
"Assalamualaikum..." Sapa Queen seraya melambaikan tangan nya ke arah kamera di laptop nya.
"Waalaikumsalam," Sahut Tika seraya membalas lambaian tangan Queen dan tersenyum ke arah kamera laptop nya.
"Apa kabar lu? Gimana disana? Enak?" Tanya Tika dengan raut wajah yang semringah.
"Alhamdulillah, baik... disini ya gitu, kayak di video-video."
"Asik dong Queen. Gue gak bisa honeymoon ke luar negeri nih. Uang gue sama suami habis buat acara kemarin. Hehehehe.... jadi, gue honeymoon di Jakarta aja, sekalian pindah kesini." Ucap Tika dengan raut wajah yang sedih.
"Semoga segera di ganti rezeki yang banyak ya Tik,"
"Aamiin..." Sahut Tika seraya tersenyum kepada Queen.
"Oh iya, gue kemarin ketemu dengan si Raka.. di hotel...."
"Sayang.. kemeja aku yang biru mana ya..?" Terdengar suara suami Tika yang bertanya tentang kemeja miliknya yang sedang ia cari-cari.
"Ada kan di koper..." Ucap Tika seraya melihat ke arah suaminya.
Queen hanya tersenyum melihat kesibukan sepasang pengantin baru itu.
"Di hotel milik...." Ucap Tika yang ingin memberi tahu Queen tentang siapa Raka.
"Gak ada loh sayang." Potong Suami Tika lagi.
"Ya Allah repot amat yang sebiji ini ya..! Wait ya Queen... gue mau jewer laki gue dulu..! Gemes gue! Cari kemeja aja gak bisa," Ucap Tika seraya beranjak dari depan kamera laptop nya.
Queen hanya tersenyum dan merasa tidak enak hati karena mengajak Tika video call sepagi ini.
Tok! Tok!
Saat Queen menunggu Tika yang sedang sibuk mempersiapkan suami nya yang akan berangkat bekerja, terdengar ketukan di pintu kamar Queen. Queen pun bergegas untuk membuka pintu kamarnya itu.
Terlihat seorang wanita yang membawakan baki berisi sarapan untuk Queen.
"Good morning miss, your breakfast." (Selamat pagi nona, sarapan mu..") Ucap wanita itu seraya tersenyum ramah.
Queen tersenyum dan membiarkan wanita itu masuk dan meletakkan sarapannya di dalam kamar yang di tempati Queen.
Setelah itu, Queen mengucapkan terima kasih dan membiarkan wanita itu pergi dengan tip darinya.
Setelah menutup pintu kamarnya, Queen pun kembali ke depan laptop nya.
Belum tampak Tika disana, maka Queen pun bergegas menyantap sarapan nya terlebih dahulu dengan mata kamera yang menyoroti dirinya yang duduk di kursi di samping ranjangnya.
"Queen woiii!" Panggil Tika yang sudah kembali ke depan laptop nya.
Queen menoleh dan bergegas mengambil laptop nya dan menaruhnya di atas meja. Lalu, ia menatap Tika yang juga sedang melahap sepotong roti.
"Mana laki lu?" Tanya Queen.
"Baru berangkat, dia titip salam buat elu."
"Waalaikumsalam," Sahut Queen seraya mengunyah sepotong roti yang berisi berbagai macam sayuran dan potongan daging ayam.
"Enak banget, lu sarapan apa?"
__ADS_1
"Gak tahu gue namanya, ah yang penting halal," Celetuk Queen seraya tertawa.
"Lu nginep dimana sih?" Tanya Tika penasaran.
"Di Resort Pulau Vaadhoo." Sahut Queen.
"Oh... gila kalau anak sultan. Kaga mikir mau liburan juga."
"Jangan gitu dong lu.... Gue liburan pakai uang gue sendiri kali. Gak pernah pakai uang orang tua!"
"Hahaha iya, makanya lu kerja bagaikan kuda yak..."
Mereka pun tertawa cekikikan di depan kamera.
"Eh gimana Raka?" Tanya Queen, mencoba kembali ke topik awal mereka.
"Oh dia... Iya gue ketemu dia, dia nanyain elu. Gue bilang aja elu lagi liburan di Maldives."
Queen membulatkan matanya kearah kamera.
"Kok lu ngomong sih?"
"Gue kan gak bisa bohong Queen...!"
Queen menggelengkan kepalanya, tanda ia tidak percaya dengan tingkah konyol Tika.
"Eh, Queen, gue mau bilang ternyata Raka itu..."
"Ya... halo..."
Jaringan pun terputus. Queen mengerutkan keningnya dan mencoba menghubungi Tika kembali. Tetapi, apa daya, internet tidak stabil hingga Tika tidak dapat Queen hubungi lagi.
...
Dreeettt...! Dreettt...!
Raka yang baru saja selesai berolahraga pun, bergegas meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja. Matanya membulat, ekspresi wajah nya terlihat semringah saat membaca nama Tika tertera di layar ponselnya.
"Halo Tik!" Sapa Raka dengan suara yang tampak bahagia menerima telepon dari Tika.
