365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
109# Pertemuan dengan Lala


__ADS_3

"Raka," Panggil Queen, saat Raka hendak bergegas untuk membuka safety belt nya sesaat setelah mereka sampai di sebuah gedung dimana Raka di undang di acara salah seorang relasinya.


"Ya," Sahut Raka seraya menatap Queen yang duduk disampingnya.


Queen membuka tas tangan nya dan mengeluarkan sebuah undangan berwarna emas dari dalam tas nya. Lalu, ia memberikan undangan itu kepada Raka.


"Undangan?" Tanya Raka dengan wajah yang bingung, serta meraih kertas undangan tersebut.


"Iya, undangan dari Athar." Sahut Queen seraya mengunci kembali tas tangan nya.


"Oh... Dia mengundang ku?" Tanya Raka, merasa tak percaya.


Queen tersenyum dan mengangguk dengan cepat.


"Katakan sama dia, kalau aku pasti akan datang," Ucap Raka dengan bersemangat, seraya memperhatikan undangan itu.


"Iya, nanti aku sampaikan," Sahut Queen.


Raka membuka sampul undangan itu dan memperhatikan tanggal yang tertera di dalam undangan tersebut.


"Awal bulan depan ya,"


"Iya," Sahut Queen seraya merapikan rambutnya.


"Ok," Raka kembali memasukan undangan itu kedalam sampul dan bergegas turun dari mobilnya.


Raka berputar dan membukakan pintu mobilnya untuk Queen, lalu ia menggandeng tangan gadis pujaan nya itu dan melangkah masuk untuk memenuhi undangan relasinya di gedung itu.


Setelah ia menandatangani buku tamu, Raka dan Queen pun melangkah masuk dan berbaur dengan para undangan yang lain nya.


Mereka disambut oleh seorang CEO yang menyelenggarakan acara bertema syukuran bisnis tersebut. Lalu, mereka berbincang sesaat dan Raka pun mengucapkan selamat kepada relasinya itu atas bisnis baru yang telah di capai oleh relasinya itu.


"Ini partner?" Tanya CEO tersebut.


Raka tersenyum dan mengangguk seraya menggandeng tangan Queen.


"Ya, ini kekasih saya," Ucap nya dengan bangga.


"Wow, sangat cantik," Ucap CEO keturunan Swedia tersebut.


"Thank you Mr Joe," Sahut Raka.


"Silahkan, Mr Raka, nikmati makan malam Anda," Ucap Mr Joe seraya mengajak Raka dan Queen ke sebuah meja khusus tamu VVIP.


Raka dan Queen tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Mr Joe yang kembali menyambut para tamu undangan yang bersedia datang ke acaranya itu.


Queen dan Raka di layani layak nya raja dan ratu di acara tersebut. Bagaimana tidak, Raka adalah tamu penting bagi Mr Joe. Karena sebagian saham di beberapa bisnis Mr Joe adalah punya Raka. Semua orang tahu siapa Raka, hanya saja Queen yang belum begitu sadar, betapa hebatnya kekasihnya itu.


Sedangkan Raka memiliki hotel berbintang 5 saja, Queen baru tahu beberapa minggu yang lalu, saat Raka dan Athar berbincang masalah pekerjaan. Dan saat ini, Queen hanya tahu, Raka memiliki sebatas restoran dan hotel saja. Selebihnya ia tidak tahu menahu.


"Kita kok di taruh di meja VVIP sih?" Tanya Queen seraya menyapu pandangan nya ke sekeliling convention hall tersebut.


Raka hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.


"Aku tidak tahu, mungkin karena aku mengajak wanita cantik bersamaku," Sahut Raka.


Queen mendaratkan pandangan nya kepada Raka dan menatap lelaki itu dengan pipi yang memerah.


"Bisa aja sih kamu," Ucap Queen seraya tersenyum malu-malu.


Raka tersenyum tipis dan menggenggam tangan Queen dengan erat.


"Sekarang makan ya, aku mau ke sana dulu," Ucap Raka seraya menunjuk Mr Joe yang sedang berbincang dengan beberapa orang yang memakai Jas mahal.


"Jadi aku ditinggal?" Tanya Queen seraya mengerutkan dagunya.

__ADS_1


"Sebentar saja, ada yang mau aku bicarakan dengan dia. Ok?"


"Ya udah deh.." Sahut Queen yang mencoba tersenyum kepada kekasihnya itu.


