365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
79# Pertemuan dengan Tika


__ADS_3

Musik romantis mengalun lembut pada malam yang sendu di restoran rooftop di hotel milik Raka. Lelaki itu tampak tenggelam dalam kesendirian nya dengan segelas minuman bersoda yang ia pinta kepada pegawainya, untuk menemani dirinya yang duduk sendirian.


Raka menatap pemandangan Kota dari atas restoran itu. Kelap kelip lampu kota metropolitan itu terasa mendamaikan hatinya. Raka terlihat seperti orang yang sedang banyak pikiran. Bahkan para pegawainya pun tidak berani untuk mengganggu dirinya pada malam itu.


"Boss kenapa ya?" Tanya seorang bartender kepada seorang rekan nya.


"Mana gue tau, putus cinta kali. Kan biasanya Boss dengan seorang model kalau kesini."


"Model mana? Oh, wanita cantik blasteran itu? Iya ya.... kemana wanita itu. Tampaknya Boss kena hati sama wanita cantik itu ya..." Dua orang itu sedang membicarakan Queen yang mereka kira seorang model.


"Cakep banget begitu, gimana gak main hati sama cewek secantik itu. Gue juga mau, gurih liat nya..." Ucap rekan bartender itu seraya menjulurkan lidahnya seperti orang yang sedang berselera dengan makanan favorit nya.


"Gak mungkin dia mau sama elu bambangg... ! Muka lu kek tutup gelas begitu. Ngayal lu ketinggian, jatuh lu entar..." Ledek bartender itu seraya mendorong jari telunjuknya di dahi rekan nya.


"Ye... kan gue bilang kalau dia mau sama gue. Kalau enggak ya sudah, gue sama si Mimin saja." Ucap nya seraya melirik seorang waiter wanita yang sedang melayani para pelanggan restoran.


"Mimin aja gak mau sama elu. Ngayal aja lu!" Ucap bartender itu seraya terkekeh.


"Ayo kita taruhan, kalau gue jadian sama mimin, lu kasih gue uang satu juta!"


"Dua juta gue kasih buat lu!"


"Ok deal ya!"


"Ok, siapa takut, kalau gue yang menang, elu kasih gue dua juta!"


"Ok sip..!"


Mereka pun bersalaman tanda taruhan segera dimulai.


"Woi..! Lemon Mujito dan Long island satu! Kalian ngobrol aja!" Tegur Mimin, gadis manis yang masih berusia 23 tahun itu.


"Eh, Mimin cantik, siap Min..." Sahut rekan bartender itu.


"Woooo... caper!" Ucap bartender itu dengan wajah yang kesal.


Terlihat sepasang pengantin baru yang baru saja memasuki restoran tersebut. Mereka bergandengan tangan dengan mesra. Serta senyuman bahagia selalu menghiasi wajah mereka yang terlihat sedang mabuk kepayang karena indahnya masa-masa awal pernikahan mereka.


Mereka adalah Tika dan suaminya yang baru saja kembali ke Jakarta. Mereka sengaja menginap di hotel itu untuk menikmati indahnya malam kedua pernikahan mereka.


Mata Raka tertuju kepada Tika yang tampak cantik pada malam ini. Tika yang menggunakan gaun berwarna merah terang dengan sepatu hitam yang elegan itu tampan duduk beberapa meja di depan Raka.


Tanpa membuang waktu, Raka seperti melihat harapan baru saat ia melihat kehadiran Tika disana. Ia pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Tika dengan wajah yang tampak bersemangat.


"Tika!" Seru Raka yang berdiri di depan meja sepasang pengantin baru itu.


"Dia siapa?" Terlihat wajah curiga suami Tika yang melihat Raka menghampiri istrinya dengan wajah yang semringah.


"Ah... dia... beb... dia.."


"Selingkuhan kamu?"

__ADS_1


"Bukaaaannn...! Ya Allah..!"


"Heh! Kamu siapa?" Suami Tika beranjak dari duduknya dan berdiri di hadapan Raka.


Raka menatap lelaki itu dengan wajah yang bingung.


"Sayang... hmmm.. ini Raka, pacarnya Queen." Ucap Tika yang sengaja mengatakan bila Raka adalah kekasih Queen. Agar suaminya tidak lagi mempertanyakan ini itu lagi.


Saat itu juga amarah di wajah suami Tika menghilang. Ia mulai menatap Raka dengan tatapan bersahabat.


"Maaf Mas, saya salah paham," Ucap suami Tika seraya mempersilahkan Raka untuk bergabung dengan mereka.


"Tidak apa-apa Mas," Sahut Raka seraya tersenyum ramah.


"Kamu sudah menikah? Kok gak ngundang?" Tanya Raka.


