365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
116# Janji Tika


__ADS_3

"Queen....."


Tika beranjak masuk kedalam ruangan Queen dengan wajah yang terlihat sedih.


"Tik, ya ampun..." Sahut Queen seraya beranjak dari duduknya dan menyambut Tika dan memeluk sahabatnya itu.


"Happy birthday ya sayang ku," Ucap Tika seraya mengecup kedua pipi Queen.


"Thank you hon..."


"Sorry Queen, gue gak sempat beli kado untuk elu. Tapi, nanti gue pulang dari Bandung, pasti gue beliin sesuatu. Lu mau apa?" Tanya Tika dengan mata yang berbinar.


"Sudah gak usah dipikirkan." Sahut Queen.


"Ih... lu mah gitu. Ya sudah, tunggu kejutan dari gue ya. Tapi, sekarang gue pinjem mobil elu dulu. Mobil gue pakai acara rusak pula lagi. Haizzzzzz! Malah laki gue lagi keluar Kota, dia baru pulang Sabtu ini dan langsung ke Bandung. Jadi, gue terpaksa jalan sendiri. Mau naik angkutan umum sudah penuh semua tiket kereta dan mau naik mobil gue males ke terminal nya. Suka ada yang aneh-aneh gitu. Gak berani deh kalau gak sama laki gue." Terang Tika.


"Jadi, boleh kan gue pinjam mobil elu dua hariiiiiii saja..." Sambung Tika dengan wajah yang memelas.


"Boleh... lu pakai seminggu juga tidak apa-apa," Ucap Queen seraya tersenyum menatap Tika.


"Ya Allah, lu baikkkk banget jadi orang sih. Gak salah gue pilih elu jadi sahabat gue. Pokok nya lu tenang saja, gue jaga mobil lu sebaik-baiknya dan nanti gue pulang memberi elu kejutan!" Janji Tika.


"Itu mah bukan kejutan kalau lu ngomong sama gue.."


"Kejutan tetap dong, lu kan gak tau apa yang mau gue kasih?"


"Iya sih..." Sahut Queen seraya tergelak mendengar jawaban Tika.


"Salam buat Bapak ya, semoga semua baik-baik saja. Maaf gue belum bisa kesana. Lagi banyak kerjaan dan mau ngurus acara nikahan si Athar juga. Soalnya, seragam keluarga itu jadi tanggung jawab gue," Ucap Queen seraya menatap Tika dengan wajah yang terlihat sedih.


"Sudah, iya nanti gue sampaikan. Kunci mobilnya siniin..."


"Nih.." Queen memberikan kunci mobil sedan mewah milik nya ke tangan Tika."


"Beneran gak apa gue pakai?"


"Iyaaa... pakai deh, nanti gue pulang minta di jemput sama Raka," Ucap Queen seraya tersenyum malu-malu.


"Kan! Sudah jadian kan, jangan bohong sama gue!" Seru Tika.

__ADS_1


"Berisik lu ah, sana berangkat! Kasihan Bapak lu..."


"Lu harus janji Queen, setelah gue pulang, kita cerita-cerita ya.."


"Iya bawellll..." Sahut Queen seraya mencubit pipi Tika yang terlihat lebih berisi dari pada biasanya.


"Lu kok gemuk kan sih?" Tanya Queen, sembari memperhatikan wajah dan tubuh Tika yang terlihat lebih berisi dari pada biasanya.


"Gak tahu nih, belakangan ini ***** makan gue gak terkendali,"


"Lu hamil kali," Bisik Queen.


Tika terdiam dan menatap Queen dengan seksama.


"Lu sudah haid?"


"Belum," Sahut Tika seraya mengerutkan keningnya.


"Telat berapa hari?"


"Gak ingat gue, saking sibuknya. Tapi, nanti gue test deh. Mana tahu memang hamil kan..!" Ucap Tika dengan bersemangat.


"Duh, gak sabar gue, sampai Bandung, lu langsung test pokoknya. Dan langsung ngabarin gue ok?"


"Gue berangkat ya.. makasih loh mobilnya."


"Iya, hati-hati ya... Salam untuk Bapak, Ibu dan keluarga besar elu."


"Ok.. bye..." Tika melambaikan tangan nya kepada Queen.


"Bye.." Queen tersenyum dan membalas lambaian tangan Tika.


....


Tika keluar dari butik Queen, dan langsung menuju ke mobil milik Queen. Tika mempunyai tinggi yang hampir sama dengan Queen. Kulit yang putih yang sama dengan Queen, serta rambut berwarna cokelat yang hampir mirip dengan Queen. Ia menggunakan kaca mata hitam untuk menghalangi pandangan nya dari silaunya mentari pagi ini.


Setelah ia masuk ke dalam mobil milik Queen, ia pun langsung menyalakan mobil tersebut dan menjalankan nya menuju ke arah Bandung.


Sebuah mobil berwarna hitam dengan kaca yang tidak tembus pandang, mengikuti mobil yang dikendarai Tika dengan perlahan, tanpa Tika sadari ada yang mengikuti dirinya.

