365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
59# Rencana Lala


__ADS_3

"Papi!" Seru si kecil Jonathan yang terlihat bahagia dengan kedatangan Raka.


Raka langsung menghampiri Jonathan dan memeluk bocah itu dengan erat.


"Apa kabar kamu nak?" Tanya Raka sambil mengecup kening Jonathan.


"Baik Papi," Sahut Jonathan.


Lalu, mata sayu Jonathan menata Queen yang tersenyum di kaki ranjang nya. Jonathan mengerutkan keningnya dan mengalihkan pandangannya kepada Raka.


"Tante itu siapa Pi?" Tanya nya dengan polos.


"Ah, Tante itu adalah Tante Queen. Ayo berikan salam kepada Tante Queen."


"Halo Tante, apa kabar? Nama ku Jonathan," Ucap Jonathan dengan gaya bicaranya yang lucu.


Queen yang pada dasarnya menyukai anak kecil pun tersenyum dan mendekati Jonathan.


"Halo jagoan, nama Tante adalah Queen. Senang berkenalan dengan mu," Ucap Queen sambil menyerahkan kado yang memang sengaja ia persiapkan untuk Jonathan.


"Apa ini Tante?"


"Ini untuk Jonathan, Tante sengaja mempersiapkan kado ini untuk Jonathan yang hebat. Sebagai tanda perkenalan kita," Ucap Queen sambil tersenyum.


"Terima kasih Tante..." Ucap Jonathan sambil menerima kado dari Queen.


"Ayo dibuka, semoga Jonathan suka ya..."


Jonathan mengangguk dan mulai membuka bungkus kado tersebut, dibantu oleh Raka.


Wajah Jonathan terlihat bersemangat saat melihat sebuah robot, lengkap dengan lampu-lampu yang warna warni.


"Terima kasih Tante..! Jonathan suka sekali...." Ucap Jonathan sambil tersenyum kepada Queen.


Queen menghela nafas lega, saat melihat Jonathan menyukai kado dari dirinya.


"Terima kasih ya Queen..." Ucap Raka dengan tatapan mata yang berbinar. Ia merasa bahagia melihat Jonathan bahagia. Itu semua karena Queen yang memilih kado dengan tepat. Tanpa sepengetahuan Queen, Jonathan memang sangat menyukai robot. Bocah laki-laki itu pun langsung memainkan robot yang baru ia dapatkan dari Queen dengan wajah yang antusias.


Cklek...!


Queen dan Raka menatap ke arah pintu yang terbuka. Terlihat Lala memasuki ruangan itu dengan membawa bungkusan yang berisi buah anggur pesanan Jonathan dan buah-buahan lain nya.


Dengan wajah datar, Lala memasuki ruangan itu dan meletakkan bungkusan yang ia pegang ke atas meja. Lalu, ia mengeluarkan buah-buahan itu dan menaruhnya di keranjang buah dan membawanya ke wastafel untuk di cuci.

__ADS_1


Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Lala. Sikap nya yang seperti itu membuat Queen merasa tidak nyaman. Tidak hanya Queen, Raka pun mulai merasa tidak enak kepada Queen.


"Lain kali, bila Jonathan meminta sesuatu, tolong beri tahu aku. Biar aku yang membelikan nya."


Lala melirik Raka dan mengangguk dengan perlahan.


Queen hanya diam dan memperhatikan sikap dan gaya bicara Raka kepada Lala. terlihat sekali bila Raka biasa saja kepada Lala. Hanya saja, Lala tampak cemburu dan tidak nyaman dengan adanya Queen disana.


"Hmmmm, aku rasa aku harus segera pergi. Aku ada pertemuan dengan klien," Ucap Queen sambil berpura-pura melirik arlojinya.


"Loh kok hanya sebentar, aku antar ya.." Ucap Raka yang duduk di atas ranjang bersama dengan Jonathan. Lalu, ia beranjak dari duduk nya dan bersiap-siap untuk mengantarkan Queen.


"Tidak usah, kita ketemu lain waktu. Nanti aku kabari ya," Ucap Queen sambil tersenyum kepada Raka dan Jonathan.


"Aku akan mengantarmu," Raka tidak peduli dengan penolakan Queen. Ia segera melangkah mendekati Queen.


Tiba-tiba saja tangan Raka di tahan oleh Jonathan.


"Papi, Papi kan baru datang. Jangan tinggalkan Jonathan Pi.." Pinta bocah itu dengan wajah memohon.


Raka menoleh dan menatap Jonathan dengan tatapan yang serba salah.


Queen tersenyum dan menghampiri Raka.


Raka menghela nafas panjang dan mau tidak mau dia mengangguk setuju.


