
Esok adalah hari pernikahan Queen. Malam ini, adalah hari dimana seluruh keluarga berkumpul untuk berdoa, demi kelancaran hari pernikahan dan keselamatan Queen dan Raka dalam berumah tangga. Queen yang duduk disamping Bunda, tampak begitu khusyuk mengikuti serangkaian acara yang senagaja keluarga nya gelar untuk dirinya dan Raka. Sedangkan Raka yang sudah satu minggu tidak bertemu dengan Queen pun juga mengadakan pengajian di rumahnya.
Acara itu berjalan dengan begitu syahdu. Lantunan ayat suci yang keluar dari bibir kyai dan para anak yatim, serta doa dan harapan yang dipanjatkan begitu terdengar tulus dan khidmat. Hingga Queen tidak dapat menahan air matanya yang terus mengalir di pipinya.
Di samping Queen, Bunda selalu mengusap punggung Queen, untuk menenangkan Queen dari perasaan yang tentunya bercampur aduk menjadi satu. Rasa bahagia, sedih, berat hati dan tidak sabar, begitu mempermainkan perasaan Queen pada malam ini.
Selama 2 jam, acara ini di gelar. Akhirnya, sampailah di akhir acara. Queen di minta untuk mohon ampun kepada orangtuanya dan juga sanak saudaranya. Agar tidak ada lagi hal yang mengganjal saat Queen memulai hidup yang baru.
Perasaan Queen semakin mengharu biru. Ia tersedu-sedu mengingat segala kesalahannya kepada siapa saja yang tidak sengaja ataupun yang sengaja ia lukai hatinya. Dengan kerendahan hati, Queen benar-benar memohon untuk di ampuni dan di berikan restu yang tulus.
Beruntung, Queen adalah orang yang baik. Hingga tidak ada satupun yang mengganjal di hati orangtuanya, maupun sanak saudaranya. Mendapatkan restu, Queen pun menjadi tenang. Acara itu pun berakhir dengan senyum yang mengembang di bibir Queen.
Selepas acara, Queen kembali ke kamarnya. Jantungnya berdegup kencang, hingga ia dapat mendengar degup jantung nya sendiri di kamarnya yang sepi. Ia benar-benar merasa grogi saat menjelang hari pernikahan nya ini. Queen hanya bisa berdiam diri dan terus berdoa demi kebaikan nya dan acara di esok hari.
Dreeettt..!
Mendengar ponselnya bergetar, Queen pun buru-buru meraih ponselnya. Benar saja, pesan itu dari orang yang ia tunggu-tunggu, yaitu Raka, calon suaminya.
Hai sayang, sudah selesai kah acaranya?
Queen tersenyum dan langsung membalas pesan dari Raka.
Alhamdulillah, sudah. Di rumah mu juga sudah? Balas Queen.
Sudah dong. Balas Raka.
Queen kembali tersenyum dan memeluk ponselnya dengan wajah yang semringah.
__ADS_1
Sudah hafal belum, Ijab Kabul nya? Balas Queen.
Tidak berapa lama kemudian, Raka pun membalas.
Sudah dong, Insya Allah lancar dan satu tarikan nafas. Demi kamu bidadari surga ku.
Queen berguling-guling di atas ranjang nya. Seakan ia baru saja memenangkan lotre.
Good. Balas Queen.
Queen beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke meja riasnya. Lalu, ia membersihkan sisa make-up di wajahnya memakai toner.
Dreettt..!
Ponsel Queen kembali bergetar. Queen kembali meraih ponselnya, sambil terus membersihkan wajah.
Kalau aku kan sudah siap untuk Ijab Kabul. Kamu sudah siap untuk malam pertama? Balas Raka.
"Oh iya, malam pertama. Kayak apa malam pertama itu ya? Aku jadi merinding." Gumam Queen.
Queen terdiam sejenak, lalu ia mengulum senyumnya dan membalas pesan dari Raka.
Aku tidak pernah tahu rasa malam pertama. Kalau ditanya siap atau tidak, aku rasa itu tidak usah dipertanyakan. Jujur, aku nervous. Tetapi, kalau itu merupakan ibadah dan suatu pengabdian istri kepada suaminya, Insya Allah, aku siap.
