365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
141# Bertunangan


__ADS_3

Tepat pukul 2 siang, Queen sudah siap untuk menyambut kedatangan Raka dan keluarganya. Ia yang masih berada di kamar, menatap keluar jendela. Hujan semakin deras, hatinya pun mulai terusik.


"Ini hanya hujan Queen, Raka pasti datang," Ia mencoba menenangkan hatinya yang mulai khawatir.


Tidak berapa lama, harapan nya kembali bangkit, setelah mendengar deru mesin mobil Raka yang memasuki halaman rumahnya.


Queen mengintip dari jendela kamarnya, ia melihat ada tiga buah mobil yang beriringan memasuki halaman rumahnya. Beberapa, ajudan Ayah Andra pun menyambut Raka dan keluarganya dengan membawa payung untuk memayungi Raka dan keluarganya, agar tidak basah karena air hujan.


Terlihat Raka yang begitu tampan, dengan menggunakan Jas berwarna hitam yang terlihat mahal dan rapi, serta kemeja putih di dalam nya. Rambut Raka juga terlihat lebih rapi dari biasanya. Karena kemarin ia merapikan rambutnya di barbershop langganan nya.


Queen tersenyum bahagia saat melihat Raka memakai kemeja putih. Ia pun segera beranjak kedepan cermin dan memperhatikan penampilan nya yang sudah terlihat perfect.


Tak lama kemudian, terdengar ketukan dari luar kamarnya. Ia pun segera membuka pintu kamarnya dan melihat Kimmy tersenyum kepadanya.


"Kak, Mas Raka sudah datang," Ucap Kimmy dengan antusias.


"Iya Kim, Bunda mana?" Tanya Queen seraya meraih botol parfum miliknya.


"Bunda sedang menyambut keluarga Raka kak. Kaka diminta turun oleh Ayah Andra," Terang Kimmy.


"Ok, kita turun sama-sama ya," Ucap Queen yang sedang menyemprotkan parfum ke tubuhnya.


Kimmy tersenyum dan memperhatikan kakak iparnya yang terlihat sangat bahagia pada hari ini.


"Ayah Gunawan sudah datang?" Tanya Queen lagi, seraya memakai sepatunya.

__ADS_1


"Sudah kak, baru saja datang. Katanya tadi macet. Jalanan penuh sekali, mungkin karena hujan," Terang Kimmy.


"Oh, ya sudah, aku sudah siap. Ayo turun," Ucap Queen.


Kimmy pun menuntun kakak iparnya itu untuk menuruni anak tangga. Terdengar perbincangan kedua keluarga di ruang keluarga. Mereka mengadakan ramah tamah terlebih dahulu, untuk menghargai kedatangan pihak keluarga laki-laki. Meskipun acara ini hanya dihadiri oleh keluarga besar saja, tetapi mereka tetap mengikuti prosesi acara sebagaimana semestinya.


Raka melirik Queen yang sedang menuruni anak tangga, yang terlihat jelas dari ruang keluarga. Ia terpana menatap kekasihnya itu. Queen terlihat sangat cantik dan segar, bagaikan bunga mawar yang sedang mekar mekar nya.


Saking terpesonanya, Raka nyaris tidak berkedip, hingga Ayah nya berusaha menyadarkan Raka, agar tidak melihat Queen terlalu berlebihan. Tentu saja, sikap Raka yang seperti itu menjadi guyonan bagi kedua keluarga.


"Wah, sudah tidak sabar sepertinya nak Raka ini," Ucap Ayah Gunawan.


Raka hanya mengulum senyumnya dan menundukkan wajahnya. Meskipun begitu, ia tetap mencuri pandang kepada Queen. Sedangkan Queen tidak berani menatap Raka. Ia benar-benar merasa grogi. Dalam hatinya selalu memanjakan doa-doa agar pertunangan nya dengan Raka diberikan kelancaran oleh sang pencipta.


"Maksud kedatangan saya kesini, selaku orangtua kandung dari Raka, ingin melamar anak Bapak Gunawan dan Ibu Farah, dan juga Bapak Andra, yang bernama Queen Kruger. Untuk itu, dengan kerendahan hati, kami mohon persetujuan dari Bapak dan Ibu sekalian, untuk merestui dan mengikat Raka dan Queen dalam ikatan pertunangan." Ucap Ayahnya Raka.


