
Setelah serangkaian acara akad nikah selesai, acara pun dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Queen tampak cantik dengan gaun rancangannya sendiri. Semua tamu yang hadir tampak terkagum-kagum melihat gaun yang Queen kenakan. Tidak terkecuali Tasya, ia sangat bahagia sekaligus kagum melihat Queen yang bersanding di pelaminan.
Tasya yang bertugas sebagai bridesmaids, mulai berkhayal bila suatu saat ada seorang lelaki yang mendekati dirinya dan serius memulai rumah tangga bersamanya. Tetapi, mungkin itu entah kapan. Tasya tidak berani berharap lebih, ia hanya berharap hidupnya saat ini berjalan dengan baik-baik saja bersama buah hati hasil pernikahannya dengan Antoni.
Dari kejauhan, terlihat Banyu dan Putra memasuki convention hall. Banyu menepati janjinya untuk menghadiri pernikahan Queen dan Raka. Terlihat wajah Banyu yang dingin, namun terlihat begitu tampan dan rupawan. Sedangkan Putra, lelaki itu terlihat sangat terpaksa menghadiri pernikahan wanita yang pernah ingin sekali ia nikahi. Tetapi, apa daya, wanita itu memilih lelaki lain.
Melihat kehadiran mereka berdua, Queen yang sedang berada di pelaminan, tampak begitu senang. Sebenarnya bukan senang karena kehadiran Putra, hanya saja, kehadiran Banyu, membuat Queen merasakan kehadiran Tika juga. Banyu dan Putra langsung beranjak ke atas panggung pelaminan, lalu mengucapkan selamat untuk Queen dan Raka. Terlihat senyum manis Banyu saat dirinya mengucapkan selamat kepada sahabat almarhumah istrinya itu.
"Selamat ya Queen, Raka," Ucap Banyu dengan tulus.
"Terima kasih ya Mas," Ucap Queen dan Raka.
Mereka pun berfoto bersama, untuk mengabadikan kebersamaan mereka dihari bahagia Queen dan Raka ini. Setelah berfoto, Queen menahan tangan Banyu yang akan beranjak menuruni panggung pelaminan itu.
"Mas,"
"Ya?" Banyu menatap Queen dengan seksama.
"Mas disini dulu ya, jangan pulang. Makan dulu Mas, please.. nanti kita foto-foto bareng lagi ya Mas," Wajah Queen tampak begitu memohon kepada Banyu.
Banyu tersenyum dan mengangguk dengan pasti.
"Iya," Jawab nya seraya beranjak dari panggung pelaminan itu, karena ada banyak sekali orang yang mengantri untuk berfoto dan mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu.
Banyu dan Putra pun bergegas mendekati stand makanan yang di bentuk sedemikian rupa, untuk menjamu para tamu undangan. Lalu, Banyu dan Putra meraih piring dan mengambil makanan yang ingin mereka cicipi. Tidak sengaja, sepatu Banyu menginjak ujung Rok wanita yang sedang berdiri di sampingnya.
"Duh!" Wanita itu hampir saja terjatuh. Refleks, Banyu langsung menangkap wanita itu dan memeluk nya.
Prangggggg...!
Piring yang dipegang oleh Banyu pun terjatuh di lantai. Semua mata menatap ke arah Banyu dan wanita yang berada di pelukannya.
"Maaf!" Ucap Banyu seraya memperhatikan wanita yang sedang berada di pelukan nya itu.
"Mas?"
"Ta-tasya?"
Banyu dan Tasya terlihat salah tingkah setelah menyadari semua mata memandangi mereka berdua.
Tasya pun berusaha melepaskan pelukan Banyu. Lalu, ia mengucapkan terima kasih kepada Banyu.
Beberapa petugas kebersihan pun langsung menghampiri mereka dan membersihkan pecahan piring tersebut.
"Aku minta maaf, aku tidak sengaja menginjak rok mu," Ucap Banyu.
"Tidak apa-apa Mas, Mas mau makan? Saya ambilkan ya.." Ucap Tasya yang langsung bergerak cepat mengambilkan piring yang baru dan menyendok kan nasi ke atas piring tersebut.
__ADS_1
"Mau lauk apa Mas?" Tanya Tasya lagi.
Banyu terlihat termenung sambil terus menatap Tasya yang terlihat salah tingkah.
"Tasya?" Sapa Putra.
Tasya menatap Putra dan tersenyum kepada lelaki itu.
"Hai Mas, datang juga?" Tanya Tasya.
"Ya, saya sebagai teman A'a saya ini," Ucap Putra seraya merangkul Banyu yang masih terus menatap Tasya.
