
Raka berlari mencari Queen bagaikan kehilangan kekasih hati. Ia memasuki beberapa toko dan keluar dengan wajah yang hampa.
Raka menyusuri jalan yang penuh dengan lampu penerangan yang berwarna-warni. Beberapa penduduk lokal dan para wisatawan yang berpapasan dengan dirinya menatap Raka seperti seorang aktor yang sedang berakting mencari kekasihnya yang menghilang di drama Korea.
Walaupun udara terasa dingin menusuk, Raka tidak akan menyerah. Ia terus mencari Queen, hingga langkah kaki nya terhenti di sebuah coffe shop. Ia melihat wanita yang ia cari, duduk sendiri di sudut ruangan coffe shop itu dengan wajah yang sendu.
Raka mengatur nafasnya yang tersengal. Lalu, ia berdiri di luar menatap Queen yang sedang menatap keluar jendela.
Di dalam coffe shop yang terasa hangat, terdengar lantunan lagu cinta dari speeker cafe yang terdengar lembut di telinga Queen. Lagu yang di nyanyikan oleh Soyou, penyanyi terkenal di Korea Selatan.
Barabomyeon jakku nunmuri naneun geon
Waenji mollado
Dolgo dora naege ogo isseonayo
Pihaejiji anhneun geu sarang
(Air mataku selalu menetes ketika aku melihatmu
Entah mengapa
Apakah kau datang kembali padaku
Cinta yang tak bisa dihindari)
Queen memejamkan kedua matanya, seakan ia terhanyut dalam lagu cinta yang melantun dengan indah tersebut. Lalu, ia kembali membuka kedua matanya dan kembali menatap keluar. Ia tertegun saat melihat sosok lelaki yang ia kenal 2 minggu yang lalu. Ya, dia adalah Raka. Lelaki yang tadi siang mengatakan cinta kepada dirinya.
"Saranghae.."
Potongan ingatan tentang tadi siang, saat lelaki itu mengatakan cinta kepadanya kembali muncul.
Mata mereka saling terpaku, terlihat emosi yang perlahan hilang dari wajah lelah Raka dan berganti dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
I love you, love you, love you
Inyeonira bureujyo nan
And I miss you, miss you
Naui unmyeongin saram
(Aku mencintaimu, cintaimu, cintaimu
Kurasakan ikatan itu
Dan kumerindukanmu, rindukanmu, rindukanmu
Kau yang jadi takdirku)
__ADS_1
Chorus pada lagu yang sedang melantun lembut, membuat suasana hati Queen semakin risau. Ia berdiri dari duduknya dan terus menatap Raka yang masih berdiri diluar, di tengah hujan salju yang semakin lebat.
"Raka..." Gumam Queen.
Lelaki itu beranjak masuk dan menghampiri Queen. Tanpa basa basi, Raka yang panik karena takut kehilangan Queen pun, memeluk gadis itu dengan erat.
Seulpeun nunbicheuro wae naerul bonayo
Ulji marayo
Han nune nal arabongeon aningayo
Ijeseoya wae naege watjyo
(Mengapa kau bersedih saat melihatku
Jangan menangis
Apakah kau tidak mengenali aku pada pandangan pertama ?
Mengapa baru datang kepadaku ?)
Tak ada kata, hanya lantunan bait lagu yang indah disana. Serta tatapan orang yang berada di cafe itu yang tanpa di komando, serentak menatap kedua insan tersebut.
Queen memejamkan kedua matanya saat berada di pelukan Raka. Entah mengapa, pelukan itu terasa begitu nyaman baginya. Begitupun dengan Raka yang semakin mempererat pelukannya kepada Queen. Seakan ia tidak ingin melepaskan gadis itu lagi.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Queen.
"Jangan ulangi lagi pergi sendirian, disini berbahaya. Kalau butuh teman, ada aku," Ucap Raka dengan ujung suara yang tercekat.
Queen menundukkan wajahnya, setelah ia kehilangan Antoni, baru kali ini lelaki yang merasa takut kehilangan dirinya dan rela menerobos hujan salju hanya untuk dirinya.
Tubuh Raka bergetar, ia masih merasa kedinginan setelah beberapa waktu berada di luar, hanya untuk mencari Queen.
