
Taj Mahal merupakan salah satu situs warisan dunia. Bangunan megah ini terletak tepat di tepi sungai Yamuan, Agra. Menurut kisah di bangun nya Taj Mahal adalah, sebagai persembahan cinta seorang raja pada permaisurinya. Orang yang memerintah kan untuk membangun Taj Mahal adalah seorang pengeran dari Kekaisaran Mughal.
Kala itu, pangeran Shah Jahan, jatuh cinta dengan sorang perempuan bernama Mumtaz ul Zamani, seorang wanita biasa yang berkeliling menjajakan manik-manik dan kain sutra. Pangeran Shah Jahan pun menikahi dan menjadikan Mumtaz ul Zamani permaisuri ketiga di istana megahnya dan di beri julukan Mumtaz Mahal yang berarti “Perhiasan dalam Istana”.
Mumtaz Mahal menjadi istri yang paling dicintai oleh Shah Jahan dan mereka pun hidup dengan penuh cinta satu dengan yang lain nya, walaupun Mumtaz Mahal hanya seorang istri ketiga. Namun, pernikahan mereka berakhir pilu, Mumtaz Mahal meninggal saat melahirkan anak ke-14 nya. Kepergian Mumtaz Mahal, membuat Shah Jahan terpukul hingga berjanji tidak akan menikah lagi.
Maka dari itu, Shah Jahan membangun makam paling megah di atas kubur istrinya, sebagai bukti cinta sejati dari Shah Jahan. Yang saat ini kita kenal sebagai Taj Mahal.
Bangunan yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan ini cukup membuat para wisatawan terkagum-kagum atas kemegahan dan kemewahan nya. Bagaimana tidak? Sama seperti arti nama yang di berikan untuk Mumtaz ul Zamani, yaitu Mumtaz Mahal, Taj mahal di bangun begitu megah dengan marmer putih dan 43 jenis batu permata dan tanpa cela sedikitpun.
Queen dan Raka tiba di gerbang Taj mahal. Mereka harus membayar biaya yang cukup mahal untuk berkeliling di museum Taj Mahal. Mereka membayar sekitar 600.000-, rupiah untuk dapat menikmati keindahan Taj Mahal.
Tidak masalah bagi Raka ia langsung membeli dua tiket masuk untuk dirinya dan Queen. Seperti biasa, mereka berebut untuk saling membayar apa saja. Namun, laki-laki seperti Raka tidak akan membiarkan gadis nya membayar masing-masing, apa lagi membayar untuk dirinya.
Setelah tiket mereka dapatkan, seorang pemandu pun ditugaskan untuk mendampingi mereka berdua. Masing-masing dari mereka sudah menggenggam kamera mereka yang siap untuk membidik apa saja untuk diabadikan sebagai kenang-kenangan mereka pernah menjejakkan kaki di Taj Mahal.
Mereka berkeliling dan menemukan spot-spot yang luar biasa sambil mendengarkan kisah tentang Taj Mahal yang diceritakan oleh pemandu yang berjalan bersama mereka. Tak jarang, mereka meminta kepada pemandu untuk mengambil foto mereka berdua di spot yang menarik.
Setelah hampir dua jam berkeliling, pemandu itu pun sudah selesai menunaikan tugas nya. Maka, ia memberikan Raka dan Queen ruang dan waktu untuk menikmati sisa waktu mereka di Taj Mahal.
Mereka berdua pun memilih untuk beristirahat sejenak, beruntung, Queen sempat membawa air kemasan yang dapat mereka nikmati bersama saat beristirahat. Mereka memilih tempat untuk beristirahat di tepi kolam Taj Mahal. Yang membentang memanjang di sepanjang pelataran museum itu.
Mereka berdua menatap megahnya bangunan bersejarah di depan mereka dan sangat mengagumi nya. Lalu, Raka melirik Queen yang duduk disampingnya seraya meneguk sisa air mineral yang berada di genggaman nya.
