365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
26# 2 menjadi 3


__ADS_3

"Makan apa kita Queen?" Tanya Tika saat mereka baru saja keluar dari lift.


Queen memperhatikan suasana di lobby hotel itu. Lalu, ia menatap Tika dengan seksama.


"Enak nya apa ya Tik?"


"Mie instan yang gue bawa dari Indonesia," Celetuk Tika.


Queen terkekeh mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Ngawur aja sih lu, walaupun memang benar enakan mie instan dari Indonesia, tapi apa lu gak pengen makan makanan disini?" Tanya Queen sambil tersenyum tersenyum geli.


"Hahahha canda kali gue Queen. Itu mie instan, karti joker buat kita. Kalau memang kelaparan saat malam hari," Ucap Tika sambil menatap Queen yang tampak terpana.


"Queen..." Panggil Tika.


Queen tidak bergeming, matanya terus menatap kedepan.


"Lu lihat apa sih?" Tanya Tika sambil mencoba melihat apa yang Queen lihat.


Perlahan Tika tersenyum semringah, ia tahu Queen sedang melihat Raka yang sedang melangkah masuk kedalam lobby hotel itu.


"Raka?"


Queen mengerjapkan kedua matanya dan menatap Tika dengan seksama.


"Raka?" Tanya nya dengan tatapan bingung.


"Iya Raka, lu lagi liat dia kan?"


"Liat dia?" Tanya Queen lagi.


"Iya itu dia jalan mendekati kita," Tika menunjuk Raka dengan bibirnya yang di kerucut kan.


"Astaga, gue kira gue sedang berkhayal.." Batin Queen.


Ia kembali melihat Raka yang sudah beberapa meter dari dirinya. Lelaki itu tersenyum manis dan tampak gagah dengan mantel cokelat yang sedang ia kenakan.


Raka terlihat tidak ada bedanya dengan lelaki Korea yang lain nya. Seakan, Queen sedang bertemu dengan Oppa Korea yang tampan bak di dalam drama negara tersebut yang terkenal di Indonesia.


"Oppa.." Queen yang terpana tidak sengaja bergumam. Raka hanya tersenyum saat mendengar Queen menyebut dirinya dengan sebutan Oppa.


Sedangkan Queen seperti tersadar dan menutup mulut dengan telapak tangannya.


"Hai, punya rencana apa?" Tanya Raka.


"Makan, lu mau kan traktir kita?" Ucap Tika secara blak-blakan.


"Apaan sih!" Queen terlihat malu dengan sikap Tika.


"Mau, dimana?" Tanya Raka lagi.


Queen menatap Raka dengan salah tingkah.


"Maaf ya, teman ku kadang suka eror.."


"Aku serius, gak perlu meminta maaf," Ucap Raka.


Wajah Queen memerah, ia menundukkan pandangan.


"Aku tahu tempat makan yang enak dan halal. Kayak tempat makan tenda-tenda begitu. Mereka jual daging sapi, penjual nya juga muslim."


"Oh ya?" Tanya Tika dengan antusias.


Raka tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Ayo Queen! Kapan lagi?" Tika menarik tangan Queen hingga mau tidak mau Queen bergerak mengikuti langkah kaki Tika.


"Jalan kaki lima belas menit, tidak apa-apa kan?" Tanya Raka kepada Queen.


"Hah?" Queen yang sedang tidak fokus, kurang mendengar ucapan Raka.


"Gak apa-apa, jalan sampai ke puncak gunung juga Queen gak apa-apa kok," Sahut Tika.


"Ok, ayo.." Raka pun berjalan di depan mereka.


"Eh, dia ngomong apa?" Tanya Queen yang merasa bingung.


"Udah lu ikut aja.... lumayan makan gratis, kita bisa hemat beberapa Won kan.."


Queen mengerutkan dagunya dan berjalan di samping Tika.


Malam itu, hujan salju mereda, hanya menyisakan rinai kecil salju saja. Udara Kota yang dingin, suasana yang romantis terlihat seperti di film-film yang pernah Queen tonton. Queen terus tersenyum saat berjalan menyusuri jalanan Ibukota Korea Selatan itu.


Queen mengadahkan tangan nya ia mencoba menangkap butiran halus salju yang turun. Beberapa butir salju mendarat di telapak tangan nya. Queen memperhatikan salju itu yang perlahan mencair di telapak tangan nya.


"So beautiful," Gumam nya.


"Raka, fotoin kita dong," Ucap Tika sambil menyerahkan ponselnya kepada Raka.


Queen mengangkat kedua alisnya dan menatap Tika dengan tak percaya.


"Eh, gila lu ya..."


"Tidak apa-apa," Ucap Raka sambil tersenyum dan meraih ponsel milik Tika. Lalu, ia membidik mata kamera ponsel itu kepada dua orang gadis di depan nya.


Tika berpose di depan pohon natal yang terlihat indah. Sedangkan Queen masih terdiam menatap Raka yang bersiap untuk mengabadikan momen tersebut.


"Queen.."


"Merapat sama Tika," Pinta Raka.


"Oh, iya," Queen beranjak mendekati Tika. Lalu, ia mencoba tersenyum ke arah kamera.


"Satu, dua, tiiiii......ga..." Momen itu pun diabadikan.