"Oh, adik kakak ternyata..." Tasya tersenyum manis. Wajah wanita itu begitu mempesona, hingga membuat Putra merasakan getaran yang tak biasa di hatinya.
"Mas Putra juga mau makan? Saya ambilkan ya," Ucap Tasya lagi.
"Tidak usah, biar aku ambil sendiri," Ucap Putra seraya mengambil piring yang berada tepat dibelakang Tasya. Saat mereka berdekatan, Tasya sempat mencondongkan tubuhnya agar tidak bersenggolan dengan Putra. Sedangkan Bayu terus memperhatikan Tasya yang masih memegang piring berisi nasi putih di atasnya, yang sengaja Tasya ambilkan untuk dirinya.
Seketika, terlintas wajah Tika. Saat itu, Banyu seakan merasakan bila Tasya adalah Tika.
"Mas.."
Banyu bergeming, ia masih asik dengan bayangan Tika yang tiba-tiba muncul dihadapan nya.
"Mas..." Panggil Tasya lagi.
"Ah, iya," Sahut nya.
"Itu di tanya sama Tasya. Pakai acara di ambilkan, manja... eh, modus!" Ucap Putra yang tampak iri dengan Banyu, karena mendapatkan pelayanan dari Tasya.
Banyu menatap piring di tangan Tasya, lalu ia mengulurkan tangannya.
"Biar aku saja yang mengambil lauk nya," Ucap Banyu.
Tasya menatap Banyu dengan seksama, lalu dengan ragu, ia menyerahkan piring tersebut ke tangan Banyu.
"Terima kasih," Ucap Banyu.
Lalu, dengan acuh, lelaki itu pun mengambil lauk yang ia inginkan. Sedangkan Tasya tampak masih bergeming di samping stand itu.
"Kamu sendirian?" Tanya Putra.
Tasya terperanjat saat Putra bertanya kepada dirinya.
"Ah, iya.. aku kan Bridesmaids.." Ucap Tasya seraya menunjuk gaun nya dan menunjuk gaun-gaun para Bridesmaids yang sedang melakukan tugas mereka.
"Oh... ya ampun... maaf ya.. aku tidak tahu," Ucap Putra yang berusaha akrab dengan Tasya.
__ADS_1
Tasya hanya tersenyum menanggapi ucapan Putra. Lalu, ia kembali melirik Banyu yang baru saja selesai mengambil lauk pauk yang ia inginkan.
"Mas, duduk di meja VIP yuk," Ucap Tasya.
"Ayo," Sahut Putra.
Tasya tercengang saat ajakan nya kepada Banyu, di sahut oleh Putra. Lalu, ia tersenyum canggung dan berjalan mengantarkan Banyu dan Putra ke meja VIP.
Setelah mengantar mereka berdua ke meja nya. Tasya pun bergegas untuk kembali melakukan tugasnya.
"Eh, mau kemana? sini saja temani kita-kita," Ucap Putra.
"Maaf Mas, saya harus melakukan yang lain nya," Ucap Tasya.
"Oh begitu..."
"Iya Mas, saya tinggal dulu ya."
"Baiklah," Ucap Putra.
Tasya pun melangkah ke arah panggung pelaminan. Dari belakang, Putra terus memperhatikan langkah kaki Tasya dan ia pun mulai tersenyum.
"Cantik A'," Ucap Putra.
Banyu yang sedang menyantap makanan nya pun menatap Putra dengan malas.
"Mata keranjang," Celetuk Banyu.
"Selagi belum menikah, kan kita bisa melihat wanita mana yang sekiranya pantas untuk di dekati A'," Ucap Putra.
"Kasihan perempuan kemarin yang sudah berharap dengan kamu. Siapa itu namanya?" Tanya Banyu.
"Oh, Cinta?"
"Ya, Cinta dan siapa satu lagi?" Tanya Banyu lagi.
"Valeria," Sahut Putra.
"Ah.. iya itu. Kamu mendingan serius sama salah satu dari mereka," Ucap Banyu.
"Mereka berdua sih cantik. Hanya saja, Cinta itu adalah mahasiswi ku A',"
"Kalau Valeria?" Tanya Banyu lagi.
"Oh dia, ya masih dekat saja sih. Tetapi, yang ini, cantiknya beda A'," Ucap Putra dengan antusias.
Banyu hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah adiknya yang niat ingin menikah, tetapi tidak pernah mau serius dengan wanita. Memang, kemarin Putra berniat serius dengan Queen. Hanya saja, Queen sudah teguh dengan pendirian nya. Yaitu, menikahi Raka, lelaki yang tepat untuk mengarungi sisa usia bersama dengan nya.
__ADS_1