365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
95# Perubahan sikap


__ADS_3

Tepat pukul 9 pagi, Raka dan Queen sudah bersiap untuk pergi mengunjungi Taj Mahal. Monumen yang berada di wilayah Agra, tersebut dapat di tempuh hanya dengan waktu kurang lebih 20 menit saja dengan menumpangi sebuah taksi, dari pusat Ibukota India, New Delhi.


Queen dan Raka berniat untuk tidak kembali ke New Delhi, mereka akan berganti hotel dan menginap di wilayah Agra saja. Karena besok mereka akan singgah di tempat-tempat wisata di Agra. Mereka berniat menghabiskan 2 malam di Agra dan kembali lagi ke New Delhi untuk pulang ke Indonesia.


Awalnya Queen akan menghabiskan 1 minggu di India, namun, sejak kejadian kemarin, Queen kehilangan selera makan. Kini, ia kerap mengonsumsi mie instan dan beberapa makanan kemasan untuk mengganjal perutnya yang lapar.


Setelah Semalam mereka menghabiskan waktu malam hari di New Delhi, akhirnya mereka pun bersiap meninggalkan New Delhi. Queen menaiki taksi bersama dengan Raka, setelah mereka chek-out sebelum waktunya.


Taksi itu pun bergerak menuju Agra, dimana monumen Taj Mahal berdiri. Mereka berpesan kepada supir taksi untuk mencarikan mereka penginapan yang layak di Agra. Supir taksi itu pun mencarikan tempat terbaik yang tidak begitu jauh dari Taj Mahal.


20 menit kemudian, mereka pun sampai di Agra. Taksi yang mereka tumpangi, berhenti di sebuah hotel yang terlihat lumayan bagus. Queen tampak sangat bersemangat, karena hotel yang ia akan tempati ini jauh lebih bagus dari yang sebelumnya.


Mereka pun turun dari taksi dan membayar taksi tersebut. Lalu, mereka melangkah masuk kedalam hotel tersebut. Beruntung, sisa kamar di hotel itu tinggal 2 saja. Maka dari itu, Queen dan Raka langsung menyetujui untuk menginap disana.


Masing-masing dari mereka sudah memegang kunci kamar. Walaupun mereka tidak berada di satu lantai, tidak masalah bagi Raka. Selama dia masih berada di hotel yang sama dengan Queen. Lagi pula, kamar hotel bagi mereka yang sedang berwisata hanya sekedar untuk tidur dan mandi saja. Jadi semua tidak menjadi masalah.


Setelah mereka memasuki kamar masing-masing, mereka pun beristirahat sejenak dan berjanji akan bertemu di lobby pada pukul 12 siang. Dimana mereka akan mencari makan siang bersama di sebuah restoran yang terletak tidak jauh dari hotel mereka.


Sejak kejadian kemarin, Queen dan Raka tidak pernah membeli makanan di pinggir jalan lagi. Karena, belum apa-apa, Queen sudah teringat dengan kejadian di depan Mesjid Jama. Queen tidak habis pikir, bagaimana pedagang kaki lima tersebut masih saja ramai di kunjungi para pembeli. Padahal, sudah jelas pedagang itu tidak memperhatikan kebersihan. Tidak semua pedagang kaki lima di India seperti itu, hanya saja, Queen merasa masih trauma dengan apa yang ia lihat.


Tepat pukul 12 siang, Queen dan Raka bertemu di lobby hotel. Queen yang siang ini memakai baju super santai terlihat sangat menarik bagi Raka. Gadis itu menggunakan celana panjang cargo dan kaos putih polos lengan pendek. Sedangkan rambut Queen hanya di kuncir kuda dan memakai make-up tipis saja untuk membuat kesan segar diwajah nya.


Melihat penampilan Queen seperti itu, cukup membuat Raka merasa tergelitik untuk mengomentarinya. Selama ini, Queen yang ia kenal, selalu memakai dress, hem dan celana atau rok span. Tentu ini menjadi penampilan yang terbaru yang pernah Raka lihat dan justru membuat dirinya semakin tertarik dengan Queen.


