
Tepat pukul 9 pagi, Queen dan Tika turun ke lobby hotel. Mereka bersiap untuk sarapan bersama di restoran hotel tersebut.
Queen yang terbiasa tinggal di negeri tropis membuat dirinya kerap merasa kedinginan, pada musim dingin di Korea. Pagi ini, walaupun di kamar dan lobby menggunakan pemanas ruangan, Queen tetap merasa kedinginan. Ia memakai baju rajut dengan turtle neck berwarna maroon yang juga memakai dalaman yang tebal serta mantel berwarna cokelat. Sedangkan bawahan nya, Queen memakai legging tebal yang di balut dengan rok span jeans berwarna senada dengan baju rajut nya dan tidak ketinggalan, sepatu boots berbulu, lengkap dengan kaos kaki tebal yang membalut kedua kaki indah nya.
Queen menggandeng tangan Tika saat ia masuk kedalam restoran hotel itu. Mereka pun disambut oleh seorang petugas hotel yang mengecek tiket sarapan gratis mereka, karena mereka menginap di hotel tersebut. Setelah itu mereka dipersilahkan untuk masuk dan duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk mereka berdua.
Queen menatap daftar menu yang akan ia pesan. Walaupun di sana tertulis dengan huruf Hangul yang merupakan tulisan abjad asli Korea, tetapi beruntung, tepat di bawah tulisan Hangul tersebut, terdapat tulisan berbahasa Inggris. Jadi, mereka tidak akan salah memilih menu yang seharusnya tidak boleh mereka konsumsi.
Queen menjatuhkan pilihan pada menu sederhana yang sangat cocok untuk disantap pada pagi hari. Yaitu, Gyeran Jjim. Menu dengan bahan utama telur yang dikocok di mangkuk batu panas. Lengkap dengan sayuran seperti daun bawang dan wortel yang di kukus beberapa menit. Serta untuk minum nya, Queen lebih memilih air putih dan minuman penghangat badan, bernama Baesuk. Baesuk merupakan fruit punch yang dibuat dari buah pir kukus, jahe dan madu.
Sedangkan Tika, memilih menu bernama Kimchi Bokkeumbap. Menu ini terlihat mirip dengan nasi goreng khas Indonesia. Bedanya, Kimchi Bokkeumbap di campur oleh Kimchi, sayuran yang di fermentasi dengan bumbu khas Korea, serta ham, sosis, dan telur mata sapi. Sedangkan untuk minuman nya, Tika memesan minuman yang sama dengan Queen.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Queen dan Tika saling mengabadikan momen kebersamaan mereka. Mereka tampak sangat bersemangat sekali pada pagi yang berselimut salju itu.
Menu mereka pun datang, tanpa membuang waktu, Queen dan Tika langsung menyantap makanan yang terhidang di depan mereka. Makanan itu tidak terasa aneh di lidah mereka. Karena masakan Korea sudah menjamur di seluruh Indonesia. Jadi, mereka sudah tidak asing lagi dengan rasa yang khas dari bumbu yang tercampur di masakan tersebut.
Setelah berbincang beberapa saat setelah sarapan, mereka pun bergegas meninggalkan restoran itu dan berniat untuk kembali ke kamar untuk mengambil tas dan dompet mereka. Mereka berencana untuk pergi ke Bukchon Hanok Village, yang merupakan kampung tradisional yang berada di tengah Kota. Jarak nya dari pusat Kota Seoul hanya 1,8 kilometer saja.
Saat di lobby, Queen melihat Raka yang berjalan memasuki lobby hotel tersebut. Lelaki itu tersenyum kepada Queen dan Tika.
"Mau ke Bukchon, kamu membawa semua barang-barang kamu?" Tanya Queen dengan tatapan yang merasa aneh kepada Raka.
Raka tertawa kecil dan membalas tatapan Queen yang merasa bingung dengan dirinya yang membawa koper.
"Hai, Queen, Hai Tika," Sapa nya dengan ramah.
"Haiiiii..." Tika mengangkat tangan kanan nya dan melambaikan dengan pelan.
"Yuk, temani aku check-in," Ucap Raka sambil meraih tangan Queen.
Queen tidak sempat berkata-kata, ia hanya menatap Tika sambil mengikuti langkah kaki Raka yang berjalan menuju ke meja resepsionis.
Sedangkan Tika tersenyum bahagia dan menepuk tangan nya dengan gaya yang imut.
Setelah beberapa saat, akhirnya Raka mendapati kamar di hotel tersebut. Walaupun tidak bersebelahan dengan Queen, Raka tetap merasa senang, karena berada di hotel yang sama dengan Queen, berarti ia merasa dekat dengan gadis itu.
"Biar gak repot, kan kita janji mau liburan bersama. Kita sekarang grup," Ucap Raka sambil mengangkat Card access kamar miliknya.
__ADS_1
Queen hanya menanggapi ucapan Raka dengan senyuman. Lalu, mereka bertiga pun memasuki lift untuk menuju ke kamar mereka masing-masing.
