365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
156# Berdua saja


__ADS_3

Ting!


Raka dan Queen tiba di Lantai 5 di hotel tersebut. Tepatnya, mereka menaiki lift yang memiliki akses langsung mengantarkan mereka ke dalam kamar Presidential Suite tersebut. Queen yang di antar oleh dua orang staf hotel. Satu staf membawa koper Queen dan Raka, satu lagi melayani mereka layaknya seorang Raja dan Ratu pada malam ini pun melangkah masuk ke ruangan yang terlihat sangat luas tersebut.


Bagaimana tidak, kamar Presidential Suite yang merupakan kamar termahal. Sama seperti di hotel bintang 5 pada umumnya. Berbagai fasilitas mewah, privasi dan pelayanan yang terbaik, akan mereka nikmati di hotel milik Raka tersebut.


Seorang staf, menata koper Raka dan Queen, tepat di samping lemari di kamar mereka. Sedangkan satu staf lagi, langsung beranjak ke minibar yang ada di dalam kamar Presidential Suite tersebut.


"Anggur Pak?" Tanya staf tersebut.


"Tidak, saya tidak minum anggur lagi," Ucap Raka.


"Apa yang Bapak butuhkan saat ini?" Tanya staf itu lagi.


"Berdua dengan istri saya," Sahut Raka.


Staf itu tersenyum, lalu mengangguk paham. Sejenak kemudian, kedua staf itu pun meninggalkan ruangan Raka dan Queen.


Kamar yang memiliki 2 ruang tidur dan satu ruang tamu, lengkap dengan minibar dan ruang fitnesnya itu sangat luas untuk mereka berdua. Meskipun begitu, itulah tujuan Raka, ia memilih kamar terbaik ini, untuk privasi dirinya dan Queen saat malam pertama di hari pernikahan mereka berdua. Karena, ini lah salah satu kamar yang sangat terjaga privasinya.


Raka memandang Queen yang masih menggunakan gaun pengantin, beranjak ke kamar utama di ruangan itu. Raka tersenyum dan menyusul istri nya itu menuju ke kamar mereka. Sesampainya di kamar, Raka melihat Queen berdiri di depan ranjang dan sedang mengagumi kamar tersebut.


Raka beranjak menghampiri Queen dan memeluk pinggang ramping istrinya itu dari belakang.


"Bagaimana nyonya Raka? Kamu suka?" Bisik Raka, tepat di telinga Queen.


Queen menoleh dan tersenyum kepada lelaki yang baru saja sah menjadi suaminya itu. Lalu, ia mengangguk dan kembali mengagumi kamar tersebut.


"Kamu hebat, memiliki hotel dengan kamar Presidential Suite, sepertinya aku harus lebih banyak belajar dengan mu," Ucap Queen.


Raka tersenyum dan beranjak ke hadapan Queen. Ia menatap kedua mata Queen yang terus mengalihkan pandangan nya dari Raka.


"Sayang, liat aku," Ucap Raka seraya menggeser dagu Queen dengan jari telunjuknya.


Mau tidak mau, Queen menatap Raka dengan pipi yang bersemu merah.


"Malam ini, kita sudah sah menjadi suami istri. Aku sangat bahagia sekali. Aku harap, kamu pun bahagia dan kita hidup dengan penuh cinta hingga maut memisahkan kita," Ucap Raka pelan.


Queen menghela nafasnya, entah mengapa, kali ini gaun yang sedang ia pakai itu terasa sesak di sekitar dadanya.


"Aku sangat mencintai kamu," Ucap Raka lagi, seraya menarik pinggang Queen agar merapat ke tubuhnya. Lalu, bibir lelaki itu mulai mengecup lembut bibir Queen.


Darah Queen berdesir kencang, hingga membuat suhu tubuhnya terasa panas. Queen mulai memejamkan kedua matanya dan membalas ciuman manis dari suaminya itu.


Suasana mulai memanas, Bibir raka mulai bermain di sekitar leher Queen, yang membuat Queen merasa jantungnya ingin meledak, karena inilah kali pertama ada seorang lelaki yang mencium lehernya.


Karena merasa geli dan tidak biasa, Queeen mendorong halus tubuh Raka. Saat itu juga Raka menatap istrinya tersebut. Namun Queen tidak berani sekalipun membalas tatapan suaminya itu.


"Maaf Raka, aku rasa, kita harus mandi dulu. Dan melaksanakan shalat." Ucap Queen dengan suara yang lembut.

__ADS_1


Raka tersenyum dan terlihat salah tingkah.


"Oh iya, mau mandi bareng?" Tanya Raka.


"Ti-tidak!" Ucap Queen yang semakin gugup.


"Oh, Ok....... Jadi, siapa yang mau mandi duluan?" Tanya Raka.


"A-aku sepertinya," Ucap Queen.


Raka mengigit bibirnya dan melepaskan pelukannya dari tubuh Queen.


"Silahkan nyonya Raka," Ucap nya, seraya mempersilahkan Queen, layaknya seperti seorang Ratu.


