
Saat mengatakannya, Selir Mo menyadari reaksinya terlalu berlebihan, jadi ia segera berkata. "Tuan, maksudku, cederaku tidak akan menghalangi tugasku mengurus Kediaman. Aku hanya memerlukan waktu istirahat selama dua hari. Lagipula urusan Kediaman bukan sesuatu yang bisa dipelajari hanya dalam satu atau dua hari, jadi tidak perlu merepotkan Selir Jing."
"Benar, Ayah. Xin'er akan membantu Ibu Selir, pasti tidak akan terjadi masalah." Jiang Linxin buru-buru menambahkan.
"Baiklah!" Jiang Zhang Wei tidak terlalu memikirkannya. Lagipula apa yang dikatakan Selir Mo memang benar, jadi ia langsung menyetujuinya.
Tapi bagaimana mungkin Jiang Xingyu akan setuju?
"Ayah, jangan terburu-buru memutuskan. Dokter mengatakan cedera Selir Mo tidak ringan, selain perlu beristirahat selama waktu tertentu, juga tidak boleh terlalu banyak berpikir. Jika tidak istirahat dengan baik, pasti akan meninggalkan gejala sisa. Selain itu Festival Peony sudah dekat, Saudari Qianxi masih harus melatih bakatnya,"
"Sebelumnya Puteri Yanning datang mengunjungiku dan mengatakan akan sering datang dimasa depan. Jika Puteri Yanning mengetahui saat Selir Mo terluka, masih harus mengurus Kediaman. Dia akan berpikir yang tidak-tidak. Selain itu orang yang tidak tahu akan berpikir kalau Selir Mo tidak ingin menyerahkan urusan Kediaman pada Selir lainnya. Aku takut Puteri Yanning akan melaporkan masalah ini pada Yang Mulia Permaisuri."
Kata-kata Jiang Xingyu membuat semua orang tidak berkutik, tidak ada dari mereka yang bisa menyangkalnya.
Faktanya Selir Mo hampir kehilangan kendali, untung saja ada Puterinya yang buru-buru menahannya.
Jiang Linyao juga ingin meledakkan amarahnya, namun saat mengangkat kepalanya dan melihat tatapan tajam Saudarinya, ia menahannya lagi.
"Apa? Tuan Puteri datang ke Kediaman?" Jiang Zhang Wei terkejut, seperti tidak mengetahuinya.
Namun kapan Yu'er berteman dengan Tuan Puteri? jika demikian, masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Jika benar demikian, Tuan Puteri mungkin akan melaporkannya pada Yang Mulia Permaisuri, Jiang Mansion pasti akan berada dalam masalah.
"Ya, Ayah. Saat Tuan Puteri mengunjungiku, kebetulan Xi'er ada bersamaku. Tuan Puteri sangat menyukai Xi'er, bahkan meminta Xi'er memanggilnya dengan sebutan Saudari." Jawab Jiang Xingyu, juga mengubah panggilannya pada Puteri Yanning.
"Jika Tuan Puteri menyukai Xi'er, ini pasti berkah kebaikan yang dilakukan Xi'er dikehidupan sebelumnya, juga berkat Nona Sulung." Selir Jing sengaja menambahkan, tapi satu hal yang pasti, ia sangat bahagia dengan berkah ini.
Jiang Zhang Wei menyadari Yu'er dan Selir Jing sengaja mengatakan kalimat ini padanya. Sekarang ia yakin Yu'er berada di pihak Selir Jing.
Hal ini bukan masalah untuknya. Lagipula jabatan Saudara Laki-laki Selir Jing sudah meningkat selangkah demi selangkah dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu jika Tuan Puteri benar-benar menyukai Xi'er, maka ia harus memikirkannnya lagi. Dibandingkan Selir Jing yang sekarang memiliki banyak pendukung, dukungan Selir Mo memang tertinggal jauh.
Melihat kebimbangan diwajah Suaminya, hati Selir Mo sedikit bergetar, mungkinkah...
Benar saja, kalimat selanjutnya yang diucapkan Suaminya..
"Yu'er benar. Untuk beberapa waktu kedepan Selir Mo harus beristirahat dengan baik, Xin'er juga harus berlatih dengan baik untuk persiapan Festival Peony, urusan Kediaman sementara waktu akan diurus oleh Selir Jing." Jiang Zhang Wei memutuskan.
__ADS_1
"Tapi Tuan..." Selir Mo tidak bisa menerimanya.
Jiang Linxin tiba-tiba terduduk lemas, walaupun keputusan Ayahnya terdengar peduli pada Ibunya, tapi ia tahu faktanya tidak demikian. Kali ini Ayahnya benar-benar mulai mendukung Selir Jing.
Alasannya karena Selir Jing memiliki dukungan Jiang Xingyu dan Puteri Yanning.
"Ayah..." Jiang Linyao tidak bisa menerimanya, hanya setelah satu kata terucap, Saudarinya menariknya dan menatapnya dengan mata peringatan. Akhirnya ia tidak mengatakan apapun.
"Baiklah, itu saja." Jiang Zhang Wei menyela tidak sabar, menatap Selir Jing dan berkata. "Kau harus mulai belajar mengurus Kediaman. Jika ada yang tidak kau mengerti, kau bisa bertanya pada Selir Mo. Ingatlah jangan mengecewakanku."
Kalimat ini membuat Selir Mo dan yang lainnya tertekan lagi, mereka tidak bisa menyatakan keberatan dan hanya bisa menelan kepahitan.