Ayah Gunawan, sebagai Ayah kandung dari Queen pun meraih mic dan mulai berbicara.


"Saya sebagai orangtua dari Queen, sangat senang dengan kedatangan nak Raka dan keluarga, dengan niat baik yang sudah lama kami tunggu. Maka dari itu, kami sebagai orangtua, menyerahkan sepenuhnya kepada Queen, karena Queen yang akan menjalani hidup dengan Raka."


"Bagaimana Queen?"


Queen menatap ketiga orangtuanya. Lalu, ia menatap kedua orangtua Raka yang tersenyum penuh harap kepada dirinya. Ia juga menatap Raka yang sedang menatap dirinya dengan seksama dan penuh harapan.


Queen melirik kemeja putih dari balik Jas Raka. Lalu, ia meraih mic yang diberikan Ayah Gunawan kepada dirinya.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim, saya, Queen Kruger. Tidak merasa keberatan untuk menjadi tunangan Raka." Ucap Queen dengan tegas.


"Alhamdulillah..." Seru kedua keluarga. Saat ini, tidak hanya Queen dan Raka yang merasa lega. Kedua keluarga pun merasa sangat lega. Maka, acara dilanjutkan dengan menyerahkan seserahan dari pihak laki-laki untuk Queen.


Nyonya Amara menyerahkan salah satu dari puluhan antaran yang berisi barang-barang kebutuhan untuk Queen, kepada Bunda Farah. Lalu, mereka pun berfoto bersama.


Setelah acara seserahan itu, Raka pun diminta untuk naik ke atas panggung kecil yang hanya memiliki tinggi sekitar tujuh sentimeter, lengkap dengan dekorasi bunga-bunga yang indah di dinding panggung. Di antara bunga-bunga itu, terpampang nama Raka dan Queen. Lalu, disusul oleh Queen yang juga menaiki panggung tersebut.


Disaksikan kedua keluarga besar, Raka membuka kotak cincin yang baru saja nyonya Amara berikan kepada dirinya. Terlihat jelas cincin yang indah dan berkilau dari dalam kotak tersebut. Raka pun meraih cincin tersebut dan menatap kedua manik mata Queen yang berbinar.


"Siap untuk menjadi tunangan ku?" Bisik nya.


Queen tersenyum menanggapi pertanyaan dari Raka. Lalu, ia pun mengangguk dengan yakin.


Raka tersenyum lebar, lalu ia meraih tangan Queen dan menyelipkan cincin itu di jari manis Queen.


Setelah itu, giliran Queen yang memasangkan cincin di jari Raka. Queen menatap Raka dengan sorot mata yang tampak begitu bahagia. Rasa bahagia itu tidak dapat ia bendung hingga pesan dari matanya terbaca oleh semua orang yang menghadiri acara tersebut.


"Kamu milik ku mulai saat ini, aku pinta bertahanlah hingga kita menikah nanti," Batin Queen. Lalu, ia meraih tangan Raka dan menyelipkan cincin pertunangan itu di jari Raka.


Tepuk tangan dan ucapan syukur pun terdengar riuh di ruang keluarga tersebut. Raut bahagia terlihat jelas di wajah siapa saja yang menyaksikan resminya Queen menjadi tunangan Raka. Lalu, mereka berdua pun berfoto dengan senyum yang mengembang di wajah kedua calon suami istri tersebut.


Di sela perasaan bahagia, terselip perasaan haru yang membiru. Hingga Bunda menangis menyaksikan raut bahagia di wajah putrinya tersebut. Saking bahagianya, bunda memeluk Queen dengan erat, dan mendoakan yang terbaik untuk Queen dan juga Raka. Hingga mereka mampu melewati segala macam aral yang melintang di jalan yang akan mereka lalui kedepan nya.


"Berbahagialah nak, ini saat mu untuk menikmati kebahagiaan mu. Kedepannya, pasti ada saja cobaan. Bunda harap, kalian mampu menjalani hingga maut memisahkan kalian." Ucap Bunda.

__ADS_1


"Aamiin, terima kasih Bunda," Ucap Queen.


"Semoga dilancarkan pernikahan kalian, dilancarkan segala-galanya. Cukup sudah air mata menemanimu selama ini Queen," Batin Bunda, yang menangis di pelukan Queen yang juga menangis haru.


__ADS_2