365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
23# Liburan ( 358HMH )


__ADS_3

Setelah sholat Subuh, Queen sudah siap untuk berangkat ke Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Ia mengeluarkan koper nya dan meletakkan nya di teras rumah. Lalu, ia mengunci pintu rumah nya dan duduk di beranda rumah, menunggu taksi yang sudah ia pesan untuk mengantarkan dirinya ke Bandara.


Beberapa menit kemudian, taksi yang ia pesan pun tiba. Queen beranjak menghampiri taksi tersebut di luar pagar. Lalu, ia menyerahkan koper milik nya kepada supir taksi untuk di taruh di bagasi taksi itu.


Setelah memberikan pesan kepada satpam yang bekerja menjaga rumahnya. Untuk berhati-hati dan selalu menjaga rumah, Queen pun berangkat menumpang taksi tersebut.


Di jalan ke arah Bandara, Tika menghubungi dirinya untuk memastikan Queen sudah berangkat ke Bandara. Karena pesawat mereka akan berangkat pukul setengah tujuh pagi. Tika khawatir bila mereka akan tertinggal pesawat.


Queen pun mengatakan bila dirinya sudah dalam perjalanan menuju ke Bandara. Tika yang merasa tenang pun mengakhiri panggilan tersebut dan menunggu Queen di terminal keberangkatan Internasional.


40 menit kemudian, Queen pun tiba di terminal keberangkatan Internasional. Terlihat Tika sudah menunggu dirinya di depan pintu masuk. Rumah Tika lebih dekat dari Bandara, maka dirinya lebih dahulu sampai dan menunggu Queen di sana.


"Tikkkk..!" Pangil Queen sambil beranjak mendekati Tika.


"Ya Allah, gue kira lu bakalan telat! Gue sudah cemas aja," Ucap Tika sambil mencium pipi Queen.


"Gak dong, gue semangat ini," Ucap Queen sambil beranjak masuk bersama Tika ke dalam terminal Bandara.


Mereka pun melakukan Check-in dan proses lain nya. Setelah semua nya selesai, mereka pun memasuki ruang tunggu sambil setengah berlari.


Queen melirik arlojinya, jarum jam menunjukan pukul 6 kurang 7 menit. Terdengar panggilan untuk penumpang tujuan Seoul, Korea Selatan. Queen dan Tika pun langsung mengantre untuk pengecekan tiket dan lainnya. Setelah itu, Queen dan Tika di izinkan untuk masuk ke pesawat mereka.


Queen dan Tika beranjak masuk ke badan pesawat dan mencari bangku yang sesuai dengan yang tercetak di boarding pass mereka. Setelah mendapatkan bangku, mereka berdua pun duduk berdampingan. Queen yang masih mengantuk dan belum sempat menikmati secangkir kopi pun, langsung memejamkan kedua matanya. Perjalanan selama 7 jam akan ia lalui agar sampai di Seoul, Ibukota negara tujuan nya itu.


"Queen," Tika mengguncang bahu Queen yang mulai terlelap.


"Ha...?" Queen kembali membuka matanya.


"Malah molor lu ! Foto-foto dulu Queen. Lu patah hati boleh. Tapi, semangat hidup untuk selfie dan pamer di medsos jangan pernah padam dong!" Ucap Tika dengan gaya bicara Betawi yang kental.


"Ah, iya..." Ucap Queen.


Queen menatap ke kamera ponsel Tika, lalu ia mencoba untuk tersenyum. Setelah mereka mengambil beberapa foto, Queen pun meraih ponsel milik Tika dan melihat hasil foto yang baru saja mereka ambil. Tiba-tiba matanya membulat saat melihat seseorang yang duduk tepat disebelah nya ikut tersenyum di dalam foto tersebut. Dengan cepat Queen menoleh ke sampingnya.


"Astaga!" Queen menatap lelaki yang duduk di samping dirinya tersebut.


"Hai, jumpa lagi," Ucap Raka sambil tersenyum manis menatap Queen.

__ADS_1


"Raka?" Queen tampak terkejut dan menatap lelaki itu dengan tatapan yang tak percaya.


"Bagaimana bisa?" Tanya Queen sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Mungkin jodoh," Ucap Raka sambil tersenyum manis.


"Lu kenal sama Abang ganteng itu?" Bisik Tika yang terpesona dengan wajah Raka.


Queen mengangguk dengan ragu, untuk menjawab pertanyaan dari Tika.


"Kok bisa sih?" Tanya Queen penasaran.


"Aku gak tahu, aku sudah memesan tiket dari jauh-jauh hari," Ucap Raka dengan wajah yang polos.