"Halo, Halo, Assalamualaikum gitu!" Omel Tika.
"Eh iya, Assalamualaikum Tika," Ucap Raka dengan suara yang terdengar manis.
"Waalaikumsalam, Gitu dong lu..."
"Iya, maaf... Gimana?" Tanya Raka dengan bersemangat.
"Gimana apanya?"
"Kabar Tik... kabar Queen."
"Hahahaha.. dasar bucin! Gue dapat kabar dia ada di pulau Vaadhoo. Kabar Queen baik-baik saja."
"Ok begitu, syukurlah. Terima kasih ya Tik,"
"Iya sama-sama. Oh iya Ka... gue mau bilang sesuatu."
__ADS_1
"Apa Tik?"
"Hmmmm, sebenarnya gue gak enak hati sih sama elu. Masalah Putra, adik ipar gue."
Raka terdiam mendengar nama Putra disebut oleh Tika. Ia mendengar bila Putra menginginkan Queen dan mengajak gadis idamannya itu untuk ta'aruf, dari mulut suami Tika sendiri kemarin malam.
"Yang ngajakin Queen ta'aruf?" Tanya Raka dengan nada suara yang datar.
"Iya Ka... tapi... gimana ya... Yah... elu kan laki-laki nih ya. Kebetulan adik ipar gue suka sama Queen. Elu temen gue yang sudah lebih dahulu suka juga sama Queen. Tapi, yang namanya jodoh kan gue gak bisa ngatur. Serahin saja sama Allah. Jadi gue pinta, lu berjuang kalau memang lu minat sama Queen. Ingat, ada lelaki lain yang sedang berjuang untuk dia,"
Raka menghela nafas panjang. Ia merasa lelaki yang sedang mendekati Queen cukup gentleman karena langsung mengajak wanita idaman nya itu untuk berta'aruf.
"Tapi lu jangan patah semangat. Gak ada yang melarang elu sih mau deketin Queen. Sekarang, tinggal kuat-kuatan doa nih antara lu sama si Putra. Hahaha... ! tugas gue cuma kondangan entar, kalau Queen nikah entah sama siapa."
Raka tertawa getir, walaupun dirinya merasa cemas, ia tetap berusaha biasa saja.
"Ya sudah, itu saja. Gue mau berangkat kerja."
"Oh, ok Tik. Terima kasih ya infonya."
"Iya Ka, sama-sama. Elu baik-baik ya. Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam." Sahut Raka seraya mengakhiri percakapan itu.
Raka termenung sejenak. Ia memikirkan apa yang di katakan Tika kepadanya. Lalu, Raka menyentuh dadanya. Ia merasakan degup jantung nya yang tidak beraturan. Nafasnya sesak dan kepalanya terasa berdenyut.
"Mendengar Queen diajak ta'aruf saja, rasanya gue mau makan orang. Astaghfirullah ini kah yang dinamakan cemburu buta?" Gumam Raka.
Raka meraih kembali ponsel dan menghubungi Mirna, sekretaris nya.
"Halo boss ganteng..." Sapa Mirna dengan suara genit menggoda.
"Mir, cari penerbangan ke Maladewa secepatnya dan urus segala kebutuhan saya untuk perjalanan tersebut dan batalkan segala pertemuan saya selama saya pergi." Perintah Raka.
"Saya diajak gak Boss?"
Tut....Tut... Tut....!
Raka mematikan sambungan telepon itu dan bergegas ke kamarnya.
"Raka, mau kemana? Kok buru-buru?" Tanya nyonya Amara, saat Raka melintas di ruang makan.
Raka menghentikan langkahnya dan menghampiri nyonya Amara.
"Bu, ada orang yang suka dengan Queen dan bersedia menikahi dia dalam waktu dekat ini. Ibu setuju kan, bila Raka menikah dengan Queen?" Tanya Raka dengan wajah yang serius.
Nyonya Amara mengangguk dengan cepat.
"Ok, kalau begitu, tolong doakan Raka berjodoh dengan Queen ya Bu. Tidak ada doa yang ampuh selain doa orang tua," Ucap Raka seraya memegang kedua pundak Ibunya.
Lagi-lagi nyonya Amara hanya mengangguk dengan wajah yang bingung.
"Ok, Raka mau mandi dulu. Terus mau ke kantor. Kalau dapat tiket, Raka akan menyusul Queen ke Maldives Bu. Ibu gak apa Raka tinggal sendirian?" Tanya Raka lagi.
"Tidak apa-apa." Sahut nyonya Amara.
"Ya sudah, terima kasih Ibu." Ucap Raka seraya mengecup kening Ibunya.
__ADS_1
Nyonya Amara tersenyum dan menatap punggung Raka yang berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke kamar nya. Lalu, ia menghela nafas panjang. Wajah nya mulai mengeluarkan ekspresi yang khawatir.
"Queen mau ta'aruf? Tidak bisa dibiarkan... Gadis itu sangat cocok dengan anak ku. Tidak...! Aku harus melakukan sesuatu!" Gumam nya.