-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
112 - Menderita Luka Dalam


__ADS_3

Kekuatan internal perlahan memasuki Dantiannya, dan karena tidak sabar menunggunya stabil, Jiang Xingyu menarik nafas lalu membuka matanya secara tiba-tiba.


Secepat kilat! Belati Naga menembus udara dan menyerang Roh Jahat yang tengah menghisap vitalitas Fang Xinxin.


Tindakannya tidak diragukan lagi merupakan kejutan besar bagi Roh Jahat. Karena tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi, Ia diserang oleh Belati kecil.


Teriakan "Ah!" Terdengar sangat keras serta menyakitkan.


Setelah Fang Xinxin terbebas, tubuhnya jatuh tak berdaya ketanah karena kehilangan vitalitasnya.


Namun selama vitalitasnya tidak hancur, Dia masih akan pulih.


Oleh karena itu Jiang Xingyu membiarkannya untuk saat ini.


Roh Jahat terkena serangan Belati Naga dan membuat vitalitasnya rusak parah. Merasakan penindasan yang kuat, secara tidak sadar Ia ingin melarikan diri.


Namun bagaimana mungkin Jiang Xingyu membiarkannya melarikan diri dengan mudah? Dengan segera! Belati Naga menjeratnya lagi.


Roh Jahat berpakaian putih kusut dan berusia sekitar dua puluh tahun. Seorang Wanita yang memiliki wajah cantik, tentu saja jika mengabaikan seringai tanpa darah diwajahnya.


Kekuatan spiritual Roh Jahat tidak tinggi dan setelah di serang berulang kali, vitalitasnya semakin rusak hingga tidak memiliki kekuatan untuk melawan lagi.


"Nona, t-tolong maafkan aku..." Roh Jahat tidak menyangka Nona ini bukan hanya bisa melihatnya, tapi juga memiliki senjata yang begitu menakutkan.


Setelah mendengar suara permohonan, Jiang Xingyu memerintahkan Belati Naga untuk berhenti menyerang. Karena untuk saat ini Ia tidak bisa sepenuhnya mengalahkannya.


Dibebaskan dari jeratan Belati Naga, Roh Jahat tidak berani melarikan diri. Sebaliknya memandangi Nona cantik dengan ngeri.


"Lebih baik jangan biarkan aku melihatmu lagi. Atau jika kau berada disini dan menghisap vitalitas temanku, aku tidak akan berbelas kasihan lagi." Ketus Jiang Xingyu disertai ekspresi dingin.


"Ya, ya, aku tidak akan muncul disini lagi..." Roh Jahat tergesa-gesa menyatakan rasa takutnya.


"Pergi!" Ketus Jiang Xingyu.


Kemudian...


Setelah Roh Jahat sepenuhnya pergi, Ia memuntahkan seteguk darah kotor bersamaan dengan rasa sakit di dadanya.


Bahkan kini wajahnya berubah sepucat kertas.


"Xingyu, bagaimana keadaanmu?" Fang Xinxin sangat khawatir, namun tidak memiliki energi untuk bergerak.


Jiang Xingyu tidak menjawab, segera duduk bersila, menutup matanya dan merilekskan semua emosinya.


Sebelumnya Ia terpaksa menghentikan kekuatan internal yang belum sepenuhnya memasuki Dantian, oleh karena itu Ia mendapat serangan balik. Sekarang energi ditubuhnya begitu panas dan membuatnya sangat tidak nyaman.


Setelah selesai menstabilkannya, Ia membuka matanya kemudian menghampiri Fang Xinxin. "Bagaimana keadaanmu?"

__ADS_1


"Untungnya kau tepat waktu. Aku hanya kehilangan sebagian vitalitasku. Kau tidak perlu khawatir, aku akan pulih setelah beberapa hari." Kata Fang Xinxin.


"Baguslah." Baru saat inilah Jiang Xingyu menghela nafas lega, kemudian memintanya untuk lebih berhati-hati.


Setelah menyapa Ning Zhi serta yang lain, Ia beranjak pergi.


Karena kegelapan malam dan Ia menyapa dari kejauhan, mereka tidak melihat wajahnya yang pucat. Ia memang sengaja tidak mendekat agar mereka tidak mengetahuinya.


Namun sepertinya malam ini Ia ditakdirkan untuk mendapatkan masalah silih berganti.


Saat akan melewati Rumah Bordil, Ia bertabrakan dengan Pangeran Yuhao yang keluar dari Rumah Bordil bersama Yan Zihang dan Shu Yinfeng.


Sebelum sempat bereaksi, Pangeran Yuhao meraih pergelangan tangannya sambil bertanya disertai mata berapi-api. "Mengapa kau disini?"


"Lepaskan!" Ia sedang terluka dan secara alami emosinya tidak seperti biasanya.


"Mengapa Gadis sepertimu ada disini ditengah malam?" Pangeran Yuhao tidak melepaskannya, sebaliknya bertanya berulang kali.


"Urusanku! Kau tidak memiliki hak untuk ikut campur!" Ketusnya disertai ekspresi dingin.


"Kau adalah Tunangan Ben Wang! Dan setiap urusanmu akan mempengaruhi reputasi Ben Wang!" Pangeran Yuhao berkata, mengakui hal yang paling dibencinya.


"Heh! Jadi sekarang kau mengakuiku sebagai Tunanganmu?" Jiang Xingyu tertawa ironis.


Dan pertanyaannya membuat ekspresi Pangeran Yuhao semakin suram.


"Kenapa? ingin membunuhku?" tanyanya dengan senyum menghina.


Kekuatan tangannya semakin erat, seolah Ia benar-benar akan membunuhnya.