"Astaga....." Queen mengusap wajah nya dan tersenyum tak percaya kepada Raka.


Raka membalas senyuman Queen. Raka sendiri merasa beruntung bisa duduk di samping Queen selama perjalanan 7 jam yang membosankan.


"Boleh aku bergabung dengan kalian untuk berlibur bersama?" Tanya Raka.


"Ok, terima kasih," Ucap Raka dan tersenyum puas.


Queen melirik Raka dan tersenyum canggung.


"Perkenalkan, nama ku Raka," Raka menyodorkan tangan nya kepada Tika. Tika pun menyambut dan juga memperkenalkan dirinya.


"Tika,"


Queen yang berada di tengah-tengah antara mereka menegak kan duduknya untuk menghindari tangan Raka menyenggol tubuhnya.


Setelah Raka dan Tika berkenalan, Tika pun mulai banyak bertanya dengan Raka. Sedangkan Queen hanya menjadi pendengar yang baik di tengah dengung pesawat yang baru saja take off.


"Lu kok diam aja?" Tika menyenggol tangan Queen yang dari tadi mendengarkan obrolan Tika dan Raka.


"Ah, gue ngantuk."


"Alasan aja lu," Tika mencebikkan bibirnya. Sedangkan Raka terus tersenyum menatap wajah Queen yang sedari tadi tidak mau menoleh kepada dirinya.

__ADS_1


"Ternyata kamu sibuk karena mau liburan toh..." Ucap Raka.


Queen menatap Raka, lalu ia tersenyum canggung.


"Padahal, kemarin aku mau ketemu, ya ingin membicarakan masalah liburan bersama. Tadinya aku mau berlibur ke Korea bersama teman ku. Hanya saja, ia tiba-tiba ada urusan. Jadi, aku sendirian deh. Mau membatalkan perjalanan dan mengurus yang lebih bermanfaat, tetapi diri ini merasa memang sedang butuh liburan. Ya.. sudah.. sendirian saja. Eh, ternyata orang yang mau aku ajak, berada di pesawat yang sama dengan ku," Ucap Raka panjang lebar.


Queen menatap Raka dan tatapan nya pun jatuh ke bibir tipis Raka saat Raka membalas pandangan Queen.


Saat menatap bibir lelaki itu, jantung Queen berdegup kencang. Ia kembali teringat kejadian saat terjebak di lift bersama Raka. Betapa lelaki itu dengan jantan mendekati dirinya dan hendak mencium bibirnya.


Nafas Queen mendadak sesak saat mengingat kejadian itu. Sedangkan Raka terlihat bingung dan khawatir saat Queen terlihat seperti susah bernafas.


"Kamu tidak apa-apa? Mau minum?"


"Ng...enggak.. enggak... aku mau tidur saja," Queen bertingkah aneh dan canggung. Ia menggelengkan kepalanya dan menyenderkan punggungnya ke kursi. Lalu, ia mencoba memejamkan matanya.


Raka terus menatap Queen sambil tersenyum. Sedangkan Tika terus memperhatikan Raka dengan lirikan maut nya.


"Sesuatu pernah terjadi nih kayak nya di antara mereka," Batin Tika.


..


2 jam berlalu, Tika tersentak dari tidur nya ia menoleh ke arah Queen dan Raka. Lalu, ia tersenyum jahil dan meraih ponselnya. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat, hingga ia memutuskan untuk mengambil foto Queen yang tertidur dengan posisi kepalanya yang bersender di bahu Raka. Sedangkan Raka juga tampak tertidur dengan posisi tegak.


"So sweet banget sih mereka.... ya Allah..." Gumam Tika sambil terus mengambil gambar Queen dan Raka.


Tika kembali tersenyum puas melihat hasil foto-foto yang ia ambil. Lalu, ia menatap Queen dan Raka yang masih tertidur pulas.


"Ya Allah, aku merasa iba dengan sahabat ku ini. Aku mohon, dengarkan lah doa ku ya Allah. Semoga mereka berjodoh. Kasihan Queen ya Allah, aku tahu lelahnya dia mencari tambatan hati. Mungkin, pertemuan ini pertanda, bila engkau menjodohkan mereka," Batin Tika.


Lalu, Tika meraih selimut yang disediakan oleh maskapai dan menyelimuti Queen dan Raka.


Mereka tampak seperti sepasang pengantin baru yang hendak berbulan madu.


Tika tersenyum sendiri dan kembali mengabadikan momen tersebut.


"Bismillahirrahmanirrahim... jodoh.. jodoh..." Ucap nya dengan bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2