Disisi lain Selir Jing sangat bahagia, tapi ekspresinya tidak berlebihan, tidak sombong dan tetap sopan. "Terima kasih, Tuan. Selir akan berusaha sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan Tuan."
"Baguslah." Jiang Zhang Wei sangat puas melihat reaksi Selir Jing, samar-samar sikap serta tindakannya memiliki keanggunan seorang Nyonya.
Namun ia menggelengkan kepalanya, tentang posisi Nyonya ia masih harus memikirkannya lagi, siapakah yang pantas antara Selir Mo dan Selir Jing.
Kemudian ia mengarahkan pandangannya pada Puteri keempatnya dan dengan lembut berkata. "Apakah Xi'er sudah belajar Kaligrafi, Melukis, Catur dan keterampilan Guqin?"
Menghadapi Ayahnya, Jiang Qianxi merasa gugup hingga jawabannya terdengar takut-takut. "Menjawab Ayah, Xi'er sudah mempelajarinya."
"Ya, Ayah." Jiang Qianxi segera menanggapi.
Pemandangan percakapan sepasang Ayah dan Anak seperti ribuan jarum yang menusuk hati Selir Mo dan kedua Puterinya, sangat menyakitkan namun tidak bisa berbuat apapun.
Kemudian Jiang Zhang Wei melangkah pergi.
"Baiklah, kita tidak akan mengganggu istirahat Selir Mo. Harap Selir Mo menyerahkan kunci Gudang pada Selir Jing." Jiang Xingyu tersenyum lembut.
Hanya saja semakin bersikap seperti ini, semakin membuat Selir Mo dan Kedua Puterinya sangat kesal.
"Jiang Xingyu, jangan terlalu berlebihan!" Selir Mo tidak bisa menahan amarahnya.
"Apa maksud Selir Mo? jika Selir Mo tidak mau menyerahkan kunci Gudang, aku akan memintanya pada Ayah." Ucap Jiang Xingyu lalu berbalik hendak pergi.
"Tunggu..." Jiang Linxin buru-buru menghentikan. Dengan melawannya sekarang sama seperti memperburuk masalah.
Jiang Xingyu menghentikan langkahnya, berbalik dan tersenyum sangat manis.
__ADS_1
"Xin'er..." Selir Mo memanggil Puterinya disertai ekspresi ketidakberdayaan.
"Ibu, keluarkan kunci Gudang sekarang juga." Suara Jiang Linxin terdengar datar, tapi batinnya sangat sakit dan marah.
"Jiang Xingyu, kau..." Jiang Linyao tidak bisa menahannya lagi, Jiang Xingyu bukan hanya merampas hak Ibunya, bahkan meminta Ibunya menyerahkan kunci Gudang.
"Kenapa aku?" Jiang Xingyu menyela dan menatapnya dengan mata dingin setajam pisau.
Ia tidak menghiraukannya dan hanya berkata. "Jika bukan karena kebodohanmu, Ibumu tidak akan mengalami situasi ini. Kau menyuruh Miaojie meracuniku, seharusnya kau bersyukur karena aku tidak mempersalahkannya. Jika kau merasa hidupmu terlalu santai, aku punya ratusan cara membuatmu kehilangan minat untuk hidup."
"..." Jiang Linyao terkejut hingga terlalu takut untuk mengatakan sesuatu.
Mendengarnya tidak akan mempermasalahkan perihal racun, Selir Mo dan yang lain juga mengungkapkan keterkejutan mereka. Apakah Jiang Xingyu sebaik ini?
"Ibu, cepatlah keluarkan kunci Gudang dan serahkan pada Selir Jing." Ketidaksabaran Jiang Linxin membuat suaranya lebih keras.
Tidak peduli seberapa enggannya, Selir Mo perlahan-lahan mengeluarkan kunci Gudang dari pelukannya.
Melihat ternyata kuncinya berada dalam pelukan Ibunya, Jiang Linxin segera mengambilnya dan menyerahkannya pada Selir Jing.
Selir Jing mengambilnya, wajahnya tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Kunci ini bukan sembarang kunci, melainkan simbol status dan tanggung jawab besar.
"Selir Jing, tolong jaga kuncinya dengan baik. Jika sampai hilang, kau tidak akan mampu menanggung konsekuensinya." Selir Mo mengingatkan dengan gertakan giginya. Bukan pengingat, tapi seperti ancaman.
"Selir Mo tidak perlu khawatir. Aku pasti akan menjaganya dengan baik." Selir Jing tersenyum dan sengaja menekankan tiga kata terakhir.
Tanpa menunggu Selir Mo dan yang lain bereaksi, Selir Jing membawa Puterinya pergi dan mengikuti dibelakang Jiang Xingyu.
Namun sebelum pergi, Jiang Xingyu memandang Selir Shu yang selalu menjadi orang tak terlihat, kemudian berkata. "Aku ingin Selir Shu dan Selir Jing bersama-sama memeriksa urusan Akuntan. Agar kedepannya tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan."
"Ya, Nona." Selir Shu segera menjawab, tidak ada keengganan dan tetap tenang.
Selama bertahun-tahun Selir Shu mengelola Akuntan Bisnis Kediaman, dalam istilah Modern disebut Akutansi, oleh karena itu Selir Shu sangat mengetahui tentang pengeluaran dan pemasukan Kediaman.
Ia juga percaya Selir Shu akan memberinya kejutan besar dan Akuntan yang dikelolanya pasti jauh berbeda dengan Akuntan yang dikelola Selir Mo.
.
.
__ADS_1
_____Happy Reading____