Queen buru-buru melangkah ke kamar kecil. Dari belakang, tampak Raka mulai mengikuti Queen ke kamar kecil.


"Kamu ngapain?" Tanya Queen yang sadar bila Raka mengikuti dirinya.


"Mau menyalakan air panas, kamu tidak ingin berendam? Biar aku isiin air nya ya.." Ucap Raka.


Queen terdiam, lalu dirinya mempersilahkan suaminya itu untuk masuk dan menyalakan air, serta mengisi bathtub dengan air hangat untuk dirinya berendam. Sedangkan Raka terlihat santai saja saat berdua di kamar kecil dengan Queen.


"A-aku ingin juice apel, kamu mau aku pesankan?" Tanya Queen dengan terbata-bata.


"Boleh," Sahut Raka yang sedang membubuhi aroma terapi di genangan air dalam bathtub tersebut.


Queen mengangguk dan melangkah keluar, untuk menghubungi staf hotel tersebut.


Walaupun ini bukan kali pertama bagi Raka, tetapi ini adalah kali pertama dalam pernikahan yang juga pertama kali didalam hidupnya. Jelas akan terasa berbeda, karena ini adalah hubungan yang halal dan istrinya adalah seorang perawan.


Queen kembali ke kamar kecil dan menatap Raka yang sedang menggulung lengan kemeja putih nya. Juga, terlihat air sudah mulai hampir penuh.


Raka mematikan keran dan membubuhi bunga mawar kedalam bathtub tersebut, serta butiran sabun yang akan menjadi gelembung di permukaan bathtub tersebut.


"A-aku sudah pesan, nanti tolong bukakan pintu ya buat yang nganterin," Ucap Queen.


Raka menatap Queen dan mengangguk. Lalu, ia beranjak dari tepi bathtub dan berjalan mendekati Queen.


"Beneran gak mau ditemani?" Tanya Raka.


Jantung Queen kembali berdetak kencang, lalu ia pun menggelengkan kepalanya.


"Atau butuh bantuan membuka gaun nya?" Tanya Raka lagi.


Queen terdiam, lalu ia memunggungi Raka.


"Kenapa?" Tanya Raka.


"Katanya kamu mau membantuku untum membuka gaun."

__ADS_1


"Ah, iya," Ucap Raka dengan bersemangat.


Belum sempat Raka membuka gaun pengantin itu, Queen kembali menghadap Raka dan menatap lelaki itu dengan seksama.


"Loh, kenapa?" Tanya Raka dengan wajah yang bingung.


"Jangan dilihat ya, bukanya dengan mata terpejam saja," Queen berusaha mengingatkan Raka.


"Kita kan sudah sah, kenapa begitu?"


"Aku malu..." Ucap Queen dengan pipi yang memerah seperti udang rebus.


"Malu?" Tanya Raka.


Queen mengangguk dan mengerutkan dagunya.


"Baiklah, ya sudah menghadap kedepan lagi," Pinta Raka.


Queen pun kembali memunggungi Raka dengan jantung yang berdebar kencang.


Perlahan, Raka membuka gaun itu, tampak punggung Queen yang begitu halus dan menggoda. Sebenarnya Raka tidak memejamkan matanya. Ia melihat dengan jelas tubuh istrinya yang begitu menggoda.


Tanpa basa basi, Raka kembali memeluk Queen dari belakang.


"Aku mau bertanya, kira-kira kalau pikiran kita lagi gak menentu begini, kalau sholat sah gak?" Tanya Raka.


"Ya enggak, tapi kan bisa di tahan, atau di usir saja pikiran seperti itu," Ucap Queen gugup.


"Kan mau mandi juga habis ini. Biar tenang gitu pikiran nya," Bujuk Raka seraya tersenyum jahil.


"Raka..." Mendadak Queen terlihat panik.


"Oke-oke, ya sudah, aku akan usir pikiran ini untuk sementara waktu. Yang terpenting, kita sholat dulu," Ucap Raka seraya melepaskan pelukannya dari tubuh Queen.


Saat itu juga Queen dapat bernafas lega.


"Tapi cium dulu," Ucap Raka sebelum meninggalkan kamar kecil tersebut.


Queen mengulum senyumnya dan beranjak mendekati Raka.


"Untuk pertama kalinya, aku cium kamu duluan," Ucap Queen.


Sedetik kemudian, bibir Queen pun mendarat di bibir Raka. Di susul dengan pintu kamar kecil yang tertutup rapat.


Raka terdiam di depan pintu kamar kecil itu. Ia tersenyum malu, dan mengigit bibirnya sendiri.


"Halah... indah banget begini ya di cium istri," Gumam nya seraya melompat kegirangan.


Di dalam kamar kecil, Queen pun tersenyum, ia memegang dadanya, untuk merasakan detak jantung yang semakin tidak beraturan.

__ADS_1


"Ya... layani dia dengan baik. Tetapi, aku mau berendam sesaat, untuk melemaskan otot-otot, terus shalat dan......" Queen mengigit bibirnya dan menatap bayangan dirinya di pantulan cermin.


"Malam pertama," Gumam nya lagi.


__ADS_2