
4,5 tahun berlalu, Akhirnya Queen menyelesaikan kuliah nya dengan baik. Antoni bersama dengan keluarga Queen ikut datang menyaksikan wisuda dan merayakan keberhasilan Queen pada hari ini di gedung pertemuan milik universitas dimana Queen menempuh pendidikan Strata-1 nya.
Senyum bahagia terus menghiasi bibir Queen yang memakai toga kebanggaan nya. Antoni, Queen dan keluarganya, berfoto bersama untuk mengabadikan momen bersejarah itu.
Tidak ketinggalan, Queen dan Antoni sengaja berfoto berdua. Ditangan Queen, terlihat buket bunga yang ia pegang erat pemberian dari Antoni. Sedangkan Antoni yang kini terlihat jauh lebih dewasa memeluk pinggang kekasihnya itu dan menatap ke arah kamera.
Saat ini usia Queen baru menginjak usia 23 tahun. Sedangkan Antoni, ia yang lebih tua 9 tahun dari Queen, kini sudah di usia 32 tahun.
Antoni memang beberapa kali cuti dari kuliah nya. Maka dari itu, ia lulus kuliah lebih lambat dari teman seangkatannya.
Sebenarnya, saat itu Antoni tidak begitu fokus dengan kuliah. Jiwa muda dan petualangan nya membuat ia lebih banyak menyianyiakan waktu. Antoni cuti kuliah hanya ingin mewujudkan cita-cita traveling nya kemana saja dan sendirian.
Antoni beranggapan, bila pengalaman dimasa muda tidak dapat tergantikan. Setelah ia lulus kuliah pastilah harus mencari pekerjaan dan sibuk dengan dunia kerja. Ia tidak akan punya kesempatan untuk traveling kemana saja ia mau.
Setelah ia bosan traveling dan hampir semua tempat ia jejaki, barulah ia kembali berkuliah dan menyelesaikan nya. Saat ia mulai masuk kuliah lagi, disitulah ia bertemu dengan Ahsan yang menjadi sahabatnya di kampus.
Antoni adalah anak satu-satunya, ia bukan orang biasa. Keluarganya termasuk orang kaya dan terpandang. Keluarganya juga keturunan darah biru yang kental. Walaupun nama depan nya yang terkesan western, tetapi Antoni memiliki gelar darah biru di belakang namanya.
Sebenarnya, saat ia baru saja lulus kuliah di usia 27 tahun, Antoni sudah di jodohkan oleh Ibu nya dengan seorang gadis yang masih menjadi kerabat keluarganya. Tetapi, Antoni berhasil meyakinkan bila ia sangat mencintai Queen dan berniat untuk menikahi Queen nanti, bila gadis itu lulus kuliah.
Orang tuanya memberikan kesempatan itu dan memilih untuk mengenal Queen lebih jauh. Karena sikap dan sopan santun, serta paras yang cantik, Queen akhirnya dapat diterima oleh keluarga besar Antoni. Tidak terbayangkan rasa bahagia yang hinggap di hati Antoni saat Ibunya mengizinkan Antoni untuk menunggu Queen lulus kuliah.
"Satu, dua, tiga, cheese...!" Ucap Athar, adik Queen yang mengabadikan momen itu dengan mata kamera nya.
Queen dan Antoni pun tersenyum, foto itulah yang kelak akan Queen bingkai dan taruh di atas meja tepat disamping tempat tidur nya.
...
__ADS_1
"Bagaimana bila kita langsung menikah?" Ucap Antoni saat ia mengunjungi Queen pada hari Sabtu tepat satu minggu setelah kelulusan Queen dari universitas nya.
"Menikah?" Tanya Queen dengan suara yang terdengar bergetar.
"Queen, aku sudah tiga puluh dua tahun. Ibu ingin kita segera menikah. Ingat, aku anak satu-satunya, Ibu sudah sangat ingin memiliki cucu dari aku," Ucap Antoni.
Queen menghela nafasnya dan menundukkan pandangan nya.
"Kamu kan sudah lulus kuliah, jadi... menikah tidak akan menjadi masalah bukan?"
Queen menatap Antoni dengan seksama, ia terlihat bingung akan menjawab pertanyaan dari Antoni.
"Kamu mau kan menikah dengan ku?" Tanya Antoni.
"Mas, aku kan baru saja lulus kuliah. Bagaimana.... bila Mas memberikan aku kesempatan untuk membangun karir terlebih dahulu," Ucap Queen sambil mengukur reaksi dari Antoni, dengan apa yang baru saja ia ucapkan.
"Tetapi, aku tidak pernah melarangmu untuk berkarir. Yang terpenting kita menikah saja dahulu."
"Mas aku baru dua puluh tiga tahun loh, please kasih aku kesempatan ya," Ucap Queen dengan wajah yang memohon.
Karena perasaan cinta yang begitu besar, Antoni pun mengalah. Ia rela menunggu Queen, hingga gadis itu siap untuk menikah dengan nya. Walaupun hatinya sempat merasa kecewa dengan Queen, bahkan ia harus bersiap-siap dengan jawaban yang akan dipertanyakan oleh kedua orang tuanya kelak, ia bertekat untuk tetap bertahan dan membela Queen.
Ternyata menunggu Queen membangun karir, itu bukanlah waktu yang sebentar. Antoni yang sangat setia, sempat berpikir untuk mengakhiri hubungan nya dengan Queen, karena desakan yang terus-menerus dari keluarga besarnya. Tetapi, setiap ia akan mengambil keputusan untuk meninggalkan Queen, rasa cintanya kepada Queen terus mengganjal keputusan yang akan ia ambil.
