
5 tahun kemudian..
Debur ombak terdengar samar dari sebuah kamar sebuah cottage di Labuan Bajo. Sinar mentari menerobos masuk dari sela gordin yang tidak sepenuhnya menutupi jendela. Terdengar suara burung yang berkicau, yang berasal dari pepohonan yang berada di sekitar cottage tersebut.
Silau cahaya, membangunkan Queen dari tidurnya yang lelap. Semalam, ia baru saja menghabiskan malam yang begitu menggairahkan dan panas bersama dengan Raka, suaminya yang sudah selama 6 tahun ini, hidup bersama dengan nya dengan penuh cinta dan kebahagiaan lahir dan juga batin.
Queen membuka kedua matanya dan kembali memicingkan matanya karena menentang silaunya cahaya mentari. Queen mengangkat tangan nya untuk menghalangi cahaya mentari dan ia pun membuka kedua matanya dengan sempurna.
Queen meraih ponselnya yang berada di atas nakas, lalu ia terbelalak, menyadari dirinya sudah kesiangan. Ya, Queen tertidur setelah membersihkan tubuhnya dan melaksanakan sholat subuh bersama dengan Raka.
"Sudah pukul sepuluh! Anak-anak sudah bangun belum ya? Raka mana ya?" Gumam nya dan Queen pun buru-buru beranjak dari ranjang dan bergegas ke kamar anak-anak nya.
"Prince..! Princess!" Panggil Queen.
Ya, anak kembar Queen dan Raka diberi nama Prince Andara Arraka dan Princess Farasya Arraka. Prince dan Princess yang berarti adalah seorang pangeran dan Putri kerajaan. Sedangkan Andara, diambil dari kepanjangan nama Ayah Andra, pun dengan Farasya, yang diambil dari nama Bunda Farah yang di percantik dengan tambahan dibelakang nya. Sedangkan Arraka juga diambil dari nama dari Raka.
"Raka!" Panggil Queen. Namun, cottage itu terasa sepi sekali, tidak ada satupun yang menjawab panggilan Queen.
Queen bergegas membuka pintu cottage yang tidak terkunci. Ia pun melangkah keluar dan mencari sosok suami dan anak-anak.
Terdengar tawa dan canda dari bibir pantai yang terletak tak jauh dari cottage tersebut. Queen langsung menandai bila itu adalah anak-anak dan suaminya. Queen menghampiri mereka dengan senyum yang terus mengembang di bibir nya.
"Mama kok di tinggal sih," Ucap Queen saat dirinya berada di dekat anak-anak dan suaminya yang sedang asik berlarian sambil bermain lempar bola.
"Mama!" Panggil Prince dan princess, mereka pun memeluk Queen dengan erat.
Queen tersenyum bahagia dan mengecup kedua pipi anak-anak nya. Lalu, membiarkan mereka bermain kembali. Sedangkan Raka beranjak mendekati Queen yang masih memakai piyama nya.
"Selamat pagi, menjelang siang, sayang ku," Ucap Raka seraya mengecup pipi Queen dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Pagi, maaf aku kesiangan," Ucap Queen yang merasa bersalah dengan Raka.
"Tidak apa-apa, aku bisa menemani anak-anak bermain. Mereka juga sudah mandi dan sarapan. Kamu beristirahat saja, aku tahu kamu capek sekali. Soal nya tadi malam, kamu sangat luar biasa," Ucap Raka seraya mengedipkan sebelah matanya.
Queen tersipu malu, lalu ia menundukkan wajahnya.
"Happy anniversary sayang.." Ucap Raka seraya mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya.
"Raka..." Queen terkejut saat mendapatkan kejutan dari Raka.
"Terima kasih untuk enam tahun ini, aku harap, bisa hidup bahagia selamanya hingga maut memisahkan kita," Ucap Raka seraya membuka kotak kecil tersebut. Terlihat sebuah kalung dengan liontin yang sangat indah.
Queen tersenyum dan menatap Raka dengan tatapan yang haru.
"Terima kasih kembali," Ucap Queen seraya memeluk Raka dengan erat.
Setelah itu, Raka memasangkan kalung tersebut ke leher Queen yang jenjang. Lalu, ia tersenyum puas saat melihat istrinya yang cantik, lebih terlihat cantik saat memakai perhiasan yang ia belikan untuk hadiah ulang tahun pernikahan mereka berdua.
