
Queen yang sedang berada di kamarnya, terlihat sedang berdandan dengan begitu sempurna. Ia memoleskan lipstik yang berwarna merah di bibirnya yang tipis. Warna lipstik itu terlihat perfect dengan warna gaun Queen yang berwarna hitam. Sedangkan Rambutnya ia tata sedemikian rupa, agar terlihat semakin elegan. Sedangkan sepatu, Queen lebih memilih high heels untuk melengkapi penampilan nya yang sempurna.
Tadi siang, Raka meminta Queen bersiap-siap untuk ia jemput pada pukul 7 malam. Raka hanya mengatakan akan mengajak Queen makan malam romantis. Tanpa mengatakan bila dirinya akan melamar Queen.
Raka sudah mempersiapkan kejutan untuk Queen, dan ia berharap semua akan berjalan sesuai dengan harapan nya.
Tepat pukul 7 malam, Raka sudah berada di rumah Queen. Sempat berbincang sesaat dengan Ayah dan Bunda, akhirnya mereka bisa berangkat ke restoran yang sudah di persiapkan oleh Mirna, sekretaris Raka.
Raka sempat terlihat gugup saat melihat Queen yang duduk disampingnya. Pikiran nya sudah tidak sabar untuk memberikan kejutan kepada gadis itu. Raka terus melirik Queen yang terlihat sedang fokus memandang kedepan.
"Bagaimana harimu?" Tanya Raka berbasa basi.
"Baik, kamu?"
"Baik," Sahut Raka.
Lalu, mereka berdua terdiam. Saking groginya, Raka tidak mempunyai ide apa pun untuk berbincang dengan Queen seperti biasanya.
Queen yang menyadari sikap aneh Raka pun melirik kekasihnya itu.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Queen seraya menatap Raka dari samping lelaki itu.
Raka menoleh dan tersenyum kikuk.
"Gak kenapa-kenapa," Sahut Raka.
"Aneh sih sikapnya," Ucap Queen lagi.
Raka tertawa dan mengusap puncak kepala Queen.
"Ih, rambutku berantakan nanti loh," Queen berusaha menghindari tangan Raka.
"Eh, iya.. maaf ya,"
"Kita mau makan malam dimana?" Tanya Queen penasaran.
"Ada deh," Sahut Raka seraya mengulum senyumnya.
Queen mengerutkan keningnya dan berhenti bertanya.
Mereka pun sampai disebuah restoran mewah yang terdapat di sebuah taman hiburan. Awalnya Queen merasa aneh, karena Raka membawa dirinya ke sebuah taman hiburan. Tetapi, setelah sampai di sebuah restoran yang berada tepat di pinggir pantai, ia pun tersenyum gembira. Karena restoran itu begitu nyaman dan terlihat tidak begitu ramai.
"Ayo," Ucap Raka sesaat setelah ia membukakan pintu untuk Queen.
Queen pun turun dengan memegang tangan Raka. Setelah itu, mereka pun melangkah masuk ke restoran tersebut.
Mereka pun di sambut dengan ramah, dan di berikan tempat yang spesial untuk tamu VVIP. Queen sempat melihat kesekeliling nya, di restoran itu hanya ada beberapa orang yang duduk menikmati menu yang ada di restoran itu.
"Kok sepi ya?" Tanya Queen.
"Gak tahu," Sahut Raka.
__ADS_1
Mereka pun mulai menyantap makan malam mereka yang baru saja dihidangkan. Mereka tidak menunggu lama, karena sudah reservasi sebelumnya, lengkap dengan menu yang menjadi pilihan mereka saat mereservasi tempat tersebut.
Live music pun mulai dimainkan oleh band yang sedang tampil di restoran tersebut. Beberapa tembang romantis pun di nyanyikan, hingga suasana terasa semakin romantis. Setelah makan malam selesai, mereka berdua pun berbincang seperti biasanya.
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir.
Satu tembang romantis dari penyanyi terkenal Yovie and Nuno, pun dinyanyikan oleh vokalis band.
Raka pun mulai menggenggam tangan Queen dengan lembut.
