
Saat Chen Ziyue melihat kearah Jiang Xingyu, matanya bersinar sesaat, namun hanya menunjukkan rasa takjub saja.
Memang tidak mengenalnya, tapi Ia sudah berulang kali mendengar tentangnya. Ia pun bertanya dengan sopan. "Ini pasti Nona Jiang?"
"Ya. Aku tidak tahu siapa Tuan Muda?" secara alami Jiang Xingyu juga bersikap sopan.
"Dia adalah Chen Ziyue, Tuan Muda dari Keluarga Kementrian Perindustrian, dan teman Paman Yin." Kata Puteri Yanning memperkenalkan.
Kemudian ketiganya duduk lagi, mengobrol dan melanjutkan menunggu.
Setelah menunggu beberapa saat, Pangeran Yin datang diikuti oleh Feng Yuqie.
"Paman Yin, kau sudah datang." Puteri Yanning langsung berdiri guna untuk menyambut.
"Tuan," Chen Ziyue mengikuti dan menyapa dengan hormat.
"Ya." Ucap Pangeran Yin sesaat disertai ekspresi lembutnya.
Feng Yuqie mengetahui kalau Jiang Xingyu juga hadir, jadi reaksinya tidak berlebihan. Ia hanya memikirkan seperti apa adegan setelah Sahabatnya datang.
Memikirkannya saja sudah membuatnya sangat gembira.
Dan ketika Jiang Xingyu melihat Pangeran Yin, Ia tersesat lagi.
Jubah brokat berwarna perak, sosok ramping, fitur wajah tampan, sepasang mata bunga persik berkilau, senyum jahat di sudut bibirnya, kipas bulu ditangannya berayun begitu lembut, terlihat ramah tamah seperti Dewa yang datang ke Dunia Fana.
"Oh tidak! Pria ini terlalu tampan!" Batinnya yang sudah menggila.
Tentu saja Pangeran Yin menyadarinya, namun Ia tidak merasakan ketidakpuasan ataupun penolakan. Karena Ia telah menerima tatapan semacam ini di mana-mana.
Dan...
Tiba-tiba cairan hangat keluar dari hidung Jiang Xingyu, sebelum menyadarinya, teriakan Puteri Yanning terdengar lebih dulu. "Ah! Xingyu, ada apa denganmu? mengapa hidungmu mimisan?"
"Apa?" Jiang Xingyu tiba-tiba berdiri dan secara refleks mengkondisikan tangannya untuk mengucap ujung hidungnya.
Ketika melihatnya benar-benar darah, wajahnya seketika langsung memerah.
"A-aku pergi dulu dan akan segera kembali." Ucapnya panik lalu bergegas keluar ruangan.
"Ini sangat memalukan!" Batinnya.
Tapi tidak bisa menyalahkannya karena terlalu bodoh, yang harus disalahkan adalah Pangeran Yin yang terlalu tampan.
Pangeran Yin serta yang lainnya masih mempertahankan ekspresi terkejut, mereka bertanya-tanya kenapa Jiang Xingyu tiba-tiba mimisan?
__ADS_1
Tentu saja mereka tidak tahu kalau dia telah terpesona oleh ketampanan Pangeran Yin hingga mimisan. Jika saja mengetahuinya, mereka pasti tidak akan bisa menahan tawa.
"Ning'er, cepat temui dia." Pangeran Yin yang pertama kali bereaksi.
"Oh." Setelah menanggapi, Puteri Yanning segera menyusul.
Hanya setelah mengambil satu langkah, teriakan terdengar dari Koridor di luar Ruangan VIP, dan seketika juga semua orang bergegas keluar.
Di ujung koridor, Jiang Xingyu yang berlari terburu-buru telah menabrak seseorang. Yang mengejutkan semua orang bukan tentang tabrakan tersebut, tapi mengenai orang yang ditabrak.
Tidak perlu menebak, orang yang ditabrak secara kebetulan adalah Pria dingin Yuwen Junxiu.
Semua orang berpikir Yuwen Junxiu akan langsung melempar Jiang Xingyu. Namun kenyataannya menampar mereka begitu kejamnya.
Walaupun ekspresi Yuwen Junxiu sangat suram, walaupun tubuhnya mengeluarkan aura sedingin es, tapi saat melihat wajah seorang Gadis yang telah menabraknya, walaupun matanya memerah karena amarah, Ia tidak melakukan apa yang dipikirkan semua orang.
Wajah Jiang Xingyu membentur dada bidang Yuwen Junxiu dan bagian hidungnya yang paling menyakitkan telah menyebabkan air matanya mengalir tanpa Ia sadari.
Suara dingin "Minggir" terdengar diatas kepalanya, Ia pun sangat terkejut mendengar suara yang akrab.
"Mengapa harus dia?" batinnya. Ia segera mundur mengingat bahwa kali ini memang salahnya.
Secarik kecil pakaian Yuwen Junxiu bernoda darah, tapi karena darah merah bertemu dengan pakaian berwarna ungu, yang terlihat hanyalah warna hitam.
Yuwen Junxiu menundukkan kepalanya dan melihat bercak kecil darah di dadanya, ketika Ia melihat darah di hidung Gadis yang menabraknya, ekspresinya menjadi lebih gelap.
