365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
124# 272HMH ( Pernikahan Athar)


__ADS_3

Adzan Subuh berkumandang dengan syahdu pada pagi hari ini. Rintik hujan dari semalam, masih membasahi bumi. Queen yang baru saja selesai mandi dan berpakaian, bergegas untuk turun dan bergabung dengan Ayah, Bunda dan beberapa orang yang bekerja di rumahnya, untuk melaksanakan shalat pada awal hari ini.


Terlihat Ayah dan semua yang ingin shalat berjamaah, sudah menunggu Queen, saat dirinya tiba di mushalla yang berada di bagian belakang rumahnya.


"Sudah lengkap?" Tanya Ayah sebelum memulai shalat berjamaah yang akan ia pimpin.


"Sudah," Sahut Bunda.


Ayah menoleh kebelakang, menatap satu persatu orang yang akan ia pimpin dalam sholat berjamaah pada pagi itu.


"Bismillahirrahmanirrahim, Allahu Akbar..!" Seru Ayah seraya memulai rakaat pertama.


Seperti biasa, mereka melaksanakan shalat dua rakaat pada pagi itu, dengan begitu khidmat dan khusyuk, hingga rakaat terakhir.


Terdengar dua salam yang di ucapkan Ayah untuk mengakhiri shalat berjamaah Subuh mereka. Di lanjutkan berdoa bersama untuk kebaikan dunia akhirat, untuk orangtua, dan untuk kelancaran acara pernikahan Athar dan Kimmy yang akan dilaksanakan pada pagi ini.


Setelah itu, mereka semua membubarkan diri, dan kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap menghadiri pernikahan Athar yang akan dilaksanakan di kediaman Kimmy.


Queen melangkah masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamar tersebut. Ia memandangi kebaya miliknya yang akan ia pakai saat pernikahan Athar yang akan berlangsung beberapa jam lagi.


Queen menghela nafasnya dan beranjak mendekati kebaya tersebut. Ia mengusap lembut kebaya yang tergantung di samping lemari pakaiannya. Entah apa yang ada dipikiran nya, wajahnya terlihat risau dan bibirnya tertutup rapat.


Queen menanggalkan kebaya itu dari gantungan pakaian, lalu ia mulai memakai kebaya tersebut. Setelah ia memakai kebayanya. Queen pun mulai berdandan untuk mempercantik dirinya, di hari pernikahan adik satu-satunya, Athar.


Selang satu jam kemudian, terdengar ketukan dari luar kamar Queen. Di iringi suara Bunda yang memanggil dirinya.


"Queen,"


"Ya Bun,"


Queen pun bergegas membuka pintu kamarnya. Terlihat Bunda berdiri di depan kamar Queen seraya tersenyum menatap dirinya.


Bunda terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya berwarna emas, hasil rancangan Queen. Serta sanggul di kepala Bunda yang begitu elegan, hasil karya penata rias yang di sewa khusus oleh Bunda.


Sebenarnya, penata rias tersebut di minta Bunda untuk membawa rekan nya untuk mendadani Queen juga. Tetapi, Queen menolak nya. Queen ingin mendadani dirinya sendiri.


"Bunda cantik sekali," Ucap Queen seraya mempersilahkan Bunda untuk masuk kedalam kamarnya.


"Kamu juga cantik, padahal kamu dandan sendiri," Puji Bunda seraya terus menatap Queen.


"Terima kasih Bun," Queen tersenyum malu-malu dan kembali menatap ke arah cermin dan menyempurnakan tataan rambutnya yang sengaja ia Curly saja, tanpa disanggul.


"Kamu tidak mau disanggul?" Tanya Bunda.

__ADS_1


"Tidak Bun, biar begini saja," Sahut Queen.


"Hmmm, Raka kesini dulu, atau langsung ke rumah Kimmy?" Tanya Bunda lagi.


"Dia akan kesini dulu Bun,"


"Oh," Bunda mengangguk dan terus menatap Queen.


"Kenapa Bun?" Tanya Queen seraya menatap Bunda dari pantulan cermin di depannya.


"Sini, duduk dulu di samping Bunda,"


Queen meletakkan alat penata rambut nya, dan beranjak duduk disamping Bunda.


"Ya Bun?" Tanya Queen seraya menatap Bunda dengan seksama.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Bunda dengan wajah yang khawatir.


Queen menundukkan pandangan nya, lalu ia berusaha untuk tersenyum dengan manis kepada Bunda.


"Queen baik-baik saja kok Bun,"


"Kamu yakin?" Tanya Bunda lagi.


"Iya," Sahut Queen seraya mengangguk kan kepalanya.


