keluar lagi, ia terkejut saat melihat sosok orang lain di lapangan beladiri.
Raja Chonglou? untuk apa dia kesini?
Sejenak ia merasa seperti ada yang salah. Udara penuh dengan hawa dingin yang semakin mencekam, bukan berasal dari roh jahat wanita tua dan pemuda, tapi sepertinya berasal dari Raja Chonglou?
.
.
_____Happy Reading_____
__ADS_1