
Queen menghempaskan tubuhnya diatas ranjang. Ia berbaring sambil menarik tubuhnya agar terasa relax. Rasa lelah yang menghampiri dirinya membuat ia mulai mengantuk. Sedangkan Tika bersiap-siap untuk mandi. Ia melirik Queen yang mulai terpejam, Tika pun tersenyum dan membiarkan sahabatnya itu untuk beristirahat beberapa saat sebelum makan malam tiba.
Di tempat yang berbeda, Raka baru saja selesai mandi. Ia memakai handuk dan memanaskan air minum untuk membuat segelas teh.
Sambil menunggu air nya panas, Raka membongkar kopernya dan mempersiapkan pakaian yang akan ia pakai untuk makan malam.
Beberapa menit kemudian, teko pemanas pun berbunyi, tanda air sudah mendidih. Raka mencabut saklar di teko dan menuangkan air mendidih itu ke dalam sebuah gelas yang sudah berisi kantong teh dan sedikit gula.
Raka beranjak ke depan jendela sambil membawa segelas teh yang masih mengeluarkan uap panas itu. Ia menatap pemandangan Kota Seoul dari lantai 10 dimana kamar hotel yang ia sewa berada.
Di luar, cuaca cukup dingin. Rinai salju turun membuat suasana semakin sahdu. Raka tersenyum mengingat Queen yang sepanjang perjalanan duduk disamping dirinya. Jantung nya berdegup kencang setiap mengingat gadis itu.
Raka meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Queen. Karena tidak tersambung, ia pun tersadar bila nomor ponselnya tidak dapat digunakan di negara itu.
Raka menghela nafas panjang, lalu ia menyeruput teh nya. Ia kembali menatap keluar jendela.
"Mungkin Tuhan punya rencana yang unik untuk menyatukan kamu dan aku. Entah mengapa, semua terasa sangat kebetulan. Aku semakin yakin, kalau kelak, kamu adalah jodoh ku Queen," Gumam nya.
Raka tersenyum dan menaruh gelas teh nya di atas meja. Lalu, ia bergegas memakai pakaian dan sepatunya. Tidak lupa, ia memakai mantel yang tebal untuk menahan udara dingin saat ia keluar dari hotel itu.
Sebenarnya Raka berbohong bila ia akan berlibur di Korea. Kenyataan nya, Raka akan menyusul orang tuanya yang sedang menyambangi Tante nya yang memang tinggal di Korea.
Tante nya Raka sudah tinggal di Korea sejak 30 tahun lalu. Tante nya Raka adalah adik dari Ibunya yang juga mempunyai darah Korea. Jadi, wajah yang terkesan oriental, sebenarnya bukan lah keturunan Chinese. Tetapi, Raka adalah keturunan Korea, Singapura dan Indonesia. Keturunan campuran itu ia dapati dari Kakek dan Neneknya, serta orang tuanya.
Ibunya Raka keturunan Korea dan Singapura. Bertemu dengan Ayah nya yang asli Indonesia, yang juga keturunan Balinese dan Sunda. Itu lah yang membuat wajah Raka begitu tampan dan sangat menarik.
Raka sudah berdiri di depan lobby hotelnya. Menunggu mobil dari pihak keluarganya menjemput dirinya. Karena malam ini, Raka akan menemui Orang tuanya di rumah Tantenya.
Orang tua Raka sengaja menyuruh Raka datang. Orang tua Raka ingin mengenalkan Raka dengan seorang gadis yang merupakan keponakan dari suami Tante nya. Tentu saja hal itu tanpa sepengetahuan Raka. Kedua orangtuanya sengaja tidak memberitahukan nya, karena mereka tidak ingin Raka menolak perjodohan itu.
Beberapa menit kemudian, sebuah mobil mewah muncul. Seorang ajudan membukakan pintu untuk Raka. Raka pun melangkah masuk kedalam mobil itu dan ikut bersama mobil itu ke daerah Gangnam.
Tante Raka memang termasuk orang penting di sana. Ia menikah dengan seorang CEO yang memiliki perusahaan kosmetik yang terbilang maju dan sukses.
__ADS_1
Jarak antara Hotel tempat Raka menginap ke Distrik Gangnam, hanya kurang lebih 30 menit saja. Sepanjang jalan menuju ke Distrik Gangnam, Raka terus melihat ke luar jendela. Ini adalah kali ketiga ia datang ke negara ini. Sudah tidak asing baginya suasana di Kota tersebut. Hanya saja, ia tetap merasa kagum bila berkunjung ke Kota itu. Terutama suasana pada malam hari yang begitu gemerlap oleh lampu-lampu yang terlihat luar biasa.
