
Wise men say
Only fools rush in
But I can't help falling in love with you
Shall I stay?
Would it be a sin
If I can't help falling in love with you?
Lagu dari Elvis Presley terlantun indah dari band yang sedang tampil di restoran rooftop milik Raka. Suasana terasa semakin romantis. Tidak hanya satu dan dua pasangan saja yang memberanikan diri untuk berdansa di lantai dansa. Mereka semua menikmati malam yang begitu romantis dengan lagu yang begitu menghanyutkan jiwa mereka yang sedang jatuh cinta.
Like a river flows
Surely to the sea
Darling, so it goes
Some things are meant to be
Raka menatap wajah Queen yang begitu mempesona, pandangan nya terlihat begitu mengagumi gadis yang duduk didepannya itu.
Raka pun mengulurkan tangannya di depan Queen. Queen melirik tangan Raka dan menatap lelaki itu.
"Apa?" Tanya Queen berpura-pura bodoh.
"Will you dance with me?"
Queen tersenyum menanggapi ucapan Raka. Ia melihat ke sekeliling nya, semakin banyak pasangan yang berdansa, menikmati lagu indah yang berjudul 'Can't help falling in love' itu.
Take my hand
Take my whole life too
For I can't help falling in love with you
__ADS_1
Lirik lagu yang begitu indah, membuat hati Queen menuntun tangan nya untuk menyambut tangan Raka.
Raka tersenyum semringah saat Queen menyambut tangan nya. Lalu, dengan gagah, Raka berdiri dan menuntun Queen menuju ke lantai dansa.
Di lantai dansa, Raka menarik lembut pinggang ramping Queen dan menatap kedua mata gadis itu.
Queen sempat merasa grogi. Tapi, sebagai wanita yang berkelas, dia mencoba menikmati berdansa dengan Raka.
Gerakan ke kiri dan ke kanan serta tatapan yang bertautan membuat mereka saling berbicara di dalam hati. Masing-masing dari mereka saling mengagumi. Hanya saja, Queen belum mau membicarakan hal itu kepada lelaki yang sedang berdansa dengan dirinya.
Entah mengapa, Queen merasa bersama Raka lah, ia mampu melupakan bayangan Antoni. Hanya saja, ia tidak ingin terburu-buru menyambut cinta dari lelaki itu. Diam-diam, Queen mulai setuju dengan kata-kata Raka tadi. Ia mulai ingin mengenal Raka terlebih dahulu. Bila tidak cocok ia berhak untuk menjauh dari Raka.
Walaupun terkesan buru-buru, tetapi Queen merasa Raka itu sangat pantas untuk dipahami. Karena, lelaki itu sangat memahami dirinya sebagai wanita yang terlalu sering terluka.
Ada alasannya mengapa Queen terkesan jual mahal. Selain dirinya adalah seorang perempuan, ia ingin kali ini lelaki yang mendekati dirinya, harus bersungguh-sungguh kepadanya. Dalam kata lain, siapa pun lelaki yang mendekati dirinya, harus memperjuangkan nya.
Ia tidak ingin terburu-buru seperti bersama Ricky. Bila akhirnya dirinya kecewa, untuk apa?
Bukankah lelaki harus berjuang meyakinkan wanita?
Ibarat kata para pujangga, wanita adalah bunga mawar merah yang berduri, namun sangat indah. Yang tumbuh di tepi jurang yang curam. Di dalam hutan yang dihuni banyak binatang buas. Hanya seorang kesatria yang mampu memetiknya.
Berkelas tidak melulu tentang kekayaan dan circle dalam pergaulan. Berkelas adalah sikap dan prinsip. Siapa saja bisa menjadi berkelas. Asal ia mampu menghargai dirinya sendiri. Seberapa berharga kamu? Hanya kamu yang mampu memberikan nilai itu dimata orang lain, terutama lawan jenis mu.
Aroma parfum Raka tercium lembut di hidung Queen. Aroma itu mengingat dirinya saat pertama kali ia terjebak di lift bersama Raka. Entah mengapa, kejadian itu tidak bisa ia lupakan. Karena, kejadian itulah yang pertama kali membuat jantung nya berdegup kencang terhadap lelaki itu.
Semakin malam, suasana semakin terasa romantis. Queen hampir terhanyut dibuatnya. Queen pun tersadar, bila malam semakin larut. Ia melirik arlojinya dan jarum jam menunjukan pukul setengah dua belas malam. Queen pun menurunkan tangan nya dari leher Raka.