"Cinta sejati, laki-laki memang seperti itu," Ucap Raka.
"Maksudnya?" Queen menoleh kepada Raka dan menatap lelaki itu.
"Ya, Mumtaz Mahal adalah istri ketiga. Namun, entah mengapa bisa menjadi cinta sejati dari Shah Jahan. Ajaib bukan? Lelaki memang seperti itu. Walaupun banyak wanita yang singgah selama hidupnya, namun ia hanya mencintai satu orang sepanjang hidupnya. Yang disebut cinta sejati seorang lelaki."
Queen terdiam mendengar ucapan Raka.
"Dikala lelaki mencintai dengan sepenuh hati, dia akan sangat patah hati bila wanita yang ia cintai itu pergi meninggalkan dirinya. walaupun, ada yang bisa menikah lagi, tetapi cinta nya tetap untuk cinta sejatinya atau bahkan tidak menikah lagi dan memilih sendiri menghabiskan sisa usianya. Begitulah..." Terang Raka.
"Dan kamu?"
Raka menatap Queen dengan seksama. Ia tidak mengerti dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Queen.
"Maksudnya?" Tanya Raka.
Queen tersenyum dan menundukkan pandangan nya.
"Masud ku, kamu gimana? Apakah kamu akan seperti itu?" Tanya Queen lagi.
Raka tersenyum dan menghela nafas panjang. Lalu, ia menatap Queen dengan seksama.
"Aku rasa, ibaratnya aku itu adalah Shah Jahan, dan kamu adalah Mumtaz Mahal." Ucap Raka dengan penuh keyakinan dan kejujuran di sorot matanya yang teduh.
Queen terdiam, ia terus menatap kedua bola mata Raka. Matanya memerah dan dadanya terasa sesak.
"Apa kamu yakin?" Tanya Queen lagi.
"Kenapa tidak, aku adalah lelaki. Aku tahu perbedaan cinta sejati dan cinta yang hanya singgah, Queen. Dengan mu, aku tidak ada emosi. Dengan mu, hatiku mengatakan aku harus berjuang. Denganmu, aku merasakan hidup ku lebih berwarna. Dengan mu, aku merasakan keikhlasan dalam berjuang, denganmu......"
__ADS_1
"Raka...." Potong Queen.
"Ya..?"
"Mari kita jalani..."
Raka terperangah dan menatap Queen dengan seksama.
"Jalani?"
"Ya, kisah cinta kita." Tegas Queen.
"Kamu tidak bercanda kan Queen?" Tanya Raka seraya beranjak dari duduknya dan berdiri di hadapan Queen dengan wajah yang semringah.
Queen tersenyum dan menatap Raka dengan tatapan penuh cinta.
"Aku sudah mulai mencintai kamu. Terima kasih sudah berjuang untuk ku. Terima kasih sudah meyakinkan aku bila cinta sejati itu ada."
"Alhamdulillah..!" Ucap Raka seraya mengusap wajahnya dengan kedua bilah telapak tangan nya.
"Kamu serius?" Tanya Raka dan berjongkok di depan Queen.
"Iya..." Queen mengangguk dengan pasti.
"Terima kasih Queen! Terima kasih!" Ucap Raka seraya memeluk Queen dengan erat. Ia hampir saja menangis, karena perjuangan nya selama ini tidak sia-sia. Ia berhasil membuat gadis yang begitu sulit ia dapatkan itu luluh dan menerima cintanya.
Hari ini, tepat di depan monumen lambang cinta sejati itu, hati mereka bersatu. Queen memilih untuk menerima dan membuka hatinya selebar-lebarnya untuk lelaki yang telah berjuang dan memperjuangkan dirinya itu.
Manusia dan isi dunia, adalah milik sang pencipta. Maka, bila sangat sulit didapatkan, mohonlah untuk dipermudah dengan sang pencipta. Hanya Dia lah yang mempunyai kuasa atas hati, takdir, jalan hidup, untung, rugi, hidup, mati, sakit, sehat dan apa pun itu. Masih kurang percaya?