"Kamu kelihatan seperti seorang petualang," Komentar Raka saat Queen menghentikan langkahnya di depan lelaki itu.


Queen hanya tersenyum dan menarik lengan Raka untuk segera keluar dari hotel itu.


Menarik lengan Raka?

__ADS_1


Queen tidak pernah melakukan itu sebelum nya. Raka sempat terpana dan menatap tangan nya yang di gandeng oleh Queen.


"Restoran nya sebelah mana?" Tanya Queen.


"Ah, sebentar, aku liat map dulu," Ucap Raka seraya mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana milik nya.


Meskipun begitu, Queen tidak melepaskan tangan nya dari lengan Raka. Tentu saja hal itu membuat Raka bertanya-tanya, namun hatinya merasakan senang luar biasa. Hingga ia terus tersenyum menahan rasa bahagia itu.


"Ah, disana." Raka menunjuk ke arah selatan dari tempat mereka berdiri.


"Ayo," Ucap Queen yang terus menggandeng lengan Raka.


Mereka berjalan menuju ke restoran. Sepanjang perjalanan ke restoran, Raka terus tersenyum, namun ia tidak mempertanyakan kepada Queen, mengapa tumben sekali Queen terus menggandeng tangan nya. Raka takut, bila Queen malu dan melepaskan tangan Queen dari lengan nya.


5 menit kemudian, mereka sampai di sebuah restoran yang terlihat bersih. Bagaimana tidak, restoran itu bisa disebut dengan restoran berbintang 4 di Agra.


Mereka pun memasuki restoran tersebut dan memesan menu khas India. Makan siang itu terasa sedikit berbeda. Queen jauh lebih cerewet dibandingkan sebelumnya. Queen mulai banyak berbicara dan terlihat lebih seru dari sebelumnya. Gadis yang sudah beberapa bulan ini Raka incar untuk menjadi pendampingnya itu, terlihat jauh lebih bersahabat. Tidak ada canggung dan banyak diam seperti biasanya.


"Apa Queen kesambet hantu India ya?" Gumam Raka, seraya terus menatap Queen dengan seksama.


"Kenapa?" Tanya Queen saat melihat Raka yang terus menatap dirinya.


"Gak kenapa-kenapa, hanya saja... kamu sedikit beda hari ini."


Queen tertawa, lalu ia menundukkan wajahnya.


"Raka.."


"Ya?"

__ADS_1


"Sebenarnya, aku tidak seperti yang kamu lihat selama ini,"


"Maksudnya?" Tanya Raka seraya mengerutkan keningnya.


"Aku sedikit bocor orang nya. Aslinya aku seperti ini. Bila aku sudah nyaman... aku akan menjadi diriku sendiri di hadapan orang yang membuat ku nyaman," Ucap Queen.


Raka terdiam, ia terus menatap Queen dengan tatapan nya yang teduh.


"Nyaman?" Tanya Raka setelah beberapa detik ia sempat terpana menatap Queen.


"Ya..."


"Kamu nyaman sama aku?" Tanya Raka tak percaya.


"Sangat," Ucap Queen seraya senyum mengembang di wajahnya yang cantik.


Raka menelan salivanya, sebenarnya ia merasa tidak percaya dengan pengakuan Queen pada saat ini.


"Nyaman?" Tanya nya lagi.


"Iya, ih... kok di tanya berkali-kali?" Protes Queen.


"Bukan, aku kok rasanya seperti mimpi," Ucap Raka.


Queen tersenyum lebar dan beranjak dari kursinya.


"Sudah yuk, kita langsung ke Taj Mahal." Ucap Queen yang kembali menggandeng lengan Raka. Raka masih belum percaya. Ia terus merasa heran dengan perubahan sikap Queen.


Setelah mereka membayar pesanan mereka, Queen dan Raka pun menumpang sebuah becak untuk menuju ke gerbang Taj Mahal.

__ADS_1


Ya, Taj Mahal. Monumen yang terkenal dengan monumen yang melambangkan cinta sejati.


__ADS_2