30 menit kemudian, tibalah Raka dirumah Tante nya. Rumah milik Tante Raka sangat lah besar dan mewah. Sebenarnya Raka sudah di tawarkan untuk menginap di rumah Tante nya, tetapi Raka tetap bersikukuh untuk tetap menginap di hotel saja. Ia merasa tidak mau merepotkan atau harus tunduk dengan budaya yang di terapkan di rumah Tante nya.
Seorang ajudan yang ikut bersama Raka, membukakan pintu untuk Raka dan mempersilahkan lelaki itu untuk turun.
"Kamsahamnida," Ucap Raka kepada ajudan yang bertugas menjemput dirinya, saat ia baru saja turun dari mobil itu.
Ajudan itu pun menundukkan kepalanya dan mempersilahkan Raka untuk masuk kedalam rumah Tante nya.
Raka melangkah masuk dan menemui keluarga nya di ruang makan rumah itu.
"Raka...!" Seru Ibunya saat melihat Raka muncul dan bergabung dengan mereka.
Raka menghampiri Ibunya dan mencium pipi wanita paruh baya itu. Di susul dengan seluruh anggota keluarga yang sedang berada disana.
Mata Raka tertuju kepada seorang gadis dan juga sepasang suami istri yang sudah paruh baya. Tampaknya gadis cantik yang duduk di samping mereka adalah anak mereka dan baru kali ini Raka bertemu dengan keluarga tersebut.
Tante Raka pun memperkenalkan gadis itu serta orang tuanya kepada Raka. Dengan senang hati, Raka menyambut perkenalan itu. Tanpa Raka sadari bila orang tuanya berniat akan menikahkan Raka dengan gadis yang baru saja ia jumpai.
Raka menatap Ibunya dengan tatapan yang sedikit aneh.
"Iya, lantas?" Tanya Raka.
"Ibu mau kamu menikah dengan dia,"
Raka yang baru saja duduk di kursi meja makan pun terdiam, ia menatap Ibunya dengan tatapan tak percaya.
"Bu?"
Raka pun langsung menatap gadis yang bernama Eun Areum tersebut.
"Kamu sudah berusia tiga puluh dua tahun, sudah saat nya Raka." Tegas Ibunya.
__ADS_1
Raka tersenyum kecil, ia tidak menyangka dirinya akan terjebak di situasi seperti ini.
"Jadi, ini rencana Ibu menyuruh ku kesini?" Tanya Raka dengan wajah yang menahan rasa kesal.
Walaupun tidak mengerti pembicaraan antara Raka dan Ibunya, Eun Areum dan kedua orangtuanya pun merasa Raka tidak menyukai mereka. Mereka pun mulai gelisah.
"Raka, mereka adalah orang penting disini. Kamu beruntung bisa mengenal mereka. Bila kamu mau menikah dengan gadis ini, otomatis kamu akan bahagia memiliki istri secantik dia," Ucap Tante nya Raka.
Raka menghela nafas nya dengan berat. Ia menatap kedua orangtuanya dan juga keluarga Tante nya. Lalu, matanya tertuju kepada Eun Areum yang memang terlihat sangat cantik. Tetapi, kecantikan gadis itu tidak sebanding dengan kecantikan Queen yang terlihat lebih natural.
Queen? Lagi-lagi Queen yang mendominasi pikiran Raka. Dengan tegas, Raka menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku menolak perjodohan ini," Ucap Raka. Ia pun beranjak dari duduk nya dan berjalan meninggalkan keluarganya dan juga keluarga Eun Areum. Semua orang terdiam, melihat sikap Raka. Ibunya pun beranjak dari kursinya dan berjalan menyusul Raka.
"Raka!" Panggil nya saat Raka hendak masuk kedalam mobil.
Raka menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang. Ia melihat Ibunya yang berjalan tergopoh menyusul dirinya.
"Kamu tidak sopan!" Ucap Ibunya saat wanita paruh baya itu menghentikan langkah kakinya tepat di depan Raka.
"Aku bukan anak kecil, aku bukan tidak laku..! Biarkan aku menemui sendiri siapa yang pantas bersanding dengan ku." Tegas Raka.
"Tetapi, kamu belum mengenal Areum!"
"Tidak perlu, aku tidak menyukai dia," Ucap Raka sambil beranjak masuk kedalam mobil.
"Raka!"
Raka menutup pintu mobil itu dan meminta supir untuk meninggalkan rumah itu.
Ibunya Raka terdiam, ia hanya bisa menatap mobil itu.
Raka memijat pelipisnya, ia tidak menyangka bila jauh-jauh ia datang ke Korea, hanya untuk di kenalkan dengan gadis yang menurutnya tidak menarik sama sekali.
__ADS_1
Pikiran nya pun kembali kepada Queen, gadis berparas cantik, yang selalu terlihat elegan. Terpelajar dan mempunyai senyum yang luar biasa manis nya.
"Dia, gue yakin dia jodoh gue." Gumam nya.