-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
066 - Identitas Terungkap


__ADS_3

Tentu saja Jiang Xingyu tahu bahwa Shu Yinxue tidak memberitahu keseluruhan ceritanya pada saudaranya.


"Apa?!" Suara kaget dan khawatir terdengar dari Bibi Rong. "Apakah Nona terluka?"


Jiang Xingyu menggelengkan kepalanya. "Bagaimana mungkin kucing berkaki tiga seperti Shu Yinxue menyakitiku?"


"Baguslah jika Nona tidak terluka." Bibi Rong menghela nafas lega.


Disisi lain. Shu Yinfeng juga terkejut. "Apa? Xue'er yang terlebih dahulu menggunakan Pedang untuk membunuh Wanita ini? tapi mengapa Xue'er tidak memberitahuku?"


Semua orang disekitar juga terkejut.


Sedangkan sekarang pikiran Pangeran Yuhao bukan ada pada masalah ini, tapi pada seorang wanita paruh baya.


Mungkinkah wanita ini adalah...


Berita bahwa Jiang Xingyu telah kembali, berita bahwa Dia tidak bodoh, berita bahwa Dia berubah sangat cantik... Ketiga berita ini tiba-tiba memenuhi pikirannya.


"Apa kau Jiang Xingyu?" walaupun sangat yakin, Pangeran Yuhao tanpa sadar masih bertanya.


Ketika pertanyaan ini keluar, semua orang lebih terkejut di bandingkan sebelumnya.


"Sungguh mengerikan bahkan Pangeran tidak bisa mengenali tunangannya sendiri." Jiang Xingyu menunjukkan ekspresi terluka.


Pangeran Yuhao mengerutkan kening seolah-olah tidak senang. "Huh! Jangankan Ben Wang, keluargamu mungkin tidak akan langsung mengenalimu."

__ADS_1


"Memang benar. Hanya saja, sekarang, apakah Pangeran dan Tuan Muda Shu akan membayar harga atas tuduhan kalian padaku?" ucap Jiang Xingyu dengan agresif.


"Apa yang kau inginkan?" Shu Yinfeng bertanya dengan wajah serius.


"Aku bukan orang yang berhati sempit. Selama kalian meminta maaf padaku disini, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi. Masalah ini akan selesai disini." Ucap Jiang Xingyu terdengar bijaksana.


Shu Yinfeng tertegun dan tidak menyangka gadis ini hanya menginginkannya meminta maaf. Padahal Ia sudah mengira Dia akan membuat segalanya menjadi sulit.


Walaupun tidak mau melakukannya, tapi Ia tidak punya pilihan lain. "Maaf, Nona Jiang. Aku menuduhmu tanpa menyelidiki kebenarannya. Tolong kemurahan hatimu dan lupakan masalah ini."


Setelah menunggu beberapa saat namun masih tidak tanggapan, Ia hendak mengatakan sesuatu tapi disela.


"Mengapa Pangeran diam saja? tidakkah Pangeran juga akan meminta maaf padaku?" suara Jiang terdengar bercanda.


Untuk seseorang seperti Pangeran Yuhao, membiarkan menundukkan kepalanya akan lebih menyakitkan dibandingkan menikamnya secara langsung.


Bagaimana mungkin sosoknya yang bermartabat menunduk pada orang biasa? terlebih pada gadis yang paling dibencinya?


"Jiang Xingyu, jangan keterlaluan!" Ucapnya sambil mencoba menahan amarahnya.


"Keterlaluan? bukankah Pangeran sendiri yang mengatakan bahwa setiap orang harus membayar kesalahannya sendiri. Pangeran juga menuduhku tanpa mengetahui kebenarannya, dan itu merusak reputasiku. Bukankah seharusnya Pangeran juga meminta maaf padaku?" Jiang Xingyu tidak marah, hanya saja suaranya terdengar semakin meremehkan.


Ternyata Pangeran Yuhao tidak cukup pintar.


Jika ingin memiliki citra yang baik, maka harus meminta maaf setelah melakukan kesalahan.

__ADS_1


Seseorang memiliki reputasi yang baik bukan karena telah melakukan banyak hal baik, tetapi karena orang itu mampu mengenali kesalahannya dan memperbaikinya.


Sedangkan Pangeran Yuhao tidak memiliki teori ini.


Benar saja! Ketika Jiang Xingyu mengatakannya, bukan hanya Pangeran Yuhao tidak menyadarinya, sebaliknya, hanya karena apa yang di sebut reputasi, Ia meremehkan. "Lucu sekali! Merusak reputasi? lalu seperti apa reputasi yang kau miliki hingga meminta seorang Pangeran untuk meminta maaf?"


"Oh! Jadi Pangeran tidak akan meminta maaf padaku?" Jiang Xingyu bertanya balik.


"Ben Wang tidak akan pernah meminta maaf!" Pangeran Yuhao menegaskan.


"Baiklah! Jika begitu aku tidak akan memaksanya." Jiang Xingyu menghela nafas tak berdaya, ekspresinya terlihat pasrah.


Pangeran Yuhao tersenyum bbangga


Namun Yan Zihang yang berdiri di sampingnya, justru merasa ada yang tidak beres. Menilai dari kejadian sebelumnya, Ia yakin Jiang Xingyu bukan seseorang yang bisa di ajak kompromi, juga bukan seseorang yang akan menyerah dengan mudah. Tapi satu hal, Dia seseorang yang sangat mampu merancang jebakan hanya dengan kata-katanya.


Jelas ini jebakan, namun Pangeran Yuhao bukan hanya tidak menyadarinya, tapi justru dengan mudahnya melompat sendiri kedalamnya.


Kemudian, dengan senyum sumringah di wajahnya, Jiang Xingyu membawa Bibi Rong pergi. Meninggalkan semua penonton yang masih tertegun.


Beberapa saat kemudian, apa yang dirasakan Yan Zihang memang benar-benar terjadi.


.


.

__ADS_1


______Happy Reading_____


__ADS_2