365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
91# 300HMH


__ADS_3

Kamu boleh kecewa dengan apa yang tidak sesuai dengan ekspektasi mu. Tetapi, kamu tidak boleh berpikir negatif dengan ketidak sesuaian itu. Apa yang tertunda, apa yang gagal dan apa yang tidak sesuai dengan ingin mu, bukan berarti kamu telah 100% gagal!


Kegagalan adalah, saat kita berpikir negatif. Yang membuat kita terpuruk, menyalahkan, membenci dan lain sebagainya. Padahal, kegagalan, kecewa dan yang tertunda, bisa jadi menjadi jalan terbaik yang dipilihkan Tuhan untuk mu, untuk menghindari kamu dari segala macam masalah baru.


Tidak menyerah, itulah yang menjadi keputusan Raka, disaat niat baiknya diabaikan. Baginya, bukan berarti gadis yang dia sukai tidak menyukai dirinya. Bila Queen tidak menyukai dirinya, tidak mungkin Queen mau didekati oleh Raka.


Hanya saja, Raka mengenal Queen yang merupakan orang yang pernah terluka. Bukan anak baru besar yang biasa kita sebut sebagai ABG, yang asal menerima cinta dari seseorang, karena sedang berbunga-bunga. Lalu, ada cobaan sedikit, goyah lah iman nya dan memilih untuk bubar begitu saja.


Queen wanita dewasa yang sedang mencari pendamping hidup! Yang akan menemani dirinya sepanjang sisa usia yang ia miliki. Yang Queen butuhkan adalah, membangun sebuah keluarga dan memiliki keturunan yang akan ia didik kelak. Yang Queen lakukan itu bukan jual mahal, karena Queen sedang tidak menjual apa pun, yang ada pada dirinya. Yang Queen lakukan adalah sebagai wanita dewasa yang mempunyai tujuan hidup yang matang. Masa depan yang terperinci dan konsep kebahagiaan pada versinya.


Mencari pendamping, bukan membeli sebuah barang yang terlihat bagus, yang membuat mu sangat menyukainya hingga berbunga-bunga. Kamu beli dan kamu pakai saat kamu butuhkan. Bukan!


Mencari pendamping, kamu butuh meyakinkan dirimu. Memikirkan, apakah kamu bisa hidup dengan nya. Memikirkan apakah kamu bisa menerima kekurangan dan kelebihan nya. Memikirkan apakah kedepannya sifat dan sikap nya mampu kamu atasi, mampu kamu terima, mampu membuat mu memakluminya, mampu membuatmu bersyukur dan mampu membuatmu tetap dijalan NYA. Karena sekali kamu memutuskan untuk menikah, jalan hidup mu yang sedang kamu pertaruhkan.


Memang, tidak ada jaminan untuk mengambil jalan itu kita akan bahagia. Tetapi setidaknya, kamu tidak menderita dikemudian hari dengan apa yang menjadi keputusan mu sendiri.


Belajar dari pengalaman Bunda Farah yang memutuskan untuk menikahi Ayah Fajar, Ayah kandung dari Athar, adik tiri Queen. Orang yang terlihat baik, lurus dan sepertinya layak disebut family man. Ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi Bunda Farah. Justru orang yang membuat Bunda ragu, yaitu Ayah Andra lah yang mampu membuktikan bila dirinya adalah lelaki yang pantas untuk berbagi kehidupan dan cinta yang mudah-mudahan hingga akhir usia mereka.


Perjuangan sangat dibutuhkan dalam sebuah hubungan. Agar masing-masing mengerti. Cinta butuh pengorbanan, cinta butuh pembuktian bukan hanya kata-kata dan perlakuan romantis saja. Tanpa cinta pun bisa mengatakan dan melakukan sesuatu yang romantis, bukan begitu?


Banyak lelaki diluar sana yang mengobral kata cinta dan kata-kata manisnya. Perlakuan nya yang romantis mampu membuat para wanita terpedaya, lalu mati dalam perasaan cinta. Queen tidak ada waktu lagi untuk merasakan sakit itu. Dirinya sudah 30 tahun! Yang ia butuhkan adalah lelaki yang berjuang, agar mampu menghargai hubungan mereka dan teruji saat mereka sedang menghadapi masalah kedepan nya.


Queen berdiri di dermaga, sedangkan koper miliknya sedang di turunkan dari atas buggy car. Ia menatap ke arah cottage Raka. Ia melihat dari kejauhan lelaki itu sedang menunggu giliran buggy car untuk menjemput nya.


Buggy car yang baru saja Queen tumpangi pun beranjak untuk menjemput Raka. Hari ini, hanya mereka berdua yang akan chek-out dari resort itu.