"Aku secepatnya kembali," Ucap Raka seraya beranjak dari duduknya dan merapikan Jas nya.


Queen menatap lelaki tampan itu berjalan menuju ke arah Mr Joe. Dari belakang saja, tubuh dan gaya Raka sangat mengalihkan dunia siapa saja yang sedang menatap nya. Lelaki itu sangat sempurna dengan apa saja yang ada di tubuhnya.


Queen pun tersenyum sendiri, ia merasakan semakin berbunga-bunga setelah resmi memiliki Raka sebagai kekasihnya. Walaupun hubungan mereka tidak ada yang tahu. Semua orang masih beranggapan Queen masih didekati saja oleh Raka. Termasuk keluarga Queen. Queen masih belum berani membuka hubungan pasti nya dengan Raka. Pikiran nya, orang tahu atau tidak, yang terpenting adalah, saat ini Raka selalu bersama dengan dirinya. Pun, dengan keseriusan lelaki itu yang berniat untuk terus bersama dengan dirinya.


"Lu disini juga?" Terdengar suara sinis dari arah kiri Queen. Queen menoleh dan menatap Lala yang tersenyum sinis kepada dirinya.


Queen menghela nafasnya, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan wanita yang pernah memberikan Raka seorang anak tersebut.


Queen pun berlagak tak acuh, ia mulai menyantap makanan yang telah disediakan untuk dirinya.


Merasa diabaikan, Lala pun beranjak duduk di kursi yang seharusnya Raka tempati. Lalu, ia menatap Queen yang seperti tidak melihat dirinya, dengan seksama.


"Gue kira, lu sudah menyerah dengan Raka, ternyata belum." Ucap Lala lagi.


Queen tetap bergeming, ia terus menikmati makan malam nya, walaupun dirinya merasa terganggu dengan kehadiran Lala.


"Gak heran sih gue, lu deketin Raka karena lu tahu kan, kekayaan dia? Raka bukan orang sembarangan. Dia memiliki apa saja di dunia ini. Sayang nya, pilihan nya jatuh kepada wanita yang biasa saja seperti elu,"


Queen menghentikan santap malam nya. pisau dan garpu yang berada di tangan nya pun, ia letakkan di atas piring porselen tersebut. Queen mulai menatap Lala dengan tatapan yang malas. Lalu, ia meraih minuman di sampingnya dan meminumnya dengan perlahan.


"Dengar ya.. Raka itu mampu mendapatkan wanita mana saja. Lalu, dengan gampang, ia akan mencampakkan wanita itu. Apa lagi wanita seperti elu," Ucap Lala.


Queen tersenyum dan menatap Lala dengan tatapan yang terlihat santai.


"Termasuk kamu wanita yang dicampakkan Raka ya?" Tanya Queen.


Lala terdiam, wajahnya memerah saat mendengar kata-kata yang terlontar dari bibir Queen.


"Lu..!"


"Lu akan tahu akibatnya! Dan gue berani jamin, sebentar lagi elu akan dicampakkan oleh Raka."


"Oh ya? Bagaimana bila dia menikahi aku?"


Lala terbelalak dan menatap Queen dengan tak percaya.


"Jangan mimpi terlalu tinggi, lu gak ada apa-apanya dibandingkan gue yang pernah memberikan dia anak," Ucap Lala dengan penuh keyakinan.


"Oh ya?" Queen menghela nafas panjang dan terlihat muak kepada wanita itu.


"Lu juga gak tahu kan, bagaimana orang tuanya? Cepat atau lambat, orang tuanya pasti akan menyuruh Raka mencampakkan elu. Pegang omongan gue!" Ucap Lala seraya menggebrak meja makan itu.


Beberapa tamu menatap ke arah Lala dan Queen. Termasuk Raka yang segera menghampiri dua wanita yang sedang memperebutkan dirinya tersebut.


"Ada apa ini?" Tanya Raka yang baru saja kembali dan berdiri tepat di antara Queen dan Lala.


"Raka, aku mau bicara denganmu sebentar," Ucap Lala seraya meraih tangan Raka.


Raka langsung melepaskan tangan nya dari genggaman Lala, lalu ia duduk disamping Queen dan bertanya tentang apa yang terjadi.


Sikap Raka membuat Lala merasa diabaikan dan menjadi sakit hati.


"Raka," Panggil Lala dengan wajah yang memerah.