Semua orang merasa tidak mungkin!
Mengapa? karena Yuwen Junxiu adalah psikopat kebersihan! Belum lagi pakaian bernoda darah, kalaupun bernoda hal kotor lainnya, Dia akan membuangnya begitu saja! Apanya yang harus dicuci?
Hanya saja...
Mereka melihat Yuwen Junxiu melepas pakaiannya dan melemparkannya pada Jiang Xingyu. "Jika kau tidak bisa mencucinya hingga bersih, kau harus membeli yang baru sebagai kompensasi."
Ia tidak ingin memakai pakaian yang bernoda darah walaupun hanya sesaat, lagipula lapisan jubah bagian dalamnya juga bisa dikenakan diluar.
Kemudian Ia sedikit mendorong tubuh Gadis mungil didepannya kepinggir, lalu berjalan menuju Ruangan VIP.
Setelah Jiang Xingyu menerima pakaian yang dilemparkan padanya, Ia menuruni anak tangga kemudian berjalan ke Halaman belakang di lantai pertama. Sambil mencuci darah di hidungnya, Ia juga harus mencuci pakaian milik Pria menyebalkan itu.
Sedangkan tak lama kemudian Puteri Yanning menyusulnya.
Di Ruangan VIP, semua orang duduk mengelilingi meja. Makanan belum disajikan karena Jiang Xingyu dan Puteri Yanning belum kembali.
"Kenapa Ning Rui belum datang?" Feng Yuqie bertanya.
__ADS_1
Segera! Sebuah suara antusias menjawab. "Aku disini." Pintu terbuka dan Ning Rui masuk dengan seikat manisan di tangannya.
Feng Yuqie menggerakkan sudut bibirnya. Benar juga! Bagaimana mungkin seorang foodie seperti Ning Rui akan melewatkan makan besar di Restoran Chilan?
"Paman Guru, Saudara Feng, Tuan Yin, Tuan Chen." Ning Rui dengan hormat menyapa setiap orang, lalu berjalan ke tempat duduk disebelah Paman Gurunya.
Melihat meja yang kosong, tidak! Itu tidak kosong karena masih ada teko teh dan beberapa cangkir, serta lengkap dengan beberapa piring kue. Lantas Ia pun bertanya. "Apakah kalian menunggu kedatanganku sebelum menyajikan makanan?"
Mendengar pertanyaan begitu percaya diri, semua orang berpaling seakan-akan meremehkan.
Reaksi mereka pun membuat Ning Rui kebingungan. "Apakah tidak? lalu?" batinnya.
"Ada juga Puteri Yanning dan Jiang Xingyu. Mereka pergi sebentar dan akan segera kembali." Kata Feng Yuqie.
"Ah!" Ning Rui menanggapi dengan heran. "Jiang Xingyu? apakah dia harus makan dengan Paman Guru lagi?"
Beberapa orang bereaksi berbeda saat mendengar ucapan yang sepertinya tidak disengaja. Juga membuat Yuwen Junxiu mengerutkan kedua alisnya.
Ning Rui begitu ketakutan hingga segera menutup mulutnya, menundukkan kepalanya, memakan manisannya sambil berpura-pura bodoh.
Ketika ketiga orang memperhatikan tatapan sinis dari seorang Pria tertentu, mereka menjadi antusias. Pangeran Yin pun bertanya. "Hei, mari kita bicarakan, apa yang sebenarnya terjadi?"
Ekspresi Yuwen Junxiu berubah gelap lagi, setelah melirik Pangeran Yin sekilas, Ia mengabaikannya sambil meneguk secangkir teh.
"Hei, ayo bicara..."
"..."
Tidak peduli dengan semua pertanyaan yang di tujukan padanya, Yuwen Junxiu tetap menutup mulutnya. Membuat Pangeran Yin dan yang lainnya tergelitik rasa ingin tahu.
Di Halaman Belakang di lantai pertama, saat Jiang Xingyu sedang mencuci sepotong pakaian Pria, Puteri Yanning berdiri disampingnya seraya bertanya. "Xingyu, sepertinya setiap kali kau dan Tuan Yuwen bertemu, tidak ada hal baik yang terjadi."
"Memang seperti yang kau katakan." Sahut Jiang Xingyu begitu saja.
"Memang Paman Yin yang paling terbaik. Tidak ada hal buruk apapun setiap kali aku bertemu dengannya. Apalagi Paman Yin tidak menakutkan seperti Tuan Yuwen." Kata Puteri Yanning disertai ekspresi bangga.
Sesungguhnya Jiang Xingyu tidak bisa membedakan. Tetapi untuk saat ini Pangeran Yin memang lebih mudah diajak berteman daripada Pria itu.
Setelah pakaian yang dicucinya terlihat sangat bersih, Ia segera membilasnya.
Namun hanya bisa ditempatkan di Halaman Belakang untuk sementara waktu, matahari hari ini sangat terik hingga seharusnya akan mengering dalam waktu yang singkat.
Kemudian Ia kembali ke Ruangan VIP bersama Puteri Yanning.
.
__ADS_1
.
______Happy Reading______