365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
147# Pastikan


__ADS_3

"Nyonya Kimmy," Panggil seorang perawat yang baru saja keluar dari ruangan dokter.


Kimmy pun beranjak dari duduknya di susul oleh Queen dan Raka.


Lagi-lagi, tatapan aneh kembali dilemparkan kepada mereka.


"Suaminya mana?" Tanya perawat tersebut.


"Saya," Ucap Raka.


Queen dan Kimmy menatap Raka, lalu mereka tertawa geli.


"Dia mulai edan kayak nya," Bisik Queen kepada Kimmy.


"Maaf mbak nya?" Tanya suster itu lagi.


"Saya istri pertama," Sahut Queen.


Perawat itu menelan salivanya dan terlihat canggung.


"Ya, silahkan masuk," Ucap perawat itu.


Mereka bertiga pun masuk keruangan itu. Raka tampak celingak-celinguk melihat ruang praktek dokter kandungan. Ini adalah pengalaman pertama nya masuk ke ruang dokter kandungan. Disana terlihat berbagai macam poster dan juga tentang kewanitaan, maupun kehamilan. Ia beranjak mendekati poster yang menampilkan tentang berat dan perkembangan bayi di dalam kandungan.


Raka tersenyum sendiri, lalu ia merasa bersalah, saat ia tiba-tiba mengingat tentang Jonathan yang tidak sekalipun ia lihat saat didalam kandungan Lala. Dan ia pun bertekad, ia tidak akan melewati satupun waktu mengantar Queen ke dokter kandungan kelak, bila Queen mengandung buah hatinya.


Atas perintah dokter, Kimmy pun merebahkan dirinya di ranjang periksa. Dokter yang menangani Kimmy pun mulai menutup gordin, dan memanggil Raka untuk melihat Kimmy yang akan di USG. Tetapi, Raka menolaknya, maka Queen lah yang menemani Queen.


"Loh, kok suaminya gak mau menemani?" Tanya dokter itu.


"Sssttt, dok, itu calon kakak ipar saya, dan ini kakak ipar saya," Ucap Kimmy dengan setengah berbisik.


"Owalah..!" Dokter itu tertawa geli saat mendengar pengakuan Kimmy.


"Bikin salah fokus ya kalian," Ucap dokter yang berusia setengah baya itu.


Mereka tertawa geli dan lalu, pemeriksaan pun di mulai. Raka duduk di depan meja dokter, menunggu dengan gelisah. Sedangkan Kimmy mulai di berikan gel di perut nya, untuk dapat di USG. Queen yang berdiri di samping ranjang, tampak begitu berharap, bila Kimmy memang benar-benar hamil.


Dokter pun mulai memeriksa dan mencari sosok janin di rahim Kimmy. Namun, setelah beberapa saat, dokter mulai menghela nafas panjang.


"Bu, Ibu tidak hamil," Ucap dokter itu.


Kimmy dan Queen tampak kecewa, saat menerima kenyataan itu.


"Yang kita temui justru ada benjolan sejenis kista disini. Itulah yang membuat Ibu sering terlambat haid dan sakit di bagian rahim. Ukuran nya sudah cukup lumayan besar. Jadi, dibutuhkan tindakan operasi." Terang dokter itu.


Kimmy terdiam, matanya mulai memerah, ia menatap Queen dengan wajah yang terlihat khawatir.


"Queen langsung menghampiri Kimmy dan menggenggam tangan adik iparnya itu.


"Apakah operasinya harus segera dok? Apakah Kimmy masih bisa mengandung?" Tanya Queen.

__ADS_1


Raka yang menunggu di balik gordin, ikut mendengarkan percakapan itu. Ia tampak prihatin dengan apa yang dialami Kimmy.


"Insya Allah Bu, bila di operasi, kemungkinan untuk hamil tetap ada. Ini tidak begitu parah. Hanya saja, butuh di angkat kista nya, kalau tidak, semakin hari akan semakin bahaya," Ucap dokter itu.


Queen menghela nafas panjang dan terus menggenggam tangan Kimmy.


"Kita operasi saja ya Kim," Ucap Queen.


Kimmy menahan tangis nya, ia sudah sangat berharap bila ia segera hamil. Tetapi, bukan nya janin yang ia lihat, melainkan kenyataan yang lain.


"Iya kak, habis ini aku akan kabarkan Athar." Ucap Kimmy dengan ujung suara yang tercekat.


Beberapa saat kemudian, wajah kecewa terus hinggap di wajah Kimmy.. Sedangkan Queen terus merangkul adik iparnya itu, saat keluar dari rumah sakit tersebut. Kimmy akan segera di operasi minggu depan, setelah ia berdiskusi dengan Athar melalui sambungan telepon.


Dalam perjalanan pulang, Kimmy terus menekuk wajahnya. Ia sudah berharap banyak akan segera mengandung. Tetapi, apa daya, kenyataan sungguh berbeda.


