365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
157# MP


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


"Queen..." Panggil Raka yang terlihat gelisah di depan kamar kecil.


"Ya.." Sahut Queen dari dalam bilik kamar kecil tersebut.


"Sudah belum?" Tanya Raka.


"Sedikit lagi.., kenapa?" Tanya Queen lagi.


"Aku mau mandi," Ucap Raka seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebentar ya sayang..." Ucap Queen.


Mendengar kata "Sebentar ya sayang.." Yang terdengar lembut dan manja dari Queen, mendadak sisi kejantanan Raka mulai meronta-ronta.


"Aduh..!" Keluh nya seraya memegang bagian sensitifnya.


"Sabar ya.." Ucap Raka.


Dirinya beranjak menuju ke ruang tamu, ia pun menatap dua gelas juice yang sudah 15 menit yang lalu, diantarkan ke kamarnya. Raka meneguk juice milik nya dan setelah itu ia kembali beranjak menuju ke meja telepon yang berada di ruangan itu.


Raka menekan kode untuk menghubungi dirinya dengan bagian restoran hotel miliknya itu.


"Halo," Sapa nya setelah panggilan itu tersambung.


"Ya Pak Raka," Sahut suara di seberang sana.


"Bawakan saya menu terbaik, apa saja, saya tunggu," Perintah Raka.


"Baik Pak,"


"Terima kasih," Ucap Raka, lalu ia menutup panggilan tersebut dan kembali melangkah menuju ke kamar kecil. Saat itu juga ia melihat Queen yang sudah memakai jubah handuk, baru saja keluar dari kamar kecil.


Saat itu juga ia beranjak mendekat dengan mata yang tampak terlihat mabuk kepayang.


"Stop Raka!" Ucap Queen seraya mengangkat kedua tangan nya.


Langkah Raka terhenti dan menatap istrinya itu dengan tatapan yang bingung.


"Kenapa?" Tanya nya.


"Aku sudah wudhu, kamu mandi dulu gih,"


"Ah.. iya ya.." Raka menggaruk kepalanya lagi dan beranjak ke kamar kecil.


Setelah Raka masuk ke kamar kecil dan menutup pintunya, Queen terduduk lemas diatas lantai.


"Allahu Akbar! Seakan aku akan dimangsa Raka rasanya," Ucap Queen dengan bibir yang gemetar.


Dengan dengkul yang lemas, Queen berusaha berdiri dan meraih koper nya yang terletak disamping lemari, lalu ia pun mulai membuka kopernya.

__ADS_1


Queen memakai pakaian tidurnya dan juga mukena untuk melaksanakan shalat berjamaah dengan Raka. Setelah selesai, Queen pun membentang dua sajadah, satu di depan dan satu di belakang. Lalu, Queen pun duduk di belakang sajadah yang terbentang di depan nya. Ia sengaja duduk disana dan menunggu Raka selesai membilas tubuh lelaki itu.


Tak lama kemudian, Raka keluar dari kamar kecil tersebut. Namun, Queen sama sekali tidak berani menoleh dan menatap suaminya itu. Raka yang melihat Queen sudah menunggu dirinya pun, segera memakai pakaiannya.


Setelah itu, ia langsung beranjak ke atas sajadahnya dan menatap Queen yang terlihat semakin cantik saat menggunakan mukena.


"Ayo kita mulai, sholat berjamaah kita yang pertama," Ucap Raka seraya tersenyum.


Queen membalas tatapan Raka dan membalas senyuman suaminya itu, lalu ia pun mengangguk.


Sholat berjamaah pertama mereka pun dimulai. Dua insan itu merasa haru, ini adalah awal mula dari perjalanan rumah tangga mereka yang akan selalu mereka lakukan sesuai dengan perintah-NYA.


Salam terakhir pun di ucapkan Raka, dimana tandanya sholat berjamaah itu baru saja berakhir. Lalu, mereka berdua berdoa dan mengucapkan syukur atas semua yang telah mereka jalani dan gapai hingga detik ini. Betapa, mereka merasakan cinta dari sang pencipta yang tiada tara. Nikmat dan karunia yang luar biasa. Mereka berdua patut mensyukuri nya. Karena kalau bukan campur tangan Tuhan, maka, mereka tidak akan sampai di titik ini.


Setelah berdoa, Queen pun menyalami suaminya. Untuk kedua kalinya ia mengecup punggung tangan Raka dalam satu hari ini. Pertama saat Raka menyematkan cincin ke jarinya, sesaat setelah Ijab Qobul, dan setelah melaksanakan sholat berjamaah ini.


Raka mengecup kening Queen, sesaat setelah Queen mengecup punggung tangan nya. Lalu, mereka berdua pun beranjak dari sajadah itu. Queen melipat kedua sajadah dan melepaskan mukena nya. Lalu, ia menaruhnya di atas sofa yang berada di dalam kamarnya. Setelah itu Queen menatap Raka yang sedang menatap dirinya. Queen yang wajahnya polos tanpa make-up dan memakai pakaian tidur pun tersenyum malu-malu.


Raka melangkah mendekati Queen, lalu ia meraih pinggang ramping Queen agar merapat ke tubuhnya.


"Hmmmm, setelah ini kita ngapain?" Tanya Raka dengan raut wajah yang canggung.


"Hmmm, ngapain?" Tanya Queen yang sama canggung nya.


Lalu, mereka berdua tertawa dan semakin canggung.


Queen melepaskan pelukan Raka dan beranjak duduk di tepi ranjang. Lalu, ia terdiam di sana sambil menundukkan wajahnya.


Raka pun menyusul Queen dan duduk disamping Queen. Mereka sama-sama terdiam.


"Mengapa lebih sulit rasanya ya?" Batin Raka.


