-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
071 - Rencana Licik Dua Gadis Sombong


__ADS_3

Jiang Linyao dan pelayannya segera pergi menuju Kediaman Jendral Lin.


Setengah jam kemudian...


Gerbong berhenti di luar gerbang, karena instruksi dari Lin Jiayin bahwa Jiang Linyao tidak perlu melapor dulu, penjaga gerbang langsung membiarkannya masuk.


Beberapa hari yang lalu jejak telapak tangan di wajah Lin Jiayin telah menghilang, tapi ia sangat bosan karena tidak keluar selama berhari-hari. Saat ini ia sedang berjalan-jalan di halamannya dengan temperamen yang mudah tersinggung.


Bukan karena ia tidak ingin keluar, tapi orang tuanya yang melarangnya keluar dengan alasan takut ia akan membunuh Jiang Xingyu dan menyebabkan keributan lagi.


Lin Jiayin tidak menyangkalnya, namun demi mendapatkan izin untuk pergi keluar, ia berbohong dengan berpura-pura berjanji tidak akan membunuh Jiang Xingyu apalagi menyebabkan keributan.


Tapi Orang Tuanya tetap saja tidak mengizinkannya.


Karena sikap keras kepalanya, Ayahnya menugaskan sejumlah penjaga untuk mengawasinya.


Kediaman Jendral Lin merupakan Kediaman Militer, tentu saja para penjaga memiliki keterampilan beladiri yang tidak rendah.


Dengan kemampuan Lin Jiayin, ia bisa merobohkan dua penjaga, tapi tidak memiliki kemampuan melawan sepuluh penjaga sekaligus.


Jika ia tidak bisa keluar, maka ia akan membiarkan seseorang mengunjunginya.


Oleh karena itu ia menulis surat dan menginstruksikan seseorang untuk mengirimkannya pada Jiang Linyao.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, tamu yang di undangnya akhirnya datang.


"Jiayin, mengapa kau tiba-tiba memintaku datang menemuimu?" Jiang Linyao bertanya penuh semangat.


"Tentu saja karena Jiang Xingyu. Aku dengar dia tidak hanya kembali, bahkan berubah pintar?" Lin Jiayin menggertakkan giginya.


"Bukan hanya berubah pintar, tapi juga berubah sangat cantik. Aku khawatir posisimu sebagai kecantikan pertama Ibukota akan segera digeser olehnya." Kata Jiang Linyao.


"Tidak mungkin! Linyao, kau membohongiku kan? bagaimana mungkin si bodoh itu lebih cantik dariku?!" Lin Jiayin tidak bisa menerimanya dan takut hati Pangeran Yuhao padanya akan berubah.


"Faktanya seperti yang ku katakan." Ucap Jiang Linyao membenarkan.


Kemarahan Lin Jiayin semakin memuncak. Karena fakta bahwa dia kembali dan berubah cantik adalah sesuatu yang buruk baginya.


"Linyao, apa kau tahu mengapa aku tidak keluar akhir-akhir ini? itu karena hari ketika Jiang Xingyu kembali, dia mencegatku di sebuah gang terpencil dan memukuli wajahku hingga bengkak seperti kepala babi. Orang tuaku melarangku keluar dari Kediaman. Mereka takut aku akan membunuhnya dan menyebabkan keributan lagi, jadi mengurungku disini dengan pengawasan yang sangat ketat." Ia berkata dengan amarah tertahan.


"Apa?! Jiang Xingyu memukuli wajahmu? ini, bagaimana dia bisa mengalahkanmu?" Jiang Linyao tidak mengetahui hal ini, jadi sangat terkejut ketika mendengarnya.


"Pada saat itu kupikir dia adalah Hantu. Jika bukan karena aku sangat ketakutan hingga kehilangan akal sehat, bagaimana mungkin dia bisa mengalahkanku?" Lin Jiayin masih berpikir saat itu ia dikalahkan karena akal sehatnya terganggu.


"Aku tidak bisa menerima penghinaan ini. Jika bukan karena keluargaku mengawasiku dengan ketat, aku pasti akan membunuhnya! Aku akan menghancurkannya hingga berkeping-keping!" Ucapnya dengan senyum getir.


"Bukan hanya kau saja. Dia juga menampar wajahku dua kali dan membuat kakiku terkilir. Kau lihat dahiku? ini adalah ulahnya. Dia menendang batu kerikil hingga mengenai dahiku." Jiang Linyao juga mengeluh, membuka poninya untuk memperlihatkan memar di dahinya.

__ADS_1


Keduanya memiliki musuh yang sama. Tatapan mereka seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup.


"Linyao, aku memanggilmu karena masalah si bodoh itu. Aku tidak bisa keluar untuk saat ini, jadi semuanya kuserahkan padamu." Ucap Lin Jiayin dengan tatapan penuh harap.


"Apa yang kau ingin aku lakukan? aku tidak bisa mengalahkannya, jadi jangan memintaku untuk bertarung dengannya." Kata Jiang Linyao.


"Tenang saja. Ikutlah denganku." Ucap Lin Jiayin lalu berbalik dan berjalan menuju kamarnya.


Kemudian ia pergi membuka lemarinya dan mengambil sesuatu. Itu adalah sebuah botol porselen berukuran kecil, tidak sulit untuk menebak bahwa isi di dalamnya jika bukan bubuk tertentu, maka beberapa butir pil.


Kemudian menyerahkannya pada Jiang Linyao sambil berkata. "Ini adalah bubuk Trichosanthes. Jika dia terkena ini, seluruh tubuh dan wajahnya akan terkena ruam parah, gejalanya mirip seperti terkena cacar, namun bubuk Trichosanthes tidak menular dan tidak akan membuatnya kehilangan nyawa. Cukup taburkan bubuk ini pada makanan atau minumannya."


Sejujurnya ia tidak berani meracuni Jiang Xingyu dengan tangannya sendiri, jadi ia menggunakan tangan Jiang Linyao.


Sorot mata Jiang Linyao segera bersinar. Bahkan sudah membayangkan bagaimana wajah cantik Jiang Xingyu dipenuhi ruam menjijikkan dan berubah jelek.


Ia mungkin tidak memiliki kemampuan untuk mengalahkannya dalam pertarungan langsung, namun ia sangat mampu menjalankan rencana ini. Oleh karena itu ia segera setuju. "Baiklah! Serahkan masalah ini padaku."


Setelah itu keduanya berbincang-bincang sambil menikmati makan siang. Jiang Linyao segera kembali setelah menyelesaikannya.


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2