Lala yang baru saja selesai mencuci buah dan mengelap nya dengan tisu pun, beranjak ke arah meja yang terletak di samping ranjang Jonathan. Lalu, meletakkan keranjang buah itu disana. Ia melewati Raka dan Queen begitu saja tanpa ada ucapan permisi sebelumnya.


Queen berusaha bergeser saat Lala akan lewat kembali setelah meletakan buah-buahan itu.


Raka yang melihat sikap Lala membuat dirinya tidak enak kepada Queen.


"Ya sudah, Tante pulang dulu ya Jonathan.." Ucap Queen sambil tersenyum dan beranjak mendekati Jonathan. Ia berniat akan mengecup pipi bocah itu. Tetapi, dengan cepat Lala menghampiri Jonathan dan mengambil robot yang Queen berikan dan menaruhnya di atas meja dengan kasar. Lalu, ia duduk di ranjang dan memeluk Jonathan dengan erat.


"Apa yang sakit nak? Apa kamu merasakan sakit?" Tanya Lala tanpa Jonathan mengeluh sakit sebelumnya.


"Jonathan tidak merasakan apa-apa kok Mi," Jawab Jonathan.


"Oh, syukurlah.. Mami khawatir sekali, padahal Mami baru saja keluar sebentar untuk membeli buah."


Queen yang merasa Lala tidak ingin dirinya menyentuh Jonathan pun, langsung menarik diri.


"Saya pulang dulu ya.. Terima kasih sudah diperbolehkan untuk menjenguk Jonathan," Ucap Queen dengan sopan kepada Lala.

__ADS_1


Lala melirik Queen dan mengangguk dengan dingin.


"Sampai jumpa Raka," Ucap Queen sambil melangkah meninggalkan ruangan itu.


Raka terlihat serba salah. Ia menatap Lala yang tidak berani menatap dirinya. Lalu, ia mendengus kesal dan berlari menyusul Queen.


"Papi..!" Jonathan berteriak memanggil Raka.


"Nanti Papi kembali lagi. Sebentar ya..." Ucap Raka sambil berlalu dari hadapan Lala dan Jonathan.


"Queen!" Panggil Raka sambil berlari mengejar Queen yang hampir saja sampai di depan pintu lift.


Queen menoleh dan tersenyum kepada Raka.


Raka menghentikan langkahnya tepat di depan Queen dan menatap gadis murah hati tersebut.


"Maafkan sikap Lala ya.. dan maafkan aku tidak bisa mengantarmu," Ucap Raka.


Queen tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak masalah, aku bisa pergi sendiri. Kamu temani saja anak mu ya.. Dia lebih membutuhkan kamu," Ucap Queen dengan penuh pengertian.


Raka terdiam, ia mengangguk pelan.


Ting..!


Pintu lift pun terbuka.


Queen melangkah masuk dan melambaikan tangan nya kepada Raka.


"See you next time," Ucap Queen sambil tersenyum.


Raka hanya terdiam dan terus menatap Queen hingga pintu lift itu tertutup.


Dengan gontai, Raka kembali keruangan Jonathan. Ia benar-benar merasa takut bila dirinya telah membuat kesalahan kepada Queen. Ia takut sekali bila gadis itu marah kepadanya. Karena untuk menghubungi atau bertemu dengan Queen sangat sulit sekali. Raka tidak tahu dimana rumah Queen. Ia hanya tahun dimana hotel milik Queen berada. Hanya saja, gadis itu tidak melulu berada di hotel itu. Raka benar-benar hanya mengandalkan komunikasi dengan Queen dengan telepon seluler saja.


Raka menatap Lala saat ia kembali keruang Jonathan. Yang membuat Lala salah tingkah dengan tatapan Raka yang tajam. Lala tahu, bila Raka saat ini merasa kecewa kepada sikapnya terhadap teman wanita Raka.


Tetapi, Lala tidak peduli. Ia merasa Queen tidak pantas untuk Raka. Yang pantas untuk Raka hanyalah dirinya. Lala bisa mempergunakan Jonathan sebagai cucu dari Ibunya Raka. Ia berharap Jonathan bisa meluluhkan hati Ibunya Raka dan dirinya pun di izinkan bersama kembali dengan Raka.


Rencana itu muncul begitu saja, saat Raka membawa Queen untuk menemui Jonathan. Entah mengapa, dirinya merasa tidak rela bila Raka bersama dengan gadis yang terlihat lebih segala-galanya dari pada dirinya itu.


"Tidak! Aku memiliki anak denganmu, maka aku yang lebih berhak untuk bersama mu. Tidak boleh ada satupun wanita yang menyingkirkan posisi ku!" Batin nya.

__ADS_1


__ADS_2