365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
99# Hotel itu milik Raka


__ADS_3

"Hmmmm, Mas siapa tadi namanya?" Tanya Raka dengan wajah yang menyelidik.


"Raka," Sahut Raka seraya tersenyum ramah kepada Athar.


"Oh, benar hanya sekedar teman dengan kakak saya?" Tanya Athar lagi.


Raka terlihat salah tingkah dengan pertanyaan Athar. Satu sisi, Queen memperkenalkan dirinya hanya sebatas teman. Satu sisi lain nya, dirinya adalah kekasih Queen. Entah mengapa Queen memperkenalkan dirinya hanya sebatas teman kepada Athar.


Raka tidak mau salah berbicara, maka ia pun memilih jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Athar.


"Saya menyukai Queen. Saya sedang berusaha meyakinkan dirinya," Ucap Raka.


Athar mengangguk paham dan menyenderkan punggungnya di senderan sofa berwarna maroon tersebut.


"Jadi begitu...." Ucap Athar.


"Iya," Raka tersenyum canggung.


Pintu ruangan itu pun terbuka. Raka dan Athar menatap ke arah pintu dan melihat Queen yang sedang memandangi mereka berdua.


"Athar,"


"Ya kak?"


"Mau liat Kimmy?" Tanya Queen dengan mata berbinar.


"Mana? Mau dong," Ucap nya seraya bergegas menghampiri Queen.


"Eh, sebentar ya Raka," Ucap Queen.


Raka hanya tersenyum dan mengangguk.


Queen dan Athar pun meninggalkan ruangan itu. Kini, tinggal lah Raka sendirian di ruangan itu.


Raka mulai menatap gaun pengantin milik Queen yang terpajang di manekin. Ia beranjak dari duduknya dan menghampiri gaun indah bertabur butiran batu kristal itu.


Ia menyentuh gaun itu, lalu tersenyum sendiri. Raka mulai berfantasi, bila Queen mengenakan gaun pengantin tersebut. Lalu, ia sebagai mempelai Pria nya dan mereka pun bersanding di pelaminan.


"Ahhhh...! Pikiran apa ini? Belum tentu juga dia mau menikah sama gue," Gumam Raka, seraya menggeleng-geleng kan kepalanya.Lalu, lelaki itu kembali duduk di sofa dan menunggu Queen kembali ke ruangan itu.


Tidak lama kemudian, Queen kembali keruangan nya dan duduk di hadapan Raka. Raka menatap Queen dengan wajah yang sendu, ingin sekali ia bertanya mengapa Queen mengenalkan dirinya hanya sebatas teman dengan Athar.


Tetapi, Raka mengurungkan niatnya untuk bertanya. Ia takut bila ia terlihat sangat butuh pengakuan. Yang harus Raka lakukan saat ini adalah, fokus dengan tujuan nya. Yaitu, meyakinkan Queen untuk mau menikahi dirinya.


"Ngobrol apa tadi sama Athar?" Tanya Queen seraya tersenyum menatap Raka.


"Hanya perkenalan saja." Ucap Raka.


"Oh,"


Lalu, mereka saling diam. Ada perasaan bersalah di hati Queen karena tidak mengakui Raka adalah kekasihnya. Queen terus menatap Raka yang tampak santai saja.


"Kamu tidak bertanya tentang...."


"Kamu bilang aku teman mu?" Potong Raka.


Queen menundukkan pandangan nya.


"Tidak apa-apa bila kamu belum siap mengakui aku."

__ADS_1


Queen kembali menatap Raka. Hatinya benar-benar merasa salut dengan lelaki yang duduk di depan nya itu. Bagaimana tidak, lelaki itu tidak ada emosi atau kesal sama sekali. Tidak juga cerewet untuk meminta penjelasan dari Queen. Tidak ada lelaki yang Queen kenal, mampu sedewasa itu selama ini.


"Raka, maaf... Sebenarnya aku masih malu karena selalu gagal saat membuka status hubunganku dengan orang lain, bahkan keluarga ku sendiri.


"Aku paham, kamu mau mengakui aku atau tidak, itu tidak masalah. Yang terpenting, kita sedang menjalani hubungan kita. Kita dalam proses saling mengenal lebih dalam lagi. Aku yakin, aku harus berjuang untuk menjadi suami mu, bukan kekasih mu. Tujuan ku mendekati dirimu dari awal itu. Bukan hanya menjadi sepasang kekasih saja."


Queen terdiam, Raka benar-benar dewasa dalam menyikapi segala buah pikir Queen. Segala masalah dan segala yang dihadapi mereka bersama.


"Raka.."


Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Athar pun masuk dengan wajah yang terlihat sangat bersemangat. Pembicaraan Queen dan Raka pun terpotong. Queen pun menatap Athar yang beranjak masuk ke dalam ruangannya.


"Bagaimana? sudah?" Tanya Queen.


"Sudah, Kimmy sedang berganti pakaian," Ucap Athar.


"Oh, bagus kan?" Tanya Queen lagi.


"Sangat bagus kak, terima kasih banyak."


Queen tersenyum puas, ia pun mengangguk dan meminta Athar untuk duduk disampingnya.