"Queen, sebenarnya apa hubungan kamu dengan Raka? Apakah kalian berpacaran atau hanya dekat saja?" Tanya Bunda.


Queen terdiam, ia terlihat salah tingkah dengan pertanyaan dari Bunda.


"Apakah perlu hubungan berpacaran Bun?" Tanya Queen.


Kali ini Bunda terdiam, ia menatap Queen dengan tatapan yang sendu.


"Bunda berharap, dia bisa menjadi suami mu Queen,"


Queen tersenyum dan melemparkan pandangannya ke segala arah.


"Bunda harap, dia adalah lelaki yang tepat untukmu. Dan, kelak kalian akan menikah secepatnya, setelah pernikahan Athar,"


Queen menghela nafas dan kembali menatap Bunda.


"Bunda, doakan saja ya Bun. Kalau memang jodoh, selalu ada jalan nya. Sekarang, kita fokus sama acara Athar ya Bun... Queen kembali menata rambut lagi ya Bun," Ucap Queen seraya beranjak dari duduknya dan kembali menata rambutnya.

__ADS_1


Bunda terdiam, ia tahu sebenarnya apa yang ada di hati Queen. Dilangkahi oleh adik sendiri, pasti lah Queen merasa berkecil hati. Apa lagi, di acara nanti, Queen akan bertemu dengan banyak orang yang akan mempertanyakan "kapan Queen akan menikah".


Terdengar suara mobil Raka yang baru saja memasuki halaman rumah mereka. Bunda pun segera beranjak menuju ke jendela kamar Queen dan menatap ke arah halaman rumah mereka.


"Raka sudah datang Queen. Bunda turun dulu ya,"


"Iya Bun, sebentar lagi Queen selesai kok," Sahut Queen.


"Ya sudah, Bunda tunggu di bawah," Ucap Bunda seraya beranjak keluar dari kamar Queen.


Sepeninggal Bunda, Queen termenung di depan cermin. Tubuhnya gemetar dan air mata menetes di sudut matanya yang indah.


"Aku tidak marah, aku pun tidak bersedih, karena Athar menikah duluan. Hanya saja, aku tidak tahu mengapa aku merasa ingin menangis." Gumam Queen seraya menghapus air matanya dan menatap bayangan dirinya di cermin.


"Kamu kuat Queen, kamu bisa melalui semuanya. Kamu bisa menjawab pertanyaan "kapan menikah?" Kamu pasti bisa!" Ucapan nya untuk menguatkan hatinya sendiri.


Beberapa menit kemudian, Queen pun turun untuk menemui Raka dan keluarganya yang sudah bersiap untuk ke rumah Kimmy.


Queen menuruni anak tangga dengan perlahan, karena kain kebayanya yang membuat langkah kakinya sedikit terhambat. Sedangkan di ruang keluarga, terlihat Ayah, Bunda dan Raka yang sedang duduk bersama menunggu dirinya.


Mereka semua menatap Queen dan terpesona karenanya. Queen tampak sangat cantik dan anggun dengan balutan kebaya dan riasan yang begitu elegan. Sampai Raka pun terpaku menatap dirinya.


"Ya Allah.. cantik banget.." Batin nya.


"Ayooo..., Raka, biasa saja dong menatap anak Om!"


Raka tersentak dan mengalihkan pandangannya kepada Ayah.


"Hmmmm, maaf Om, Queen cantik banget, kayak bidadari," Ucap Raka malu-malu.


Ayah dan Bunda tertawa geli, sedangkan Queen hanya tersenyum dan menghentikan langkah kakinya di depan mereka semua.


"Ayo berangkat," Ucap Queen.


"Sudah?" Tanya Bunda seraya beranjak dari duduknya.


"Sudah Bun, Ayo Raka," Ucap Queen sambil tersenyum kepada Raka.


"A-ayo," Sahut Raka dengan gugup.


Ayah dan Bunda hanya saling bertatapan, lalu mereka pun tersenyum melihat sikap canggung Raka.


"Bismillahirrahmanirrahim, semoga semua lancar...!"

__ADS_1


"Aamiin," Sahut Queen, Bunda dan Raka.


Mereka pun bergegas keluar, Ayah dan Bunda menumpangi mobil Ayah dengan seorang ajudan dan beberapa pekerja yang bekerja dirumah mereka. Sedangkan Queen, menumpangi mobil Raka dan juga seorang ajudan yang di tugaskan Ayah untuk menjaga Queen. Mobil mereka juga di iringi oleh beberapa mobil ajudan yang siap untuk mengawal mereka dengan selamat, sampai dirumah Kimmy.


__ADS_2