"Tidak apa-apa, kata dokter kan tidak berbahaya. Kalau kita mau berusaha, Insya Allah nanti juga akan diberikan. Kista itu sama dengan masalah, kita harus menyingkirkan nya ok?" Ucap Queen yang duduk disamping Kimmy dan terus mencoba menghibur Kimmy.


Kimmy berusaha tersenyum dan mengangguk pelan.


"Semangat Kim!" Ucap Raka yang sedang menyetir.


"Terima kasih Mas," Ucap Kimmy dengan suara yang tidak bersemangat.


"Ini kualat gara-gara bikin orang lain berpikiran yang tidak-tidak, tadi saat kita di rumah sakit," Ucap Kimmy seraya tertawa geli.


Sekilas, Raka menoleh kebelakang, mereka bertiga pun saling bertatapan.


Queen dan Raka pun mulai tertawa.


"Ya bukan kualat lah, memang kista nya sudah ada kok," Ucap Queen.


Kimmy tertawa, dan menggelengkan kepalanya.


"Hahh.... ada aja... tapi gak apa-apa. Hidup tanpa masalah, lurus-lurus saja jadi monoton!" Ucap Kimmy.


Mereka masih tertawa terbahak-bahak.


"Tapi memang benar, ibarat kita naik sepeda di jalan yang menurun, di banding jalan yang lurus. Akan cepat sampai bila kita memilih jalan yang menurun. Hidup memang harus tidak melulu lurus saja. Kudu bengkok sedikit," Ucap Raka.


"Nah iya! Benar itu!" Sahut Kimmy.


"Semoga, setelah semua berlalu, kamu di operasi, lalu kamu segera hamil ya," Ucap Queen seraya memeluk Kimmy dengan erat.


"Aamiin..!" Sahut Kimmy dan Raka.


...


Setelah mereka kembali ke butik, Kimmy pun memilih langsung ke cafe Athar. Dia ingin segera berdiskusi dengan Athar, sedangkan Raka, masih bertahan di butik Queen. Seperti biasa, mereka duduk di sofa yang ada di ruangan Queen. Berbincang-bincang tentang apa saja, bertukar pikiran dan menyatukan visi misi mereka berdua.


Disela obrolan mereka, Queen termenung sesaat. Lalu, ia menatap Raka dengan seksama.

__ADS_1


"Raka,"


"Ya?" Raka membalas tatapan Queen.


"Kalau aku tidak langsung hamil nanti bagaimana?" Tanya Queen dengan wajah yang khawatir.


Raka menghela nafas panjang dan merangkul Queen dan menidurkan kepala Queen di dadanya.


"Itukan pernah kuta bahas. Aku memang menginginkan anak, tetapi kembali lagi kepada Tuhan. Dia lah pemilik hidup, kita hanya bisa berusaha, dan menerima takdir." Ucap Raka.


"Tapi kamu pasti kecewa dan kawin lagi," Ucap Queen seraya menatap Raka dengan mendongak kan wajahnya.


"Kamu mau aku kawin lagi?" Tanya Raka.


"Ya enggak lah!" Queen melepaskan pelukan nya dari tubuh Raka dan memukul perut lelaki itu.


Raka tertawa geli dan mengusap perutnya yang terasa ngilu karena pukulan Queen.


"Memang ada rencana ya?" Tanya Queen dengan wajah yang tampak kesal.


"Ya enggak, kamu tuh yang ngasih ide!"


"Enak saja!" Ucap Queen sambil memencet hidung mancung Raka.


"Sayang, mendapatkan kamu itu sulit. Masa setelah aku dapatkan, akan aku sia-siakan sih?"


Pipi Queen merona saat mendengar ucapan Raka.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak, hanya menambah beban pikiran. Kita lewati bersama-sama, dengan satu tujuan, semua di buat happy saja. Bersyukur aku mendapatkan kamu, dan kamu harus aku jaga hingga akhir hayat ku. Masalah rezeki, anak dan lain sebagainya, terserah Tuhan. Kita harus menjalani sesimpel mungkin. Bila tidak ada anak, masih banyak anak yang butuh orangtua. Kita bisa merawat mereka dengan cara apa pun. Memberi atau membawa mereka kerumah kita. Begitu saja,"


Queen menatap Raka dengan tatapan harunya.


"Ya Allah... bisa gak sih waktu cepat berlalu.." Ucap Queen.


"Loh, kenapa?" Tanya Raka dengan ekspresi bingung.


"Aku mau langsung nikah sama kamu!"


Raka tertawa dan mengusap puncak kepala Queen.


"Aku gak salah memilih kamu Raka." Batin Queen dengan tatapan penuh syukur.


..


Pastikan kamu menikah dengan seseorang yang membuatmu tertawa ketika kamu sedang marah.


Pastikan kamu menikah dengan orang yang menenangkan dirimu dari segala kerisauan.


Pastikan kamu menikah dengan orang yang selalu berpikiran positif dalam menghadapi segala masalah yang menghadang.


Pastikan, kamu menikah dengan orang yang menghormati hubungan dan perasaan.

__ADS_1


Pastikan itu, dan kamu tidak akan pernah menyesalinya. :)


__ADS_2