-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
023 - Selir Mo


__ADS_3

-Halaman Timur, Paviliun Utama, Taman Ou-


Seorang wanita sedang bersantai menikmati angin sepoi-sepoi. Mengenakan Hanfu brokat berwarna biru, usianya sekitar tiga puluh tahun dan memiliki fitur wajah anggun.


Wanita ini adalah Selir yang paling dihormati, Mo Lin Shuang.


Selir Mo berada dalam suasana hati yang baik karena kedua musuhnya sudah meninggal.


Pikirnya, karena sekarang Jiang Xingyu sudah meninggal, hari yang paling Dia nantikan akan segera tiba.


Di Kediaman Dia bisa menjadi yang paling dihormati. Tapi diluar sana statusnya masih seorang Selir rendahan yang selalu diabaikan.


Karena statusnya, tidak peduli apakah perjamuan Istana atau perjamuan di Kediaman Pejabat, Dia tidak memenuhi syarat hadir apalagi berteman dengan para Nyonya resmi.


Bahkan dalam kehidupan sehari-hari kedua puterinya sering direndahkan dan diejek oleh Nona-Nona sah lainnya.


Setahun lagi puteri pertamanya akan memasuki usia menikah, walaupun puterinya cantik dan berbakat, tetapi karena status puteri Selir, orang yang datang melamar hanya berasal dari kalangan Pejabat biasa.


Meskipun puterinya merupakan seorang Nona dari Jiang Mansion, statusnya tidak bisa dirubah dan tetap menyandang status puteri Selir.


Sebenarnya dengan statusnya sebagai Selir, Pejabat dari kalangan biasa yang datang melamar tidak akan membuatnya malu. Namun dimatanya yang selalu menginginkan posisi atas, bagaimana Dia bisa menerimanya?


Terlebih lagi puterinya menginginkan posisi Selir Pangeran. Jika tidak bisa, maka posisi Istri resmi dari kalangan Pejabat kelas tiga atau bahkan lebih tinggi lagi.


Kebetulan atau tidak tahu apa yang terjadi, Tuan Muda dari kalangan atas sangat tidak menyukai dua puteri Selir dari Jiang Mansion.


Masalah ini membuat Selir Mo sangat cemas. Karena masalah ini juga, ada atau tidak ada hubungannya dengan Jiang Xingyu, Dia menyetujui rencana puteri keduanya yang disusun bersama Nona Lin, yaitu membunuh Jiang Xingyu secara diam-diam.


Rencana pembunuhan disusun oleh Nona Lin, pembunuhnya juga Nona Lin. Jika sampai ditemukan, yang akan menanggung akibatnya adalah Nona Lin sendiri.


Saat Selir Mo tenggelam dalam pikirannya, Ia terganggu oleh suara berisik yang berasal dari luar Taman. Suara itu membuatnya mengerutkan kening. "Apa yang terjadi? mengapa sangat berisik?"

__ADS_1


Merasa terganggu, Ia kehilangan minatnya untuk bersantai lalu berjalan keluar Taman.


Begitu keluar dari Taman, Ia melihat sosok panik bergegas berlari kearahnya, membuatnya sangat terkejut dan secara refleks ingin menghindar, tapi sosok panik tersebut ternyata puteri keduanya, Ia berdiri terpaku sehingga terlambat untuk menghindar.


Ia diterjang oleh puterinya yang berlari kepanikan, tidak bisa menahan kekuatannya yang besar, Ia mundur beberapa langkah mundur.


"Yao'er, ada apa denganmu?" Selir Mo bertanya khawatir.


"Ah! Pergi! Jangan datang padaku..." Jiang Linyao sangat ketakutan.


Ia segera mendorong sang Ibu yang menurutnya terlihat seperti Hantu Jiang Xingyu.


Kemudian Ia berlari menuju kamarnya, naik keatas tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Nyonya..."


Selir Mo kehilangan keseimbangannya dan akan jatuh, untungnya ditangkap oleh Xiao Chi yang juga berlari mengejar Nonanya.


"Awalnya Nubi dan Nona berniat keluar jalan-jalan. Tapi sesampainya di gerbang, Nona dan Nubi melihat seorang wanita yang sangat cantik. Wanita itu menyebut dirinya sebagai Jiang Xingyu. Setelah mendengarnya, Nona terlihat ketakutan dan bergegas melarikan diri." Xiao Chi menjawab seperti yang diketahuinya.


"Apa?" Selir Mo kaget.


"Jiang XingYu kembali? tidak mungkin! Dia jatuh dari tebing dan sudah meninggal! Lagipula wajahnya sangat jelek..."


"Salah." Tiba-tiba wajah halus Jiang Xingyu lima tahun yang lalu, kembali muncul di benaknya.


"Xiao Chi, kau tetap disini dan jaga Yao'er. Aku akan melihatnya dulu." Ucapnya yang mengkhawatirkan puterinya, tapi juga sangat penasaran siapakah wanita cantik tersebut.


"Ya, Nyonya."


Kemudian Selir Mo bergegas keluar dari Halaman Timur.

__ADS_1


Disisi lain. Jiang Xingyu mengikuti ingatan pemilik tubuh untuk kembali ketempat tinggalnya yang berada di Halaman Utara.


Halaman Utara adalah Halaman terpencil yang terletak hampir berdekatan dengan Halaman Pelayan.


Halamannya kecil, pintu masuknya bukan berupa gerbang, tapi hanya sebuah pintu berukuran lima puluh meter persegi. Dan didalamnya terdapat tiga rumah sederhana.


Dipojok kanan Halaman ada pohon yang cukup besar dan dibawahnya dilengkapi satu meja batu bundar dan empat buah bangku batu.


Melihat Halaman sederhana dan sunyi, Ia menghela nafas kasar. Status pemilik tubuh terhormat, Nona Sulung dan Puteri Ming tingkat kedua. Tapi kehidupannya sangat menyedihkan dan tidak sesuai dengan statusnya.


Ia masuk kedalam namun tidak menemukan Bibi Rong. Jika tebakannya benar, setelah mendengar kabar dirinya menghilang, Bibi Rong pasti pergi mencarinya.


Ia mengkhawatirkan Bibi Rong, tapi tidak berencana keluar mencarinya. Alasannya karena saat melangkah masuk kedalam Halaman, Ia mendengar sejumlah pasang langkah kaki sedang menuju kearahnya.


Kecuali Selir Mo, Ia benar-benar tidak bisa memikirkan siapa yang akan mendatanginya secepat ini.


Benar saja! Tak lama kemudian Selir Mo datang membawa beberapa pelayan, tapi anehnya Dia tidak masuk.


"Kabarnya gadis bodoh itu sudah kembali. Jika begitu, kalian cepat masuk dan seret Dia keluar!" Selir Mo memberi perintah.


"Ya, Nyonya."


Karena para pelayan tidak mengetahui kebenaran tentang menghilangnya Jiang Xingyu, mereka masuk kedalam tanpa sedikitpun rasa takut.


Selir Mo mengikuti dibelakang.


"Nyonya, tidak ada siapapun didalam." Salah satu pelayan melapor.


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2