Tak lama kemudian, Kimmy pun menyusul keruangan itu.


"Kak, terima kasih untuk gaun yang indah itu ya kak," Ucap Kimmy dengan wajah haru, seraya menghampiri Queen.


"Sama-sama Kim, kakak tidak bisa memberikan kamu apa-apa. Yah, paling kakak hanya bisa memberikan gaun itu untuk kamu. Semoga kamu suka ya," Ucap Queen.


"Itu lebih dari apa pun kak, hadiah dari kakak adalah hadiah yang terbaik untuk pernikahan Kimmy."


Queen tersenyum mendengar ucapan Kimmy. Lalu, ia pun memeluk calon adik iparnya itu.


"Kakak bahagia kalau kamu dan Athar bahagia," Ucap Queen dengan tulus.


"Jadi, Mas Raka bekerja dimana?" Tanya Athar melanjutkan perbincangan dirinya dengan Raka yang sempat tertunda tadi.


"Hmmm, saya mempunyai usaha,"


"Usaha apa Mas?" Tanya Athar penasaran.


"Hotel," Ucap Raka dengan malu-malu.


Queen mengerutkan keningnya dan menatap Raka dengan seksama.


"Wow, hebat Mas. Hotel apa?" Tanya Athar lagi.


"Hotel X."


"Hotel X?" Tanya Queen dengan wajah yang tak percaya.


Raka tersenyum dan mengangguk pelan.


"Hotel itu milik kamu? Tanya Queen lagi.


"Iya..."


"Astaga....!" Ucap Queen sambil menggelengkan kepalanya, tak percaya.


"Kenapa kak?" Tanya Athar yang merasa bingung dengan sikap Queen.

__ADS_1


"Ah, enggak, gak ada apa-apa," Ucap Queen sambil memijat pelipisnya.


"Oh, hmmm.. kayak nya kami pamit dulu, masih banyak yang mau kami lakukan. Terima kasih banyak ya kak," Ucap Athar seraya beranjak dari duduknya.


"Sama-sama ya Thar, kalian hati-hati ya,"


Queen memeluk Athar dan mengusap punggung adik nya itu dengan lembut.


"Kak, pamit ya," Ucap Kimmy yang ikut beranjak dari duduknya.


Queen melepaskan pelukannya dari Athar dan kini memeluk calon adik iparnya itu.


"Terima kasih ya kak," Ucap Kimmy yang memeluk Queen dengan erat.


"Iya, kamu hati-hati ya..."


"Iya kak," Sahut Kimmy.


"Mas, kita tinggal dulu ya," Ucap Athar dan Kimmy.


"Eh, iya... hati-hati ya," Sahut Raka sambil menjabat tangan Athar dan Kimmy.


"Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam.." Sahut Raka dan Queen.


Setelah Athar dan Kimmy meninggalkan ruangan itu, Queen dan Raka mulai terlihat canggung kembali. Mereka terlihat bingung dengan apa yang akan mereka perbincangkan.


"Hmmm.. jadi kita makan siang?" Tanya Raka.


"Sudah sore,"


"Kalau begitu, jadi kita makan malam?" Tanya Raka lagi.


Queen menatap lelaki itu dengan seksama, lalu ia tertawa kecil dan kemudian menundukkan wajahnya.


"Kok ketawa?" Tanya Raka dengan wajah polosnya.


"Kamu lucu, hmmmm.. ya.. gitu.."


"Kok lucu?" Tanya Raka lagi.


Queen kembali menatap Raka, ia mulai tertawa geli. Melihat hal itu, tentu saja Raka ikut tertawa, tetapi tidak tahu apa yang sedang mereka tertawakan.


"Ah, apa pun itu, mau makan siang atau malam, atau pun makan sore. Ayo kita pergi, aku pun lagi pusing dan butuh teman bicara," Ucap Queen sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri meja kerjanya. Lalu, ia menyambar tas tangan dan blazer milik nya.


"Ayo," Ucap Queen dengan wajah yang terlihat bersemangat.


Raka beranjak dari duduknya dan menatap gadis itu dengan senyum di wajahnya.


"Ayo kita makan sore," Ucap nya sambil menggandeng tangan Queen.


Queen merapatkan bibirnya dan mengangkat kedua alisnya.


"Raka kamu lucu," Batin nya.


Diam-diam Queen tersenyum saat memandang tangan nya yang di gandeng oleh Raka yang berjalan di depannya.


"Tuhan, semoga dia memang jawaban dari segala doa ku selama ini." Batin Queen yang terus tersenyum saat melintas di depan para karyawan nya yang terus menatap dirinya dan Raka yang baru saja keluar dari ruangan itu, dengan bergandengan tangan.

__ADS_1


"Boss sedang jatuh cinta, saat yang tepat untuk minta naik gaji," Ucap seorang karyawan kepada sesama karyawan lain nya.


Mereka pun tertawa kecil dan ikut merasakan kebahagian saat melihat Queen tersenyum bahagia seperti itu. Selama ini, mereka belum pernah melihat Queen tersenyum seperti itu dan inilah yang pertama bagi mereka.


__ADS_2