Jiang Xingyu mengerutkan keningnya karena kesakitan, tapi Ia tidak akan menunjukkannya.


"Hao..." Melihat ini, Yan Zihang dan Shu Yinfeng berencana memperingatkan Pangeran Yuhao agar tidak bertindak impulsif.


Saat mereka baru akan berbicara, suara seorang Pria tiba-tiba menyela. "Oh! Apa yang terjadi? siapa yang akan dibunuh?"


Suara yang terdengar menggoda, lucu dan bercanda. Tapi juga jahat serta sombong.


Hanya mendengar suaranya, bahkan tanpa melihat orangnya, mereka tahu siapa pemilik suara itu!


Suara yang begitu indah membuat ingatan Jiang Xingyu kembali segar. Selain Pangeran Yin, siapa lagi yang akan memiliki suara demikian?


Pangeran Yin mengenakan Jubah brokat berwarna perak, sosok ramping dilengkapi dengan fitur wajah tampan. Sepasang mata bunga Persik berkilau, senyum jahat disudut bibirnya, kipas bulu ditangannya bergoyang lembut sehingga membuat sosoknya terlihat ramah tamah.


Keseluruhan penampilan Pangeran Yin membuatnya kehilangan akal sehat lagi. Namun kali ini tidak lama karena Ia sedang menderita luka dalam, belum lagi pergelangan tangannya masih dipegang erat oleh Bajingan Pangeran Yuhao, membuatnya semakin kesakitan serta tidak nyaman.


"Salam, Pangeran Yin." Yan Zihang dan Shu Yinfeng segera menundukkan kepala mereka sebagai tanda salam.

__ADS_1


Pangeran Yuhao juga segera melepaskan pergelangan tangan Jiang Xingyu, kemudian menjelaskan. "Paman Kaisar telah salah paham. Saya tidak berniat membunuh siapapun."


"Oh! Mungkinkah telinga Ben Wang yang bermasalah? sehingga mendengar kata-kata yang salah?" Pangeran Yin memperlihatkan senyum cibiran.


Wajah Pangeran Yuhao berubah suram, namun Ia tidak berani membantahnya. Jika membantahnya, bukankah sama dengan mengakuinya?


Kemudian tatapan Pangeran Yin tertuju pada Jiang Xingyu, melihat wajahnya yang pucat, Ia bertanya dengan suara dingin. "Jika kau tidak berniat membunuh, lalu apa yang terjadi dengan luka dalam Nona Jiang?"


Pangeran Yin secara alami tahu bahwa luka dalam Jiang Xingyu tidak ada hubungannya dengan Pangeran Yuhao, Ia hanya ingin memasang topi hitam padanya.


"Apa?!" Pangeran Yuhao terkejut.


Tidak salah! Ia memang melihat wajahnya memucat dan nafasnya sangat lemah. Jelas Dia terluka.


Namun Ia bahkan tidak menyadarinya.


"Apa kau benar-benar terluka?" Ia mengerutkan keningnya dan bertanya acuh tak acuh.


"Sepertinya mata Pangeran sedang bermasalah!" Jiang Xingyu tersenyum ironis.


Mendengar kalimat kutukan, Pangeran Yuhao sangat marah, namun tidak lupa mencibir. "Seorang Gadis bukannya tidur nyenyak di Rumah, sebaliknya berkeliaran ditengah malam hingga terluka! Tidak tahu hal memalukan apa yang telah kau lakukan!"


"Ya! Aku memang melakukan hal-hal yang memalukan. Lalu apa yang akan kau lakukan? bahkan jika aku Tunanganmu, kau tidak punya hak untuk mengendalikanku!" Sorot mata Jiang Xingyu semakin dingin, suaranya terdengar lemah dan kulitnya menjadi lebih pucat.


"Kau..." Sebelum meluapkan kemarahannya, Pangeran Yuhao melihatnya memuntahkan seteguk darah dan kemudian tubuhnya terjatuh.


Ia sangat terkejut dan secara tidak sadar ingin menangkapnya, namun tindakan orang lain lebih cepat darinya.


Membuat alisnya berkerut tidak senang. "Paman Kaisar, Pria dan Wanita tidak boleh bersentuhan sembarangan. Dia adalah Tunangan saya. Biarkan saya yang membantunya."


Benar! Pangeran Yin lah yang menangkap Jiang Xingyu.


"Bukankah kau berkata tidak akan membunuhnya? Dia jelas menderita luka dalam yang sangat parah, tapi kau masih tidak membiarkannya pergi. Bukankah tindakanmu sama seperti membunuhnya?" ucap Pangeran Yin.


Kali ini suaranya benar-benar sangat dingin, apalagi matanya yang seperti Elang melesat langsung pada Pangeran Yuhao. Membuat Pangeran Yuhao bergidik ngeri.


Setelah mengatakannya, tanpa menunggu reaksi, Ia memeluk Jiang Xingyu secara horizontal dan terbang menghilang dalam kegelapan malam.


Kecepatan yang menunjukkan bahwa kekuatannya sangat luar biasa.


"Sial!" Umpatan keluar dari bibir Pangeran Yuhao, seraya melihat kearah dimana mereka menghilang. Sorot matanya gelap dan mengerikan, tidak ada yang bisa menggambarkan seberapa besar kemarahannya.


Ia berpikir sejenak lalu berkata. "Zihang, segera selidiki apa yang sebenarnya dilakukan Jiang Xingyu ditengah malam."


"Ya." Jawab Yan Zihang, kilatan kepahitan dan ketidakberdayaan melintas dimatanya, seolah Ia tidak ingin ikut campur dalam masalah ini.


.

__ADS_1


.


_____Happy Reading_____


__ADS_2