
Temaram cahaya obor di tepi pantai, menambah keromantisan suasana pada malam itu. Tepat di bibir pantai itu terlihat sebuah meja, lengkap dengan sepasang kursi. Di atas meja tersebut, sudah tertata alat-alat makan yang ditata oleh seorang pelayan dan sebuah lilin yang menyala untuk penerangan saat tamu sedang makan malam. Juga, terdapat setangkai bunga mawar yang tergeletak diatas meja, yang di bungkus dengan plastik bening yang di bentuk sedemikian rupa agar lebih menarik.
Raka duduk disana, menunggu Queen dengan wajah yang gelisah. Ia sangat khawatir bila gadis pujaan nya itu tidak datang menemuinya. Sedangkan ia sengaja mempersiapkan romantic dinner dengan bayaran yang sangat mahal kepada pihak resort tersebut. Karena romantic dinner tersebut hanya diadakan bila ada permintaan khusus dari tamu.
Seorang pelayan dengan pakaian yang rapi, sudah berdiri tak jauh dari meja tersebut dan siap untuk melayani makan malam Raka dan Queen. Ditangan pelayanan tersebut terselip sebuah alat komunikasi untuk berkomunikasi dengan pihak dapur resort. Agar mereka mengerti kapan harus mengeluarkan menu yang dibutuhkan oleh pasangan yang sedang makan malam tersebut.
Saking gelisah nya, Raka menggoyangkan kakinya dan melirik terus menerus ke arlojinya yang melingkar di tangan kanan nya.
"Apa dia tidak datang?" Gumam Raka, seraya mengigit bibirnya nya. Lalu, ia melemparkan pandangan nya kearah laut yang bercahaya biru terang yang berasal dari phytoplankton.
Raka beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati riak ombak. Ia membuka sandalnya dan merendam kakinya di air laut itu. Seketika kaki Raka terlihat bercahaya terang layaknya di kelilingi lampu.
Beberapa saat kemudian, Raka kembali melirik Arlojinya. Raka pun semakin gelisah, lalu ia memutuskan untuk kembali ke kursinya. Baru saja ia membalikkan tubuhnya, ia melihat Queen yang berdiri beberapa meter dari dirinya.
Gadis itu terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna peach polos, serta sandal tidak bertumit berwarna hitam. Rambut Queen di ikat ekor kuda, sehingga leher jenjangnya terlihat begitu sempurna.
Riasan yang sedikit mencolok sangat sempurna bagi Queen untuk makan malam itu, yang merupakan makan malam terakhir mereka di Maldives. Ditambah dengan giwang yang terlihat berkilau di telinga Queen, menambah kesempurnaan penampilan gadis itu.
"Hai," Sapa Queen seraya tersenyum manis kepada Raka.
Raka tertegun menatap gadis di depannya itu. Tanpa menjawab, ia berjalan mendekati Queen dan menatap gadis itu dengan seksama.
"Hai cantik, ku pikir kamu tidak akan datang,"
"Maaf, aku terlambat."
"Tidak apa-apa," Sahut Raka seraya tersenyum manis dan menggandeng tangan Queen, menuju ke meja yang sudah di persiapkan untuk mereka berdua.
Raka menarik kursi yang berdiri di atas pasir pantai itu dan mempersilahkan Queen untuk duduk disana. Setelah itu, ia berputar dan duduk di depan Queen.
Suasana romantis itu, membuat keduanya sedikit kikuk. Memang, ini bukan kali pertama mereka makan malam bersama. Hanya saja ini di Maldives! Kadar romantis yang mereka rasakan begitu luar biasa. Di tambah temaram cahaya obor dan cahaya dari phytoplankton di tepi pantai.
Kombinasi, warna kuning api obor, birunya cahaya di bibir pantai, suara riak dan tentunya aroma laut yang menggoda membuat suasana menjadi begitu mengesankan.
"Kamu sangat cantik malam ini,"
Queen mengulum senyumnya dan menundukkan pandangan nya saat mendengar pujian dari Raka.
Raka melambaikan tangan kepada pelayan dan pelayan tersebut pun mulai memberitahukan lewat alat komunikasi kepada pihak dapur resort untuk mengirimkan makanan pembuka untuk Raka dan Queen.
"Ini untuk mu," Raka menyerahkan bunga mawar merah kepada Queen.
Queen tersenyum dan meraih setangkai bunga mawar itu dari tangan Raka.
"Terima kasih," Ucap nya seraya tersenyum memandang bunga mawar merah itu.
Tak lama kemudian, menu makanan pembuka pun datang dan dihidangkan oleh pelayan yang khusus melayani Raka dan Queen.
Queen menatap menu tersebut dan membulatkan matanya.
"Deviled egg?"
"Ya," Sahut Raka yang terus menatap wajah Queen.
__ADS_1
"Aku suka sekali makanan pembuka ini," Ucap Queen seraya mengambil garpu dan pisau dari samping piring nya.
"Syukurlah, silahkan dimakan," Ucap Raka seraya tersenyum puas. Ia tidak salah memilih paket menu yang sesuai dengan selera Queen.
Mereka pun mulai menyantap makanan pembuka tersebut. Di iringi suara biola yang begitu syahdu.
Setelah mereka menghabiskan makanan pembuka, maka menu utama pun di hidangkan. Menu utama itu adalah makanan yang bersifatĀ afrodisiak, makanan tersebut meliputi tiram, almon, selasih, dan asparagus.