Tika tersenyum puas saat melihat hasil foto yang diambil oleh Raka. Lalu, dengan cepat ia menarik Raka dan mendorong nya hingga mendekat kepada Queen.


Raka menyenggol tubuh lengan Queen saat ia di dorong oleh Tika. Lalu, ia tersenyum dan meminta maaf kepada Queen. Queen hanya mengangguk dan terlihat sebal kepada Tika.


"Siap ya... gue ambil nih foto kalian berdua," Ucap Tika.


"Satu... dua... tiiii.......


Raka langsung merangkul pundak Queen dan tersenyum menatap mata kamera. Karena terkejut, Queen menoleh ke arah Raka dan menatap lelaki yang tampak tidak peduli dengan apa yang ada di pikiran Queen. Lelaki itu tetap menatap mata kamera dan tersenyum dengan manis.


"Ga.....!" Seru Tika. Momen itu pun di abadikan. Terlihat di sana Queen yang sedang menatap Raka, sedangkan Raka merangkul pundak nya.


"Ughhh... so sweet banget sih kalian berdua," Goda Tika sambil tersenyum licik.


"Maaf ya, teman ku agak miring," Ucap Queen sambil menyilang kan dua jari telunjuknya di dahi.


"Aku suka, tidak masalah kan, bika kita mengambil foto berdua?" Tanya Raka.


Queen menghela nafasnya dan mengangguk secara perlahan.


"Ya sudah, tinggal beberapa meter lagi sampai di kedai tenda. Yuk jalan..." Raka meraih tangan Queen dan menggenggam nya dengan erat.


Melihat Raka menggandeng tangan Queen, Tika pun pura-pura tidak melihatnya. Agar Queen tidak malu kepada dirinya. Tika sengaja berjalan terlebih dahulu di depan Queen dan Raka.


"Kamu kedinginan gak?" Tanya Raka sambil menatap Queen yang berjalan di sampingnya.

__ADS_1


"Sedikit," Ucap Queen yang masih terlihat enggan bila Raka menggandeng tangan nya.


"Disini tidak ada wedang jahe, yang ada soju. Mau minum soju?"


Queen menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil.


"Aku tidak minum alkohol," Tegas Queen.


"Oh iya," Raka pun terlihat salah tingkah.


"Masih ada Daechu Tea  dan yang lain nya yang tidak beralkohol kan?"


"Iya ada." Sahut Raka.


"Kamu minum alkohol?" Tanya Queen.


Raka terlihat salah tingkah, lalu ia tersenyum malu-malu.


"Sometimes," Ucap nya.


"Oh.." Queen mengangguk paham.


"Tapi kedepannya gak lagi kok,"


Queen menatap Raka, lalu ia tertawa kecil.


"Kenapa?"


"Ya gak apa-apa, gak baik kan," Ucap Raka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Good," Ucap Queen singkat.


Raka tersenyum melihat gaya bicara Queen yang begitu singkat dan padat. Gadis itu tidak banyak berbicara dan juga bertanya. Berbeda dengan banyak gadis diluar sana yang selalu banyak bertanya dan mengikuti apa saja yang Raka inginkan. Tetapi tidak dengan gadis yang sedang ia gandeng tangan nya itu. Gadis itu berbicara seperlunya dan justru terlihat semakin menarik dimata Raka.


Akhirnya mereka sampai di kedai tenda yang Raka maksud. Setelah mendapatkan meja, mereka pun duduk bertiga. Memesan menu halal dan tiga gelas Daechu Tea. Sambil menikmati daging sapi yang sedang mereka panggang di meja mereka, mereka pun berbicara tentang rencana perjalan mereka.


Mendengar rencana perjalanan Queen dan Tika yang begitu menarik, akhirnya Raka pun meminta mereka menerima dirinya untuk ikut dalam rencana perjalanan itu.


Sudah dipastikan, Tika dengan bersemangat menerima Raka. Sedangkan Queen terlihat sedikit keberatan.


"Aku tidak tahu apa yang aku lakukan disini. Karena urusan ku sudah selesai," Ucap Raka saat melihat Queen yang terlihat sedikit keberatan.


"Urusan?" Tanya Queen.


Raka terdiam sejenak, ia tidak sengaja mengatakan bila ia kesini sebenarnya bukan untuk berlibur.


"Ah, maksudku.. selain berlibur, aku bertemu dengan klien tadi dan ini sudah selesai."


"Oh... lalu?" Tanya Queen lagi.


"Boleh ya ikut... dari pada aku hanya diam di hotel." Ucap Raka dengan wajah yang memohon.


Queen menatap kedua mata lelaki yang duduk di depan nya itu. Lalu, ia tersenyum kecil dan mengangguk.


Raka terlihat begitu bersemangat, lalu ia menjabat tangan Tika dan Queen.


"Terima kasih.. Terima kasih...!" Seru nya.


Queen dan Tika pun menyambut nya dengan suka cita.


"Lumayan, kalau ada Raka. Pengeluaran kita berkurang kan." Bisik Tika.


"Hus..!!!!" Queen melotot kepada Tika. Dengan seketika Tika terdiam dan merapatkan bibirnya.


"Punya teman terlalu jaim, jadi tidak bisa di ajak kerjasama," Batin Tika sambil mengerutkan dagunya.

__ADS_1


__ADS_2