
7 bulan kemudian..
"Raka..." Rengek Queen seraya menatap sepatu nya.
Raka menoleh, dan menatap Queen yang terlihat sedang kesulitan memakai sepatunya. Queen sedang duduk di tepi ranjang, terlihat lebih berisi dengan perut membuncit. Raka tersenyum dan beranjak dari depan cermin dan menghampiri Queen.
"Ya..? Sulit pakai sepatunya ya?" Tanya Raka.
Queen mengangguk dengan wajah yang terlihat lelah.
Bulan ini, tepat 9 bulan kehamilan Queen. Dirinya sudah sulit sekali untuk tidur dengan nyenyak, dan gerak nya pun sangat terbatas sekali. Perut besar itu menghalangi pandangan nya saat melihat kebawah dan setiap gerakan nya. Namun, meskipun begitu, Queen terlihat sangat bahagia, karena sebentar lagi, ia akan bertemu dengan buah cintanya dengan Raka.
Raka berjongkok dan memakaikan sepatu itu di kaki Queen yang tampak membengkak. Queen meringis, karena sepatu itu tidak muat di kakinya.
"Sakit Raka.." Keluh Queen.
Raka menghela nafas dan menatap Queen dengan seksama.
"Ini tidak muat sayang," Ucap nya.
Queen mengerutkan dagunya dan tampak murung.
"Aku gemuk sekali ya?"
"Ya enggak sih, tapi kan, namanya lagi hamil," Ucap Raka seraya tersenyum dan mengusap lembut perut buncit Queen.
"Jadi, aku pakai sepatu apa?" Tanya Queen.
"Sandal saja ya," Ucap Raka.
"Sandal yang mana? Semua sudah tidak muat,"
Raka terdiam, lalu ia melihat sandal milik nya yang berada di sudut kamar. Lalu, ia beranjak mengambil sandal itu dan memakaikan nya di kaki Queen.
"Nah... ini baru muat."
"Hah?" Queen beranjak dari duduknya dan melihat ke arah cermin. Benar saja, meskipun panjang sandal itu terlihat berlebih di tumit Queen, tetapi punggung kakinya terasa nyaman saat memakai sandal tersebut.
Raka tertawa geli, hingga ia menutupi mulutnya saat tertawa.
"Ih, aku jelek ya? Aku sudah tidak seksi ya?" Keluh Queen.
"Bu-bukan itu... " Raka terlihat salah tingkah.
"Ih, kamu mah begitu..! Sebel ah..kenapa harus tertawa melihat ku begini?" Queen melepas sandal itu dan beranjak keluar kamar.
"Yah, marah kan..." Raka buru-buru meraih tangan Queen dan menghadang Queen yang hendak keluar dari kamar mereka.
"Sayang, kita beli sandal yuk.."
"Ya, masuk mall nya bagaimana?" Tanya Queen.
__ADS_1
"Aku gendong mau?"
Queen mengulum senyumnya dan menundukkan pandangan nya.
"Atau mau pakai sandal aku dulu, tidak apa-apa kok. Pokoknya, apa pun yang kamu pakai, kamu terlihat sangat cantik di mataku." Ucap Raka.
"Gombal," Ucap Queen seraya mencebikkan bibirnya.
"Enggak kok," Raka tersenyum jahil.
"Tuh kan, senyum nya jahil! Gombal doang,"
"Enggak sayang,"
"Sebel ih,"
"Ih.. bumil ini ya," Tanpa Basa basi, Raka pun membopong tubuh Queen dan membawanya ke luar kamar.
"Raka! nanti jatuh!"
"Aku kuat kok," Ucap Raka. Baru saja sampai di depan pintu kamar, wajah Raka terlihat memerah.
"Iya, ternyata berat," Ucap Raka seraya menurunkan Queen dari gendongan nya.
Queen mengerutkan dagunya dan terlihat kesal.
Raka kembali tertawa dan menatap Queen dengan salah tingkah.
"Ya sudah, pakai saja sandal ku. Nanti kita tidak jadi pergi loh,"
Pagi ini, mereka akan pergi menjenguk Kimmy yang baru saja melahirkan sepasang anak kembar. Sejak semalam, Kimmy sudah menginap di rumah sakit, untuk menjalani operasi nya pada pukul 6 pagi. Dan saat ini, dua bayi kembar yang sehat sudah terlahir ke dunia. Kabar itu sudah sampai di telinga Queen dari Bunda yang sejak pagi sekali sudah menunggu di rumah sakit bersama dengan Tante Nia, Om Bobby dan juga Athar.
Sesampainya di rumah sakit, Kimmy baru saja dipindahkan ke ruang rawat inap. Sedangkan bayi mereka sudah berada di ruang bayi untuk di cek kesehatan nya oleh dokter anak. Terlihat Bunda Farah dan Tante Nia berdiri di ruang bayi dan sedang melihat cucu mereka di dalam inkubator, untuk menghangatkan suhu tubuh si kembar yang diberi nama, Gilang dan Ghita.
Terlihat raut wajah yang sangat bahagia dari wajah para orangtua yang baru saja mendapatkan gelar sebagai Nenek dan Kakek tersebut.