Mereka pun mulai menyantap menu utama tersebut sembari berbincang tentang rencana Queen melanjutkan perjalanan ke India.
"Kenapa kamu repot-repot memesan makan malam khusus?" Tanya Queen disela santap menu utama nya.
"Untuk kamu yang spesial, aku harus mempersembahkan yang spesial," Ucap Raka.
Queen menatap Raka dan ia pun menjadi salah tingkah. Pipinya memerah dan ia merapatkan bibirnya.
"Kok berhenti makan nya? Kamu jadi gak selera makan ya? Gara-gara aku ngegombal?"
"Oh jadi barusan gombal?" Queen memasang wajah ketusnya kepada Raka.
"Ya enggak sih," Raka tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
"Bukan apa-apa, nanti aku gendut loh saat pulang ke Jakarta. Memang kamu mau tanggung jawab?"
"Tanggung jawab lah, apa lagi kalau yang gendut perut nya saja." Celetuk Raka.
"Hamil maksud mu? Ih ini orang ya.. pikirannya..." Queen menatap Raka dengan tatapan yang sebal kepada lelaki itu.
"Apaan sih Raka!" Queen melotot kepada Raka.
"Hahahaha...! Uhuk... Uhuk...!" Raka tertawa hingga terbatuk-batuk. Lalu, ia meraih gelas berisi air mineral di sampingnya dan meminumnya hingga habis.
"Rasain!" Celetuk Queen dengan ekspresi wajah yang terlihat puas.
"Hehehe... kualat deh aku."
Queen mengulum senyumnya, lalu ia melanjutkan makan malam nya itu.
Makanan utama pun sudah habis, kini kembali dihidangkan di meja mereka makanan penutup. Tetapi, Queen tidak mau menyentuh makanan tersebut. Karena ia merasa sudah cukup kenyang dengan hidangan yang sudah ia santap sebelumnya. Queen lebih memilih menghabiskan juice strawberry miliknya. Sedangkan Raka menghabiskan hidangan penutup itu seraya terus menatap Queen.
"Ada apa sih? Lihat aku terus?"
"Tidak apa-apa." Sahut Raka. Seraya meraih juice milik nya dan meminumnya hingga tinggal setengah gelas. Lalu, ia bersandar di kursinya.
"Kamu jadi kan, menemani aku ke India?" Tanya Queen.
Raka tersenyum dan mengangguk dengan pasti.
"Ya," Sahutnya seraya beranjak dari duduknya.
"Queen.." Ucap Raka sembari meraih tangan Queen dan menuntun gadis itu untuk berdiri di hadapannya.
Queen terpana dan membalas tatapan Raka.
__ADS_1
"Ya?"
"Apa kamu sudah jatuh cinta kepadaku?"
Queen menundukkan pandangan nya, bibirnya tertutup rapat.
"Queen, aku tidak bisa berjanji muluk-muluk. Tetapi, jujur... aku hanya ingin bahagia bersamamu dan membahagiakanmu."
Queen kembali menatap Raka. Nafasnya mulai naik turun, jantung nya berdetak lebih cepat.
"Hmmm, Raka..."
"Sssttt..." Raka menempelkan jari telunjuknya di bibir Queen yang terlihat sexy dengan lipstik berwarna maroon tersebut.
Raka menatap bibir Queen dan ia mulai menarik pinggang Queen dan merapatkan nya ke tubuhnya. Dengan perlahan, Raka mendekatkan bibirnya ke bibir Queen.
"Raka, ingat... kita tidak bisa melakukan ini," Ucap Queen seraya mendorong secara perlahan tubuh Raka.
Raka terlihat salah tingkah dan menatap pelayan dan pemain biola yang terus menatap mereka.
"Terima kasih makan malam nya. Aku ngantuk," Ucap Queen seraya berjalan menjauhi Raka.
"Queen.." Raka berlari menghampiri Queen dan meraih tangan gadis itu.
"Queen maaf..."
"Tidak apa-apa," Sahut Queen yang berusaha tersenyum kepada Raka.
"Aku antar kamu ke cottage,"
"Tidak usah,"
"Tidak apa-apa, ayo." Raka menarik tangan Queen dan menggenggam nya dengan erat.
Queen pun menurut dan berjalan di belakang Raka.
Tidak ada pembahasan apa pun di antara mereka, hingga mereka tiba di cottage Queen.
"Terima kasih," Ucap Queen dan melepaskan tangan nya dari genggaman Raka.
"Aku minta maaf bila terus membahas tentang..."
"Good night Raka..." Potong Queen seraya membuka pintu cottage nya.
Raka hanya terdiam mematung menatap Queen yang langsung menutup pintu.
"Entah bagaimana caranya agar kamu jatuh cinta dengan ku Queen." Gumam Raka.
...
Queen menyenderkan tubuhnya di balik daun pintu itu. Ia menghela nafas panjang dan mendongak menatap langit-langit cottage itu.
"Maaf Raka, aku masih bingung dengan perasaanku. Aku sangat takut untuk terburu-buru mengambil keputusan untuk memulai hubungan baru. Walaupun aku mulai menyadari, bila aku mulai tertarik dengan mu. Maaf... maaf... maafkan aku..." Gumam Queen dengan air mata yang meleleh di pipinya.
__ADS_1