Dulu, saat pengalaman pertamanya, semua terjadi begitu saja. Memang campur tangan setan begitu kuat. Namun, berbeda dengan yang halal, rasanya, Raka seperti membeli barang yang sangat mahal, namun bingung bagaimana membuka bungkus nya yang indah. Ada perasaan sayang, galau dan bingung akan bagaimana.


Raka melirik Queen yang masih diam saja. Lalu, ia mendekati tangan nya ke tangan Queen yang sedang meremas seprai.


"Kamu siap?" Tanya Raka dengan suara yang gemetar.


Queen mengigit bibirnya dan menundukkan wajahnya semakin dalam.


"Raka, ini pengalaman pertama ku, aku minta maaf kalau ada yang kurang sebelumnya. Aku tidak tahu aku harus melakukan apa," Ucap Queen dengan jantung yang berdebar kencang.


Raka meraih kedua bahu Queen, hingga mereka pun duduk berhadapan. Dengan tangan yang gemetar, Raka mengusap pipi Queen, hingga tangan nya turun ke leher Queen. Ia membelai lembut rambut dan leher belakang Queen. Queen semakin gemetar, ia baru merasakan hal itu, seumur hidupnya.


Raka menggeser duduknya hingga lebih dekat dengan Queen. Lalu, ia mengangkat wajah Queen dengan jarinya. Mereka pun saling bertatapan. Terlihat pipi Queen merona dan bibirnya bergetar.


"I love you," Bisik Raka, sambil bibirnya terus mendekat ke bibir Queen.


Akhirnya, bibir hangat Raka menyentuh bibir Queen, dan memberikan kehangatan yang tidak biasa bagi Queen. Queen memejamkan kedua matanya, mencoba untuk berusaha tenang dan menikmati semuanya.


Sejurus kemudian, suasana mulai terasa panas. Raka pun berusaha menyentuh bagian tubuh atas Queen dengan lembut. Mendadak Queen melepaskan ciuman Raka dan menahan tangan Raka.

__ADS_1


"Raka.." Queen benar-benar merasa malu. Nafas nya memburu dan seakan ia merasa takut.


"Kita sudah sah sayang.." Bisik Raka yang sudah tampak seperti orang yang sedang mabuk.


Queen terdiam, rasanya ia ingin menjerit dan minta pertolongan kepada kedua orangtuanya. Tetapi, satu sisi lagi, ia sadar, hari ini dirinya sudah menjadi milik Raka seutuhnya.


Raka mencoba membuka satu persatu kancing piyama Queen, dengan nafas yang memburu. Terlihat ia seperti akan membuka bungkusan dengan barang berharga di dalam nya, yang belum pernah ia lihat.


Sedangkan Queen, terlihat mulai pasrah. Ia terus meyakinkan dirinya, bila semua akan baik-baik saja.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Raka menelan salivanya saat melihat tubuh bagian atas Queen yang ranum. Tanpa basa basi, ia pun mulai menyentuh nya dengan lembut. Yang membuat wajah Queen semakin memerah.


Raka kembali mengecup lembut bibir Queen. Saat Queen menggigit bibirnya, Raka pun semakin liar, hingga ia sudah tidak tahan lagi untuk memulai malam pertamanya dengan Queen.


"Hhhhhhh...!" Raka pun berusaha melepaskan semua yang menempel di tubuh Queen.


Raka sudah seperti kuda jantan yang lepas kendali. Ia pun melepas semua yang menempel di tubuhnya dengan gerakan yang begitu terburu-buru. Queen pun terbelalak saat melihat otot-otot yang tersusun indah di perut dan lengan Raka. Lalu, pandangan Queen pun beralih ke bagian bawah pusar Raka.


"Aaaaaaaaaa...!" Refleks, Queen berteriak, lalu ia menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. Namun hal itu tidak terpengaruh bagi Raka, ia terus menjelajahi setiap senti tubuh Queen, layaknya seorang pejantan yang sesungguhnya.


Rasa takut Queen perlahan mulai hilang, ia mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya itu. Queen mencoba menikmati nya dengan menutup kedua matanya.


"Aku sudah tidak tahan lagi," Ucap Raka.


Lalu, ia mencoba membuktikan kejantanan nya kepada Queen, dan membobol pertahanan terakhir Queen.


Tok! Tok! Tok!


"Room service!"


Teriak seorang petugas dari balik pintu kamar dua pengantin baru itu.


Queen membuka kedua matanya, sesaat Raka pun berhenti beraksi.


"Raka, itu..." Ucap Queen.


"Ah.. nanti! Mereka bisa menunggu!" Ucap Raka yang sudah tidak bisa lagi menahan hasrat nya.


"Raka.."


Tanpa mampu Queen cegah, sebuah benda asing baginya mencoba melesak masuk kedalam organ kewanitaan nya yang masih suci.


"Raka!" Queen terbelalak menahan sakit yang luar biasa, hingga ia mencengkram kedua lengan Raka.


Tampaknya Raka sudah tidak mendengar apa pun yang ada di sekitarnya, termasuk Queen yang sedang merintih kesakitan. Hingga ia mendapatkan posisi yang pas untuk memulai aksinya.


"Aaaaaaaaaaa!" Queen berteriak hingga suaranya terdengar ke luar ruangan.


...


Di balik pintu ruangan Raka dan Queen.

__ADS_1


Saking kerasnya Queen berteriak, seorang petugas yang menunggu dari balik pintu kamar tersebut pun, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, saat samar-samar ia mendengar teriakan Queen yang seperti orang sedang meminta pertolongan dari dalam kamar itu. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menunggu Boss nya, yaitu Raka, membukakan pintu untuknya yang berniat untuk mengantar makan malam untuk kedua insan itu.


"Mimpi apa gue semalam," Gumam nya.


__ADS_2