"Iya, baru kemarin. Maaf Raka, gue gak ngundang elu. Gue gak tahu nomor ponsel lu di Indonesia. Harusnya sebelum kita berpisah di Korea, gue minta nomor elu ya. Gue cuma punya nomor Korea elu."


"Iya aku juga lupa ngasih nomor ku. Maaf ya mengganggu makan malam kalian sebentar."


"Ya, tidak apa-apa." Sahut suami Tika, yang kini mulai memberikan senyum nya kepada Raka.


"Terima kasih Mas," Ucap Raka seraya menyambut kursi yang baru saja di ambilkan oleh pegawainya. Lalu, ia duduk diantar mereka berdua.


"Apa kabar lu sama Queen?" Tanya Tika yang pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi antara Raka dan Queen.


"Justru aku mau bertanya tentang Queen. Kamu tahu, Queen kemana sekarang? Kata pegawainya dia sedang keluar negeri."


"Loh, katanya pacar, masa tidak tahu?" Celetuk suami Tika.


Suaminya mengangguk paham dan mencebikkan bibirnya.


"Memang ada apa sih kalian?" Tika berusaha menggali informasi dari Raka. Walaupun sebenarnya ia sudah tahu segala yang terjadi dari Queen sendiri. Hanya saja, ia tidak ingin tampak tahu masalah Raka dan Queen. Karena ia sangat menjaga privasi sahabatnya itu, yang telah percaya menceritakan masalahnya kepada dirinya.


Raka mulai menceritakan masalah yang terjadi antara dirinya dan Queen. Tika juga melihat kesungguhan Raka yang ingin mencari Queen dan meminta maaf kepada gadis itu.


Cerita Raka cukup membuat Tika paham dan merasa iba kepada lelaki itu. Tika menghela nafas panjang setelah Raka selesai menceritakan masalahnya dengan Queen.


"Oh, jadi begitu..."


"Iya Tik, kamu tahu dia kemana?"


"Kemarin sih dia datang ke acara nikahan gue, terus dia kembali ke Jakarta dan terbang ke Maldives."


"Maldives?" Tanya Raka dengan tak percaya.


Tika mengangguk dengan pasti dan menatap Raka dengan seksama.


"Lu cinta gak sama dia?"


"Hmmm, tapi Putra kan mau ngajakin Queen ta'aruf." Celetuk suami Tika.

__ADS_1


Tika langsung membungkam mulut suaminya dan menatap suaminya dengan mata yang melotot.


"Ta'aruf?" Tanya Raka yang tampak terkejut.


Tika terlihat salah tingkah dan kembali duduk di bangkunya.


"Baru rencana. Hehehhe!" Ucap Tika seraya tersenyum canggung.


Raka terdiam dan menundukkan wajahnya.


"Putra siapa?" Tanya nya lagi.


"Adik saya," Sahut suami Tika.


Raka mengangkat wajahnya dan menatap suami Tika dengan seksama. Lalu, ia menghela nafas panjang.


"Ya sudah, silahkan nikmati waktu kalian berdua ya." Ucap Raka dengan ramah seraya beranjak dari kursinya.


"Raka, nomor ponsel lu berapa?"


Raka tersenyum dan mengeluarkan ponselnya.


"Berikan aku nomor ponsel mu saja. Biar aku yang menghubungi."


Suami Tika menelan salivanya dan menatap Raka dengan tatapan tidak suka.


Tika meraih ponsel Raka dan menuliskan nomor ponselnya.


"Ini, lu save ya."


"Thanks Tik, Mas. Saya pergi dulu." Ucap Raka seraya membungkuk dan tersenyum. Lalu, ia beranjak meninggalkan restoran rooftop itu.


"Aku tidak suka dengan nya. Wajah nya seperti pebinor," Ucap suami Tika.


"Hust..! Aku cuma padamu Mas..!"


"Ya, siapa tahu kalian bertukar nomor ponsel dan saling janjian dan menghubungi." Keluh suami Tika.


"Ya elah, cemburu... Dia itu...."


"Selamat malam Ibu dan Bapak. Malam ini Ibu dan Bapak bebas memilih menu apa saja dan gratis." Ucap Mimin waiter cantik restoran itu.


"Gratis?" Tanya suami Tika dengan mulut yang tercengang.


"Iya, ini hadiah pernikahan dari Boss kami, Tuan Raka." Ucap Mimin.


"Boss?" Tika dan suaminya saling bertatapan.


"Iya Ibu, Bapak. Yang barusan berbicara dengan Ibu dan Bapak adalah pemilik restoran dan hotel ini."


"Hah!"

__ADS_1


Mimin tersenyum dan menyodorkan buku menu kehadapan Tika dan suaminya.


"Wah... Queen harus jadi nih sama si Raka. Sultan booo...! Kira-kira si Queen tahu gak ya?" Jiwa materialis Tika pun meronta-ronta.


__ADS_2