"Malam semakin larut, aku pulang dulu ya.." Ucap Queen.
"Aku antar ya.."
"No need, thanks," Queen menolak tawaran Raka.
"Tetapi, aku yang membawamu kesini, sudah menjadi kewajiban ku untuk mengantar kamu pulang. Lagi pula kamu wanita. Tidak pantas naik taksi sendirian " Ucap Raka.
Queen tersenyum, ia pun beranjak menuju meja nya dan meraih tas tangan miliknya.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, aku pulang dulu." Tegas Queen.
"No, aku bukan lelaki brengsek yang membiarkan seorang wanita pulang sendirian,"
"Tapi...."
"No debad." Tegas Raka, sambil meraih tangan Queen dan menuntun gadis itu menuju lorong lift.
Queen terdiam, ia mengikuti langkah kaki lelaki yang sedang menggandeng tangan nya dengan erat.
"Ah..... apakah kau Satria berkuda itu?" Batin Queen, sambil tersenyum di belakang Raka.
....
"Kamu kemana sih Queen... Sangat sulit sekali untuk menemukan kamu," Gumam Antoni saat dirinya termenung di tepi ranjang.
Antoni sama sekali tidak peduli pada Tasya. Walaupun ia menyadari bila Tasya tidak ada dikamar saat dirinya selesai membilas tubuhnya di kamar mandi.
Pikiran nya selalu tertuju dengan Queen. Cinta yang ia lepaskan demi mengabdi kepada kedua orangtuanya.
Antoni mengingat saat ia mengecup bibir Queen di parkiran butik itu. Bibir yang hangat itu membuat dirinya terus terkurung di dalam memori indah tentang Queen. Bibir yang pertama kali ia sentuh saat Queen masih duduk di bangku SMA. Saat gadis itu terlihat polos dan manja.
Selama ini, Antoni selalu menjaga dan menghormati Queen sebagai wanita. Ia tidak sekalipun menyentuh tubuh Queen. Walaupun mereka kerap berlibur berdua, saat menjalin asmara.
Paling jauh adalah, Antoni mencium bibir gadis itu, tidak lebih. Tetapi kini, gelora ingin menyentuh lebih jauh pun muncul. Kini Queen terlihat sangat menarik dimatanya. Bahkan jauh lebih menarik dari pada saat dirinya memiliki gadis itu.
Entah mengapa, semakin Queen dewasa, pancaran kecantikan dan *** appeal yang dimiliki Queen semakin tinggi. Itu semua membuat Antoni semakin terobsesi dengan mantan tunangan nya itu.
Antoni pun mulai berpikir untuk membuat Queen terjebak di situasi dimana Queen tidak bisa melepaskan Antoni dengan kata 'Tanggung jawab'. Antoni tersenyum memikirkan rencana yang akan ia buat untuk Queen tidak bisa lagi lari dari dirinya.
Antoni benar-benar gila, putus asa dan penyesalan membuat dirinya semakin nekat. Ia tidak lagi mempedulikan apa status dirinya saat ini, bagaimana anak nya, istrinya yang tulus terhadap dirinya.
Disaat seorang lelaki buta, tidak akan ada yang bisa membuat dia melihat kedalam dirinya sendiri. Hanya ***** dan obsesi lah yang membuat dirinya terus tertuju kepada wanita incaran nya.
Efek buruk dari orang tua yang terlalu berkuasa atas kehidupan anak nya. Membuat Antoni menjadi pasrah mengikuti apa mau orang tuanya. Dengan alasan ingin mengabdi. Tetapi, sisi manusia yang mempunyai cinta pun mulai berontak setelah bertahun-tahun ia mengikuti ingin orang tuanya. Setelah apa yang diinginkan orang tuanya tercapai. Yaitu, menikah dengan Tasya dan memiliki keturunan.
"Bukankah semua sudah aku turuti? Sekarang, saatnya aku bahagia bersama Queen. Aku yakin Queen masih mencintai aku. Aku melihat dia memejamkan kedua matanya saat aku mencium bibirnya."
__ADS_1
"Queen, aku tahu kamu pun rindu kepada ku. Aku tahu, sebenarnya kamu pun menginginkan aku. Saat nya sekarang aku memperjuangkan kamu dan kita hidup bahagia selamanya," Batin Antoni.