"Queen, tahu lagu ini gak?" Tanya Raka seraya menatap gadis pujaan nya dengan seksama.
Queen terdiam beberapa saat, mencoba mendengarkan dengan seksama, lagu yang dinyanyikan oleh band tersebut.
"Tahu, ini kan lagu super romantis banget. Siapa yang gak tahu," Sahut Queen seraya tersenyum.
Beberapa saat kemudian, terlihat Mirna sekretaris Raka dan beberapa orang yang membawa kamera untuk mengabadikan momen spesial Queen dan Raka pun muncul.
"Will you marry me?" Tanya Raka dengan wajah yang terlihat tegang.
"Raka..." Queen terperangah dan menutupi mulutnya yang terbuka lebar dengan kedua tangan nya.
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu.
Musik pengiring momen romantis itu terus dimainkan. Sorot mata yang mengisyaratkan penuh harapan terlihat jelas di kedua mata Raka.
Queen kembali menatap cincin itu dan lalu menatap Raka seraya tersenyum.
"Jadi ini, kenapa kamu tiba-tiba mengajak aku makan malam romantis?" Tanya Queen seraya tersenyum malu.
"Iya, terima ya..." Ucap Raka dengan wajah yang memohon.
Queen tersenyum lebar dan mengangguk dengan pasti.
"Yes i do," Ucap Queen.
__ADS_1
Sontak saja Raka melompat dan memeluk Queen dengan erat. Lalu ia mengecup kening gadis itu dengan lembut.
"Alhamdulillah!" Serunya.
Lalu, ia menyematkan cincin itu di jari manis Queen dan mengecup buku-buku tangan gadis itu.
Queen tertawa bahagia, ia tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan nya malam ini.
"Maaf ya, selama ini aku seperti tidak serius. Mengajak mu menikah tapi tidak membelikan kamu cincin. Sekarang, walaupun lamaran kita akan dilaksanakan malam Minggu nanti, ini hanya menjadi simbol, bila aku serius dengan mu, aku mencintaimu, dan sebagai permohonan maaf bila selama ini kesan nya aku tidak serius dengan mu," Bisik Raka.
Di pelukan Raka, Queen mengangkat wajahnya dan menatap Raka dengan wajah bahagianya.
"Tidak apa-apa, aku paham, aku mengerti," Ucap Queen dengan sorot mata bahagia.
Raka tersenyum dan mendekatkan bibirnya ke Bibir Queen. Sudah lama ia memendam hasrat untuk kembali mengecup bibir Queen lagi.
"Ini kesempatan, kangen," Batin nya.
Queen buru-buru menempelkan jari telunjuk nya ke bibir Raka.
"Belum resmi," Ucap Queen seraya tertawa nakal.
"Hufffffff...!" Raka menghela nafas panjang. Lalu, ia tersenyum jahil.
"Sekali aja,"
"Gak," Sahut Queen.
"Sekali aja, ya please.. ini momen romantis dan direkam loh. Biar kayak orang-orang," Wajah Raka terlihat sangat memohon.
"Enggak, orang ya orang, kita ya kita," Sahut Queen.
"Gitu ya,"
Queen mengangguk seraya tersenyum malu-malu.
"Kalau sudah nikah, jangan pernah menghindar bila aku cium," Bisik Raka lagi.
Queen menatap Raka dengan tatapan yang penuh arti.
"Kalau sudah menikah, aku yang akan mencium mu," Bisik Queen.
Raka terdiam, jantung nya berdegup kencang. Gelora asmara di hatinya meletup-letup hingga membuat pipinya memerah.
"Kamu nakal," Bisik Raka.
"Kamu juga," Balas Queen.
Mereka pun tertawa, dan sama-sama salah tingkah. Sebenarnya dua insan ini ingin sekali melakukan nya, hanya saja... mereka sama-sama sadar, melakukan setelah pernikahan, itu adalah hal yang paling tepat. Paling nikmat dan tidak ada perasaan berdosa sama sekali.
Mereka harus menahan itu semua, hingga mereka sah menjadi sepasang suami istri.
__ADS_1