Hingga akhirnya, perjuangan Antoni terbayar. Tepat di hari ulang tahun Queen yang ke-25, gadis itu menerima lamaran Antoni. Tepat dibawah terangnya cahaya rembulan, ditemani debur ombak di tepi pantai, Antoni menyematkan cincin yang sudah ia persiapkan, di jari manis Queen. Momen itu adalah momen paling bahagia dari semua momen bahagia yang pernah tercipta dari hubungan mereka berdua.
Tempat 2 minggu kemudian, keluarga besar Antoni mendatangi kediaman keluarga Queen. Saat itu juga, mereka resmi bertunangan di hadapan 2 keluarga. Menurut perhitungan adat Jawa dan pertimbangan mempersiapkan pernikahan, maka hari pernikahan mereka, akan dilaksanakan 1 tahun lagi, terhitung mulai hari pertunangan mereka.
__ADS_1
Sebenarnya Queen dan keluarganya tidak masalah untuk mempercepat pernikahan. Tetapi, keluarga Antoni masih memegang teguh Adat dan Budaya. Mereka masih mengikuti perhitungan dan serangkaian Adat yang harus di jalani dan dipersiapkan.
Lagi-lagi Antoni harus bersabar menunggu 1 tahun lagi untuk menikahi Queen. Tetapi, itu bukan masalah yang besar bagi Antoni. Toh, keluarganya lah yang memilih untuk melangsungkan pernikahan nya dengan Queen pada tahun depan.
Ditengah persiapan yang tinggal beberapa bulan lagi, kecelakaan terjadi kepada Athar, adik dari Queen. Yang membuat Queen bimbang untuk melanjutkan pernikahan tanpa hadirnya keluarga inti di pernikahan nya kelak. Maka, ia memohon untuk menunda saja pernikahan nya dengan Antoni selama 6 bulan lagi.
Tetapi, perdebatan terjadi di keluarga Antoni yang menyayangkan keputusan yang Queen sampaikan. Keluarga Antoni tidak terima dan menyarankan untuk Antoni berpisah saja dengan Queen dan menikahi wanita yang cocok dari segi perhitungan Adat dan drajat mereka.
Walaupun begitu, Antoni masih bertahan mempertahankan Queen selama 3 bulan sebelum mereka berpisah. Antoni tetap terus meyakinkan Queen untuk tetap melaksanakan pernikahan mereka. Tetapi, buntut dari itu semua, membuat Antoni kehilangan gadis yang ia cintai dan perjuangkan selama ini.
Bukan hanya Queen yang merasa sedih dan kecewa hingga terpikir untuk bunuh diri, Antoni pun merasakan hal yang sama. Ia sudah menelan obat tidur untuk mengakhiri hidupnya. Tetapi, beruntung, nyawanya dapat terselamatkan saat Ibunya memergoki Antoni yang sudah terkapar di lantai kamarnya.
Hal itu tidak diketahui oleh Queen, Queen hanya tahu, Antoni menutup komunikasi dengan dirinya dan tidak berusaha untuk memberi dirinya waktu untuk menunggu Athar dan Bundanya pulang dari Singapore.
Nyatanya, pulang dari pertemuan terakhirnya dengan Queen, Antoni dirawat dirumah sakit karena percobaan bunuh diri dan semua akses kontak nya dengan Queen di blokir oleh Ibunya, karena Ibu Antoni merasa sakit hati dengan Queen dan keluarganya.
Setelah sadar dari koma, Antoni menyesali keputusan yang ia ambil. Pikiran nya terlalu dibutakan oleh cinta yang begitu dalam dengan Queen hingga ia memilih mengakhiri hidupnya. Tetapi, Tuhan berkehendak lain, ia masih diberikan kesempatan hidup lebih lama lagi.
Kekecewaan Antoni bertambah, tatkala ia mengetahui Queen tidak peduli kepada dirinya. Selama dirinya dirawat, tidak sekalipun Queen menampakkan wajah nya di rumah sakit walaupun hanya sebentar saja. Tanpa Antoni ketahui, bila Queen tidak tahu menahu bila saat ini dirinya sedang terbaring dirumah sakit, karena akses komunikasi di tutup oleh Ibunya Antoni.
Hasutan terus mengalir dari mulut Ibunya yang mempunyai rencana baru untuk Antoni. Hingga Antoni percaya, bila Queen tidak lagi peduli kepada dirinya dan mengikhlaskan Queen begitu saja.
Akhirnya, Antoni menikahi gadis pilihan Ibunya. Senyum bahagia selalu menghiasi wajah Ibunya saat Antoni bersanding di pelaminan dengan wanita yang baru saja ia kenal. Sedangkan Antoni, tak sekalipun tersenyum, bahkan setelah acara pernikahan nya berakhir dan saat nya ia menjalani malam pertama dan hidup yang baru dengan gadis pilihan orang tuanya, Antoni tidak sekalipun menyentuh gadis itu.
Sikap Antoni menjadi dingin dan tidak pernah tersenyum. Ia seperti robot yang terus menerus dikendalikan oleh kedua orang tuanya. Bahkan, setelah desakan memiliki anak mulai dipertanyakan setelah 6 bulan Antoni menikah, Antoni pun mulai belajar menyentuh istrinya. Itupun dengan membayangkan Queen, agar dirinya mampu menyentuh istrinya yang tidak tahu menahu mengapa Antoni begitu dingin kepadanya. Itu semua Antoni lakukan agar ia bisa melaksanakan tugas nya sebagai anak yang berbakti untuk kedua orangtuanya.
Berpisah dengan Queen setelah hampir 6 tahun bersama, adalah siksaan terberat yang pernah Antoni rasakan. Begitupun dengan Queen yang bertahan dengan status single nya hingga kini di usia nya sudah menginjak 29 tahun.
__ADS_1