Berserah, nikmati, ikuti jalan hidup ini. Bila ada yang tidak sesuai, berprasangka baik lah, bahwa sang pencipta tidak akan membuat kita kecewa berkali-kali.
Raka menggendong tubuh Queen dan berputar-putar di rumput tepat di tepi kolam itu. Hatinya terus berucap syukur dan ia berniat akan segera menghalalkan gadis dambaan nya itu.
"Aku cinta kamu," Bisik Raka.
"Aku pun juga," Ucap Queen.
Senyum bahagia, menghiasi wajah mereka berdua.
"Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye.
Tumne Na Jane Kya, Sapne Dikaaye.
Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye.
Tumne Na Jane Kya, Sapne Dikaaye.
Abh To Mera Dil, Jage Na Sota Hai.
Kya Karon Hai, Kuch Kuch Hota Hai.
Kya Rang Layee, Meri Dua.
__ADS_1
Ye Ishq Jane Kaise Hua."
(Tanpa sadar kau beri aku mimpi.
Kau mendekatiku, tersenyum dengan manis.
Tanpa sadar kau beri aku mimpi.
Hari ini hatiku tidak terjaga ataupun tidur.
Apa yang harus kulakukan, sesuatu telah terjadi.
Doaku telah terjawab.
Tuhan tau, kapan dan bagaimana aku jatuh cinta.
Aku heran, mengapa aku mendapatkan kedamaian dalam kegelisahan.)
Raka bersenandung lagu Kuch Kuch Hota Hai. Seraya terus membuai Queen dalam gendongan nya. Hingga akhirnya mereka berdua terjatuh diatas rumput dengan senyum yang semringah.
"Konyol ah, kamu kok hafal lagu India?" Tanya Queen dengan wajah yang memerah menahan malu karena mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang yang menyaksikan tingkah Raka yang membuai dirinya dalam gendongan.
"Itu kan lagu Kuch Kuch Hota Hai, soundtrack film jaman dulu." Ucap Raka dengan wajah yang terlihat sedikit konyol seraya tersenyum semringah.
Queen beranjak duduk di atas rumput dan menatap Raka seraya membersihkan rambut nya dari rerumputan kering.
"Sesuka itu kamu sama film nya, hingga kamu hafal lirik lagunya?" Tanya Queen tak percaya.
"Bukan, aku menghafal lirik nya setelah aku berencana mengatakan cinta di India ini, yang entah berapa kalinya kepada kamu." Ucap Raka yang ikut beranjak duduk di atas rerumputan.
Queen tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Raka.
"Apa nya yang lucu?" Tanya Raka dengan wajah yang polos.
"Norak asli!" Celetuk Queen.
"Biarin, yang penting di terima. wekkksss!"
"Gak jadi di terima!"
"Eh gak bisa gitu... kalau sudah ya sudah. Tidak bisa dibatalkan. Sampai kapanpun kamu menjadi milik ku. Sama seperti kisah cinta yang abadi Shah Jahan dan Mumtaz Mahal," Ucap Raka dengan penuh kemenangan.
"Ishhh.." Queen memajukan bibirnya dan membuang pandangannya.
"Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye." Raka mulai bersenandung kembali.
"Raka! Geli ah..! Gak sekalian, joget-joget di taman dan senderan di pohon?" Tanya Queen seraya menahan tawanya.
"Ayo... ide bagus," Raka menarik tangan Queen dan berjoget layaknya aktor India di film-film, di atas rerumputan itu.
"Rakaaaaaaaaa..! gak kenal ah.." Queen berlari menjauhi Raka.
"Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye, Queeen!!!!" Raka mengejar Queen seraya terus tertawa geli melihat ekspresi Queen yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya itu.
__ADS_1