Raka menoleh dan menatap Lala yang terlihat semakin emosi.


"Lala, maaf, aku tidak bisa meninggalkan kekasih ku." Tegas Raka. Lalu, ia meraih tangan Queen dan mengajak Queen pergi meninggalkan acara tersebut.


Kini, tinggal Lala yang meremas kedua tangan nya, memendam emosi yang tak tersalurkan.

__ADS_1


"Bisa-bisanya dia lebih memilih gadis itu," Gumam Lala.


..


"Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Raka saat mereka baru saja masuk kedalam mobil Raka.


Queen menelan salivanya dan menghela nafasnya yang terasa sesak.


"Queen," Panggil Raka seraya menggenggam tangan Queen dengan lembut.


Queen menatap Raka dengan seksama, lalu ia mengigit bibirnya dan tampak berpikir untuk berbicara dengan lelaki itu.


"Apa yang ia lakukan kepada kamu?" Desak Raka.


"Tidak ada, tidak usah dipikirkan," Sahut Queen.


"Jujur saja Queen, apa yang ia lakukan? Apa yang dia katakan?"


"Raka, apa kamu benar-benar mencintai aku?" Tanya Queen sambil menatap Raka dengan mimik wajah yang terlihat serius.


"Iya, aku sangat mencintai kamu, ada apa?" Raka masih penasaran dengan apa yang terjadi antara Queen dan Lala.


"Kamu tidak akan meninggalkan aku kan? Bagaimana bila Ibumu menyuruh ku pergi meninggalkan kamu lagi?" Tanya Queen yang rupanya kepikiran dengan apa yang di ucapkan Lala kepadanya. Masalahnya, Queen memang pernah disuruh untuk menjauhi Raka oleh Ibunya Raka sendiri. Dan sekarang, Queen baru teringat bila Ibunya Raka tidak menyukai dirinya. Mau tidak mau, rasa khawatir itu kembali hinggap di benak Queen.


"Oh... Hahahaa.." Raka tertawa dan menepuk dahinya.


"Kok tertawa?" Tanya Queen yang terlihat bingung dengan sikap Raka.


"Masalah Ibu? Dia sudah setuju dengan hubungan kita."


Queen terlihat tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Raka.


"Percayalah, Ibu sudah berubah. Kalau kamu tidak percaya, besok aku akan membawamu kerumah ku ya." Ucap Raka sembari tersenyum menatap Queen yang masih belum percaya dengan kata-katanya.


"Besok, aku jemput dan kita makan siang dengan Ibu. Ok?"


Queen mengangguk dengan ragu.


"Tapi, kalau...."


"Jangan berandai-andai, kita lihat besok ya.. Tidak ada yang mampu menghalangi niat baik ku kepadamu, kecuali Allah. Tetapi, kalau bisa sih, Allah menjodohkan kita," Ucap Raka seraya tersenyum dan menatap kedua mata Queen yang mulai terlihat malu-malu.


"Ok?" Tanya Raka lagi.


Queen kembali mengangguk, ia tersenyum dan menundukkan wajahnya.


"Sudah, jangan sedih, kita kan mau senang-senang. Hmmm, masih ada waktu sebelum jam sebelas malam, kita mau kemana?"


"Hmmm, kemana saja," Sahut Queen dengan wajah yang manja.


"Ke hotel yuk," Ucap Raka seraya memasang safety belt nya.


"Raka! Mau ngapain ke hotel, kita kan belum resmi..." Queen tampak terkejut dengan ajakan Raka.


Raka mengangkat kedua alisnya dan menatap Queen dengan tak percaya.


"Ih, apa hubungannya dengan resmi?"


"Itu kamu ngajak ke hotel," Queen terlihat gugup dan meremas ujung dress nya.


"Astaga... maksudku kita ke hotel ku. Kita makan di rooftop." Ucap Raka, lalu ia mengulum senyumnya dan mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah Queen.


"Kamu sudah gak sabar ya untuk kita..."


"Apaan sih, sudah sana jalan..!" Wajah Queen semakin memerah.

__ADS_1


"Hahahaha!" Raka tertawa geli dan mengecup pipi Queen dengan gemas.


"Aku nikahi segera ya, sabar ya sayang," Ucap nya seraya menyalakan mesin mobilnya dan bergegas mengendarai mobil tersebut menuju ke hotel miliknya.


__ADS_2