"Bun," Sapa Queen yang baru saja menghampiri mereka.
"Eh Queen.." Bunda memeluk Queen dan mengusap lembut perut Queen.
"Sebentar lagi cucu Oma yang ini mau keluar ya," Ucap Bunda dengan raut wajah yang semringah.
Raka hanya tersenyum dan ikut mengusap perut istri nya.
"Athar, selamat ya," Ucap Queen, seraya memberikan kado istimewa darinya untuk Gilang dan Ghita.
"Terima kasih kak," Ucap Athar, dengan wajah semringah ia meraih kado pemberian Queen.
"Selamat Bro.." Ucap Raka seraya memberikan pelukan nya kepada Athar.
"Terima kasih Bro," Ucap Athar dan membalas pelukan Raka.
__ADS_1
Mereka sama-sama melihat sang bayi kembar, lewat jendela kaca di ruang bayi.
Setelah itu, mereka semua melihat Kimmy yang sedang beristirahat di ruang rawat inap nya. Kimmy terlihat semringah saat melihat keluarga nya sudah berkumpul untuk memberikan dirinya selamat dan suport. Walaupun Kimmy terlihat mengantuk, tetapi ia terus berbicara, menceritakan pengalaman dirinya yang baru saja melahirkan buah hatinya.
Queen terlihat bersemangat saat mendengar cerita Kimmy. Karena beberapa minggu kedepan, ia akan menjadi seorang Ibu juga. Walaupun Queen tidak di operasi, namun, kebahagiaan Kimmy akan segera ia rasakan.
Tiba-tiba saja, Queen meringis, hingga membungkuk. Semua orang yang berada di ruangan tersebut pun terlihat panik.
"Kamu kenapa?" Tanya Raka seraya mencoba memapah Queen untuk duduk di sofa.
"Queen... kenapa nak?" Tanya Bunda yang juga langsung membantu Raka untuk memapah Queen.
"Gak tahu Bun, perutku sakit sekali," Ucap Queen.
Saat itu juga Bunda menatap Tante Nia yang mulai tersenyum jahil.
"Jangan bilang kalau Queen mau melahirkan juga," Ucap Bunda kepada Tante Nia.
Tanpa kata, Tante Nia terus tersenyum jahil. Karena dirinya mulai merasa menang dengan tebak-tebakan bersama dengan Bunda Farah.
Tante Nia, pernah menebak bila sejarah dirinya dan Bunda Farah akan terulang kembali. Yaitu, melahirkan di hari yang sama.
Byurrrrrr...!
Saat itu juga, air ketuban pun membasahi lantai dan sofa, dimana Queen sedang meringis kesakitan.
"Yes!" Ucap Tante Nia seraya beranjak dari ruangan tersebut untuk memanggil tenaga medis, karena Queen akan segera melahirkan.
Bunda Farah tampak terkejut dan khawatir. Sedangkan Raka, yang baru kali ini menghadapi istri yang akan melahirkan pun tak kalah panik. Bahkan, ia lebih panik dari siapapun yang berada di ruangan tersebut. Sampai-sampai, Raka pun ikut menyusul Tante Nia yang sedang memanggil tenaga medis.
Ayah Andra dan Om Bobby juga sangat panik. Mereka langsung memapah Queen yang kini semakin terlihat kesakitan. Sedangkan Athar, terlihat panik, antara istrinya yang terbaring dengan kakaknya yang akan melahirkan.
Beruntung, Raka dan Tante Nia datang bersama dua orang perawat yang sudah membawa kursi roda, dan seorang dokter yang akan memeriksa Queen.
Raka menuntun Queen untuk duduk di kursi roda, dan setelah itu mendorong kursi roda tersebut ke ruang bersalin. Sedangkan Bunda Farah dan Ayah Andra ikut mengiringi Queen.
Kini, diruangan tersebut tinggal Tante Nia, Om Bobby, Athar dan Kimmy saja.
"Kamu kenapa senyum-senyum?" Tanya Om Bobby kepada Tante Nia yang sedang beranjak mengambil tas tangan nya.
"Aku menang taruhan," Ucap Tante Nia seraya tersenyum lebar dan beranjak dari ruangan tersebut untuk menyusul Queen ke ruang bersalin.
Om Bobby tampak bingung dan ikut menyusul Tante Nia.
"Oh iya Kim, Thar, siap-siap kalian menikahi anak kalian sama anak nya Queen ya," Ucap Tante Nia seraya tersenyum puas.
Athar dan Kimmy terlihat bingung, lalu mereka berdua saling bertatapan. Setelah Tante Nia dan Om Bobby keluar dari ruangan itu, mereka pun mulai menyadari ucapan dari Tante Nia.
"Oh... kayak kita gitu maksud Mama," Ucap Kimmy.
Athar pun tertawa geli, dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ada-ada saja kelakuan orangtua kita," Ucap Athar.
"Yah, namanya keluarga ambyar!" Ucap Kimmy seraya tertawa geli sembari meringis menahan bekas luka di perut nya.