Queen tersipu malu dan mengalungkan tangannya di leher Raka.
"Terima kasih untuk hadiah yang indah ini," Ucap Queen seraya mengecup bibir Raka dengan lembut.
"Mama! Papa!" Panggil Prince dan princess yang berlari mendekati mereka berdua.
"Anak-anak cemburu," Bisik Queen seraya melepaskan tangan nya yang melingkar di leher Raka.
Raka tersenyum dan melepaskan tangan nya dari pinggang Queen dan menyambut kedua buah hatinya dengan kedua tangan kekar nya dan menggendong mereka berdua dengan gagah nya.
"Hahaha.. anak Papa... Gak bisa lihat Papa sama Mama nya dekat-dekat ya.." Ucap Raka seraya mengecup pipi kedua bocah kembar itu.
__ADS_1
"Gak boleh! Ini Papa kami..!" Ucap Prince dan Princess kepada Queen.
"Iya deh, Mama cari Papa yang lain aja," Ucap Queen seraya memasang wajah yang pura-pura kecewa.
"Yah.. jangan dong..." Ucap Raka.
"Ya sudah, Mama boleh dekat Papa. tapi tidak boleh peluk Papa," Ucap Princess yang lebih terlihat posesif dari pada Prince.
Queen tertawa geli dan memeluk Raka dan kedua anak mereka
"Kita berbagi Papa ya," Ucap Queen yang terus tersenyum melihat tingkah kedua anaknya.
"Iya, tapi sedikit saja," Ucap Princess lagi.
Mereka pun tertawa geli bersama-sama. Lalu, setelah itu, mereka bermain lempar bola kembali hingga matahari mulai terasa menyengat di kulit mereka.
6 tahun, waktu yang terasa sangat singkat bagi Queen dan Raka. Karena meraka menjalani hidup dengan bahagia. Setiap hari, selalu ada kenangan yang indah yang mereka ciptakan untuk di ingat dikemudian hari, bersama dengan buah hati mereka yang akan terus beranjak besar dan dewasa.
6 tahun, yang dihiasi dengan kerikil-kerikil cobaan yang justru membuat rasa cinta mereka semakin kuat dan justru membuat mereka semakin dewasa setiap harinya.
6 tahun mereka terus mencontoh dan mencoba mempraktekkan keharmonisan rumah tangga pasangan yang harmonis dan penuh cinta. Yaitu, pasangan Ayah Andra dan Bunda Farah. Pasangan yang tetap harmonis meskipun pernikahan mereka yang terus bertambah angka dan mereka pun mulai terus menua.
Raka pun juga berusaha selalu menepati janji nya dengan Queen. Ia terus mencoba setia dan tidak ingin tergoda dengan siapa pun selain istrinya. Raka juga menepati janjinya, bila ia akan membuat Queen merasa seperti ratu di dalam rumah tangga mereka dan juga menepati janji, tidak akan membuat Queen menangis, selain menangis haru dan bahagia.
Raka terus mengingat nasihat Ibunya, bila dirinya ingin mendapatkan surga dirumah, maka ia harus menciptakan bidadari di dalam rumahnya. Bidadari itu adalah Queen, hanya Queen dan akan selalu Queen hingga ia kelak menutup kedua matanya.
Perjuangan Raka untuk mendapatkan bidadari itu begitu sulit. Maka, ia harus menghargai hati yang sudah mau menerima dirinya untuk menghabiskan sisa hidupnya yang tidak sempurna. Bagi Raka, kesempurnaan itu akan ada bila ia terus bersama dengan Queen.
Begitulah kehidupan dalam berumah tangga. Tidak ada satupun rumah tangga yang tanpa kerikil. Tetapi, menikah di usia yang tepat, dan juga mental yang sudah siap dengan pernikahan, pola pikir yang dewasa serta mau menerima nasihat dari orangtua, juga selalu berpegang teguh dengan iman dan kepercayaan, maka, kebahagiaan itu tidak hanya sekedar dongeng belaka.
__ADS_1
...
"Pernikahan yang sukses selalu segitiga: seorang pria, seorang wanita, dan Allah". -unknown-