Kamar Raka terdapat di satu lantai di bawah lantai kamar Queen. Raka pun turun terlebih dahulu dan menaruh barang-barang bawaannya. Sedangkan Queen dan Tika melanjutkan ke satu lantai lagi untuk mengambil tas dan dompet mereka yang berisi pasport serta barang berharga lain nya.
"Luar biasaaaa.. untuk mengejar cinta Queen, lelaki setampan Raka rela pindah hotel. Dari hotel mewah ke hotel yang cuma bintang tiga ini," Ucap Tika, setelah mereka baru saja sampai di kamar.
Queen melirik Tika dan menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar merasa Tika sudah seperti mak comblang yang selalu repot menjodohkan dirinya dengan Raka.
"Mulai lagi deh elu."
"Apa sih, gue kan cuma ngomong fakta kali Queen," Ucap Tika sambil tersenyum jahil.
"Ya sudah yuk, nanti dia menunggu kita kelamaan," Ucap Queen yang sudah bersiap-siap untuk keluar dari kamarnya.
"Cieeee, mulai merasa takut kang mas Raka menunggu lama, cieeee..."
"Norak..!" Dengan wajah kesal, Queen keluar dari kamar itu.
Tika tertawa dan menyambar tas nya, lalu menyusul Queen yang berjalan menuju ke lift.
Benar saja, lelaki itu tersenyum semringah dan melangkah masuk kedalam lift, bergabung bersama Queen dan Tika.
Mereka bertiga saling dia, sedangkan Tika terus melirik Queen dan Raka sambil pura-pura sibuk dengan ponselnya yang baru saja memiliki nomor baru di negara itu.
Ting!
Pintu lift pun terbuka saat tiba di lobby. Raka membiarkan Tika dan Queen terlebih dahulu keluar dari lift dan lalu ia pun menyusul dibelakang mereka.
"Kita cari taksi atau naik bus?" Tanya Tika.
"Naik taksi saja," Sahut Raka.
Taksi yang mereka inginkan pun tiba setelah seorang sekuriti menelpon taksi untuk mereka.
Taksi berwarna hitam itu pun berhenti tepat di depan mereka bertiga. Seorang petugas membukakan pintu mobil untuk mereka dan mempersilahkan mereka untuk masuk.
Tika lebih memilih untuk duduk disamping supir. Sedangkan Queen harus terpaksa duduk di belakang dengan Raka.
__ADS_1
"Tik, biar Raka saja di depan," Ucap Queen.
"Biar gue aja, gue yang bayar taksi nya deh," Celetuk Tika.
Queen mengerutkan dagunya dan menatap Raka yang terus tersenyum kepada dirinya.
"Ini orang senyummmmm terusss.. gak capek apa itu pipi?" Gumam Queen.
"Silahkan masuk sayang.."
Queen membulatkan matanya dan menatap Raka dengan tak percaya.
"Eh sayang..." Raka memukul pelan bibir nya yang tipis saat menyebut Queen dengan sebutan sayang. Sebenarnya itu hanya akting nya saja, ia ingin melihat reaksi Queen saat di panggil sayang oleh dirinya.
Dengan ragu, Queen memasuki taksi itu dan di susul oleh Raka.
"Maaf ya.. " Ucap Raka.
Queen hanya diam dan membuang pandangannya ke luar jendela.
Taksi itu pun mulai beranjak meninggalkan hotel dan menuju ke Bukchon Hanok Village.
Bukchon Hanok Village adalah destinasi wisata yang tidak akan di lewatkan oleh para wisatawan mancanegara. Karena Bukchon Hanok Village merupakan lokasi yang sering digunakan sebagai lokasi syuting film drama seri Korea.
Bukchon Hanok Village juga merupakan sebuah kampung yang menjadi pusat kebudayaan di Kota Seoul. Dulunya kawasan ini merupakan tempat tinggal para bangsawan dan pejabat dari dinasti Joseon.
Desa ini memiliki jalan yang sempit, karena diapit oleh bangunan-bangunan tradisional Korea yang di sebut Hanoks. Jalanan nya juga berliku dan menanjak. Disana juga para wisatawan bisa menyewa kostum dan menikmati makanan ala Korea. Seolah mereka benar-benar merasa menjadi penduduk lokal pada jaman dinasti Joseon.
Sepanjang perjalanan, Tika sibuk membuat story untuk media sosial nya, serta mengabadikan momen itu bersama Queen dan Raka yang duduk di belakang nya.
"Woii.. cheese woii...!" Ucap Tika sambil mengangkat tangan nya yang sedang menggenggam ponselnya tinggi-tinggi.
Raka dan Queen pun merapatkan duduk mereka dan tersenyum bersama. Beberapa momen pun di abadikan, Tika melihat hasil dari foto tersebut. Ia menatap wajah Queen dan Raka yang begitu bahagia.
"Ah... lu sebenar nya bahagia di dekat babang Raka kan Queen. Cuma lu munaroh saja," Batin Tika sambil terus tersenyum melihat foto itu.
"Bismillah, gue kawal lu berdua sampai halal." Batin nya lagi.
__ADS_1