Queen mempersilahkan Raka untuk duduk dan memanggil seorang pramusaji dan memesan minuman hangat untuk Raka. Sedangkan Raka hanya terdiam di kursi nya. Ia menyatukan kedua tangan nya yang tanpa memakai sarung tangan. Ia tidak sempat kembali ke kamarnya untuk mengambil sarung tangan saat Tika mengabarkan bila Queen pergi meninggalkan hotel.
Queen menatap Raka dengan seksama, lalu ia meraih tangan lelaki itu yang hampir membeku dan menggenggam nya dengan erat. Rasa hangat dari tangan Queen pun, langsung menjalar dari tangan sampai ke hati Raka. Raka membalas tatapan Queen dengan mata yang sendu.
"Maaf, maaf bila membuat kamu mencari ku di tengah hujan salju," Ucap Queen.
Raka membalas genggaman tangan Queen dan menarik nya dengan perlahan. Ia menaruh tangan Queen di pipi nya yang memerah karena menahan rasa dingin yang begitu menusuk.
"Tidak apa-apa." Ucap nya sambil menatap kedua mata Queen.
..
Dreettt... Dreett..!
Tika yang masih berada di lobby, dengan wajah yang gelisah pun, langsung membuka ponselnya saat ponsel itu baru saja menerima sebuah pesan. Ia menatap layar ponselnya dan dengan tangan yang gemetar, Tika membuka pesan dari Raka.
__ADS_1
Tik, Queen sudah bersama dengan ku. Kamu tidak usah khawatir. Kamu tunggu saja di kamar mu.
Tika menghela nafas lega setelah membaca pesan dari Raka. Lalu, ia pun bergegas untuk membalas pesan tersebut.
Alhamdulillah, tolong jaga dia. Dekati dia, berbicaralah dari hati kehati. Bila elu mencintai dia, jangan lelah untuk berjuang.
Balas Tika.
Lalu, Ia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke lift, untuk kembali ke kamarnya.
..
Raka menyeruput minuman penghangat tubuh yang baru saja ia raih dari atas meja. Setelah itu, ia menaruh kembali gelas minuman itu tepat di depan nya. Ia menatap Queen yang terus menatap dirinya. Lalu, dengan tulus ia tersenyum kepada gadis pujaan nya itu.
"Tika yang minta?" Ucap Queen membuka obrolan dengan Raka.
"Bukan minta, tapi... dia memberitahukan aku bila kamu pergi dari hotel." Ucap Raka singkat.
"Jangan marah sama Tika..." Sambung Raka.
"Tidak, aku tidak pernah marah dengan dia. Aku hanya butuh waktu untuk sendiri," Ucap Queen.
"Ada aku, kamu tidak perlu sendirian. Aku selalu akan menjadi pendengar yang setia untuk kamu," Ucap Raka sambil menggenggam tangan Queen dengan lembut.
Queen menatap Raka dengan mata yang sendu.
"Ceritakan tentang dirimu kepada ku," Pinta Queen.
Raka menundukkan pandangan nya, lalu ia tersenyum kecil dan kembali menatap Queen dengan seksama.
"Yakin ingin mendengar tentang ku. Kisah ku tidak ada yang sempurna."
"Aku pun, kisah ku tidak ada yang sempurna. Aku tersiksa saat orang lain menganggap ku sempurna," Ucap Queen.
Raka tersenyum, ia menyentuh pipi Queen dengan lembut. Yang membuat Queen menjadi salah tingkah.
"Kisah ku? Hmmmm... aku juga pernah mencintai seseorang sepenuh hati. Tetapi, orang itu pergi tanpa bisa aku melihatnya kembali." Raka mulai menceritakan tentang kisah kasih nya yang telah berlalu.
"Bagaimana cerita tentang cinta pertama dan seterusnya?"
Raka tertawa saat Queen memintanya untuk bercerita detil tentang kisah asmaranya.
"Boleh, asal dengan satu syarat,"
"Apa?" Tanya Queen dengan wajah yang serius.
"Setelah aku bercerita, kamu pun akan bercerita tentang kamu." Pinta Raka.
Queen mengigit bibirnya yang tipis, lalu perlahan ia pun mengangguk setuju.
__ADS_1
"Ok, aku bercerita.." Ucap Raka.