__ADS_1


Kondisi lalu lintas yang lumayan padat saat menuju ke arah jalan tol, membuat Tika merasa bosan, ia pun menyetel musik di dalam mobil itu. Dan mulai bernyanyi mengikuti lagu yang menjadi favorit dirinya dan Queen yang berada di MP3 di mobil tersebut.


Hampir satu jam, Tika terjebak macet saat menuju ke arah jalan tol. Akhirnya, wanita berusia 30 tahun itu pun berhasil memasuki pintu tol pertama.


Mobil yang mengikuti dirinya berada beberapa meter dari posisi mobil itu. Mobil itu pun ikut memasuki jalan tol sesuai dengan jalur yang Tika ambil.


Suasana di jalan tol, terlihat ramai lancar. Tika pun mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang di jalur tengah. Tika masih terus bernyanyi, untuk membuang rasa bosan nya. Walaupun, hatinya sedang risau, mengingat Bapak nya yang terbaring di rumah sakit, menunggu kehadiran dirinya.


Tika memasuki tol kedua, yang berarti dia sudah berada di lingkar tol luar Kota. Pagi ini, jalan tol lingkar luar Kota terlihat sepi lancar. Sehingga Tika bisa menambah kecepatan laju mobil yang ia pinjam dari sahabat baiknya, Queen.


110 kilo meter per jam, menjadi pilihan Tika saat menempuh jalan tol lingkar luar Kota tersebut. Sedangkan mobil di belakangnya juga ikut mengimbangi laju mobil yang dikendarai Tika.


Tidak berselang beberapa lama, Tika melepaskan kaca mata hitamnya dan menaruh nya di atas dashboard mobil itu. Lalu, ia kembali bernyanyi dan sesekali melirik ke spion kanan kirinya serta spion tengah mobil itu.


Beberapa saat kemudian, mobil dibelakang Tika terus memberikan lampu yang menyilaukan mata Tika. Hingga Tika pun bergeser ke arah kiri jalan, untuk mempersilahkan mobil tersebut mendahului dirinya. Tetapi, mobil itu mengikuti dirinya ke kiri jalan tol itu.


Tika mengerutkan keningnya, lalu ia pun berpindah ke jalur tengah jalan tol tersebut. Lagi-lagi mobil tersebut mengikuti dirinya ke jalur tengah.


Tika mulai curiga, bila mobil dibelakang nya memiliki niat tertentu kepada dirinya. Tika pun terus melirik ke arah spion untuk memperhatikan mobil tersebut.


Lama-lama, mobil itu seperti memepet mobil yang dikendarai Tika. Jaraknya hanya satu meter dari mobil itu yang sedang dikendarai Tika. Tika pun menambah kecepatan mobil itu menjadi 120 kilo meter per jam. Kecepatan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada pada jalan tol tersebut.


Tetapi, mobil di belakangnya terus mengikuti dirinya hingga Tika tidak dapat berkonsentrasi. Ia kembali menambah kecepatan mobilnya. Namun, mobil itu pun menyalip dan memepet mobil yang di kendarai Tika. Hingga Tika harus membanting setir ke arah kanan jalan hingga ia menambrak pembatas jalan antara jalur kiri dan kanan jalan tol tersebut.


Brakkkkkkk..!


Kecelakaan pun tidak bisa dihindari, mobil yang Tika kendarai itu terbang dan terpelanting hingga ke luar jalur jalan tol itu, dan menabrak mobil yang berada di jalur yang berlawanan.


Mobil itu pun terbalik dan terseret hingga ratusan meter, karena tertabrak oleh mobil dari arah berlawanan yang juga sedang melaju kencang.


"A-A-Allahu A-Akbar..." Ucap Tika di saat dirinya merasa dirinya sudah setengah mati.


Kaki nya terjepit di antara bangku dan moncong mobil yang ringsek. Serta lehernya yang terasa patah tertekan oleh atap mobil yang juga ringsek hingga nyaris gepeng.


Rasa sakit yang sudah tidak lagi mampu digambarkan terus menerus menggerogoti tubuh Tika. Matanya mulai nanar, aliran darah melintasi wajahnya yang cantik hingga menetes ke rambutnya, karena posisi Tika yang terjungkir balik dan masih tertahan oleh safety belt.


Tika sempat mendengar teriakan orang-orang yang peduli kepadanya. Yang rela menepikan kendaraan mereka ke sisi kiri jalan, untuk melihat keadaannya.


Beberapa dari mereka mencoba menghubungi nomor darurat untuk meminta bantuan kepada tim medis demi menyelamatkan nyawanya.

__ADS_1


Tika mengernyitkan dahi nya, menahan rasa sakit di perutnya. Sebelum aliran darah mengalir deras dari kedua sela pahanya. Bahkan ia mampu merasakan aliran darah itu mengalir dari organ intim nya. Tika menangis tanpa air mata, lalu ia bergumam tidak jelas, meminta bantuan yang Maha kuasa untuk segera menyelamatkan dirinya.


"A'a... ternyata di rahimku ada janin kita.." Batin nya sebelum ia berhenti bergerak dan diam untuk selama-lamanya.


__ADS_2