Lama, Raka tidak membalas pesan dari Queen. Queen pun mulai bertanya-tanya, mengapa Raka tidak membalas pesannya. Ingin rasanya dirinya menghubungi Raka. Hanya saja, ia merasa malu dan berusaha berpikiran positif. Ia mencoba berpikir, Raka tertidur karena kelelahan.
Queen menghela nafas panjang. Ia menaruh ponselnya dan beranjak dari duduknya. Ia berniat melaksanakan sholat Isya, dan berdoa untuk segala kelancaran di esok hari.
__ADS_1
...
Cukup lama Raka terdiam, setelah ia menerima pesan dari Queen. Ia tahu, pertanyaan darinya, justru kembali kepada dirinya sendiri. Queen adalah sang perawan. Sedangkan dirinya adalah mantan pendosa.
Raka mengusap wajahnya dan menelan salivanya. Lalu, ia menutup layar ponselnya dan beranjak ke kamar kecil. Ia pun segera mandi. Setelah mandi, ia pun memakai pakaian nya dan kembali lagi ke kamar kecil untuk mengambil wudhu dan berniat akan melaksanakan sholat Isya dan juga sholat taubat.
Raka menyadari, dirinya sudah terlalu banyak dosa yang tidak termaafkan. Bahkan, baru saja ia sudah melakukan hal yang tidak pantas dengan bertanya malam pertama kepada Queen.
Setelah berwudhu, Raka pun menggelar sajadah nya, dan ia pun mulai melaksanakan shalat isya dan dilanjutkan dengan sholat taubat. Di atas sajadah itu, Raka menangis, ia tidak tahu lagi bagaimana cara menyesal dengan apa yang terjadi. Hanya Allah lah yang mampu menghapus segala perasaan dan dosa yang ada di dirinya.
Raka benar-benar terus menyesali perbuatannya, dan ia berjanji setelah ini, ia akan menjadi pribadi dan manusia yang lebih baik lagi. Hanya menggauli istri sah nya di mata Allah dan Agama. Menjaga pandangan nya, menjaga niat nya untuk benar-benar menjadi suami dan imam yang baik untuk Queen.
Raka terus menangis, tangisan nya membuat tubuhnya terguncang. Penyesalan nya melebihi langit dan bumi. Ia menyadari, bila dirinya hanya butiran debu yang penuh dengan dosa.
"Ya Allah, hamba mohon ampun, hamba memohon kepada-Mu Ya Allah... tuntun lah hamba dalam kebaikan. Di setiap langkah, perbuatan dan ucapan hamba. Jadikan lah hamba manusia yang terlahir kembali. Hamba benar-benar memohon ampun. Hamba tahu ini tidak tidak akan menghapus masa lalu hamba, tetapi.. hanya engkau lah yang mampu membuat semua lebih baik dan yang Maha Kuasa atas hidup dan mati hamba,"
Raka bersujud dalam penyesalan yang tiada tara. Hingga ia tertidur di sajadahnya dengan hati yang mulai terasa ringan.
..
Masa lalu, memang tidak bisa terhapus. Selama kita masih memiliki ingatan yang kuat. Bahkan, disaat ingatan kita lemah pun, orang lain yang mengingat tentang keburukan kita dimasa lalu. Masa lalu, akan terkubur bersama dengan jasad kita kelak di akhir waktu.
Tetapi, Tuhan memiliki hati yang lembut, serta memiliki kasih sayang yang tiada tara kepada umatnya. Tuhan memerintahkan untuk melaksanakan sholat taubat. Agar kita benar-benar menyadari kesalahan kita. Agar kita yakin, Allah maha pemberi kesempatan. Maha pemaaf lagi maha penyayang.
Tidak ada satupun orang yang bebas dari dosa. Hanya saja, banyak orang yang mencoba melupakan dosanya begitu saja. Padahal, masih ada kesempatan, dan terlalu banyak kesempatan bagi kita di dunia ini.
Raka, adalah salah satu orang yang penuh dosa. Tetapi, setidaknya dia sudah memohon kepada Allah. Untuk masa lalu yang mungkin tidak termaafkan. Dirinya menjatuhkan keningnya, merendahkan dirinya serendah-rendahnya dihadapan sang pencipta. Hanya demi satu kata, "maaf" yang mungkin tidak akan pernah ia dengar. Namun akan terbukti nyata dengan sikapnya yang akan bijak kedepan nya dalam suatu tindakan dan ucapan.
__ADS_1
..
"Jangan ngejudge, itu urusan Allah." -De'rini-