Kurang lebih sepuluh menit kemudian, Raka pun tiba. Raka turun dari buggy car itu dan berjalan mendekati Queen yang sedang menatapnya.


Raka memberikan Queen senyum terbaiknya dan menyentuh pipi Queen dengan lembut.


"Siap untuk ke India?" Ucap nya seakan semalam, tidak ada sesuatu yang mengecewakan terjadi.

__ADS_1


Queen tersenyum dan mengangguk dengan perlahan. Queen pun merasa, betapa dewasanya lelaki yang sedang berdiri di depannya. Betapa lelaki itu sangat gigih berjuang untuk mendapatkan hatinya. Lelaki yang berjuang, tidak ada waktu untuk marah dengan wanita yang ia sukai. Itulah kenapa, Queen merasa, hari ini, untuk point kedewasaan, Raka sudah lulus uji. Lelaki itu sangat dewasa dan memang sedang benar-benar berjuang.


Apakah Queen akan luluh? Tentu belum. Masih ada ujian lain dari Queen. Yaitu hari-hari mereka di India.


..


"Halo jeung Farah, saya loh kangen. Kapan kita meet up ?" Tanya nyonya Amara lewat sambungan telepon nya dengan Bunda.


"Hai...! Jeung Amara, apa kabar? Saya juga kangen loh." Sahut Bunda, hanya sekedar berbasa basi. Sebenarnya ada yang aneh menurut Bunda, sehingga ia belum bisa bersikap tulus dengan nyonya Amara.


Nyonya Amara yang sebelumnya tidak pernah Bunda kenal, tiba-tiba seakan tahu semua tentang dirinya. Tentu saja, itu semua mengundang kecurigaan bagi Bunda Farah.


"Ayo kita ketemuan," Ucap nyonya Amara.


"Boleh, weekend ini ya... Saya ada acara perkumpulan dengan para sahabat saya di tempat biasa,"


"Di cafe kah?"


"Iya," Sahut Bunda Farah.


"See you.. "


"Assalamualaikum Jeung..."


"Waalaikumsalam.." Sahut Bunda seraya mengakhiri sambungan telepon tersebut.


"Siapa Bun?" Tanya Ayah yang sedang menyetir menuju ke acara kantornya bersama dengan Bunda.


"Itu loh Yah, wanita yang aku ceritakan minggu lalu. Amara namanya. Sepertinya ada yang aneh dengan nya."


"Aneh kenapa?" Tanya Ayah penasaran.

__ADS_1


"Aneh loh Yah. Dia bisa tahu aku dengan sangat baik. Terus sok akrab begitu. Hmmmm, Ayah bisa bantu aku mencari informasi tentang dia?" Tanya Bunda.


"Hmmm, informasi?"


"Iya Yah, informasi pribadi dia dan juga siapa dia sebenarnya. Bunda rada ngeri juga ada stranger yang sok akrab, terus bertingkah seolah sudah kenal lama gitu. Apakah dia punya niat buruk atau bagaimana kan kita tidak tahu. Syukur-syukur bila dia memang berniat akan menjadi kenalan dan bersilaturahmi." Terang Bunda.


"Kalau masalah informasi, kan Ayah jagonya toh? Ayah kan punya orang IT kan?" Ucap Bunda seraya mengedipkan matanya dan memasang wajah yang memohon dengan manja.


Ayah tersenyum dan mencubit pipi Bunda.


"Istriku ini ya... Kalau ada maunya, pasti memasang wajah yang imut seperti ini."


"Ih, Ayah kayak ABG deh.."


"Bukan Ayah yang kayak ABG, tapi istri Ayah yang kayak ABG. Ayah tuh merasa punya istri muda terus," Ucap Ayah seraya tersenyum genit.


"Ih... paling bisa deh dia bikin hati istri nya salah tingkah gak karu-karuan!" Ucap Bunda seraya mencubit paha kiri Ayah.


"Aduh... sakit tahu sayang... Agak keatasan dikit dong... Tapi jangan di cubit, di sayang-sayang saja." Ucap Ayah seraya tersenyum jahil.


"Sudah tua juga! Masih saja genit!"


"Kita itu muda selamanya. Tidak ada kata tua bagi kita," Ucap Ayah seraya mengecup pipi Bunda.


Bunda tersenyum malu-malu, pipinya memerah dan melirik Ayah dengan lirikan manjanya.


"I love you teman hidup ku," Bisik Bunda seraya merebahkan kepalanya di pundak Ayah.


"I love you too sayang ku," Sahut Ayah seraya membelai lembut rambut Bunda.


..

__ADS_1


“The perfect marriage is when two inperfect couple refuse to give up to one another”


(Pernikahan yang sempurna adalah saat dua orang yang tidak sempurna menolak untuk menyerah pada pasangannya)


__ADS_2